From Maid to Mother Chapter 1 Part 4

Dibaca 504 orang
Font Size :
Table of Content

From Maid to Mother Chapter 1 Part 4

「Pelayan Kerajaan」Berangkat Menuju Rumah Penyihir – Part 4

Penerjemah: Elite

「Baiklah. Jill, apakah kamu tahu mengapa kamu dibawa kemari?」

Ketika saya Tanya, Jill sekali lagi menggelengkan kepalanya. Setelah itu, dia melihat bayangan Leonard-sama dan kembali bersembunyi

Entahlah. Sepertinya Leonard-sama tidak memberi penjelasan apapun dan langsung melemparkan dia kesini. Perasaan tidak enakku sepertinya benar…

「Leonard-sama, setelah ini kita harus berbicara」

Ketika saya menoleh kebelakang untuk melihat Leonard-sama setelah saya mengatakan itu, dia terkejut dan sedikit menyentakkan bahunya.

「Mm…」

Dia terlihat bersalah namun saya akan tetap menegur dia.

…dengan segala pertimbangan, apakah hal ini benar untuk seorang pelayan menyatakan pendapatnya kepada tuannya? Er, walau begitu itu semua tidak mengubah pikiran saya.

「Pertama-tama mari kita keluarkan anak ini dari ruangan ini. Sudah tidak ada alasan lagi untuk berada disini… Jill, apakah kamu lapar?」

Jill menjawab pertanyaanku dengan anggukan yang kecil. Pada saat yang bersamaan, terdengar suara geraman yang keras. Postur seseorang yang sedang memegang perut dengan wajah yang sedikit kemerahan terlihat manis. Saya ingin memberi anak itu banyak makanan yang enak.

「Setelah keluar dari sini, mari kita makan. Leonard-sama, apakah ada bahan makanan di dapur?」
「Lumayan. Ada buah dan sayur juga di ladang」
「Buah… Apakah kita memiliki apel?」
「Ya. Kamu mau?」
「Ya」

Saya akan menyajikan apel untuk si anak tadi dan melihat bagaimana perkembangannya. Jika saya langsung memberi makan semuanya disaat bersamaan disaat perut sedang kosong, perut akan mendapatkan beban yang berat dan menderita.

Dan setelah meninggalkan ruangan tersebut kami mencari jalan ke dapur.

Memasuki dapur, saya mulai memeriksa bumbu kemudian Leonard-sama membuka suara.

「Akan saya ambil apelnya」
「Ya tolong」

Sebenarnya, ingin saya ambil sendiri apel tersebut namun saya tidak tahu tempatnya. Lagi pula untuk saat ini lebih baik bersama Jill.

Setelah melihat kepergian Leonard-sama, saya memanaskan air di teko dan kemudian *tug* saya merasa baju saya ditarik. Melihat ke bawah, saya melihat Jill memandang dengan gelisah.

「Kenapa?」
「Kamu tidak takut?」

Saya heran apa yang dimaksud dari takut? Yang membuat saya menatap kosong padanya. Jill melihat sekitar dengan gelisah, melihat sekitar sebelum melanjutkan dengan sedikit bisikan.

「Kekuatanku. Dan pria itu」

Tangannya menggenggam dengan erat ke bajuku. Merasa tersesat, tapi saya mengerti. Menaruh daun the di teko sembari menuangkan air panas, saya tersenyum.

「Saya tidak begitu tahu dengan kekuatanmu. Yang saya tahu kamu anak kecil yang memiliki mana yg melimpah」
「Benarkah?」
「Ya. Dan juga Leonard-sama tidak begitu menakutkan. Dia mempunyai masalah mengapresiasikan diri dia, dan apa yang ingin dikatakan tapi dia sangat baik hati」
「Baik hati?」
「Lagipula dia pergi mengambil apel untukmu barusan」

Ketika saya katakana hal tersebut, Jill terbelalak.

Setelah itu pertanyaan selanjutnya kenapa dia diikat dan dipenjarakan di ruang bawah tanah

「Itu benar. Kamu tidak akan mengerti jika tidak mendengar langsung dari Leonard-sama」

Saya menuang teh herbal yang dapat diminum anak kecil ke dalam cangkir, menaruh gula dan memberikannya kepada jill. Ketika saya mengatakan untuk berhati-hati karena the tersebut masih panas ia mulai meniup teh tersebut untuk mendinginkannya.

Saat saya memandang Jill yang sedang minum dengan hati-hati, saya mulai berbicara.

「Ada yang harus kukatakan padamu, Leonard-sama tidak membencimu Jill」
「…Mengapa?」
「Karena dia mengatakan padaku bahwa dia ingin saya menjadi ibumu」

Mata bulat Jill terbelalak dan ingin mengatakan sesuatu dan pada saat yang bersamaan Leonard-sama kembali.

「Selamat datang Leonard-sama」
「…Mm」

Ketika saya panggil dia, Leonard sama terlihat sedikit terkejut dan selanjutnya memberikan apel tersebut.

「Terima kasih. Saya membuat the, anda mau?」
「Mm」

Leonard-sama mengangguk dan saya menuang secangkir the dan memberikannya. Setelah itu saya memotong apel tersebut.

Saya memotong kecil dan mencicipinya. Sedikit asam. Beruntung terdapat madu dan bumbu di dapur.

Baiklah mari kita buat apel madu. Kalau saya buat itu mungkin dengan apel yang sedikit asam tidak akan begitu pengaruh

「Tunggu sebentar ya?」

Sekarang sudah selesai, haruskah saya membuatnya renyah? Walau begitu ini hanya madu yang dituang diatas beberapa potong kecil apel, yang bisa dilakukan sekejap mata.

「Ini Jill. Bagaimana kalau mencoba ini? Akan membutuhkan waktu sebelum saya memasak makanan yang layak jadi untuk pengganti saya membuat makanan ringan」

Ketika saya memberikan apel madu tersebut Jill tetap memandang tangan dan wajah saya beberapa kali dan mulai makan dengan sendok.

「Jadi? Bisa dimakan?」
「Ini manis-… ini enak」

Ha~ saya merasa lega melihat wajah cerianya. Kalau begini sepertinya tidak apa-apa untuk memberi makan seperti biasa.

「Mau mencoba, Leonard-sama? Ini sedikit manis」
「Mm」

Setelah mendengar itu, dia mengangguk dengan antusias. Segera setelah saya sediakan, dia memakannya tanpa ragi. Dan juga dia tampak senang. Mungkinkah dia menyukai manis?

Sementara mereka memakan apel, saya segera mengecek keadaan dapur. Walau ada the dan bumbu, saya tidak menemukan bahan utama.

「Hmm, lebih dari yang saya harapkan… Leonard-sama sering memasak?」

Mengejutkan ada stok sayur. Leonard-sama mengangguk.

「Sesekali waktu, ya」
「Baiklah. Apakah ada pantangan?」
「Tidak, tidak ada.」

Baiklah, saya harus keluar untuk membeli roti, telur dan daging.

Sepertinya Leonard-sama selalu keluar rumah secara berkala. Ada daging asap dan daging acar tapi dia tidak membeli barang yang mudah basi.

Ah, tapi apa yang harus kulakukan? Jill masih lemah dan saya tidak bisa membawanya bersama. Menyuruh Leonard-sama untuk melakukan itu agak… saya juga khawatir meninggalkan mereka berdua, dan ketika saya masih memikirkan hal tersebut, Leonard-sama melihat wajah saya yang kebingungan.

「Mm?」
「Ah, tidak apa-apa, saya hanya memikirkan bagaimana belanja. Meninggalkan Jill itu tidak baik dan dilain sisi saya tidak bisa membawanya」
「…Kalau begitu」

Leonard-sama menjulurkan tangan dia ke udara secara perlahan. Kemudian pusaran cahaya terlihat

「Kamu memanggil saya tuan?」

Di tengah cahaya seekor kucing muncul

Itu tidak terlalu mengejutkan tapi bukan untuk saya, bahkan Jill yang sedang mengunyah apel terbelalak

「Jill, kemari」

Ketika saya mengeluarkan kedua tangan saya dan memanggilnya, Jill langsung mendekapku

Apakah dia ketakutan? Dia mendekap dengan sangat erat dan hampir menangis. Walau begitu dia sempat menaruh piring di tempatnya dan itu sangat bagus.

「…Kenapa?」

Leonard-sama kebingungan terhadap tingkah Jill.

「Dia pasti ketakutan saat kucing muncul tiba-tiba di udara. Saya juga sama」
「Benarkah?」
「Sejujurnya itu menakutkan」
「…Maaf」

Oh, tulus sekali! Jill menangkap bagaimana sedih Leonard-sama ketika dia membungkuk dan sedikit bingung

「Lihat? Leonard-sama tidak mempunyai niat jahat」
「…Bahkan apa yang dia lakukan sebelumnya」
「Uh huh. Saya yakin dia pasti mempunyai alasan untuk itu tapi dia tidak mencoba menyakitimu. Kita akan bertanya kepada Leonard-sama untuk menjelaskan hal itu nanti ya? Kamu juga berhak untuk tau」
「Ya, saya ingin tau」

Saya mengusap kepala Jill saat dia mengangguk, seperti dugaanku, anak ini sungguh kuat.

Tidak aneh jika mereka menangis tapi saya heran ketika dia bisa tetap tenang?

Saya tidak dapat membantu tapi merasa kasihan. Apakah seperti ini nasib semua anak yang dapat melakukan sihir?

Dari balik lenganku, Jill melihat kearah kucing sebelumnya

「Kucing~」
「Oh ya Leonard-sama, ini kucing putih apa?」
「Mm. Sid」

tags: baca novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, web novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, light novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, baca From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4 manga, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4 online, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4 bab, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4 chapter, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4 high quality, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 4 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of