From Maid to Mother Chapter 1 Part 5

Dibaca 577 orang
Font Size :
Table of Content

From Maid to Mother Chapter 1 Part 5

「Pelayan Kerajaan」Berangkat Menuju Rumah Penyihir – Part 5

Penerjemah: Elite

Apakah Sid namanya? Ketika saya menatap sambil merenung, kucing itu mengibaskan ekornya untuk memberi respon
…Mari dipikirkan, dia mengucapkan “Tuan” tadi. Saya yakin itu bukan kucing biasa.

「Um, Sid-san?」

Ketika saya panggil dengan sedikit malu, kucing itu melihatku dan membuka mulutnya

「Ada apa, jou-chan?」

Uwah, dia berbicara menggunakan bahasa manusia, sudah kuduga! Kucing itu memanggil Leonard-sama “Master; apakah itu berarti familiar? Omong-omong familiar itu adalah hewan atau makhluk buas yang telah terikat dengan sihir dengan hubungan tuan dan pelayan.

「Er, permisi, saya Lily. Anak ini Jill. Kami akan berada dibawah perlindungan Leonard-sama mulai sekarang, senang bertemu denganmu」
「Oh ya sama-sama」

Senyumannya terlihat seperti seorang yang tampan. Tak mungkin, mengapa kucing ini sangat keren.

「Jadi melihat seseorang yang merasa terganggu untuk bersosialisasi, mengapa tuan mengundang si kecil dan gadis cantik ini kemari?」
「Aku bukan si kecil, aku Jill」
「Kalau kamu mau dipanggil seperti itu, kamu harus tumbuh lebih besar si kecil」

Buu, bahkan kucing dengan pipi lembutnya saja tau bagaimana cara untuk mengatur Jill. Dan juga sungguh malu ketika dikatakan wanita cantik. …Tidak terlalu mmm

「Leonard-sama, mengapa kamu memanggil Sid」

Ketika saya bertanya, Sid mendongakkan kepalanya kepada Leonard-sama dan menambahkan

「Oh iya, apa tugasku?」

Leonard-sama yang daritadi melihat dengan diam perlahan mengarahkan jarinya kepadaku…Hnn? Saya?

「Pesanan」

Ah saya mengerti, kita akan meminta Sid-san untuk berbelanja pengganti saya atau Leonard-sama… Eh, bukankah itu seekor kucing. Melihat saya yang kebingungan, Sid-san kembali dengan sebuah pertanyaan

「Ada apa?」
「Uhm…」
「Ah, akan susah jika dalam bentuk seperti ini. Tunggu sebentar」

Dengan sekejap Sid-san mengubah penampilannya. …Ya… siapa kamu?

Sekarang berdiri di tempat kucing tadi seorang pria muda dengan rambut perak yang lembut yang mempunyai mata emas seperti Leonard-sama. Terlihat menawan, dia terlihat seperti pria yang ramah dan ikemen. …Untuk orang seperti saya ini, dia terlalu menyilaukan. Ini aneh perbandingan kecantikan apa ini?

「Ada apa, Jou-chan」
「Tidak… aku baik-baik saja. Hanya saja sedang menunggu kutukan dari tuhan untuk beberapa saat」

Saya mengerti berat untuk menjadi cantik. Tapi untuk orang yang mempunyai wajah rata-rata seperti ini… tidak adil.

Ketika saya berpikir seperti itu, Sid-san mengatakan “Tidak apa-apa” dan mengusap kepala saya dengan lembut. Skill si tampan ini sangat tinggi saya rasa saya bisa mati karena itu.

Er, ya, karena saya yang salah tolong maafkan saya

「Kamu tidak apa-apa」
「Ya, maaf membuatmu khawatir, Jill」

Melihat diriku yang khawatir, saya mengusap kepala Jill dan tersenyum.

Tak mungkin, kenapa dengan anak ini yg mengeluarkan moe nya. Kenapa saya ingin memeluk anak ini sekarang juga? Lucunya!

Ekspresi saya mereda ketika Sid-san menarik manset baju saya.

「Jadi, pesanan apa?」
「Ah iya. Saya ingin kamu membeli telur dan daging tapi…」
「Mm-, apakah persediaan selama tiga hari cukup untuk saat ini?」
「Ya. Itu sangat membantu」
「Mm, kamu tidak perlu begitu formal denganku. Baklah saya pergi dulu tuan」

Sambil bergoyang dan melambaikan tangannya, Sid-san tertawa dan pergi berbelanja.

Hmm, saya tidak tau kalau familiar bisa sebegitu mirip manusia. Saya tidak tau detilnya, tapi familiar tidak mampu mengambil bentuk tubuh manusia. Pada dasarnya yang saya dengar mereka tidak bisa berbicara bahkan ketika mereka mengerti bahasa manusia dan mereka hanya bisa mengerti dengan orang yang telah terikat menggunakan telepati.

Selagi saya memikirkan hal itu, Leonard-sama telah selesai memakan apel dan meninggalkan piring ke meja dan mulai berjalan

「Mari kalian berdua. Saya akan mengantar kalian」
「Ah iya」

Dengan cepat kami mengikuti Leonard-sama. Pertama dia menunjukkan kamar saya. Terletak hanya dua pintu dari dapur. Biasanya kamar pelayan terletak di atap.

Didalam kamar terdapat ranjang yang nyaman dan lemari, walau kecil dihiasi dengan meja dan kursi. Disana juga terdapat baskom dan wastafel diatas rak. Disamping dinding terdapat kompor kecil yang bisa dipakai untuk menghangatkan saya.
Tambahan barang itu dibuat untuk memanaskan memakai batu sihir, bukan kayu bakar. Pasti sangat mahal.

Jika ini kamarnya, maka saya tidak perlu membeli furniture tambahan lagi untuk sementara. Kamar ini membuat saya berpikir apakah tidak apa-apa memberikan saya semua ini?

「Kamu menyukainya?」
「Ya. Apakah tidak apa-apa untuk memperoleh kamar seindah ini?」
「Mm」

Merasa senang, Leonard-sama menganggukkan kepalanya dan melanjutkan serta meninggalkan kamar itu untuk sementara. Kami mengecek kamar lain di lantai pertama. Selain dapur, terdapat kamar mandi, ruang keluarga, toilet, ruang penyimpanan, dan ruang tamu. Saya yakin kamar Leonard-sama dan Jill berada di lantai dua.

Hmm, apakah akan baik-baik saja meninggalkan Jill tidur sendiri.

「ini」

Kami berada di lantai dua ketika Leonard-sama berhenti di depan kamar, memberi isyarat kepada Jill. Gugup Jill mendekat ke kamar dan membuka pintu.

「Waa~」
「Saya mencoba sebaik yang saya bisa」

Leonard-sama terlihat sedikit bangga setelah melihat reaksi Jill. Mengintip sekilas saya melihat dia mengantar kami ke kamar yang kecil.

Dengan Susana yang menyejukkan dengan warna hijau terang. Kamar ini mempunyai furniture yang sama dengan saya tapi untuk anak kecil, bahkan warnanya sangat bagus. Terus terang dia mempunyai selera yang bagus

Sepertinya Jill menyukainya, mata anak itu berbinar. Leonard-sama juga terlihat puas. Perasaan yang menyenangkan.

Omong-omong soal Leonard-sama mengatakan berusaha semaksimal barusan tapi ketika saya memikirkan semua interior itu apakah itu semua dilakukan oleh Leonard-sama?

「Tapi baju belum siap」
「Oh apakah kamu menyiapkan kain?」
「Mm… saya tidak tau ukurannya」
「Ya anak-anak bertumbuh dengan cepat. Mungkin susah ketika harus disiapkan terlebih dahulu」

Melihat Jill. Sebagian besar pakaian anak itu menjadi kotor dan perlu diganti. Tapi karena saya tidak mempunyai uang untuk membeli pakaian, saya tidak bisa pergi berbelanja pakaian…Haruskah saya mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan saya?

「Leonard-sama, saya bisa membuat pakaian sederhana dan pakaian tidur」
「Benarkah?」
「Ya. Tapi, saya butuh kain…」

Apakah ada kain yang bagus untuk saya pakai? Sebelum saya bertanya, kain dalam jumlah besar diberikan kepadaku sampai terdengar suara gedebuk…
Diberikan? Kenapa dia selalu memakai sihir untuk membuat semua itu

「Eh, umm, ini?」
「Kamu bisa menggunakannya」

Uh- EHHHHH? Saya tidak tau darimana dia mengeluarkan semua itu tapi kain ini merupakan kain dengan kualitas bagus.

Walau sedikit canggung, sangat disayangkan memberikan kemurahan hatinya sampai seperti ini. Untuk saat ini, saya memilih kain biru cerah yang lembut dan terasa enak. Jika saya memakai ini kulit anak tidak akan terluka.

Membawa kain yang telah saya pilih, saya pergi menuju ruang keluarga di lantai satu kemudian memanggil Jill

「Jill, kemari sebentar」
「Aa~pa~」

Ketika saya mengukur Jill, saya tersenyum kepada Jill yang menurut saja dan terlihat kebingungan. Saat ini saya akan membuat baju simple dan nyaman, jadi ini pasti cukup.

「Perlu waktu berapa lama?」

Karena Leonard-sama yang duduk disebelahku bertanya, saya menjawab sembari bekerja.

tags: baca novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, web novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, light novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, baca From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5 manga, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5 online, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5 bab, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5 chapter, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5 high quality, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 5 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of