My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Chapter 13

Dibaca 520 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia

Dipersembahkan oleh: Novel Otaku Indonesia Translation

Chapter 13 – ~Jebakan~

“Oi, Disini!!!”

“Kyaaaaa!!!”

“Heal! Heal aku!”

Didalam ruangan yang dipenuhi dengan jeritan penderitaan kawan sekelasku,

Untuk sekarang, aku secara santai mengayunkan tangan kananku, dan membunuh monster tikus besar yang menyerang seorang gadis sekelas di dekatku.

Jika aku tidak salah, aku merasa bahwa gadis yang kuselamatkan, sedikit banyak punya profesi sebagai petarung.

“Bukankah para pahlawan ini, hanya beban?”

“…Kalau berdasarkan hari ini, aku tidak bisa menyangkalnya.”

Ketika aku menggumamkan kalimat ini saat dikepung oleh sekelompok monster, Wakil Komandan Zeal yang disampingku yang juga menyelamatkan kawan sekelasku, setuju denganku.

Ketika aku berpikir tentang apa yang terjadi sebelum kita dikepung, aku menghela napas dalam dalam sekali lagi.

Itu adalah saat kita memasuki dungeon dan bertarung beberapa kali, dan kita baru mulai terbiasa dengan hal seperti dungeon.

Dengan lancar kita maju dari lantai pertama sampa ketiga belas.

Bagaimanapun juga, itu adalah sesuatu yang wajar.

Ini adalah kelompok orang yang memiliki kemampuan curang yang dipanggil dari dunia lain, dan memiliki status yang ditingkatkan.

Kalau kita tidak bisa melakukan itu, akan sangat memalukan rasanya.

Jadi demikian, mereka paling tidak bisa bertarung satu lawan satu dengan monster, dan itulah saatnya rasa waspada mereka menghilang.

Tidak perduli berapa kali prajurit melindungi mereka, teman sekelasku jumlahnya terlalu banyak.

Tentunya, ketika mereka tidak mengawasi mereka, kelompok pahlawan membuat situasi seperti sekarang.

Ini sudah dijelaskan sebelumnya, tetapi aku tidak menunjuk kepada semua kawan kelasku ketika aku berkata kelompok pahlawan.

Termasuk aku, semua yang dipanggil berjumlah total 28 orang, dan 7 orang dijadikan satu kelompok, membuat total ada 4 kelompok.

Diantara mereka, kelompok milik Hero adalah, kelompok yang paling elit, tanpa menghitung aku, Komandan Saran yang memilih

Aku berdiskusi dengan Komandan Saran, dan dia membiarkan aku diluar dari kelompok itu, dan aku masuk ke kelompok yang biasa saja.

Alasanku adalah karena latihannya merepotkan, terlalu merepotkan untuk berurusan dengan Hero yang tolol, dan aku juga takut mengekspos status ku.

Alasannya tentu saja bukan karena dua yang diawal.

Bagaimanapun juga, ini adalah perbuatan seorang idiot yang bukan bagian dari kelompok Hero.

Sangat berbahaya untuk bercanda didungeon hanya karena kau sudah tidak gugup lagi.

Akan tetapi, orang itu tidak mendengarkan perkataan Komandan Saran ketika dia memerintahkan mereka untuk berhentu, pergi sesuai kemauan mereka sendiri, dan memencet sesuatu yang ada di tembok padahal sudah tau ada sesuatu disana.

 

Nampaknya seperti sebuah jebakan yang dipasang didalam dungeon, dan aku bisa tau itu berbahaya dari kemampuan persepsiku, tetapi aku tidak menyangka akan ada orang yang tanpa diduga dengan proaktif mengibarkan bendera kematian, tanpa mendengarkan peringatan, dan kita tidak bisa menghentikannya tepat waktu.

 

“Tch! Kembali ke kelompok masing masing!!!”

Pada saat itu juga, Komandan Saran telah mengeluarkan pedangnya dan bersiap siap, cahaya dari lampu yang ada ditembok menjadi merah.

Lalu, kita dibanjiri oleh kumpulan monster yang keluar dari tembok satu persatu.

Semua monsternya telah keluar, dan mereka merupakan monster dengan tingkat rendah, akan tetapi sayangnya, terlalu banyak jumlah mereka.

Kira kira ada sepuluh ribu jumlah mereka.

“Oi, oi, bunuh semua yang terlihat, juga ide bagus.”

Wakil Komandan dan aku dengan segera menyiapkan posisi bertarung, tidak seperti Hero yang tolol, kawan sekelasku yang telah menyiapkan senjatanya, terlihat ciut.

 

Ada juga orang, terutama para wanita, yang dengan segera jatuh lemas di tanah.

Jadinya, kita kembali ke situasi sekarang

“….Komandan Saran, apakah kita mundur?”

“Coba kulihat. Aku tidak berpikir, bahwa akan, banyak orang yang akan kehilangan semangat tempurnya, yasudahlah, bisa mencapai sejauh ini saja sudah sangat hebat.

Itu adalah perkataan Komandan Saran yang berbicara sambil menyerang, membunuh sepuluh monster sekali tebas, tapi dia akan segera kelelahan.

…tentu saja, akan tetapi dia tidak sungguh sungguh melawan mereka.

“Para pahlawan, aku akan membuka jalan agar kita bisa mundur dengan jurus andalanku. Lari sampai kepermukaan. Orang yang baru saja jatuh, bantu menyembuhkan mereka yang terluka.

 

Segera setelah Komandan Saran mengangkat tangannya ke langit.

“Ya Dewa, berikan aku kekuatan…”Heaven Sword”

 

Ketika pedang yang bercahaya itu diayunkan kebawah, itu seperti sebuah karpet yang bercahaya diletakan dan semua monster diruangan hilang dalam sekejab.

Temanku berebutan melarikan diri dari kepungan monster, dan berlari menuju tangga kelantai atas.

Aku membunuh monster yang mengejar kawanku, dengan senjata tersembunyi.

“Ayo kita mundur juga Akira, kau ada diposisi yang sulit bila melawan banyak musuh, kita mundur.”

“aah, aku tau.”

 

Assassin pada dasarnya tidak terkalahkan saat satu lawan satu, tetapi segera setelah kita melawan beberapa musuh bersamaan, kita akan kesulitan.

Ada solusinya, tetapi aku masih mencoba coba.

“Oh Api, bakar semua menjadi abu..『Flames of War』”

“Oh Angin, kuatkanlah api itu…『Wind Blade』.”

Para prajurit mengeluarkan sihir api di area yang luas, dan Wakil Komandan Zeal memakai sihir angin membunuh para monster sementara menguatkan kekuatan apinya.

Angin akan menguatkan api.

Mungkin ini adalah pahlawan setelah generasi pertama yang mengajarkan mereka hal ini.

Hanya saja, ini sulit untuk dikontrol, jadi ilmu kuat yang memerlukan kordinasi ini tidak bisa dipakai saat kawan sekelasku ada disini.

Tak perduli apa yang dibilang orang, Wakil Komandan Zeal memiliki kontrol angin yang hebat.

Apinya tidak padam, malah makin besar.

Ini mustahil dilakukan dengan latihan biasa.

Saat jeritan kesakitan dari para monster bergemuruh, didesak oleh Komandan Saran, aku juga menarik diri.

Saat itu, aku tidak tau kalau sesuatu yang menyeramkan akan terjadi sekali lagi.

tags: baca novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, web novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, light novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, baca My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13 manga, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13 online, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13 bab, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13 chapter, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13 high quality, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 13 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!