My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Chapter 4

Dibaca 675 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia

Dipersembahkan oleh: Novel Otaku Indonesia Translation

Chapter 4 – ~Mencuri Dengar~

I threw myself onto the bed of my room and looked up at the ceiling.

Aku merebahkan diri keranjang di kamar, dan melihat ke plafon

When the bed caught me, it sank a little and then bounced back up.

Ketika aku berada di kasur, rasanya sangat empuk.

It was not for certain that I would stay in this room, but it was as spacious as the ones at those hotels that cost over ten thousand a night, and at first glance, it was pretty and everything was put in order.

Tidak pasti apakah aku akan tinggal di kamar ini, tetapi kamar ini cukup luas seperti di hotel berbintang yang mahal untuk menginap semalam, dan pada pandangan pertama, kamarnya cukup cantik dekorasinya dan semua tertata rapih.

The shower and the bathroom were quite spacious as well.

Kamar mandi dan toiletnya juga cukup luas.

Actually, everyone was assigned their own room, so one can guess just how big this castle was.

Sebenarnya, semua orang mendapat kamar masing masing, jadi orang bisa menebak seberapa besar sebenarnya kastil ini.

The completely white room as well, even if It’s unused, perhaps they clean and ventilate it, because it’s not dusty at all.

Bahkan kamar yang putih sekalipun, walau tidak terpakai, mungkin mereka tetap membersihkannya, karena tidak ada debu sama sekali.

「Something like an assassin, if I properly act as the hero’s spy, then after the hero defeats the demon king, I’ll be a free man. I thought that it would be on easy mode though.

“Sesuatu seperti Assassin, jika aku menggunakannya untuk menjadi mata mata Hero, nanti setelah raja iblis kalah, aku bisa bebas. Aku berpikir ini adalah mode gampang.”

I don’t know if I’m right or not, most likely, I was.

Aku tidak tau apakah aku benar atau salah, tapi kemungkinan besar, aku salah.

What an awful scam.

Ini benar benar suatu penipuan.

Wasn’t this on hard mode?

Apakah ini bukannya mode sulit.

I was even talking to myself a lot more than usual.

Aku bahkan lebih banyak berbicara sendiri, dari biasanya.

For now, I should find out what the scheming king and the others were planning.

Untuk sekarang, Aku harus mencari informasi mengenai apa yang raja itu dan pengikutnya rencanakan.

Was it because I had the 『Negotiation』skill?

Apa karena aku punya kemampuan ‘Negosiasi’?

I could somewhat, understand what the other party was thinking.

Aku entah kenapa, bisa mengerti apa yang orang lain sedang pikirkan.

There was also the matter of the camera-like thing as well, so I needed to move carefully.

Dan ada juga masalah dengan sesuatu yang mirip kamera CCTV, jadi aku harus hati hati dalam bergerak.

I suddenly thought of it just now, but in the other world, if I turned into a delinquent, wouldn’t I be a pro at stealing things?

Aku tiba tiba baru saja kepikiran, tapi kalau di dunia lain, jika aku jadi orang jahat, bukankah aku bisa jadi pencuri profesional?

I would erase my presence and sneak inside, figure out where all the security cameras were, and move to to the blind spots….

Aku akan menghilangkan keberedaanku dan menyusup kedalam, mencatat posisi kamera keamanan berada, dan bergerak pada posisi tidak terlihat.

I could even be a bank robber.

Aku bahkan bisa jadi pencuri di bank

Maa, I won’t do that though.

Ya, aku tidak bakalan juga melakukannya.

Now then, speaking of things that assassins can do,

Sekarang, kalau bicara tentang apa yang assassins bisa lakukan.

「…the only thing I can do is sneak inside. How annoying. Why is it me.」

“…Hal yang bisa kulakukan hanya menyusup kedalam. Sungguh menjengkelkan. Kenapa harus aku?”

Although I was muttering my complaints, I changed into black clothing.

Walaupun aku sedang mengeluh sendiri, aku tetap mengganti baju menjadi baju warna hitam.

Within the closet, there should be a change of clothing based on each occupation.

Didalam kamar kecil, disana harusnya ada baju ganti berdasarkan profesi masing masing.

Of course, my status was not seen, so I had to get my own clothes.

Tentu saja, statusku tidak terlihat tadi, jadi aku harus mengambil bajuku sendiri.

I erased my presence and snuck into the castle’s armory.

Aku menghilangkan keberadaanku dan menyelinap ke ruang perlengkapan baju perisai di kastil.

There was a guard, so I was nervous, but I was able to get what I needed without any problems.

Ada yang menjaga, jadi aku cukup gugup, tetapi aku rupanya bisa mendapatkan apa yang kuinginkan tanpa masalah.

If it were possible to go back to the other world, as I thought, why don’t I become a bank robber or something?

Jika memang mungkin untuk balik ke Bumi, seperti yang kukira, kenapa aku tidak jadi pencuri saja?

My room too, sorry, but I’m going to use a vacant private room.

Kamarku juga, maaf, tapi aku akan memakai kamar pribadi yang kosong.

There were forty people in my class, and during lunch, twelve of them weren’t in the classroom. In other words, the twenty-eight people here were the ones who were summoned to another world.

Ada 40 orang di kelas, dan saat sedang makan siang, 12 orang dari mereka tidak ada dikelas. Jadi dengan kata lain, 28 orang yang ada disinilah yang terpanggil kedunia lain.

With just this many people, the maids who seem nice on the surface probably wouldn’t fully understand that.

Hanya dengan banyak jumlah orang seperti ini, para pembantu yang tampak terlihat baik didepan saja, sepertinya tidak akan tahu.

Their work even looked perfect, and the trash was piling up in the corner.

Mereka melakukan kerja yang cukup sempurna, dan sampah dikumpulkan di ujung ruangan.

I concluded that even if an occupied room increased by one, they probably wouldn’t notice.

Aku mengambil kesimpulan bahwa walaupun aku memakan salah satu kamar, mereka kemungkinan tidak akan menyadarinya.

「…now then, why don’t we go–」

“…Ok kalau gitu, ayo kita pergi sekarang.”  << (Dia ngomong sendiri loh ini)

When I changed into the black clothes, I went out through the window so that people wouldn’t discover me, moving upwards for the time being.

Ketika aku telah mengganti pakaian dengan pakaian hitam, aku keluar melewati jendela, supaya tidak ada orang yang menemukanku, untuk sekarang aku bergerak kearah atas.

I jumped onto one of the castle’s towers and looked around.

Aku meloncat kesalah satu bagian puncak di kastil, dan melihat ke sekeliling.

I’ve always liked high places since I was little.

Aku selalu menyukai tempat tinggi sejak aku masih kecil.

「Ooh…. As expected, how big. This is the royal capital, huh.」

“Woww… seperti yang diduga, besar sekali. Ini yang namanya ibukota kerajaan, huh.”

I could see the entire royal capital from there, and although it can’t beat the industrial district at night, it was a gorgeous night view.

Aku dapat melihat seluruh bagian dari ibukota kerajaan, dan walaupun tidak dapat mengalahkan besarnya kota teknologi saat malam, ini tetap merupakan pemandangan yang indah saat malam.

It could be seen that there were several street lights installed.

Dapat dilihat kalau ada beberapa lampu penerang jalan terpasang.

Any other lights couldn’t be seen from here.

Cahaya lainnya tidak dapat dilihat dari sini.

Maa, it was a world with magic, so there should be light magic or something.

yasudah, ini adalah dunia dengan sihi, pastinya ada sihir cahaya atau apalah.

Their civilization was at about the same level as Japan post-westernization.

Kehidupan penduduk sepertinya hampir sama seperti saat masa Moderenisasi Jepang.

There were still not a lot of street lights, and their usage was clumsy as well.

Masih sedikit lampu jalan yang terlihat, dan penempatan mereka juga terlihat masih asal asalan.

There were too many lights in the place that appeared to be the town center.

Terlalu banyak lampu lampu di tempat yang sepertinya merupakan pusat kota.

Like that, you wouldn’t know if something happened in the back alley, and crimes would probably be committed continuously.

Kalau seperti itu, kau tidak akan tau bila ada sesuatu yang terjadi di gang kecil, dan kejahatan mungkin akan berlanjut terus menerus.

Moreover, it might have been because it’s night time, but there was no pedestrian traffic.

Dan lagi, mungkin karena ini malam hari, tetapi sepertinya tidak ada pejalan kaki.

No, was I wrong to compare it to the cities in Japan?

Tidak, apakah aku salah untuk membandingkan kota ini dengan kota-kota di Jepang.

I pushed it to the back of my mind, and searched for signs of people.

Aku membuang jauh jauh pemikiran itu, dan mencari tanda tanda adanya orang.

「…ok.」

“…ok.”

There wasn’t anyone nearby.

Tidak ada orang didekat sini.

I headed towards the tower with the heaviest security, probably because the king was there, looked for an open window while in stealth and snuck in.

Aku pergi bagian puncak kastil yang memiliki pengamanan paling ketat, karena kemungkinan sang raja ada disana, mencari jendela yang terbuka dan masuk kedalam diam diam.

「Now theen, where is the king, I wonderrr.」

“Ok sekarang, dimana si raja ya, pikirku.”

Walking stealthily, I pressed my ear against the doors one by one.

Berjalan diam diam, aku menempelkan kupingku ke setiap pintu satu persatu.

Although I had heard the king’s voice only once, that ominous and slimy voice was instead something that I couldn’t get out of my head.

Walaupun aku baru mendengar suara raja sekali, suaranya yang sedikit menyeramkan dan menjijikan malah tidak dapat keluar dari ingatanku.

I didn’t think anything of it in the beginning, but now, I even got goosebumps.

Aku tidak berpikiran apapun pada awalnya, tapi sekarang, aku merasa seram sendiri.

When I arrived in front of the door of a certain room, I finally got a hit.

Ketika aku sampai di depan pintu sebuah ruangan, akhirnya aku sukses.

This door looked quite heavy.

Pintu ini kelihatan cukup berat

Was it his study?

Apakah ini ruang kerja pribadi miliknya?

I immediately pressed my ear against the door.

Aku segera menempelkan kupingku ke pintu.

「…Maria, how’s the situation with those damn brats?」

“…Maria, bagaimana situasi dengan para anak berengsek itu?”

「The situation is favorable, otousama. Nobody has noticed it yet. After all, they are children who came from a world without magic. Not even knowing how we will use them, they are in high spirits and are sleeping right now.」

Situasinya cukup bagus, ayah. Belum ada yang menyadarinya. Apalagi, mereka adalah anak anak yang datang dari dunia tanpa sihir. Tanpa menyadari bagaimana kita akan menggunakan mereka, mereka sedang berada dalam semangat yang tinggi, dan sedan tidur saat ini.”

「Is that so. In that case, let’s continue with the plan. They are prohibited from entering the library. Starting tomorrow, have Saran train them.」

“Jadi seperti itu. Kalau begitu, tetap bergerak sesuai rencana. Mereka dilarang untuk memasuki perpustakaan. Mulai besok, perintahkan Saran untuk melatih mereka.”

「Yes, certainly. Everything is as otousama, Your Majesty the King. wishes.」

“Baik, tentu saja. Semua akan berjalan seperti Ayah, Yang Mulia Raja inginkan.”

…although I had expected this, how scary.

…walaupun aku sudah mengiranya, tetapi tetap saja sangat menyeramkan.

The people who were smiling at us up just a little while ago, were making plans to deceive us.

Orang orang yang tersenyum pada kita sampai beberapa saat yang lalu, rupanya memiliki rencana untuk menipu kita semua.

There were low-lives even on Earth, but because Japan was a gentle country, I had even thought in my heart that this was impossible.

Mereka mahluk yang rendah bahkan di Bumi, akan tetapi karena Jepang adalah negara yang ramah, aku bahkan berpikir dalam hatiku kalau ini sesuatu yang tidak mungkin.

However, even that ended at just that.

Akan tetapi, itupun berakhir seperti itu saja.

I concealed my presence and entered the study as the princess came out of the room.

Aku menyembunyikan keberadaanku dan memasuki ruang kerja secara diam diam saat tuan putri keluar dari ruangan.

Even so, having seen her just now, the princess’ face was unseemingly distorted, how dreadful.

Walau begitu, baru saja kulihat dia, tuan putri memiliki wajah tersenyum yang tidak sepantasnya, sungguh mengerikan.

There was no trace of her gentle smile.

Tidak ada jejak dari senyum hangatnya.

I wonder if all girls were like that.

Aku jadi berpikir, apakah semua wanita seperti itu.

A guy like me wouldn’t be able to understand something like being two-faced.

Pria sepertiku tidak akan mungkin bisa mengerti sesuatu seperti manusia bermuka dua.

I was wandering around the spacious study, looking for the king.

Aku berjalan tanpa arah mengelilingi  ruang kerja yang luas, mencari sang raja.

I liked reading, so I was interested in the books that were lined up, but I needed to control myself here.

Aku suka membaca, jadi aku merasa tertarik pada buku buku yang tersusun, tapi aku harus menahan diri.

I, took out a silver dagger from within my black clothing.

Aku mengeluarkan sebuah pisau perak dari pakaian hitamku.

It looked sharp, so I took it along with me when I snuck into the armory.

Pisau ini kelihatan tajam, jadi aku membawanya sekalian saat aku menyelinap ke ruang perlengkapan.

Within the innermost part of the study, was the king.

Dibagian paling dalam ruang kerja, ada sang raja.

He sat at his desk and was intently writing something.

Dia sedang duduk di meja kerjanya, dan dengan serius menulis sesuatu

I stood behind him.

Aku berdiri di belakang dia.

I suddenly thought of something.

Aku tiba tiba berpikir.

I could kill this guy right now without anyone noticing.

Saat ini, aku bisa membunuh dia tanpa ada yang tahu.

However, I still didn’t know what this guy’s intentions were.

Akan tetapi, aku belum mengetahui apa maksud tujuan dari pria ini

Why did he summon us?

Kenapa dia memanggil kita

And, what kind of country was this?

Dan lagi, negeri seperti apakah kerajaan ini?

And above all, I still didn’t have the resolution to kill someone.

Dan yang paling penting, aku belum punya resolusi untuk membunuh seseorang.

No, to begin with, I don’t have such a savage personality as to kill here, but even if I had to do that for the time being, I couldn’t kill.

Tidak, dari awal memang tidak punya kepribadian yang kasar, yang dapat membuatku utnuk membunuh disini, bahkan bila aku harus membunuhnya, untuk sekarang aku tidak bisa.

On that day, I returned to my room.

Pada hari itu, aku kembali ke ruanganku.

It was not until a month later, when I regretted not killing him at that time.

Tidak sampai sebulan kemudian

tags: baca novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, web novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, light novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, novel My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia, baca My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4 manga, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4 online, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4 bab, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4 chapter, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4 high quality, My Status as an Assassin Obviously Exceeds the Hero’s Bahasa Indonesia 4 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of