Nobunaga’s Imouto is My Wife Chapter 1

Dibaca 803 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia

Penerjemah: AcunBJ
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –


Chapter 1 – Adik perempuan dari Raja Iblis Keenam

Ada banyak sekali pria.
Mereka pria tangguh.
Tidak peduli siapa mereka, semua orang membungkuk.
Terlebih lagi, akulah yang membuat mereka membungkuk kepadaku.

Di Jepang modern, berapa banyak orang yang pernah mengalami hal semacam itu?

「Baiklah, biarkan dewan memulai!」

Orang tua berkulit kecoklatan itu berdiri dekat denganku, berteriak dengan suaranya yang paling keras.

「Pertama, pengumpulan pajak yang sedang berlangsung dari berbagai wilayah … adalah apa yang ingin aku katakan, tapi …」

Ketika orang tua itu melirikku, dia tertawa dengan suara keras.

“Semua orang! Besok, akhirnya akan menjadi hari dimana kita menyambut Putri Klan Oda! Kita harus bekerja sama untuk memastikan tidak ada kesalahan! 」

Oooooo!
Para pria mengangkat suara mereka.
Sambil berusaha mati-matian untuk tetap tenang, aku memutuskan untuk menjawab dengan sungguh-sungguh dan “mungkin akan melakukannya juga” jika ada yang berbicara denganku.

Mengungkap kesalahanku tidak akan baik.
Itu karena aku sama sekali tidak bisa memahami situasi yang sedang mempermainkanku.

(Bagaimana ini bisa terjadi?)

Dengan meneteskan keringat dingin, aku menyaksikan pertemuan dewan orang-orang busuk.


Aku berada di kamarku, di asrama kesejahteraan, belajar untuk ujian akhir semester yang akan diadakan besok.

Ya, itu hal yang biasa kalian sebut dengan “Menjejalkan menit-menit terakhir” (melakukan semuanya di menit-menit akhir).

Namun, aku hanya tidak merasa termotivasi.
Aku melempar pensil mekanis, dan menutup buku teks Matematika II B.
Untuk menggantinya, aku menarik buku pelajaran Sejarahku.

Fukai Nagamasa, itu adalah namaku.
Orang tuaku meninggal lebih awal, jadi aku tidak memiliki kenangan tentang mereka.
“Mars” atau “Universe”, aku benar-benar bersyukur tidak diberi nama yang aneh seperti itu.

Aku benci pelajaran di sekolah.
Bahkan, aku lebih benci lagi para guru yang mengatakan: “kalian semua, hafalkan ini!”.
Itu sebabnya aku benar-benar tidak bisa menempatkan semua materi ke otak.

Sebaliknya, aku ingin sesuatu yang lebih berbeda. Aku ingin diajarkan, dan belajar lebih tentang hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan.

Aku adalah salah satu siswa yang menginginkan hal-hal seperti itu.
Namun, itu tidak mungkin dengan sistem pendidikan saat ini. Aku bahkan belum pernah berpikir : “mari belajar” mengenai hal-hal lain, bahkan tidak sedikitpun.

Juga, yang paling aku sukai adalah mempelajari sejarah.

「Sejarah? Bukankah kau hanya perlu menghafalnya? 」

Ada teman sekelas yang mengatakan ini, tetapi orang ini tidak mengerti sama sekali.

Namun, yang aku katakan,

「Sejarah bukanlah sesuatu yang harus kau hafalkan, itu adalah sesuatu yang kita, manusia masa kini, untuk memahami diri kita sendiri. 」

Dengan suara bulat, semua sejarawan menegaskan ini.
‘Sejarah adalah sesuatu yang kau jelajahi; itu tidak akan menampakkan dirinya sendiri.’

Sewaktu aku mengidap chuunibyou, dalam buku sejarah yang aku ambil di Perpustakaan, sejarawan mengatakan demikian pada kata penutup — dan aku terus memegangnya dengan baik bahkan sampai sekarang.

Sejak saat itu, aku tergesa-gesa.
Seseorang yang menderita chuunibyou, dengan rakus berusaha untuk mendapat pengetahuan lebih dari siapa pun.
Misalnya, nama dewa jahat atau latar, atau mungkin ekspresi yang terdengar dingin dan semacamnya; aku menyerap informasi semacam ini seperti spons kering dalam air (menyerap dengan cepat).

Yang aku inginkan adalah pengetahuan untuk hidup di masa sekarang.
Ini juga merupakan keinginan yang lahir dari ide chuunibyou-seperti : “karena ini sepertinya akan diperlukan ketika aku memiliki bangsaku sendiri”.

[Harian: Membayangkan 10/10]

Kebijakan apa yang dilakukan para politisi di masa lalu, dan reaksi apa yang ditunjukkan oleh orang-orang?
Bagaimana kondisi ekonomi di masa lalu, dan pekerjaan apa yang orang-orang miliki?
Peradaban apa yang dimiliki masyarakat di masa lalu, dan jenis kehidupan apa yang orang-orang miliki?

Mengetahui hal ini, aku berpikir untuk menggunakannya sebagai referensi untuk hidupku mulai dari sekarang.

Jadi, ketika aku tahu ada jurusan yang disebut Sejarah Ekonomi dan Sejarah Politik dalam Ilmu Sejarah, aku kehilangan minat dalam Ekonomi dan Politik.
Itu karena dalam Ekonomi dan Sejarah, mereka secara paksa memutar fakta dalam teori-teori yang ada sebelumnya. Sementara itu, Ilmu sejarah memperoleh fakta dan memilahnya tanpa gagal, serta mendiskusikannya.

Jika aku melakukan hal semacam itu, untuk membangun bangsa yang aku rencanakan di masa depan akan menjadi penindas, dan akhirnya akan menyebabkan kerusuhan.

Aku berpikir untuk meninggalkan teori dan semacamnya sebagai ‘keyakinan’, dan mengumpulkan fakta satu per satu adalah metode yang lebih bagus.

Dan sampai sekarang, aku belajar banyak hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sekolah.
Sebagai hasilnya, aku dapat secara akurat mempelajari bagaimana sistem politik dan ekonomi Jepang dan Eropa Barat berkembang di masa lalu, di samping konflik yang muncul antara pemerintah dan rakyatnya.

Tetapi karena aku baru saja melakukan itu, aku akhirnya terpaksa melakukan penebusan dosa “menjejalkan menit-menit akhir” di setiap tes.

Jarum jam menunjukkan pukul tiga tengah malam.

(Omong kosong, jika aku tidak segera belajar …)

Sepertinya aku terlalu asyik membaca buku sejarah.

[SeventhRealm: Aku merasakan hal yang sama saat membaca novel …]

Panik, aku membuka buku matematika II B.

(Nga… Ngantuknya~.)

Jam telah menunjukkan pukul 4.30 pagi.
Mengantuk, sangat mengantuk, aku tidak bisa menahan kantuk.
Aku mempersiapkan diri dan mengatur alarm sampai jam 6 pagi.

Aku akan tidur siang. Jika aku berbaring sebentar, aku bisa menjernihkan pikiran.
(Nanti aku bangun jam 6 dan belajar serius selama satu jam…)

Aku merangkak ke tempat tidur sambil memikirkan hal-hal ini, dan aku tertidur, tapi–

「Tuanku, saatnya untuk bangun. 」

“-Ha?”

Ketika aku menyadari, aku persis berada di futon Jepang, di ruang berlantai tatami yang elegan, dan sedang dibangunkan oleh seorang bocah dengan gaya rambut top-knot yang aneh.

Dan kemudian aku tercengang, aku mengenakan kimono tebal, hakama, dan eboshi terpasang di kepalaku – sementara tanpa ada sesuatu yang nyambung, aku tiba di adegan pembuka tadi.

「Nagamasa-sama, apakah itu semua pengaturan untuk orang dari klan Oda yang memasuki wilayah kita?」

「Tidak apa-apa seperti itu. 」

Namun aku, yang telah mencoba untuk tetap tenang, secara bertahap mulai memahami situasinya.

Pertama-tama, namaku tampaknya dikenal sebagai 「Nagamasa」.
Juga, mereka yang ada di ruangan aula utama ini adalah sejumlah orang kuat yang menghormati aku, tetapi juga mengeluarkan aura “Kami adalah penguasa wilayah ini”.

Selain itu, frasa “klan Oda”.

(Apakah ini mungkin ……)

Aku menelan seteguk air liur.
Dan – dengan mempertimbangkan bahaya, aku mengajukan pertanyaan jebakan.

「aku harus bertanya, tahun berapa sekarang?」

“-Ha?”

Seisi Aula menjadi sunyi.
Apa yang aku maksud dengan mengatakan itu, mereka sepertinya tidak mengerti sama sekali.
Mereka tidak bisa mengatakan sesuatu yang tidak berguna terhadapku, yang notabenenya adalah Tuan mereka… Ketegangan seperti itu melayang di antara para pria.

「Nagamasa-sama, saat ini adalah tahun ke 10 Era Eiroku. 」

Seorang pria lajang menjawab dari aula utama.
Aku melihat ke arahnya dan mengangguk perlahan
「Mmm」

Entah bagaimana, sepertinya aku memancarkan aura yang bermartabat hanya dengan menyusun diriku dan menggerakkan tubuhku perlahan.

「Ini adalah tahun masa-masa kritis.」

Aku mengatakan apa yang aku pikirkan segera ketika aku mendengar angka 10.
Dengan itu, suara seperti “Ooh…” berasal dari aula utama.
Kalian terlalu sederhana, iya, kalian semua.

「Dalam pikiranku, penuh dengan energi dan semangat, dan kepala keluarga Oda saat ini masih sehat pastinya. 」

Mengatakan itu, aku diam-diam menatap penuh arti pada paman setengah baya tadi, yang paling dekat denganku.
Paman setengah baya mungkin berpikir dia perlu mengatakan sesuatu, dan mengangguk dengan “Ya”,
setelah itu,

「Memang, Oda Nobunaga-dono akan berusia 33 tahun, dan Nagamasa-sama akan berusia 22 tahun! Astaga, sekali lagi ini adalah hal yang membahagiakan!
Bahkan dalam masa perang sipil, kami memiliki tuan yang sangat baik dan kedua klan sedang terhubung dalam aliansi di tahun-tahun kritis ini. Betapa beruntungnya! 」

OOOOOO!
Aula menjadi bising lagi.
Aku melihat pria dengan keyakinan tinggi saat aku mengangguk, tetapi dalam hati, aku menjawab : “aku tidak berusia 22 tahun, loh”.

Tidak diragukan lagi, aku telah menjadi Sengoku Daimyo, Nagamasa Azai dari Oumi.
Jadi ketika aku menyadari hal ini, jantungku berdetak berdegup kencang, dan keringat dingin perlahan menetes ke seluruh tubuhku.

Ini seperti cerita fantasi, seperti mimpi yang kadang-kadang aku baca di light novel, tapi aku tidak pernah berpikir itu akan jadi kenyataan …
Dengan erat aku memegang dadaku secara naluriah.

(Lagipula, apa ini tentang pernikahan!? Bukankah aku masih seorang pelajar!?)

[Harian : Mungkin mengacu pada usianya]

Selain itu, saudara iparku adalah Oda Nobunaga dari Periode Sengoku yang disebut Raja iblis Keenam.
Dia adalah pria berbahaya yang, berdasarkan fakta sejarah, dia akan memancung kepalaku, lalu menghiasi tengkorak diriku dengan emas dan menggunakannya sebagai cangkir untuk minum sake.

Aku sudah merasa lebih mati daripada hidup.

「Kita lanjutkan dewan ini. Besok, kita secara individu akan berusaha keras melakukan yang terbaik untuk menyambut mereka di negara kita.」

Paman paruh baya seperti biasa dengan keras menyatakan akhir dari dewan.
Omong-omong, paman ini sepertinya bernama Sukechika Azai.
Itu sangat berharga dan menegangkan telingaku dalam percakapan di antara para pria di Aula.
Jika ingatanku benar, dia adalah jendral yang sangat kuat dari klan Azai yang mulai secara pro-aktif bergerak demi beraliansi dengan Nobunaga.
(Tentunya aku harus mengingat nama mereka …!)

Aku sudah putus asa.
Jika aku membuat satu pilihan kecil yang buruk atau bahkan mengatakan sesuatu yang tidak sopan kepada bawahan, aku akan segera kehilangan leherku.
Ini adalah kisah terkenal Nobunaga yang dibunuh oleh Akechi Mitsuhide di Honno-ji karena memanggilnya botak.

Jika aku mengacaukan salah satu nama rekanku, sebagai contoh : di masa-masa seperti ini, sangat mungkin untuk memicu pemberontakan.
Oleh karena itu, aku memutuskan mengundurkan diri untuk beristirahat di ruangan yang aku bangun dan mengatur informasi di tangan dengan rasa putus asa.

Itu adalah hari setelah aku pergi ke Periode Sengoku tanpa mengetahui alasannya.
Paman Sukechika Azai, pergi ke wilayah Oda dengan dua jenderal militer, yang bernama Anyouji Ujitane dan Naotsune Endo, dini hari tadi.

Jika ada orang yang tahu sedikit tentang Periode Sengoku, mereka akan pernah mendengar tentang berserker yang disebut, Naotsune Endo.
Dia hampir gila; ketika klan Azai menekan klan Nobunaga dalam Pertempuran Anegawa, dia menyerbu kubu Nobunaga sendiri.
Selain itu, Anyoji Ujitane adalah tokoh kunci mediator antara pernikahan klan Azai dan Oda.

Kebetulan, tiga orang ini datang untuk menyambutku, dan aku pikir akan buruk untuk mengirim mereka pergi dengan paksa, sehingga mengundang mereka ke ruangan untuk minum teh, mereka menangis dalam arti : dengan air mata dan menetes hidung meler saat mereka minum teh .
Dan seperti itu, mereka pergi sambil mencoba yang terbaik untuk menahan air mata mereka.
Sejujurnya, saya pikir : “Ada apa dengan orang-orang ini?”
Tetapi memikirkannya nanti saja, sebagai Daimyo saat ini dari klan bergengsi, mengundang bawahan ke kamar sendiri untuk minum teh bersama di Periode Sengoku adalah hak istimewa yang luar biasa.

Aku benar-benar lupa, menghargai orang zaman sekarang berbeda dibandingkan dengan saat ini.
Seperti yang dikatakan para sejarawan : “Ide masyarakat di masa sekarang akan sangat berbeda dibandingkan dengan yang di masa lalu.”

Aku mengenakan Reifuku di halaman dan membantu berbagai hal hingga siang hari.
Omong-omong, aku berpikir bahwa pernikahan pasti akan dimulai malam ini, tapi aku kira akal sehat di Periode Sengoku itu tidak tampak seperti itu.
Pengantin wanita pasti akan datang ke sini, ke Odani Castle, tetapi itu tidak berarti kita akan segera bertemu hari ini.
Dia akan tinggal di salah satu kamar di kastil karena ‘Upacara Pernikahan’ akan diadakan keesokan harinya.

Sebagai buktinya, Odani Castle sudah gempar dari atas ke bawah.
Adik perempuan Daimyo Besar dari Owari dan Mino, Oda Nobunaga akan datang jadi aku tidak boleh kurang ajar.

Jujur, aku sudah mempersiapkan diri.
Yah, itu karena aku tiba-tiba bepergian ke Periode Sengoku, dan akan sulit untuk kembali ke dunia sebelumnya.
Namaku juga sama, yaitu “Nagamasa”, dan merupakan salah satu alasan mengapa tidak ada ketidaknyamanan.
Meskipun, nama terakhirku “Fukai” dan sekarang “Azai”, itu adalah satu-satunya perubahan …

Juga, aku tidak memiliki perasaan yang tersisa untuk dunia itu.
Sebaliknya, aku mungkin lebih cocok di dunia ini, di mana aku tidak didorong untuk belajar.
Yang ingin aku pelajari adalah hal-hal yang terkait langsung dengan kehidupan.

Dan memang di Era Sengoku ini, apa yang harus aku pelajari adalah tidak diragukan lagi, semuanya terhubung langsung dengan hidupku.
Lebih jauh lagi, jika aku menggunakan pengetahuan yang aku pelajari dalam Ilmu Sejarah, tanahku pasti akan tumbuh.
Untuk dapat belajar sesuai dengan keinginanku, namun mampu mengembalikan pengetahuan tentang duniaku yang dulu ke tanah ini adalah situasi sama saja.

Selain itu, putri dari klan Oda, terkenal sebagai kecantikan yang tak tertandingi seperti yang diajarkan di masa depan, akan datang sebagai pengantin wanita.
Aku sudah siap sedini mungkin, untuk hal yang tak terelakkan.

「Sudah diputuskan, aku akan benar-benar mengembangkan wilayahku dan sang putri secara menyeluruh!」

Sendirian di ruangan itu, aku membangkitkan semangatku dengan kuat.

–Namun, aku datang hanya untuk menyesali keputusanku yang terlalu optimis.
Setelah “Upacara Pernikahan”, mengabaikan perayaan lagu dan tarian, lalu meninggalkan aula yang bising, yang aku tunggu adalah “Penyempurnaan Perkawinan” … atau yang biasa disebut “Malam Pengantin”.

Di ruang remang-remang, ada lentera taman yang berguncang.
Hanya seorang wanita berambut hitam dengan pakaian tidur sedang duduk di seiza dan kasur futon, diterangi oleh cahaya.

Dengan berani, aku menjilat bibirku.
Penggambaran Putri Oichi yang terkenal sebagai “Peerless Beauty” yang muncul dalam buku teks dan sejarah Jepang.
Jika aku berani mengatakannya, aku melihat mereka dan mencibir, dengan gagasan bahwa : “Dia tidak akan dianggap cantik jika dikatakan di zaman modern”, malah lebih jauh dari itu.

Yang sebenarnya, sangat nyata.
Seorang dewi ada di sini.
Untuk seorang aktris TV atau Gravure Idol muncul di otak ku sebelum dia yang keluar.
Rambut hitamnya yang berkilau mengalir seperti sutra, dan kulit putih saljunya yang cerah dengan jelas terlihat kontras dengan cukup baik.
Mata bulat besar yang cerah, dengan jembatan hidung yang tinggi.

Di atas segalanya, sosok yang indah.
Aku datang ke ruangan ini bersama dengan dia, tetapi terkejut ternyata tidak ada banyak perbedaan ketinggian.
Mungkin setinggi 170 sentimeter.
Dadanya yang menggembung di kimono bisa membangkitkan gairah jahat dalam diriku yang adalah seorang pria.

Tanpa diragukan lagi, dia adalah kecantikan yang tak tertandingi.
Namun, pada tahap ini, kalian bisa mengatakan seorang gadis cantik yang tak tertandingi.
Aku diam-diam duduk di depan Putri Oichi.
Kemudian, dia membungkuk dengan hormat di mitsuyubi dan kemudian menatapku dengan mata terbalik.

「Oichi menyapa Nagamasa-sama, sekali lagi, tolong jaga aku mulai sekarang…」

Aku terkesan .
Bagaimana akul harus mengatakannya!
Seorang Jepang Yamato Nadeshiko yang sudah lama terlupakan ada di sini.
Namun, aku, yang merupakan anak zaman modern, juga berpikir demikian.
Itu … Bagaimana jadinya jika puteri yang anggun ini benar-benar berkembang sebagai seorang wanita?

「Benar, seperti ero doujinshi, ero doujinshi. 」

「–Eh?」

Ups! Tanpa sadar aku mengatakannya dengan keras.
Putri Oichi sedikit memiringkan kepalanya, bingung, saat dia bertanya.

「Um, Nagamasa-sama … apa … ero doujinshi?」

「Ah … Itu adalah buku. 」

Aku segera membuat jawaban omong kosong.
Seketika, Lady Oichi memerah.
Mendengar buku, apa sih yang kau bayangkan?
Sebenarnya, itu puncak dari kesukaanku.
Tapi daripada itu, aku perlahan mencapai batasanku.

「U-uhm ……」

Dengan lembut aku mendorongnya ke kasur, Putri Oichi bergumam sambil memalingkan tatapannya.
Rambut hitamnya tiba-tiba mengalir di futon, indahnya.

「Tidak apa-apa. 」

Aku berbisik di telinganya sambil membelai pipinya saat dia membentuk wajah yang cantik.

「aku akan melakukannya dengan baik untukmu. 」

「S-seperti di e-ero-doujins ……?」

Saat dia mengatakan itu dengan malu-malu, “burungku” sudah mencapai batasnya.
Membuka kimono Putri Oichi, dan bahunya pun terbuka.
Melihat bahunya yang putih salju, aku menelan ludahku, dan memulai langkah pertama dari
“Proyek Pengembangan Putri Oichi”.

tags: baca novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, web novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, light novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, baca Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1 manga, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1 online, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1 bab, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1 chapter, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1 high quality, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 1 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of