Nobunaga’s Imouto is My Wife Chapter 4 Bahasa Indonesia

Dibaca 503 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia

Penerjemah: AcunBJ
Penyunting: –
Korektor: AcunBJ


Chapter 4 – Kerabat Klan Azai

Aku mengantar Putri Oichi ke kamarnya, dan disambut oleh pengawalnya.

Karena secara pribadi aku mengantarkan Putri Oichi ke kamarnya, ekspresi di wajah para pengiringnya sangat mengejutkan.

Mengapa bisa begitu, tentu saja sangat jelas.

Untuk seorang jenderal di Periode Sengoku, istrinya ibarat perhiasan, dan sebagian besar orang berpikir seperti ini.

Selain itu, perhiasan dapat diganti, atau bahkan berpindah tangan, atau mungkin dibuang – itu adalah hal yang sangat menyedihkan.

Itu sebabnya para pengiringnya terkejut dengan perlakuan sopanku terhadap Putri Oichi.

Ngomong-ngomong; Secara historis, Nagamasa didorong oleh ayahnya, Hisamasa, untuk mengambil putri pemimpin Rokkaku, Hirai Sadatake, sebagai istrinya. Tapi, dia dikirim kembali ketika masa perang, untuk kemerdekaan klan Azai dari Klan Rokkaku.

Wanita tersebut bernama Yoriko, dan dia mencintai Nagamasa dari lubuk hatinya. Dikatakan bahwa Nagamasa juga menginginkannya. Situasi antara klan, yang menyebabkan perang, menyebabkan Nagamasa dan Yoriko terpisah.

Setelah dikirim kembali ke Klan Rokkaku dari Klan Azai; Yoriko, yang masih terus memikirkan Nagamasa tidak akan menikah dengan klan lain, jadi dia menjadi seorang biarawati. Dia bahkan tidak membiarkan jari pria lain menyentuhnya, meninggal sendirian dalam gubuk kecilnya. Itu adalah sejarah yang menyedihkan antara seorang pria dan seorang wanita di Periode Sengoku.

Yah, aku yang berasal dari era modern hanya bisa memikirkan ini sebagai hal yang kejam, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.

Perang kemerdekaan Klan Azai terjadi sebelum aku menggantikannya. Di atas segalanya, apa yang akan terjadi pada klan Azai jika aku mengingat mantan istriku ketika aku sudah menerima Putri Oichi dari Klan Oda sebagai istri sahku?

Mungkin aku bingung karena harus merawat Yoriko, mantan istriku sebagai selir.

Bagi wanita periode itu, sangat kejam, dan sengsara bahkan kau ingin bunuh diri.

… Tapi sungguh, tidak ada yang bisa aku lakukan tentang hal itu.

Ketika Putri Oichi dan aku berpisah, aku berbisik ke telinganya, “Bersiaplah malam ini”. Wajahnya memerah, dia berlutut dan menundukkan kepalanya dengan pose mitsuyubi untukku.

Aku pikir dia tidak perlu melakukan itu di tempat seperti itu. Aku mempercayakan Putri Oichi ke pelayan saat aku maju melewati koridor.

Ketika aku melihat ke belakang sedikit, Putri Oichi masih menundukkan kepalanya.

… Bagaimana bisa kau begitu berhati bersih.

Memikirkan itu, hatiku sedikit mereda tepat sebelum hambatan terbesar hari ini, yaitu ‘Pertemuan Klan’.

「Jadi kau datang, Nagamasa. 」

Ketika aku memasuki aula, seorang pria besar dan gemuk memanggilku.

Selain itu, dia duduk di kursi kehormatan.

19 pria sedang menunggu di kursi bawah.

Dengan sikap dan hawa dari pria besar itu, aku menyimpulkan bahwa pria ini pastilah ayah Nagamasa, Hisamasa Azai.

Aku dipanggil ke sebuah ruangan di dalam benteng di tengah Kastil Odani yang disebut ‘Ruang Para Naga yang Berkeliaran’. Itu adalah tempat khusus, hanya keluarga Klan Azai yang bisa masuk dan keluar.

Hari ini adalah hari ke-3 sejak upacara pernikahan dengan Klan Oda. Orang-orang dari klan Azai mengkhawatirkan kebijakan yang menentukan masa depan Klan Azai mendatang, dan juga untuk memberi selamat beserta hadiah pada Nagamasa.

Itu adalah ‘Pertemuan Klan’.

 

「… Bagaimana dengan Sukechika?」

 

Segera setelah duduk, Hisamasa memarahiku.

Semuanya telah terjadi, setelah dipaksa untuk pensiun, hubungan ayah dan anak akan menjadi tegang.

 

「Saya memberinya sebuah tugas. 」

Aku menjawab dengan jawaban yang tajam, sehingga aku tidak akan mundur dan ditekan oleh Hisamasa.

Dia terus berbicara, disertai dengan kritikan seolah dia tidak senang dengan jawabanku.

「… —Dia tidak bisa datang ke Pertemuan Klan?」

 

「Ya, itu terkait dengan masa depan Klan Azai. 」

 

Banyaknya kerabat yang berkumpul di aula berubah menjadi hiruk-pikuk.

Yah, aku bisa mengerti mengapa; itu karena mereka datang ke sini untuk membahas itu.

Klan Azai memiliki begitu sedikit kerabat seperti itu, oleh karena itu, tidak ada banyak perselisihan internal seperti apa yag terjadi dengan Klan Oda dan Klan Takeda tapi … ini pasti bohong.

Meskipun ini tidak terlalu dikenal oleh publik, secara historis, salah satu akar penyebab kejatuhan klan Azai adalah karena pengkhianatan salah satu kerabat dalam Klan yang bernama Atsuji.

「tuanku, maukah Anda mendengar cerita saya?」

Sebuah suara melewati aula, dan itu milik Masamoto Azai, adik dari Nagamasa, yang merupakan pejabat administratif yang bertanggung jawab atas keuangan Kastil Odani.

ngomong-ngomong, ini adalah fakta sejarah lain yang masyarakat tidak tahu, tetapi Nagamasa memiliki empat adik laki-laki termasuk Masamoto, dan dia juga memiliki tiga saudara perempuan.

「Apa itu, Masamoto?」

Hisamasa bertanya dengan suara tidak senang.

Pada saat itu, aku menduga bahwa Masamoto, adik laki-laki yang sangat luar biasa baiknya bahkan di antara saudara, tidak dianggap baik oleh Hisamasa.

Namun, Masamoto memberikan hormatnya yang akrab dan berbalik menghadapku.

Umu, dia pria yang cukup tampan.

「Ini tentang percakapan beberapa waktu lalu, mengenai masa depan Klan Azai …」

Ada keributan di aula.

Seperti yang diharapkan, bahkan kerabat mungkin tidak pernah meramalkan kalau tidak akan ada ucapan selamat untuk Nagamasa atau apapun; bagian yang penting akan tiba-tiba terputus.

Tapi, aku menilai dari mata Masamoto dan menghadapi bahwa dia serius, dan itu adalah sesuatu yang dilakukan setelah pertimbangan yang hati-hati.

… Keputusan untuk membuat kontroversi jauh melampaui kebiasaan yang biasa. Tidak buruk . Aku menyukainya .

Aku membungkuk dan menatap langsung ke Masamoto.

「Saya, pada kesempatan ini, percaya bahwa kita harus memperkuat aliansi kita dengan Klan Oda. 」

Saat Masamoto menyatakan pendapatnya, aula itu terbagi.

Di aula, ada mata yang mengkritik komentar Masamoto, dan ada mata yang mengirim pujian karena ucapannya yang berani, dan dukungan mereka terbagi dengan jelas.

「Masamoto, jangan mengatakan hal bodoh seperti itu!」

Seorang pria jangkung dan berotot melontarkan kritik.

Tsunechika Inoue … Dia adalah saudara ipar Hisamasa, yang merupakan kepala pendahulu. Sebagai sepupu Nagamasa, otoritasnya hampir sama.

「Klan dengan kepemimpinan yang linglung seperti itu akan segera tenggelam dalam kehancuran! Aku muak Anda membangun hubungan lagi dengan orang-orang, seperti membangkitkan kantor Keshogunan! Apa yang akan Klan Asakura katakan pada kami! 」

Aula mulai bergerak.

Menentang opini dimulai sejak awal ‘Pertemuan Klan’ jadi itu bisa dimengerti tapi … Aku benar-benar tidak tahu apakah mereka semua hanya peduli dengan Klan Asakura.

Mungkinkah di antara mereka, mereka berpikir tentang Klan Azai sebagai pengikut Klan Asakura?

Namun, aku bisa mengerti mengapa mereka mengatakan pernyataan seperti itu.

Karena Klan Oda dan Klan Asakura sama-sama berhubungan dengan kita melalui pernikahan, tetapi mereka tidak ramah satu sama lain; Klan Oda awalnya didasarkan pada Echizen yang merupakan basis untuk Klan Asakura.

Klan Asakura adalah pelindung dari klan besar yang disebut … Klan Shiba, dan sama seperti mereka, Klan Oda juga pelindung Klan Shiba.

Kedua Klan itu sejajar dalam status, namun, masalahnya berasal dari akar garis keturunan Nobunaga.

Karena Oda di mana Nobunaga berasal bukan berasal dari keluarga utama klan Oda yang merupakan pelindung.

Dengan kata lain, dia berasal dari keluarga cabang, tetapi dengan cepat naik ke tampuk kekuasaan dan menggantikan kepala klan.

Karena alasan ini, Klan Asakura menganggap permusuhan kepada Nobunaga, yang memimpin Klan Oda.

Menimbang dari Klan Asakura yang dengan senang hati menindas klan-klan lain, dan tiba-tiba dimiliki klan lain, seperti Klan Oda bertindak begitu mendominasi, tidak mungkin mereka tidak akan senang.

「Jangan berdebat berdasarkan emosi Anda, Tsunechika. 」

Seorang lelaki tua berkata dengan lembut;

Namun, ada kekuatan yang cukup besar di belakangnya.

Dia adalah Akimasa Taya, menantu Pendiri Klan Azai, Sukemasa, negara perang Daimyo. Dia adalah penerus pertama di garis untuk Klan Azai sampai Hisamasa lahir.

Dia adalah saingan Hisamasa sampai hari ini, dan dikatakan juga sering berbenturan dengannya.

「Yah. Masamoto-dono, aku akan dengan hormat mendengarkan pendapatmu yang bodoh. 」

“baiklah!”

Masamoto membungkuk lagi, lalu mengangkat suaranya ke arah kelompok kerabat dan aku di aula.

「Tentu saja, Nobunaga-dono adalah anggota klan cabang, tapi berapa banyak artinya di dunia yang kacau ini sekarang?」

Kemarahan membengkak pada beberapa orang.

Secara alami, otoritas mutlak dibutuhkan pada saat dan zaman ini. Itu karena melakukannya dengan sembrono bukanlah cara hidup para samurai.

Namun, Masamoto menghancurkan amarah mereka dengan satu fakta.

「Di atas segalanya, kakek kami, Sukemasa Azai … Bukankah dia menyisihkan para gubernur ― Klan Kyogoku ― untuk membangun kekuatan kita! Dengan hanya keturunan, jika kita tidak memiliki kekuatan maka yang bisa kita lakukan hanyalah mengundurkan diri sampai mati dan menerimanya! 」

“Tapi!”

Koreyasu Azai, yang bekerja sebagai pembantu Hisamasa, menekankan kemarahannya.

「Sudah 7 tahun dan Nobunaga-dono masih belum menguasai Mino! Saya juga mendengar bahwa Klan Saito mulai mendapatkan kembali kekuasaan. Selain itu, Klan Asakura mendukung Klan Saito juga. Apakah Anda pikir Klan Oda memiliki kekuatan untuk mencocokkan itu!?!? 」

“–Aku pikir begitu . 」

Semua mata tertuju pada lelaki tua itu, yang sepertinya akan segera memberikan pendapatnya.

Azai Nagayori … putra ketiga Sukemasa, dia yang melihat sejarah dari penguasa pertama ketika Azai mengangkat senjata melawan Klan Rokkaku hingga hari ini, adalah kamus berjalan dengan status tetua.

Batuk keras, Nagayori mulai berbicara dengan kerabatnya dengan suara tipisnya.

「Pertimbangkan fakta bahwa klan Oda … Nobunaga-dono itu mengirim Putri Oichi ke tuan kita. Pertimbangkan fakta bahwa apa yang diinginkan Nobunaga-dono adalah aliansi perdamaian, bukan aliansi militer. 」

Sambil menerima bantuan dari pria di samping, Nagayori melihat sekeliling ke orang-orang di sekitar Hisamasa dan aku.

「Ini adalah tanda kepercayaan Nobunaga … bahwa dia akan menaklukkan Mino segera. Oleh karena itu, bukalah jalan dari Omi ke Kyoto segera … Nobunaga-dono akan menaklukkan Mino tahun ini, dan menghancurkan Klan Saito. Jika Klan Oda merebut Mino, kita akan menjadi negara tetangga Oda. Di perbatasan Omi dan Mino, para prajurit akan saling melotot. Itulah mengapa harus jelas bahwa kita perlu melanjutkan hubungan kita dengan mereka … Orang tua ini setuju dengan Masamoto-dono. Orang tua ini memahami pentingnya jalan menuju Klan Azai untuk terbuka. Bagaimana, tuanku? 」

「Umu. 」

Setelah mendengar kata-kata Nagayori, Aku memandang sekeliling aula dan memandang Masamoto.

Dia tampak sangat tegang. Kedua tangannya terkepal erat, dan sedikit gemetar.

Namun, kegugupan itu alami.

Itu karena sikap kami terbagi antara Klan Azai ke faksi Asakura atau ke faksi Oda terlihat jelas. Itu karena kami memilih jalan dengan konfrontasi yang tak terhitung jumlahnya melawan kerabat dari faksi Asakura.

Tapi, aku ingin membayar jumlah maksimal rasa hormat atas keberanian dan keputusan kalian.

Alasannya adalah karena dalam politik, baik urusan domestik atau militer, yang lain akan menunjukkan sikap yang ambigu dan tidak berkomitmen karena mereka tidak dapat mempercayaimu.

「Saya menyimpulkan bahwa saran Masamoto adalah jalan yang benar. 」

「Nagamasa! bajingan kau, apakah kau sudah dijerat oleh Putri dari Klan Oda!? 」

Hisamasa, di sampingku, mengangkat suaranya yang marah.

「Apakah kau berniat untuk berkompromi dengan fakta lama kami dengan Klan Asakura ?!」

「bukan itu maksudku!!」

Aku melemparkan suara marah kembali ke Hisamasa.

Hisamasa terkejut, dan balai yang sebelumnya keras itu tiba-tiba menjadi hening.

… Bukannya aku tidak mengerti.

Singkatnya, tindakan berteriak dan menentang ‘Ayah’ yang juga kepala klan sebelumnya, dipandang sebagai tindakan kekerasan terbesar dalam periode Sengoku terhadap klan.

Seperti yang diharapkan, para tetua bernama Nagayori dan Akimasa tampak terkejut, dan bahkan Masamoto mengerut mulutnya. Oi, oi, kau mengacaukan gambaran ikemen yang kau bangun dengan susah payah.

Namun, tanpa peduli, aku terus berbicara.

「Berpihak pada Klan Asakura, dan berpihak pada Klan Oda, ini adalah hal-hal yang tidak kompatibel. Bukan kasus jika salah satu dipilih, yang lain akan hilang. Kita harus menghargai keduanya sama pentingnya. 」

Sambil melihat-lihat aula rapat, aku melirik Tsunechika dan Koreyasu.

Padahal, mereka berpaling dariku dengan cepat.

「Terutama, jika Nobunaga-dono menguasai Mino, maka administrasi jalan utama akan menjadi sangat penting.

Ketika jalan utama dipertahankan, lalu lintas akan meningkat, dan aktivitas manusia akan dirangsang. Kami berada di antara Kyoto, yang merupakan salah satu tempat terbesar di dunia, dengan Mino diikuti oleh Owari. Tidak ada satu pun orang bodoh yang tidak akan menggunakan ini. 」

Mata Masamoto bersinar ketika dia menatapku. Mengangguk pelan, aku menaikkan suaraku kepada sanak keluarga.

「Semua orang, tidak akan ada keberatan.

Kami akan memperdalam hubungan kami dengan Klan Oda. 」

Benar saja, di Klan Azai – faksi Asakura, termasuk Hisamasa, sudah tidak menentang lagi.

“Kakak!”

「Oh, apa itu Masamoto?」

Setelah ‘Pertemuan Klan’, Masamoto dan beberapa pria lain mengejarku di lorong.

Masamoto membungkuk padaku dengan wajah ceria dan berkata.

「Saya minta maaf atas apa yang terjadi beberapa saat lalu. 」

Untuk meminta maaf sebelum sampai ke masalah utama … aku merasa bahwa Masamoto sangat mirip orang Jepang.

Yah, itu fakta bahwa dia orang Jepang.

「Tidak, itu adalah pendapat yang konstruktif. 」

Aku berkata jujur.

「Orang-orang yang berteriak Asakura, Asakura, tidak tampak menempatkan diri di posisi Klan Azai. Mereka tidak mempelajari warna asli dari klan Asakura melalui sudut pandang kami, klan Azai, dan tidak memanfaatkan situasi ini. . 」

“benar! Saya juga memikirkan ini. 」

Masamoto berkata demikian dan memutar kepalanya ke arah belakang.

「Meskipun demikian, bagi Ayah untuk merasakan hal seperti itu … Kami bersaudara siap membuat upaya untuk Kakak dan Klan Azai. Tolong, beri kami peran aktif di dalamnya. 」

「Ah … Begitukah. 」

Sementara Aku mengangguk, aku mengenali orang-orang di belakang Masamoto adalah saudara-saudara Nagamasa.

Nama adik laki-laki Nagamasa dari yang tertua adalah: Masamoto, Masayuki, Harumasa.

Dan ada Okazaki Ankyuu, yang adalah seorang pendeta di kuil. Dia adalah kakak laki-laki Nagamasa dari ibu yang berbeda.

Jika kau melihat wajahnya, kau langsung bisa  membedakan usianya, dan kepalanya yang dicukur membuktikan bahwa ia adalah seorang pendeta.

Harumasa belum lahir pada saat itu, jadi untungnya aku bisa mencocokkan nama dan wajah mereka dengan segera.

Akan buruk jika Aku membuat kesalahan dengan nama saudara laki-lakiku.

Bantuan yang bagus, Masamoto.

Yah, itu tidak buruk untuk memperdalam hubungan dengan saudara-saudara Azai di sini.

「Ini adalah kesempatan langka, ayo minum teh di kamarku. Mari bicara sebentar. 」

「T-Terima kasih banyak!」

Masamoto membungkuk padaku.

Pada periode Sengoku, bahkan saudara-saudara terlibat dalam pertikaian berdarah dan pertempuran terbuka dengan darah dan dagingnya sendiri. Namun, kebalikan di mana keluarga besar bergengsi dengan saudara laki-laki dalam hubungan baik, juga ada.

Contoh terkenal dari keluarga besar bergengsi yang memiliki manajemen wilayah yang stabil akan menjadi Klan Hojo di Kanto, dan Klan Shimazu di Satsuma.

Bahkan jika kepala keluarga saat ini tidak dapat diandalkan, jika saudara-saudara yang lebih muda dapat mendukung kakak yang putus asa, tentu saja para pengikut akan mengikuti.

Jika memungkinkan, Aku juga ingin bergaul dengan saudara-saudara Nagamasa, dan tidak menyebabkan insiden yang kejam dengan mereka karena itu akan menjadi kontraproduktif.

Jadi, aku kembali ke kamarku untuk pertama kalinya sementara, ditemani saudara-saudaraku.

「Saya mengerti, itulah yang terjadi di Kyoto dan area di sekitarnya…」

「Itu benar, saya punya pendeta besar untuk memperbaikinya juga. 」

Kami mendengarkan cerita-cerita Ankyuu sambil duduk dalam lingkaran yang dikelilingi oleh kue-kue & teh, yang dipersiapkan oleh seorang pelayan.

Dia adalah seorang pendeta yang sedang belajar di kuil Buddha dan kuil Shinto, sehingga mau tidak mau dia tahu banyak tentang situasi di sekitar Kyoto. Kami mendengarkan berbagai cerita darinya.

ngomong-ngomong, berdasarkan fakta sejarah, Ankyuu adalah seorang imam dari Ikko -sekte yang dianggap berguna di sekolah Hongan-ji.

「Selain itu, Nagamasa-dono. 」

“Apa itu?”

Ankyuu menegakkan dirinya saat menghadapiku.

 

「Situasi saat ini dari Klan Azai sangat serius. Saya pikir Nagamasa, yang memimpin ini, pasti merasa sangat cemas. 」

「Yah … kau bisa mengatakan itu …」

Aku menghela nafas.

Saat membaca Sejarah Jepang, Nagamasa Azai yang memaksa ayahnya, Hisamasa, untuk pensiun.

Bahkan, aku percaya bahwa itu adalah perlombaan untuk mendapatkan hasil di mana ayah dan anak secara implisit memperoleh kesepakatan bersama dari dalam … Tapi melihat atmosfer hari ini, kemungkinan besar bukan itu masalahnya.

Pria bernama Nagamasa Azai mengumpulkan kekuatan dari orang-orang yang bukan dari Klan Azai untuk membungkam Hisamasa dan kerabatnya.

「Anggota Klan Azai saat ini terpecah antara Fraksi Asakura dan Fraksi Oda … tidak, mungkin lebih tepat untuk menyebut mereka faksi kemerdekaan. 」

Ankyuu meminta kuas dan kertas dariku, jadi aku memesan satu halaman untuk menyiapkan kuas, batu tinta, dan kertas.

Dia pergi untuk melukis diagram halus pengaruh faksi klan Azai.

「Sementara kami, Azai, kadang-kadang menerima bantuan dari Klan Asakura sepanjang hari, tetapi seperti Nagamasa, bukannya menganggap itu sebagai baik, ada orang yang ingin memutuskan jalur asli juga. 」

Ankyuu menjelaskan bahwa sebagai hasilnya, perjanjian dengan Klan Oda lahir dan menghasilkan buah. Kami Azai bersaudara, ditempatkan dalam lingkaran di atas kertas.

「Orang yang paling berpengaruh dalam faksi Asakura adalah Ayah, Koreyasu Azai-dono, Tsunemoto Inoue-dono, Tsunechika Inoue-dono, Tadatane Azai-dono, Tadamasa Azai-dono, Sadayuki Atsuji-dono, Sadahiro Atsuji-dono dan seterusnya, dengan Ayah dan Koreyasu Azai-dono menjadi yang paling berpengaruh, dan Tsunemoto Inoue-dono yang kedua, dan seterusnya. 」

Di sisi lain, Ankyuu mengatakan sambil menunjukkan diagram yang berpengaruh.

「Faksi independen, yang dimiliki Nagamasa-dono pertama dalam daftar, dan tidak termasuk kita bersaudara, juga memiliki Ihiro Azai-dono, Akimasa Taya-dono, Nagayori Azai-dono, Itomo Azai, Masazumi Azai-dono, dan Sukechika Azai. Masalahnya adalah Ihiro-dono, Akimasa-dono, dan Nagayori-dono sudah tua. Ada juga banyak anak muda, termasuk kami bersaudara, tetapi, poin utamanya adalah terlalu sedikit dari kami. 」

Jepang memiliki tradisi, yang didasarkan pada senioritas. Apakah itu baik atau buruk, kebiasaan ini sudah ada sebelum era Sengoku.

Dengan kata lain, ‘Pertemuan Keluarga’ dari sebelumnya adalah melestarikan orang-orang tua itu. Itu berarti bahwa selama orang-orang itu tidak mati, faksi yang berlawanan akan tetap mengudara.

Jika itu yang terjadi, pria paruh baya … Sukechika berada dalam posisi yang cukup penting. Aku menyadari ini nanti.

「Apa yang Nagamasa-dono harus lakukan adalah untuk meningkatkan legitimasi faksi independen. 」

Ankyuu berkata; seolah-olah dia adalah seorang pendeta yang melakukan khotbah untuk massa.

「Ini bukan untuk mematahkan faksi yang berlawanan, tetapi untuk terus menumpuk hasil dan memenangkan kembali kepercayaan dari seluruh klan sekali lagi.

Bahkan jika faksi yang berlawanan mencoba untuk membuat perlawanan dan mendapatkan kembali kekuasaan, Nagamasa dapat menerapkan kebijakan yang dapat menghalangi dan menahan pengikut dari melangkah masuk. 」

「Umu. 」

Aku mengangguk kepada logika kakak tertua sambil menyeruput teh.

Bukankah Nagamasa dikaruniai saudara laki-laki yang sangat baik?

「Masamoto, Masayuki. 」

“Iya . 」

Aku memanggil adik laki-lakiku, kecuali Ankyuu, yang adalah seorang pendeta.

「Setelah ini, aku ingin mereformasi Omi dan dapat memperkayanya. Namun, ada batasan pada apa yang bisa aku lakukan sendiri. Pada saat itu, aku akan membutuhkan kekuatan kalian, saudara-saudara … Pada saat itu, aku akan bertanya kepada kalian semua. 」

“Pasti!”

Saudara-saudara membungkuk dengan cepat. Tidak ada awan keraguan di dalamnya.

Ayah itu licik, tetapi saudara-saudara ini bisa dipercaya … aku yakin.

「Nah, hal semacam ini …」

Tirai malam tiba.

Di kamar Putri Oichi. Aku berbicara tentang apa yang terjadi hari ini, dan melewatkan pembicaraan rahasia.

「Sukechika-sama pasti punya masalah serius juga …」

Putri Oichi menatap tajam pada tumpukan kertas yang aku bawa dan berkata dengan emosi yang dalam.

Jadi … setelah saudara-saudaraku meninggalkan kamarku, Sukechika masuk dengan daftar pengikut yang memiliki jadwal pertemuan dan menyerahkannya kepadaku.

Para pengikut Klan Azai tidak sedikit.

Sebaliknya, berbicara secara jumlah, itu akan masuk kategori ‘banyak’.

Meskipun demikian, Sukechika menempatkan mereka semua dalam urutan, dan pada saat yang sama, sambil mempertimbangkan keadaanku, mereka masih bisa membuatkanku jadwal.

「Jadi, Oichi. 」

「Ya, apa yang Anda butuhkan?」

Putri Oichi menanggapi suaraku, sambil membungkuk dalam mitsuyubi.

Karena itu dilakukan dengan cara yang cukup alami, aku hampir menganggapnya sebagai ilusi, tidak ada wanita di masa sekarang yang bisa melakukannya seperti ini …

Sementara dengan sungguh-sungguh mengingat dunia sebelumnya, aku menghadapi Putri Oichi.

「Jika memungkinkan, saat bertemu para pengikut … Apakah kau tidak akan bergabung denganku?」

「Eh…? A-Aku …? 」

Putri Oichi berkata dengan heran.

「Tapi saya orang Oda. Dengan orang Azai … 」

「Hai, Oichi. Bukankah itu salah …? 」

Aku bertanya sambil melihat wajahnya, dan meletakkan tanganku di pundaknya.

「Bukankah kau istri dari Nagamasa Azai?」

“Ah…”

Putri Oichi menatapku dengan malu, dia merasa malu.

「Sebagai istriku, kau perlu tahu tentang diriku. Ketika saatnya tiba, mereka mungkin bisa membantumu. 」

“Tapi…”

Putri Oichi berkata kepadaku sambil ragu-ragu.

「Hanya satu hari telah berlalu sejak saya menjadi istri Nagamasa-sama … Wanita seperti itu, tidak sopan untuk mengganggu waktu dan tempat penting Nagamasa-sama …」

Un, apa itu kesopanan.

Aku tidak tahan, dan memeluknya sambil berbisik di telinganya.

「Aku ingin kau bersamaku di sana.

Selain itu, dengan Oichi dan aku di sana … Para pengikut juga akan merasa terinspirasi ketika mereka melihat kepala klan dan istrinya yang sah. 」

Sambil berbisik, ‘tolong ikut aku’ hanya untuk memastikan lagi, Putri Oichi mengangguk dalam-dalam.

Saat lehernya bergerak, rambut hitam gagahnya bergoyang, dan tengkuknya yang putih salju terlihat memikat.

Menyadari itu, aku menjilati tengkuk lehernya sedikit.

Jika seorang wanita mengenakan kimono menunjukkan tengkuknya, aku tidak akan merasakan apa pun, kecuali nafsu. Aku tidak bisa menahannya.

「Ah … Yaa ~ … Na-Nagamasa-sama …?」

Putri Oichi mengeluarkan teriakan bingung, sambil gemetar di pelukanku.

「Uhm, Itu … Mou …? 」

「Hei, apa itu bagus? Sejujurnya, aku tidak bisa mengendalikannya lagi. 」

Membawa tubuh lembut dan ringan Putri Oichi, aku pergi ke belakang ruangan tempat futon diletakkan, dan meletakkan tubuh lembutnya dengan lembut.

Dia melipat kedua lengannya di dadanya, sambil menggerakkan pinggangnya dengan ragu ke samping.

Sangat lucu. Aku ingin menerkam tubuhnya sekarang.

「Er, itu … Nagamasa-sama …」

“Apa itu?”

Aku menatap Putri Oichi, dan menanggapinya sambil bersandar pada tubuhnya.

Wajahnya memerah, sambil berkata.

「Itu … saya, seperti yang Anda katakan pada saya Nagamasa-sama … saya benar-benar mempersiapkan …」

“Apa…?”

「ka- … Karena itu …!」

Wajah Putri Oichi berubah merah padam, sementara dia merendahkan suaranya sejauh yang hanya bisa aku dengar.

「Tubuhku … Aku membersihkannya dengan benar saat aku mandi di air panas … Karena itu, d-dengan segala cara …」

-[7: Pengabdian caranya seperti itu …]-

Dia berbisik padaku.

Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi.

Jika aku tidak ereksi, aku bisa mengatakannya sekarang, kalau aku bukan manusia. Jika seseorang tidak ereksi yang tiba-tiba, dia adalah jenis mahluk yang berbeda.

 

Aku memasukkan tangan di pembukaan kimono Putri Oichi, dan benar-benar menikmati kulit lembutnya

 

[7: yah, ini berlanjut di chapter berikutnya…]

tags: baca novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, web novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, light novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, baca Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4 manga, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4 online, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4 bab, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4 chapter, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4 high quality, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 4 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of