Nobunaga’s Imouto is My Wife Chapter 5 Bahasa Indonesia

Dibaca 614 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia

Penerjemah: AcunBJ
Penyunting: –
Korektor: Karl


Chapter 5 – Mengembangkan Mulut Oichi

Di Zaman Sengoku, tidak ada lampu LED, lampu neon atau bola lampu.

Karena itu, di era ini jam 8 malam kegelapan menguasai dunia.

Namun, karena ketakutan bawaan manusia akan kegelapan, leluhur orang Jepang modern berusaha mendapatkan cahaya, sehingga dibuat lentera interior yang memanfaatkan tanaman liar.

Rendam tali dengan akar tanaman, nyalakan ujungnya, tutup api dengan kertas dan cahaya akan menyebar membawa pencahayaan redup ke ruangan selama berjam-jam.

Kebanyakan klan daimyo, samurai dan mungkin, keluarga pedagang di Zaman Sengoku menggunakan lentera seperti ini.

Dalam cahaya redup, aku menahan Oichi.

Ini akan menjadi yang kedua kalinya aku berbagi tempat tidur dengan istriku.

Pakaiannya sudah acak-acakan menunjukkan bahu merah muda dan pahanya di bawah kain sutera.

Telapak tanganku mulai merangkak di atas kulitnya yang menawan.

Kelemahan Oichi adalah tengkuknya dan bagian dalam pahanya, karena setiap kali aku menyentuh itu, tubuhnya akan bergetar.

「Nagamasa-sama … Nagamasa-sama …」

「Oichi …」

Ketika aku membelainya dari ujung kepala sampai ujung kaki, dengan tergesa-gesa dia memanggil namaku berulang-ulang.

Kemungkinan besar, ini adalah caranya untuk “memohon”, lahir dari ketidaksabaran, karena kesenangan yang diterimanya dari tanganku tidak lebih dari gelitikan.

Aku terus menggerakkan tanganku di atas payudaranya, namun tidak pernah menyentuh putingnya, aku terus-menerus menyentuh pahanya sambil menghindari klitorisnya. Sepuluh menit berlalu seperti itu sejak aku mendorongnya ke kasur.

Sejujurnya, bukan hanya Oichi, semua ini dihadapkan dengan nafsu mereka sendiri sehingga tidak mungkin untuk menyuarakan keinginan mereka : “Aku ingin kau menyentuhku di sini. ”

“Ah…”

Ketika aku berhenti membelainya, dia menghela nafas penuh kerinduan.

Meskipun keperawananya terenggut kemarin, dia mungkin akan secara bertahap belajar cara untuk mendapatkan kesenangan.

Lagipula, itu adalah hal kecil yang cabul, yang mengalami kesenangan sejati pada pertama kalinya.

Seharusnya memiliki potensi luar biasa tinggi untuk menikmati rangsangan seksual.

Tetapi apakah itu akan berkembang dengan baik … Itu sepenuhnya tergantung pada keterampilan sang suami.

Aku meletakkan tangan di kedua sisi leher Oichi dan menatap wajahnya yang cantik.

Dia menyipitkan matanya yang berkaca-kaca dan tersenyum.

Dan kemudian dengan malu-malu mengangkat tangannya yang indah ke pipiku, membelainya perlahan.

「Nagamasa-sama … Oichi … Oichi adalah orang yang beruntung …」

Dia tersenyum anggun saat mengatakan ini.

「Disentuh oleh Nagamasa-sama, hanya tersentuh seperti ini … Merasakan kehangatan tuanku … Dengan ini saja, hati oichi sudah penuh dengan kebahagiaan …」

“Apakah begitu?…”

Aku merasa agak malu.

Bisakah kau bayangkan? Untuk memiliki kecantikan tiada taranya di bawahmu, tersenyum kepadamu dari lubuk hatinya.

Mendengarnya mengaku bahwa “Dia bahagia karenamu”.

Jika itu tidak membuatmu malu, artinya kau pria yang aneh.

 

Singkirkan perasaan ini, aku menekan bibir Oichi yang indah.

Awalnya, terkejut, tetapi begitu lidah kami terjerat dan air liur dari mulutku mengalir ke mulutnya, matanya berangsur-angsur tertutup dan dengan ekspresi mabuk, ia mulai meneguk cairan itu.

Tanpa diduga, Oichi sepertinya suka berciuman.

Aku melepaskan diri dari saat-saat sebelum lidahku menjadi sakit seperti lengan yang mati rasa, lalu bertanya pada istriku yang berbaring di kasur dengan ekspresi yang benar-benar kosong.

「Oichi, kau suka ini, bukan?」

 

「Hya ~ … saya suka ini … saya suka menyatukan bibir dengan Nagamasa-sama …」

*tl note : entah kenapa, gw lebih suka oichi pake’ kata “saya-anda” ketimbang “aku-kamu”. tolong beri pendapat kalian di komentar, apakah kalian setuju atau tidak*

 

「Oh?」

Aku membungkuk lagi untuk mencium bibirnya dengan ringan dan aku merasakan seluruh tubuhnya bergetar.

Rupanya, itulah dorongan terakhir yang dibutuhkan untuk mencapai klimaksnya.

Benar-benar tubuh yang cabul.

Dengan gembira melihat hasil perkembangannya, dengan menggigit menggigit telinganya, aku berbisik.

「Mulai sekarang, kau akan menyebut ini ‘ciuman’. Jika aku mendengar kau berkata ‘menyatukan bibir’ lagi, aku akan memarahimu karena ketidaktaatan. 」

「Fhua ~ ……」

「Oichi, apa yang kau suka lakukan denganku …?」

“Ciuman…”

「Bagus 」

Memeluk tubuhnya yang sensitif, aku menarik bibir Oichi ke bibirku sekali lagi dan menjerat lidah dan air liur kami saat aku membelai kepalanya perlahan.

Pada titik ini, aku tiba-tiba ingat, ini bukan apa yang ingin aku lakukan malam ini.

Aku datang ke sini bukan untuk bermain tanpa tujuan, aku ingin menghukum istriku karena telah tidur sebelum aku pada malam pertama kami!

Sementara aku kagum dengan ingatanku sendiri, aku meletakkan tanganku di dadanya dan berbisik sambil tersenyum.

「Begitu baik, pada kenyataannya aku hampir saja lupa …」

 

“Bagaimana dengan…?”

Dia bertanya dengan suara menyihir yang membuatku merinding.

Aku menjawabnya sambil memijat bagian bawah payudaranya, masih menghindari puting susunya.

「kau tidur sebelum aku tadi malam …」

“benar…”

Oichi terdiam dan ekspresinya yang bahagia hancur.

Dia mungkin seorang istri yang buruk, tetapi wajahnya terus berubah, menggemaskan.

「Aku tidak terlalu menyalahkanmu, Oichi. 」

「…」

Kataku sambil membelai kepalanya.

「Bisakah kau benar-benar tidak memaafkan dirimu sendiri? Jika memang benar begitu, maka aku tidak punya pilihan selain memarahimu. 」

Dan dengan itu, mari kita tutup topik ini, oke? Oichi menjawab pertanyaanku dengan anggukan dan bangkit dari lenganku.

Kemudian, dengan pakaiannya yang masih berantakan, dia menundukkan kepala dan punggungnya dengan mitsuyubi yang sempurna di depan tubuhku yang sedang berbaring.

「Tolong … hukum Oichi karena telah menjadi istri yang buruk … apa pun yang Anda inginkan … Jika tuanku tidak menghukum… Oichi tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri ……」

Dewi yang luar biasa. Itulah yang pertama kali aku pikirkan dari pemandangan ini.

Wanita seperti ini jelas sudah punah di dunia tempatku berasal.

Perasaan kasih sayang terhadap Oichi membuatku kewalahan, tapi tetap saja, dengan suara dingin yang disengaja, aku memerintahkan untuk mengangkat kepalanya.

Saat dia mengangkat wajahnya, aku melihat ekspresi gelisah dengan sedikit panik.

Itu membingungkan aku.

「Tolong … Nagamasa-sama. Tolong … Jangan membenci Oichi …! 」

Suara tegang itu akhirnya membantuku untuk mengerti.

Kebaikanku ‘mengejutkannya’.

Oichi, seorang istri yang tidak melakukan tugasnya seperti yang diharapkan pada periode ini, pasti dia menafsirkan kalau aku berpikir, “Dia benar-benar seorang wanita tak berguna, terkutuk.” Sambil mengatakan” aku mengerti, aku akan memaafkannya.” Sebagai tanda hormat untuk sekutu -Klan Oda.

Rupanya, tertidur di hadapan suami adalah kesalahan yang jauh lebih serius daripada yang aku harapkan.

Yah … kurasa reputasi Klan Oda di mata Azai sepenuhnya bergantung padanya sebagai istriku. aku agak mengerti keputuasaannya.

「Hmm? …」

Aku pura-pura mempertimbangkan ini sambil melihat-lihat ruangan yang diberikan kepada Oichi.

Ketika aku melihat bangku lipat di salah satu sudut, aku tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan mulai berjalan ke arah itu tetapi …

「Na-Nagamasa-sama …!」

Anehnya, Oichi menempel di kakiku mencoba menghentikan aku.

Dia mungkin mengira aku mencoba meninggalkan kamar dengan marah.

Kebetulan, menurut bukti sejarah, orang-orang di zaman ini mudah berubah dan mudah tersinggung dibandingkan dengan orang modern.

Untuk kepekaan modern, ini akan seperti mengatakan “apa pun” dan pergi dengan marah pada setiap kesempatan.

Dua contoh dari periode tersebut adalah Katsuyori Takeda, kepala terakhir Klan Takeda, dan Masamune Date, seorang prajurit yang terkenal. Keduanya dikatakan rentan untuk kembali ke kamar mereka setiap kali mereka frustrasi dengan selir saat berhubungan seks. Dan kemudian ada Uesugi Kenshin, seseorang yang sangat murung sehingga ketika dia pernah kehilangan emosinya di tengah koridor kastil, dia dengan keras menancapkan katana-nya di lantai-menjadi pilar.

Itu membuatmu bertanya-tanya lelucon seperti apa yang akan dilakukan Oichi sebagai putri di masa itu.

「Nagamasa-sama! Tolong maafkan saya…! Oichi …! Oichi dapat memperbaikinya! 」

Ini menarik hati sanubariku dan aku jatuh cinta lagi dengan Oichi yang cantik.

Dan kemudian aku berpikir — Sebenarnya, bukankah ini kesempatan untuk mengubah Oichi menjadi lebih sesuai dengan selera seksualku?

Aku sengaja mengibaskan Oichi.

Dia mengeluarkan tangisan sedih dan jatuh tertelungkup di atas futon, air mata mulai mengalir di pipinya.

Aku merasa kasihan padanya, tetapi aku tidak boleh berhenti, semua ini untuk Proyek Pengembangan Oichi ku.

Aku mengambil kursi lipat dan dengan sengaja membantingnya di dekat Oichi.

Itu mengejutkannya membuat bahunya bergetar, dia menatapku dengan takut-takut karena air mata yang jatuh.

Aku duduk dengan bersandar dan menatap lurus ke wajahnya yang menangis.

Itu masih bisa ditebak lucu dan sangat menggoda. Itu adalah hal yang baik juga.

「Oichi. 」

「Y-Ya!」

Meski masih terisak dan penuh air mata, Oichi berusaha dengan tulus menatapku tanpa menghindari kontak mata.

Aku memutuskan untuk memperlakukannya sama seperti aku mendekati pengikutku, dengan tenang, penuh kejantanan, dan tidak tergesa-gesa.

“kau mengatakan, kau akan melayaniku dengan tulus, benar?」

「Anda- … Ya! Oichi adalah istri Nagamasa-sama …! Oichi akan melakukan apa saja demi Nagamasa-sama―― 」

“Apa pun…? Baik . 」

Aku mendorong ‘putra’ ku yang menegang di depan wajah Oichi.

Dia menjadi merah cerah, sedikit gemetar.

「Oichi, apa ini?」

“Ah…”

Sementara Oichi diwarnai rasa malu, dia melirik ke arah ‘putra’ ku dan aku.

「Aku bertanya padamu, Oichi. 」

「It-」

「It?」

「Itu adalah … lingga..”

*tl note : lingga lambang untuk pria, berasa dari India*

Meskipun itu tidak terlalu terdengar, tapi dia mengatakannya.

Jadi di era ini, mereka menyebutnya lingga, bukan penis. Tetapi kemudian, masyarakat ini sangat dipengaruhi oleh agama Buddha, terminologinya alami.

「Bagus Tapi mulai sekarang, ketika di kamar tidur denganku, kau akan memanggil ini “kontol”. 」

「Saya … saya mengerti …」

Dia tampak malu, dan aku juga.

Bayangkan dirimu mengajari seorang wanita untuk menyebutnya “kontol”.

… Canggung, kan? Tapi demi membuat Oichi mengatakannya, aku harus mengesampingkan ketidaknyamananku.

“kau suka?”

「I-Itu …」

Oichi, yang sangat malu sekarang, mulai gelisah.

「Ahh … kontol Nagamasa-sama…! Begitu kasar … melengkung dan juga … Mhm … Luar biasa …! Mungkin bahkan sekitar shaku panjangnya … Hal yang luar biasa seperti itu ada di dalam (kemaluan) Oichi … 」

Ngomong-ngomong, satu shaku sekitar 30cm. ‘putra Besar’ ku adalah ‘putra’ kelas dunia.

Bahkan ketika mencoba untuk menekannya di dalam vagina Oichi itu tidak akan pas sepenuhnya, itu begitu besar.

Penampilan sedih istri tercintaku membuat aku sangat bersemangat, jadi aku bergerak lebih dekat ke wajahnya yang cantik.

「Oichi, hukumanmu dimulai sekarang …!

Mulai hari ini dan seterusnya, kau akan menjadi wanitaku dan hanya aku sendiri …! 」

「Na- … Nagamasa-sama …!」

Oichi tampaknya menerima pernyataanku dengan lega, air mata berkilau di wajahnya sampai tidak terlihat.

… Yah, aku juga akan senang jika gadis yang kucintai berkata: “Aku akan menjadikanmu priaku!”. Namun, entah bagaimana aku merasa bahwa kasus Oichi berbeda dari milikku.

Reaksinya terhadap kata-kata “wanitaku” memberi kesan bahwa ia adalah tipe orang yang ingin diikat.

Mungkin dia mungkin dekat dengan huruf M (Masokis).

Kebetulan, jika tidak penting, citra mentalku tentang istri Nobunaga, Tidak membuatnya menjadi S (sado) total.

「Sentuhlah! Oichi. 」

Aku mengambil tangannya yang putih lembut dan membuatnya memegangnya.

“Bagaimana rasanya?”

「Ah … ini … panas …」

Dia terdengar bersemangat seolah-olah panas ‘putra’ ku di tangannya, telah membentuk suasana hatinya.

「Panas … Berdenyut … Aah …! Sangat sulit … Tapi, fleksibel …! Pembuluh darahnya besar (berurat)… Aah … Begitu jantan … 」

Itu terlalu banyak detail, terima kasih banyak. aku balas itu di pikiranku.

Tapi, matanya terpaku pada ‘putra’ ku, napasnya pendek dan cepat.

Anak yang nakal. Mungkin, dia tertarik dengan hal itu selama ini?

「Mulai gerakkan tanganmu ke atas dan ke bawah. 」

「Y-Ya …!」

Oichi mulai membelai ‘putra’ ku.

Pada awalnya, usahanya itu jelas sekali sangat canggung. Tetapi dia belajar dengan cepat, seperti yang diharapkan dari adik perempuan Oda Nobunaga, jenderal besar di medan perang.

Tak lama kemudian, dia memiliki genggaman yang sangat bagus, menggosoknya tidak terlalu kuat atau terlalu cepat dengan jari-jarinya yang ramping dan lentur.

Selain itu, secara jelas terlihat khawatir tentang pekerjaannya saat dia menatapku dengan mata terbalik, dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya yang nakal.

Ah, itu tak tertahankan.

‘putra Besar’ ku sangat tersentuh oleh penampilannya yang menyenangkan dan mulai meneteskan cairan sebagai hasilnya.

Pre-cum melingkar di sekitar jari-jari indah Oichi menyebabkan tangannya membuat suara cabul dan berlendir.

「Oichi … Itu akan keluar!. 」

「Haa … Haa …」

「Oichi!」

「Y-Ya!」

Dia begitu asyik dengan handjob sehingga dia tidak memperhatikan kata-kataku sampai aku benar-benar berteriak. Benar-benar wanita cabul.

Untuk saat ini, aku memuji “keterampilan” nya dan dengan lembut membelai kepalanya sebagai hadiah.

Dia tampak sangat senang dengan ini.

「Ingatlah untuk melayaniku seperti ini ketika aku menginginkannya. paham? 」

“Baik tuanku . 」

Oichi membungkuk dalam mitsuyubi lagi.

Pre-cum melingkar di ujung jari dan membentuk lengkungan di antara jari-jarinya yang lentur.

Menyadari bahwa aku melihat tangannya dengan tajam memberikan perintah tersirat untuk menjilatnya.

Dia menolak dengan menggelengkan kepalanya.

「Jangan lupa, Oichi. Ini juga hukuman. 」

Suara ancaman dalam suaraku memaksanya untuk memasukkan jari-jarinya yang basah ke dalam mulutnya dengan malu-malu.

Dalam benaknya, dia mungkin tidak melihat ini hanya dengan mengisap ujung jarinya. Selain itu, kehadiran cairan yang harus dia masukkan ke dalam mulutnya, membuatnya tampak lebih cabul.

tetapi, ini pesananku, sebagai suaminya, dia tidak boleh tidak patuh.

Atau mungkin saja, mengingat minat awalnya, dia hanya merasionalisasi keinginannya dengan mengikuti perintahku sekarang karena alasannya hancur.

「Fuaaa ~」

Ketika Oichi menjilat ujung jarinya, seluruh tubuhnya bergetar.

“Bagaimana rasanya?”

aku menanyainya dengan mesra dan senyata mungkin.

sekali lagi, itu membuatnya malu.

「Rasanya seperti … Na- … Nagamasa-sama …」

Jadi dia berkata.

Dia kehilangan kata-kata pada awalnya, tetapi dengan pertimbangan hati-hati, aku menemukan jawaban … ini seperti milik Oichi.

Aku adalah satu-satunya lelaki dan dia tidak mengeluarkan cairan lain kecuali cairanku.

Mungkin itu sebabnya dia mengatakan rasanya seperti aku.

Cara berpikir itu membuatnya semakin cantik, ukuran kasih sayangku berubah.

「Oichi. 」

“yang mulia?…”

Jari-jarinya telah benar-benar dijilat bersih dari pre-cum, tetapi dia masih terus mengisap jari-jarinya seolah tidak puas dengan hal itu. Setelah mendengar suaraku, akhirnya dia tenang.

Oichi mungkin seseorang yang kehilangan jati dirinya ketika tenggelam dalam sesuatu.

Itu adalah pertanyaan terbuka apakah dia menghargai menjilat pre-cum atau handjob sejauh itu, tapi, aku senang.

Tanpa bicara, aku mengulurkan jari tangan kiriku ke arahnya.

Itu menarik perhatiannya dan dia dengan ragu menjilat ujung jariku.

「Nn …」

Aku merasakan napasnya yang hangat di punggung tanganku.

Bibirnya yang cemberut terlihat menggoda.

Jari-jariku terasa panas dan menggelitik.

Hanya melihat wajahnya yang cantik bergerak bolak-balik, dari ujung jari sampai ke buku-buku jariku, bisa menggerakkan nafsu birahi yang mengerikan mengalir di tulang belakangku.

Dan ketika rambut hitamnya yang berkilau menghiasi kepalanya, memperlihatkan tengkuknya, kesabaranku mencapai batasnya.

「Oichi, hisaplah!. 」

“… baik. 」

Oichi memasukkan jari-jariku ke dalam mulutnya dan mulai menjilatnya dengan lembut.

Pada saat yang sama, aku meraih kimononya dengan tangan kananku dan hampir merobeknya, memperlihatkan gundukannya yang indah dan menakjubkan seperti menentang gravitasi.

Keduanya membuat perasan yang bagus dan kencang.

「Fua …」

Oichi, tampak keasyikan dengan jari-jariku di mulutnya, mengeluarkan erangan yang sensual.

Aku terus menikmati kelembutan dadanya sambil sesekali menggoda putingnya yang merah muda pucat.

Setiap kali itu terjadi, dia akan mengeluarkan rengekan yang manis teredam dan bahkan lebih berusaha menjilati dan mengisap jari-jariku.

Segera puting lembut istri tercintaku menjadi kaku di bawah belaian berulang dan menjadi keras seperti permen karet.

Merasakan kegembiraan Oichi dari reaksinya, aku memerintahkannya untuk “menghibur dirinya sendiri dengan puting dan klitorisnya”.

Pikirannya pada titik ini mungkin sepenuhnya tertutupi oleh keinginan.

Tanpa sedikit pun keraguan, jari-jarinya yang halus berkeliaran di selangkangan dan dadanya, tidak meraba-raba.

Aku mulai memeras dan menggosok putingnya sambil memainkan payudaranya sebaik mungkin. Lidahnya menjadi semakin panik.

Tapi kemudian, tangan kiriku meninggalkan mulutnya saat dia menjatuhkan pantatnya yang indah.

“Apa ini? Apakah kau diizinkan berhenti? 」

Ketika Oichi mendengar ini, dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan mulai menggelengkan kepalanya.

Agak tenang sekarang, dia menjadi malu akan kebodohannya sendiri.

Tapi, saat ini …?

Aku bertanya-tanya sejenak sebelum melihat genangan cairan segar di atas futon di bawah pinggangnya.

Bangkit dari kursi, aku memindahkan wajahku ke telinganya dan bertanya dengan berbisik.

「… Apakah kau hampir klimaks sekarang?」

duarrr~, tubuh Oichi tersentak. Ternyata aku benar.

Ketika dia menjilati jariku sambil puting dan klitorisnya dimainkan oleh tanganku dan tangannya sendiri, dia hampir ‘keluar’.

Tetapi sekarang, setelah dia kembali ke akal sehatnya dan pada dirinya yang semula, tindakan-tindakan ini, masturbasi dan menawarkan tubuhnya secara tegas, sangat memalukan.

Yang berarti, kesempatanku muncul dengan sendirinya sekarang.

「Ah … Tolong, maafkan saya … Sangat malu … kepala Oichi …」

「Buka, mulutmu. 」

「Uu … Nagamasa-sama …」

「Apa pun demi aku, bukan? Buka mulutmu . 」

Aku mengulangi perintahku, dan menolak permohonan istri tercinta.

Tubuhnya masih bersemangat, Oichi membuka mulutnya. Pemandangan itu sangat menggoda.

「Sekarang bawa ke mulutmu. 」

「Aha … Hal seperti itu …」

Membiarkan ‘putra besar’ ku di depan wajahnya, bahkan Oichi jadi ragu.

Cukup alami, bahkan seorang pria perlu menemukan keberanian untuk menjilat alat kelamin wanita. Tidak aneh bagi seorang wanita untuk melakukan hal yang sama.

Selain itu, ‘putra’ ku berkelas dunia dan karena itu hal yang cukup hebat, bahkan bagi wanita yang lebih berpengalaman darinya.

Namun, pengembangan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi hambatan, kau tidak dapat tumbuh jika kau tidak maju.

「…」

「Na-Nagamasa-sama, jika itu untuk Anda …!」

Meskipun aku hanya menempatkan ‘putra’ besarku di depan wajahnya, Oichi tampaknya menemukan tekadnya sendiri.

Membuka mulutnya lebar-lebar, dia menutupi penisku dengan bibirnya.

Aku mulai membelai kepalanya dengan lembut, segera wajahnya bergerak mendekati perutku dan dia menelan ‘putra’ku sepenuhnya.

「Sekarang hibur aku seperti yang kau lakukan beberapa waktu lalu. 」

「Fyesa …」

Dengan ‘putra’ besarku sepenuhnya di dalam mulut indah Oichi, aku tidak berani bergerak sama sekali.

Namun, upayanya melayaniku cukup bagus untuk seorang amatir.

Aku tidak sanggup bersikap kasar dan membuatnya merasa sakit di sini, atau dia mungkin akan membenci orang-orang.

Di satu sisi, aku akan mengambil keperawanan dari mulutnya. Hanya orang bodoh yang menggenjot pinggulnya dengan keras melawan seorang perawan sejak awal, dan prinsip yang sama diterapkan di sini.

Jadi aku menjaga pinggulku tetap dan aku terus membelai kepala istri tercinta. Segera aku merasakan lidahnya mulai merangkak di atas ‘putra’ ku dan tanpa sadar aku mengerang.

Tangan Oichi mengembara ke payudara dan selangkangannya ketika nafsu mulai menumpuk lagi di dalam tubuhnya. Pada saat yang sama, lidahnya mulai bekerja lebih keras.

Aku terus membelai lembut kepalanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mulai menjelajahi garis telinganya, membuatnya lebih bersemangat.

Dan bahkan lebih rajin melakukan fellatio.

「Ya, begitu saja …!」

Setelah beberapa saat aku merasakan gerakan Oichi mereda, dia mendekati klimaksnya.

Aku menurunkan kedua tanganku ke dadanya, mengusap tangannya yang masih ada dan dengan kuat mencubit putingnya yang kaku.

「Nu … Nnnnn !!」

Pinggul Oichi bergetar dan terus mengejang.

Pada saat yang sama, lidahnya menegang dan berkontraksi dengan kuat merangsang penisku yang diselimuti mulutnya

Perasaan lidahnya barusan, ingatan tentang bagaimana dia menghisap jari-jariku, pemandangan gairah bodohnya, semua ini mendorongku melampaui batas kemampuanku.

「… Kuh, Itu datang!」

Aku memegangi kepala Oichi diam-diam sambil mengeluarkan air mani dalam jumlah besar ke mulutnya.

Panasnya, rasa asam di mulutnya, bau amis di hidungnya mendorong orgasme untuk mencapai ketinggian baru.

Dia datang lebih keras daripada sebelumnya, tanpa sadar memuntahkan benihku dan muntah dari pinggulnya ke luar.

「Buat mangkuk dari telapak tanganmu dan tumpahkan di sana. 」

Aku meminta, gemetaran dari klimaks dan terguncang oleh sensasi yang luar biasa, ketika aku melihat wajah kusut istri kesayanganku.

Dia melakukan apa yang aku inginkan, banyak jus benih menetes dari mulutnya ke tangannya yang ditangkupkan.

「Nagamasa-sama … Nagamasa-sama …」

Oichi menatapku penuh pertanyaan dengan mata kosong, wajah benar-benar tersihir dan telapak tangannya dipenuhi air mani.

Aku memandangnya dengan tegas dan, dengan otot-otot punggungku masih merasa tegang akibat efek perhatiannya yang penuh cinta, aku memberinya perintah terakhir malam itu.

「Sekarang sebarkan ke seluruh dadamu. 」

「Aah … Aaah …」

Gadis tercantik di Sengoku sedang menyebarkan air mani di seluruh lambang keibuannya, sementara pinggangnya gemetar dengan takut-takut dan sejumlah besar jus cinta menetes dari selangkangannya.

Segera saja, sejumlah besar air mani ​​melapisi payudaranya yang putih bersih, cairan putihku hampir sepenuhnya menutupi putingnya yang pucat dan merah muda

Pemandangan ini memikatku, membuatku merasa seolah-olah aku baru saja menaklukkan tubuhnya.

「Oichi … Kau wangi sekali …」

「Aah … Sangat berarti … Nagamasa-sama jahat …」

Matanya masih jauh, dia tidak berhenti menyebarkan air maniku di payudaranya, teguran awalku mungkin masih ada di pikirannya.

Mengizinkan aku menunjukkan harapan mendasar istri tercintaku terwujud—

「aromaku… tidak ada aroma lain selain milikku … Hanya milikku. Sekarang, Oichi, sekarang kau, dan hanya kau, milikku sepenuhnya. 」

Kehilangan kata-kata, Oichi berseri-seri ceria, tersenyum tulus padaku, senang dari lubuk hatinya baik sebagai wanita dan sebagai istriku.

 

tags: baca novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, web novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, light novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, novel Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia, baca Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5 manga, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5 online, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5 bab, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5 chapter, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5 high quality, Nobunaga’s Imouto is My Wife Bahasa Indonesia 5 manga scan, ,
Table of Content

2
Leave a Reply

2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
RusdiKangCABUL

min lanjut lah mantap gile

White Demon

Putri Oichi itu , putri yg sopan, yah kata Anda , saya itu emang cocok