Sono Mono Nochi ni Chapter 154

Dibaca 2411 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Bab 154 – Ayo berangkat!

Note: Chapter ini diTL ulang oleh kami agar kalian dapat menyesuaian rasa/gaya Bahasa kami.

Penerjemah: Wumbo
Editor: niznet

Tidak apa-apa sih untuk membuat peralatan semua orang tapi aku ada masalah. Jika itu milikku, aku bisa menjahitnya tanpa masalah dan aku akan senang tidak peduli bagaimana hasilnya, tapi jika itu untuk para wanita, aku akan merasa malu karena aku tidak ingin memberi mereka barang berkualitas rendah. Tapi sebelum itu, aku bahkan tidak memiliki alat untuk membuatnya dan tidak tahu cara membuatnya. (TL note: Niat buat kaga njerr)

Hmmm, aku berada dalam masalah.

Oleh karena itu, aku meminta Grave-san untuk memperkenalkanku ke pandai besi yang ada di kota. Pandai besi yang dikenalkan padaku adalah seorang kurcaci yang kasar tapi aku diizinkan untuk melihatnya bekerja. Aku hanya diizinkan melihatnya saja agar DEX ku tidak aktif secara tiba-tiba, dan seperti itu aku melihatnya sampai akhir. Setelah itu aku mengucapkan terima kasih dan mengucapkan selamat tinggal kepadanya ketika meninggalkan tempat itu.

Yup, aku bisa membuatnya. Aku tidak tahu apa dengan DEX yang tinggi bisa berguna tapi aku sudah mengerti apa yang harus aku lakukan. Karena rank monster yang berada di gunung tinggi sehingga aku tidak bisa menggunakan palu atau tempat pembakaran yang biasa. Aku harus menggantinya dengan bahan mentah dari monster di sekitar sana atau aku tidak akan mendapatkan hasil yang bagus. Aku juga harus membawa alat-alatku di gunung.

Dan dengan ini, persiapanku selesai. Pertama-tama semua barang-barangku disimpan dalam sihir penyimpanan Meru sehingga tidak ada masalah. Kami akan segera meninggalkan negeri ini setelah persiapan semua orang selesai. Aku mengambil jalan memutar ke kastil untuk berkeliling sehingga aku tidak akan melupakan negeri ini.

Beberapa hari kemudian, persiapan kami sudah selesai jadi kami memulai perjalanan ke Ibukota melalui gunung. Semua barang-barang para gadis sudah disimpan di sihir penyimpanan Meru sehingga kami bisa bergerak lebih mudah.

Yang mengantar kami saat akan pergi adalah Grave-san dan istri-istrinya, Deizu, King Gio, Marao dan orang-orang dari perusahaan Kagane. Semua orang mengatakan selamat tinggal kepada kami. Grave-san dan aku juga menukar beberapa kata perpisahan.

“Sampai jumpa’! Mari bertemu kembali! Kamu selalu diterima di negeri ini!! ”
“Tentu saja! Jaga dirimu juga, Grave- san! Jika kamu punya anak, aku pasti akan kembali!”

Kami saling berjabat tangan, mengucapkan selamat tinggal pada semua orang dan meninggalkan negeri itu seperti Grave-san dan yang lainnya melihat kami pergi menjauh.

Jika kamu bepergian dengan kereta dan bergerak lurus dari negeri Grave-san ke kaki gunung itu akan memakan waktu sekitar 3 minggu tapi jika kita berusaha keras mungkin kita bisa sampai dalam waktu seminggu. Aku awalnya mencoba untuk mencocokkan kecepatan para gadis tapi sekarang berkat pelatihan yang mereka jalani, mereka jauh lebih cepat dari sebelumnya dan stamina mereka juga lebih tinggi jadi aku pikir kita bisa sampai di sana lebih cepat daripada memakai kereta. Bahkan kemampuan fisik Tata telah meningkat sehingga dapat bersaing dengan anggota baru kami, Mao. Dia bahkan berkata,

“Ada begitu banyak orang yang lebih kuat dari ku! Aku jadi semangat!! ”

Ada juga usul yang mereka ajukan tidak bisa aku tolak. aku harus menggendong mereka setiap hari selama perjalanan. Aku tidak apa-apa sih jika cuma menggendong saja.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah Freud bisa mengikuti kami dengan tersenyum lebar. Serius ada apa dengan orang ini? Aku tahu jika aku bertanya kepadanya dia pasti menjawabnya dengan santai, “Karena aku seorang pelayan.” Jadi aku akan membiarkannya.

Dalam perjalanan kami semua harus berkemah tapi entah kenapa di pagi hari ketika aku bangun, aku melihat semuanya berkumpul di sekitarku dengan tertidur, dan setiap kali aku pergi untuk mandi di suatu sungai yang dekat, gadis-gadis itu selalu ingin ikut denganku. Yah, aku melarikan diri dengan kecepatan yang tidak bisa mereka deteksi.

Dan kejadian ini terjadi berulang kali selama perjalanan. Dan pada hari ketiga ketika kami bersiap untuk makan siang yang kami ambil dari sihir penyimpanan Meru, tiba-tiba dua bandit muncul.

“Hehehe…”
“Keberuntunganmu habis disini dengan bertemu kami.”

Dengan rambut dan, jenggot yang tidak dicukur dan terawat, memakai perlengkapan kotor dan pedang yang menggantung di pinggang mereka, penampilan para bandit yang biasa ditemui. Yang satu sangat kurus dan terlihat kelaparan, sedangkan satunya begitu gemuk dan bulat. Nom nom …

“Hei! Kenapa kamu terus makan seperti tidak ada apa-apa! ”
“Kami bandit, tahu !!Bandit !! ”

… nom, nom … Yah bahkan jika Anda tidak memberi tahu aku, aku bisa melihatnya dari penampilanmu. Apa Mao ingin bertarung? Aku bisa melihat dengan jelas di matanya bahwa dia ingin melakukannya, dan ketika dia ingin berdiri, Aku menghentikannya dengan tanganku dan perlahan-lahan berdiri sendiri untuk menghadapi bandit. Sedangkan Gadis-gadis lain melanjutkan makannya.

“…*glek*. Bolehkah aku bertanya? Ada yang bisa kubantu?“

“Tidak tidak tidak, kau seharusnya sudah tahu, kan?”
“Ini, beri kami ini!”

Si bandi gendut membuat lingkaran di jarinya dengan menghubungkan ibu jari dan jari telunjuknya dan menunjukkannya kepadaku.

“Donat?”

Donat adalah makanan pencuci mulut yang ada di dunia Kagane dulu, tapi dia mereproduksinya di sini dan sekarang mereka laris manis.

“Yaya, yang manis dan enak.”
“Tapi jika kau menyentuhnya langsung, minyaknya akan menempel di jari-jarimu!! Dan jika kau menyentuhnya seperti itu, mereka akan marah kepadamu.”

“”… Bukan itu!!””

Oh, mereka mengikuti alurnya.

“Lalu, karet gelang?”

Yang ini juga dari Kagane.

“Ya, jika kau meregangkannya seperti ini dan membidik ke orang…”
“Kau ingin mengatakan ‘berhen ~ ti'”
“Bukan itu juga!! ”
“Lalu, chakram?”
”Ah itu. Bagaimana cara kau melemparnya?”
“Bukannya itu terlalu besar untuk dilempar?”
“Bukan itu!! Tapi uang!! ”

Para bandit mulai terengah-engah seperti ‘haa, haa’.
Yup aku sudah tahu… oke, aku pikir sudah waktunya untuk melakukan latihan setelah makan.

“Tentu saja aku sudah tahu itu tapi aku tidak punya uang untuk diberikan kepada bandit.”

Ketika aku mengatakan itu, bandit melemparkanku senyuman vulgar dan meletakkan tangan mereka di gagang pedang mereka.

“Sudah Kuduga … kalau begitu, kami akan membunuhmu dan mengambil uangmu.”

Si Kurus menarik pedangnya.

“…”
“…”
“…”

Bilah pedang itu terbuat dari bambu.

“Haaah !? Kenapa pedangku terbuat dari bambu !? ”
“Kau bodoh, tidakkah kamu ingat bahwa kamu kalah taruhan dan menggadaikan pedangmu?”
“Kau benar!!”

Dan ketika dia mengatakan itu, Kurus melemparkan bilah bambu ke tanah.

“Mau gimana lagi, kalau gitu aku yang akan mengambil semua uangnya.”

Si gendut menarik pedangnya.

“…”
“…”
“…”

Tidak ada pedang di sarung pedangnya.
“Ehhhh! Kenapa!?”
“… bukankah Kau tadi mengatakan kalau kau terlalu banyak makan dan tidak bisa membayarnya, jadi pemilik toko mengambilnya darimu sebagai kompensasi?”
“Betul!!”

Si gendut melemparkan sarung pedangnya ke tanah.

Mhh … untuk apa orang-orang ini datang kemari?

Apa mereka datang untuk membuat kita tertawa?

Kelihatannya para gadis sudah selesai makan dan sedang beres-beres. Oke, haruskah kita pergi sekarang?

Dan dengan itu aku pikir sudah waktunya untuk membuat para bandit pergi. Saat aku mengambil selangkah untuk mendekati mereka, mereka mundur selangkah dan ketika aku melangkah lagi, mereka sekali lagi mundur. Ada apa sih!?

“Sekarang aku ingat aku membuat janji dengan seorang teman untuk bertaruh pada game!!”
“Ya, dan seorang teman mengundangku untuk minum-minum!!”

“Sampai jumpa!!”

Mereka mengangkat tangan kanan mereka serentak dan berlari meninggalkan tempat ini.

… Apa itu? … Aku menghela nafas dan pergi membantu para gadis beres-beres

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 154 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
1 Komentar Chapter
2 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
MeliodasniznetLight House Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Light House
Guest
Light House

Ditiap dialog nya dikasih nama yg ngomong dong Min, apalagi pas yg ngomong cewe2 MC poll bingung nya..

BTW, buat chapter 153 di web #Librawhite gk ada jadi mau gk mau ya baca Eng nya

niznet
Guest

Ada kok 153 di blog mimin sebelumnya. cek homepagenya.

Meliodas
Guest
Meliodas

Thx min udah dilanjutin
Ane dah nunggu lama banget wkwkwk