Sono Mono Nochi ni Chapter 156

Dibaca 2143 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Bab 156 – Kekuatan Persahabatan Monster

Penerjemah: Wumbo
Penyunting: niznet

Sudah beberapa hari sejak kami memasuki hutan. Saat ini aku menggendong Mao di tanganku dan Tata di punggungku sambil terus bergerak. Setelah bertemu Purple-san dan Blonde-san, entah kenapa mereka bilang bahwa aku harus menggendong dua orang mulai sekarang. Yah, aku tidak keberatan sih, walaupun disuruh menggendong 2 orang aku juga tidak akan lelah.

… Itu yang awalnya kupikirkan tapi sekarang aku dapat masalah. Ketika aku cuma menggendong mereka di tanganku, aku cuma mencium bau yang harum, tapi sekarang karena aku harus menggendong mereka dipunggungku, Tata harus memegang erat punggungku, karena tanganku sibuk memegang Mao di depan … dengan kata lain aku bisa merasakan dua benda lembut ditekan di punggungku dan itu mengambil semua inderaku!! Dan ketika giliran Kagane berada di depan, dia menyadari apa yg kurasakan.

“Onii-chan, aku bisa merasakan benda keras …”

Ucap Kagane dengan senyum gembira. Aku membalikkan wajahku sambil bersiul dan mengatakan padanya “Bukankah itu hanya imajinasimu?” tapi tindakanku hanya memperkuat kecurigaannya, itu membuatku sedikit tertekan. Dan sejak saat itu, setiap kali para gadis naik di punggungku, mereka menekan itunya ke arahku sambil melihat reaksiku. Kasihinilah aku…

Selagi itu terjadi, kami akhirnya memasuki gunung. Dari sekitar tengah gunung ini, cuacanya benar-benar tidak dapat diprediksi sehingga kami mulai mengandalkan sihir penghalang Tata, Naminissa dan Kagane untuk melindungi kami. Penempatan penghalang akan dilakukan dalam dua shift, Tata dan Naminissa yang bertugas dalam shift pagi dan sore, dan Kagane yang bertugas shift malam karena status INT nya melebihi batas maksimal. Yah, jika situasinya menjadi buruk, aku bisa menggunakan skill pendewaan dan membuat penghalang yg lebih kuat … atau begitulah yang kupikirkan tapi sepertinya berkat pelatihan para gadis, mereka menjadi cukup kuat karena aku tidak perlu melakukan apa pun. Kami dapat melanjutkan perjalanan tanpa masalah.

Di dalam penghalang itu cukup nyaman tetapi di luar penghalang itu benar-benar buruk dan di waktu tertentu terik matahari menjadi sangat menyengat, kemudian badai dingin dan setelah itu hujan deras akan datang entah dari mana. Namun berkat penghalang ketiga gadis itu, kami mampu menangkisnya. Dan selain cuacanya, ada banyak monster yang akan mengejar kita, tetapi berkat sihir Kagane, mereka dikalahkan satu demi satu. Gimana! Adik kecilku sangat luar biasa kan! Aku merasa ingin menyombongkan tentang dirinya tapi di tidak ada siapapun disini selain kami jadi aku mengalihkan perasaanku untuk menepuk kepala Kagane sebagai gantinya. Tapi ketika Haosui melihatku melakukan itu, dia membusungkan pipinya dan membuat tangannya menjadi pisau, mulai membunuh semua monster yang menghalangi jalan kami. Gimana! Istriku luar biasa, kan! Akhirnya aku juga mulai menepuk-nepuk kepala Haosui. Tapi sekarang semua gadis mulai mengambil batu dan melemparnya dengan akurat di kepala monster atau menggunakan sihir serangan untuk menghancurkan para monster. Mereka mulai berusaha menjadi yang pertama untuk membunuh monster dan terlihat seperti pemburu yang ganas. Untuk menenangkan mereka, aku akhirnya menepuk kepala semua orang. Kalian semakin kuat ya… Aku mulai menaruh semua bahan dari monster yang diburu di sihur ruang-waktu Meru, jadi semua bahan itu tidak terbuang sia-sia.

Ketika kami bergerak, cuaca di luar penghalang sedikit membaik sehingga kami bisa bergerak lebih jauh, tapi saat itulah aku bertemu mereka berdua lagi.

Monster Kucing dan monster Ikan.

Kali ini, selain dua monster itu ada yang lain.

Seekor reptil yang berevolusi dan mulai berjalan dengan dua kaki dengan wajah yg menakutkan, sepertinya itu adalah Dinosaurus, dan dia sedang mengejar monster kucing. Monster kucing itu berusaha mati-matian melarikan diri dari Dinosaurus. Dan monster Ikan sedang melihat adegan tersebut sambil bersembunyi di bayang bayang pohon. Aku berhenti dan aku mulai melihat adegan di depanku, dan ketika aku melakukannya, semua orang juga ikut berhenti dan berkumpul di sekelilingku. Mao yang ada di punggungku bertanya padaku.

“Otto-dono, apa yang dilakukan monster-monster itu?”
“Mh? Ahh, sebenarnya… ”

Aku memberi tahu para gadis tentang bagaimana Aku bertemu dengan monster Ikan dan monster Kucing. Mereka menunjukkan pandangan yang seolah-olah mengatakan “… Terus?”. Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Aku tidak mengharapkan Kalian untuk memahamiku … hanya Freud yang meletakkan tangannya di pundakku dan mulai mengangguk penuh pengertian. Ohh… Aku tidak merasa senang sama sekali meski kamu ada di pihakku tapi setidaknya aku akan berterima kasih dari lubuk hatiku. Gadis-gadis itu bergabung denganku. Kami mulai beristirahat sambil melihat monster-monster itu.

Ketika kami melihat mereka, monster Kucing tiba-tiba terjatuh ke tanah dan dinosaurus tidak melewatkan kesempatan itu dan membuka lebar mulutnya mencoba memakan monster kucing dalam satu gigitan.

Tapi, seolah menunggu momen itu, monster Ikan keluar dari bayang-bayang pohon dan melompat ke udara dengan berputar dan ketika aku pikir dia akan jatuh ke tanah, ia mulai meluncur di udara dengan … kakinya? siripnya?… Mengirim Dinosaurus terbang.

Dinosaurus dengan tubuh besarnya jatuh ke tanah dengan suara ‘zuun’,. Tampaknya dia pingsan. Setelah itu Monster kucing melihat monster Fish dengan wajah seolah mengatakan ‘Aku percaya padamu!’. Monster Ikan mendarat dengan anggun dan menerima pujian monster Kucing dengan tenang.

Eh? Apa itu tadi?

Selagi aku memikirkan itu, monster Ikan membantu monster Kucing berdiri dengan menggigit leher monster Kucing kemudian keduanya menuju ke tempat Dinosaurus berada. Dinosaurus masih belum sadar tetapi monster Ikan mulai memukulnya dengan … tangannya? sirip? di kedua pipinya. Dan dari rasa sakit itu, Dinosaurus mulai bangun dan melihat situasi, berdiri dan mulai menyerang mereka lagi, tapi monster Ikan sekali lagi menerbangkannya dengan … tangannya? sirip? Tapi tidak berhasil karena Dinosaur dapat mempertahankan kesadarannya. Dinosaurus menahan pipinya dengan tangannya yg pendek dan melihat monster ikan, Monster Ikan itu membuat suara seperti raungan ke Dinosaurus, mungkin dia sedang bicara dengannya?

Kemudian, monster Ikan menutup mulutnya dan Dinosaurus mulai menundukkan kepalanya ke arah monster Ikan dan dengan begitu ketiga monster itu membuat monster Ikan menjadi boss mereka dan menghilang ke hutan terdekat.

Setelah melihat itu, aku berfikir bukankah monster kucing tidak dibutuhkan disini? … Monster Ikan bisa mengalahkannya sendiri, kan? Atau lebih tepatnya, Apa tidak apa-apa untuk menganggap Dinosaurus bisa ditundukkan? Selagi pikiranku kesana-sini, aku menyadari sesuatu …

Siapa Peduli!!!

Itu buang-buang waktu saja. Aku memanggil para gadis dan mulai bergerak menuju tujuan kami.

Jika aku bertemu orang-orang itu lagi, aku pasti akan menerbangkan mereka berdua sekaligus. Atau lebih tepatnya, bertahanlah monster Kucing!

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 156 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
3 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Hesa GunaruSilent KurumiNaufal-AKaShiRuki Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Naufal-AKaShiRuki
Guest
Naufal-AKaShiRuki

dah lama gak baca, akhirnya … thank min

Silent Kurumi
Guest
Silent Kurumi

Thanks for the chapter!! :)) jaga kesehatan dan tetep semangat update min :))

Hesa Gunaru
Guest
Hesa Gunaru

apa ini, cerita apa ini