Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-157/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-157/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Uwahhh, aku minta maaf karena tidak bisa menjadi editor di chapter 157 ini jadi cuma bisa mengoreksi aja… karena aku sedang tidak enak badan dan kepalaku lagi pusing sekarang. Selamat membaca~

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-157/!!!

Penerjemah: Wumbo
Korektor: niznet


Chapter 157 – Kita Datang di Waktu yang Salah

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-157/!!!

Kami menaiki gunung sambil mempertahankan sihir penghalang. Di dalam cuaca buruk ini, kami terus diserang oleh monster tapi Kagane mengalahkan monster-monster itu dengan sihirnya, bahkan jika mereka mendekat, mereka tidak akan mampu menembus penghalang dan akan menjadi sasaran empuk untuk serangan kami. Gadis-gadis itu benar-benar menjadi kuat. Aku menyerahkan urusan monster pada mereka dan fokus dalam pelatihan Mao. Mao berasal dari keluarga yang memiliki kemampuan fisik yang tinggi, dan bahkan di dalam keluarganya sendiri, dialah yang memiliki kemampuan fisik paling tinggi, jadi kami berlatih demi mimpinya untuk dapat menggunakan pedang ganda.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-157/

Kami terus mendaki dan akhirnya sampai di puncak gunung. Sekarang kami berada di atas dan bisa melihat kastil Ragnil sudah tidak jauh dari sini. meskipun cuacanya sudah reda, namun anginnya masih sedikit kencang. Karena kita telah mendaki sampai puncak gunung, kami sudah tidak perlu khawatir tentang monster. di puncak gunung ini adalah tempat tinggal makhluk superior sehingga monster yang tinggal di bagian bawah takut untuk pergi kesini. Dan makhluk superior itu juga sudah kenal denganku. Bahkan jika mereka menyerang kita itu tidak akan menjadi masalah karena mereka semua tahu kekuatanku. Dari awal tidak ada yang perlu dikhawatirkan, para gadis juga sudah berada di dalam penghalang, bahkan jika ada makhluk superior yang datang, kami akan baik-baik saja. Tapi agar terbiasa dengan tempat ini, perlahan-lahan mereka akan menghilangkan sihir penghalang. Karena ini pertama kalinya para gadis datang ke sini, mereka terpesona oleh pemandangan di atas gunung. Walaupun Aku tidak merasa terlalu terkesan oleh pemandangan ini, karena aku sudah pernah kesini berkali-kali sampai aku lupa sejak kapan itu, mungkin pada saat aku masih berusaha mati-matian untuk bertahan hidup. Itu mengingatkan ku pada saat pertama kali kesini…

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-157/

Saat ini kami bisa melihat sebuah kastil yang tampak seperti di sebuah dongeng. Itu adalah kastil yang tidak peduli bagaimana kamu melihatnya tidak dibangun untuk makhluk seukuran manusia, dan lebih seperti penjara bawah tanah tetapi sebenarnya itu adalah salah satu tempat suci yang digunakan sebagai tempat tinggal oleh raja naga selama beberapa generasi, itu yang dikatakan Ragnil padaku.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-157/

“Aku mengerti, jadi disini tempat tinggal Raja Naga dari legenda?”
“Dia pasti makhluk yang angkuh.”
“Kita serasa seperti berada di dongeng.”
“Raja Naga ya … dia pasti penguasa yang hebat.”
“… Ini adalah pertama kalinya aku bertemu naga dewasa, aku ingin melihatnya.”
“Ini dia!! Ketika kamu memikirkan dunia lain, itu seharusnya seperti ini!! ”
“Seberapa kuat dia … Aku ingin menguji seberapa kuat aku sekarang.”

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-157/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Para gadis sangat bersemangat dan menantikan pertemuan mereka dengan Raja Naga Ragnil. Meru dan aku saja yang tahu seperti apa Ragnil, berdoa agar harapan mereka tidak dikhianati. Ketika kami sedang berdoa, aku melihat sikap Freud. Ketika ia melihat kastil ekspresinya seperti orang yang sedang nostalgia.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-157/

“Freud, jangan bilang kau pernah datang kesini?”
“Tentu saja tidak, aku hanya seorang butler … Jika aku harus mengatakannya itu akan menjadi ‘berkali-kali sebelumnya.'”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-157/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Setelah mengatakan itu dia mulai tersenyum biasa seolah-olah ia berkata ‘Aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi’. Senyumnya mungkin caranya mengatakan jika kamu bertanya lagi, aku tidak akan bicara, jadi aku hanya menjawab ‘begitu ya.’ Nah, jika dia ingin memberitahuku, dia akan melakukannya tanpa harus kutanyakan dan itu benar-benar sedikit menakutkan karena aku cuma bisa mengabaikannya sambil berpikir itulah Freud.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-157/!!!

kami tiba di depan kastil tanpa masalah. Gadis-gadis itu terpesona oleh keagungan kastil, tapi karena aku sudah berkali-kali datang kesini, aku hanya bertingkah biasa dan membuka gerbang tanpa berpikir.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-157/!!!

“Ayo, masuk!!”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-157/

Aku dengan tidak sopan memasuki kastil diikuti gadis-gadis yang masuk sambil meningkatkan kewaspadaan mereka. Huft~ Seharusnya kalian tidak perlu terlalu berhati-hati, kalian tahu Ragnil dan keluarganya adalah naga yang baik dan tidak ada perangkap di sini. Aku mulai berjalan di depan para gadis sambil menunjukkan tempat-tempat di sekitar kastil seperti taman atau ruang makan.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-157/

Sekarang, di mana Ragnil dan yang lainnya? Ketika kami berjalan, aku mulai mencari kehadiran mereka dan menemukan ruangan yang didalamnya ada tiga orang. Sepertinya mereka semua berada di aula, itu cocok untuk seorang raja. Mh? Tiga kehadiran, apakah Megil, nenek Meru, masih di sini? Sementara aku memikirkan itu, kami mencapai pintu raksasa dari Aula yang didekorasi cantik dengan permata. Yup, dari dalam aku merasakan tiga kehadiran. Karena pintu yang biasanya terbuka sekarang tertutup, aku yakin mereka mungkin sedang melakukan percakapan penting, aku hanya diam-diam membuka pintu sehingga aku tidak mengganggu mereka dan melihat situasi di dalam.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-157/

Raja Naga Ragnil sedang melakukan dogeza[1].

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-157/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Aku perlahan menutup pintu.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-157/

“Mengapa kamu menutup pintu? Apakah tidak ada orang di dalam? ”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-157/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Sarona bertanya padaku dari belakang tapi aku tidak memperdulikannya.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-157/!!!

Oi, oi. Lagi? Sungguh, lagi? Apa itu? Ini berubah menjadi Raja Naga yang sedang melakukan dogeza tapi, ada apa ini? Atau lebih tepatnya Ragnil, bukankah kamu seorang Raja Naga? Ini memberi kesan, apa yang kamu lakukan cuma dogeza. Apa itu yang Raja Naga lakukan? Lagipula, jika aku membiarkannya seperti itu para gadis akan melihatnya, kan? Apa itu tidak apa apa ? Sebagai laki-laki, aku tidak ingin melakukannya. Ini benar-benar mustahil. Apa yang harus aku lakukan?

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-157/!!!

Ketika aku mengusap keringatku, aku menyadari bahwa tidak peduli seberapa keras aku berpikir aku tidak bisa memikirkan jawabannya, karena itu aku diam-diam membuka pintu sekali lagi dan melihat ke dalam.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-157/

… Ya, dia masih melakukan dogeza …

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-157/

Aku sekali lagi perlahan menutup pintu, menghela nafas dan berbalik pada gadis-gadis itu.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-157/

“… Sepertinya mereka mendiskusikan masalah mendesak jadi aku akan masuk ke dalam untuk memeriksa, apakah semuanya baik-baik saja … kalau hanya Meru dan aku yang …”

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-157/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Setelah mengatakan itu semua orang mengangguk dan meningkatkan kewaspadaan mereka … Aku senang mereka tidak bertanya  … Aku menarik nafas untuk menenangkan diri dan memasuki Aula bersama Meru.


Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-157/

[1] Dogeza adalah,

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-157/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 157 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel