Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-158/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-158/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Penerjemah: Wumbo
Penyunting: niznet

Chapter 158 – Martabat Sang Raja Naga

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

Aku memasuki Aula dengan tenang. Ragnil masih melakukan dogeza dan tidak memperhatikan kami, tapi, Ibu Meru, Meral sedang berbaring dengan anggun di lantai dan Nenek Meru, Megil yang sedang duduk di singgasana melihat kami. Mereka melihat kami tapi entah kenapa mereka tidak mengatakan apa-apa, kayaknya situasinya lagi buruk… haruskah aku pergi saja? Saat aku memikirkan itu Meru terbang dari kepalaku menuju ke ibunya. Aku mengikutinya dan perlahan mendekati Ragnil.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

“Yo!”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-158/

Menanggapi ucapanku, Ragnil melompat dan dengan hati-hati mendongak.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-158/

“… Apa, jadi itu hanya kamu … apa yang kamu lakukan disini …?” (Ragnil)
“Siapa yang memberimu izin untuk mengangkat kepala?”(Megil)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-158/

Ragnil menutup mulutnya sekali lagi karena bentakan suara Megil yang keras dan mulai meneteskan keringat dingin saat menurunkan kepalanya ke lantai. Disaat seperti ini aku tidak mungkin bisa berbicara pada Ragnil dan memperkenalkannya pada para gadis. jadi aku ingin segera mengakhiri ini, aku kembali melihat ke Megil dan mulai mengambil nafas.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-158/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Sudah lama, Wazu.” (Megil)
“Ya itu sudah lama, melihatmu sehat-sehat saja membuatku senang. Dan … Hmm untuk berapa lama ini akan berlanjut? ” (Wazu)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-158/

(Tl note : Lu nya seneng tapi si Ragnil pengen dia cepet mati XD)
“Sampai idiot ini mengatakan ‘Aku akan bertobat jadi tolong maafkan aku’ dan meminta dibebaskan, kalau tidak aku akan menguji berapa lama dia bisa menjaga postur itu sampai aku puas.” (Megil)
“Begitukah … maka kami akan kembali jika kami mengganggumu.” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-158/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Dan setelah aku mengatakan itu, aku bisa melihat mata Ragnil berkerut dengan air mata saat melihatku. Jangan lihat aku seperti itu. Ini masalah keluargamu, bukan? Atau lebih tepatnya, bukankah kau itu Raja Naga? meski aku tidak bisa merasakan keagungan apa pun darimu, tapi apakah itu baik baik saja untukmu? Bukankah Kau berada di puncak makhluk superior yang tinggal di puncak gunung ini? Haa~ …

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

“… Yah, sebenarnya …” (Wazu)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

Karena aju tidak tahan lagi melihat Ragnil dalam situasi itu, aku memberi tahu mereka kalau dibelakang pintu Ruang Aula ada istri-istriku dan seorang butler, yang tidak ingin ku kenalkan.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-158/

“Ha ha ha!! Kamu memiliki tujuh istri! Kamu cukup mengesankan meskipun bertentangan dengan penampilanmu!!” (Meril)
“Yah … salah satunya sebenarnya adik perempuanku.” (Wazu)
“Wazu sangat populer. Meru jadi tidak bisa bermalas-malasan lagi. ” (Megil)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-158/

Ibu Meral menatapku dan tersenyum sementara dia menepuk kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-158/

“Kyui!! Kyui, kyuii!! ” (Meru) (Editor note: huh? Apa ada yang bisa jelasin saya tentang ini?)
“Ara ara! Kamu tidur bersamanya setiap malam dan dia selalu memelukmu? ” (Meral)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-158/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Meru-san, mari hentikan pembicaraan itu.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-158/

“Fumu … Bukankah Wazu yang harus bertanggung jawab? Tidak akan ada masalah selama kita mengajarkan sihir transformasi pada Meru. ”(Megil)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-158/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Megil, tolong kau juga berhentilah. Ragnil telah menatapku dengan niat membunuh tanpa alasan sambil menitikkan air mata darah. Eh? Haruskah kita meninggalkannya sendirian? Pendapat ayah tidak masuk hitungan, kan? Dia jelas menentangnya …

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

“Baiklah, mari kita tunda kesempatan ini di lain hari dan sekarang mari kita biarkan gadis-gadis itu masuk.”(Megil)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

Setelah aku membawa gadis-gadis itu ke Aula, kami mendengar suara megah bergema dari singgasana.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-158/

“Fumu, Apakah kalian istri dari sahabatku Wazu? Kalian akan disambut dengan baik disini. “(Ragnil)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-158/

Itu Ragnil. Kami harus menunda hukuman dogezanya dan dia juga harus duduk di tahta. Yah … kakinya gemetar ketika dia mendekati tahta sehingga tidak ada perasaan kekhusyukan darinya. Di sekelilingnya juga ada Megil dan Meral yang sedang memeluk, Meru.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-158/

“Halo, senang bertemu dengan kalian, aku ibu Meru, Meral.” (Meral)
“Aku Nenek Meru, Megil.” (Megil)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-158/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Setelah itu, gadis-gadis itu mulai membungkuk dan memperkenalkan diri.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-158/

“Aku Sarona,istrinya yang ingin Wazu-san segera meletakkan tangannya padaku.”
“Aku Tata,istrinya yang sangat ingin dimanja oleh wazu-san.”
“Aku  Naminissa,istrinya yang ingin bangun bersama Wazu-sama setiap hari.”
“Aku Narelina,istrinya yang ingin berlatih dengan Wazu-sama di malam hari.”
“… Aku Haosui,istrinya yang ingin selalu bersamanya. ”
“Aku Kagane,istrinya yang ingin dibuat tidak berdaya oleh Wazu-oniichan.”
“Aku Maorin,istrinya yang ingin dipeluk Wazu-san seperti binatang.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-158/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Eh? Apakah mereka secara tidak langsung membuat keluhan padaku? Atau lebih tepatnya, apakah ini tempat untuk mengatakan itu? Aku merasa mereka terlalu terburu-buru. Dan juga, kapan Kagane dan Maorin menjadi istriku? Aku masih belum menerimanya. Mungkinkah mereka mencoba memaksa ku untuk menerima mereka sebagai istriku?

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

“… Fumu … aku adalah kepala pelayan dan teman Wazu-sama. Namaku Freud. ”(Freud)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/person-158/!!!

Freuuuuuuud !! Ada apa denganmu ?! Kenapa kau sangat sopan saat ini ?! Ini adalah situasi di mana kau harus memecahkannya dengan leluconmu, mengapa kau memperkenalkan diri dengan normal?! Maksudku begitulah seharusnya tapi, ini salah !! Mengapa kau memperkenalkan dirimu sebagai kepala pelayanku tanpa ragu-ragu? Terus ada apa dengan wajahmu yang seperti mengatakan ‘bagaimana dengan itu!’ ?! Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan!! Aku tidak akan mengakuimu sebagai butlerkuu !!

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/person-158/

“Umu, istri dan kepala pelayan Wazu, aku akan mengingat nama dan wajah kalian. Wazu juga sudah memberitahuku, untuk sementara kalian dapat tinggal di sini, anggap tempat ini sebagai rumah kalian! ” (Ragnil)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/person-158/

Ragnil mengatakan dengan nada selayaknya Raja Naga tapi dari matanya yang menatapku aku dapat dengan jelas memikirkan apa yang dipikirkannya ‘Kau memiliki semua istri ini tapi masih ingin Meru-ku yang imut menjadi istrimu ?! Kau bajingan! Aku akan menemuimu nanti di luar !! ‘”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/person-158/

“Kyui, kyui, kyui !!” (Meru)
“Ara ara, Meru meminta untuk diterima sebagai salah satu istri Wazu.” (Meril)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/person-158/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Dan setelah mendengar kata-kata istri dan anaknya, wajah putus asa mulai muncul. Topengmu, Topengmu! Topeng ‘Raja Naga’mu mulai rusak!
Selagi aku memikirkan itu, para gadis ditanya apa yang mereka pikirkan tentang kata-kata Meru, gadis-gadis itu berkata, “Eh? Aku pikir dari awal bukankah mereka sudah begitu. ”Apa? Kalian sudah memikirkan sejauh itu tentang Meru? Yah, tidak apa-apa. Saat ini aku tidak berencana untuk melepaskan Meru dan jika beberapa bajingan mencoba untuk menyakitinya, aku akan mengubahnya menjadi daging cincang.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/person-158/

Setelah itu kami dengan enteng membicarakan tentang perjalanan kami sampai di sini, lalu makan bersama dan kemudian dipandu oleh Meru dan Meral ke kamar kami untuk beristirahat.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/person-158/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Meskipun aku mendapat kesan bahwa aku akan melakukan percakapan “fisik” dengan Ragnil nanti… haa…





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 158 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel