Sono Mono Nochi ni Chapter 159

Dibaca 1654 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Wumbo
Penyunting: niznet

Bab 159 – Apakah menahan diri itu buruk?

Sehari setelah kejadian kemarin, semua orang mulai menghabiskan waktu mereka sendiri. Karena sekarang aku juga sendirian, mungkin ini waktu yang tepat untuk mengumpulkan bahan-bahan untuk armor para gadis. Aku puas dengan bahan bahan kami kumpulkan saat datang ke sini berjumlah banyak, tapi masalahnya adalah tidak ada bahan yang bisa digunakan untuk membuat inti armor. Karena itu aku pergi ke Aula untuk bertanya pada Ragnil dan Megil apakah mereka tahu di mana aku dapat menemukannya. Ngomong-ngomong, saat gadis-gadis itu tidak ada, Ragnil akan melakukan dogeza. Kita maafkan dia sajalah, sebenarnya aku ingin mengatakannya tapi aku benar-benar tidak ingin terlibat dengan masalah mereka, jadi aku hanya mengabaikannya saja.

“Fumu … kristal yang bisa digunakan jadi inti … Hanya dengan melihat aku bisa mengatakan istri-istrimu sangat kuat jadi  kristal biasa tidak akan bertahan, dan semua kristal di sini mungkin tidak bisa digunakan…” (Megil)
“Seperti yang aku pikir, mereka tidak akan bertahan lama … Aku juga sudah mencari beberapa tempat yang memiliki beberapa kristal dalam perjalanan ke sini tapi aku tidak menemukan satupun yang bagus … apa yang harus aku lakukan sekarang?” (Wazu)
“Wazu, kamu harus menggunakan senjata yang ada di dalam peti harta karun di kastil ini. Aku pikir cukup banyak kristal yang ada di sana. “(Ragnil)

Ragnil mengatakan saat sedang Dogeza.

“Aku bersyukur atas tawaran itu, tapi apakah itu baik-baik saja?”(Wazu)
“Tidak masalah. Tidak ada orang yang akan datang mencari harta di sini. Tidak akan ada masalah bahkan jika diambil beberapa, selain itu, barang itu memang dimaksudkan untuk digunakan. ” (Ragnil)
“Aku akan menerima kebaikanmu.” (Wazu)
“Umu, Sebagai gantinya, menyerahlah pada Meru.” (Ragnil)
“kamu tidak berhak memutuskan. Yang paling penting adalah apa yang diinginkan Meru. Aku akan menghukummu karena mengatakan hal yang tidak sopan, tambah satu hari lagi dogeza. ” (Megil)
“Grrrrr …”(Ragnil)

Yup, bukan salahku. Aku pikir Ragnil hanya menghancurkan dirinya sendiri. Setelah itu, Megil memberitahuku jalan ke ruang harta dan memberiku kunci untuk membukanya. Aku berterima kasih padanya dan meninggalkan Aula.

Ruang Harta dilindungi oleh pintu yang sangat besar, cukup untuk Ragnil masuk. Aku mulai membuka kunci dan setelah itu melewati pintu-pintu lingkaran-lingkaran sihir yang tak terhitung jumlahnya muncul kemudian mereka mulai menghilang seolah-olah mereka menghapus dirinya. Setelah itu aku mendengar bunyi klik yang keras dan pintu brankas harta terbuka. Aku dengan hati-hati mendorong pintu dan masuk ke dalam.

Ruang Harta sangat besar. Orang mungkin akan berpikir ruangan ini diperluas dengan sihir. Dan bagian dalam ruangan penuh dengan permata, perak, emas dan baju besi yang sangat berkilau samapai harus menutup mata.

“… Ini terlalu besar. Apakah aku harus mencarinya disini? ”(Wazu)

 

Jumlah barang-barang disini membuatku perutku mual karena itu sangat banyak! Aku mulai mengambil pedang di dekatku yang dihiasi permata.

“… Aku tidak tahu bagaimana ini dibuat, atau apa bahan bahannya … dan tidak ada masalah saat aku memegangnya tapi, jika pedang ini dikutuk itu akan menjadi masalah … mhh …”

Haa … tidak ada pilihan lain (shikatanai) … Disaat seperti ini gunain pendewaan aja. Daripada salah mengambil barang yang berbahaya untuk para gadis, lebih baik aku menggunakan pendewaan untuk mencari barang yang bagus dengan mengorbankan ras ku. Keamanan gadis-gadis jauh lebih penting daripada sesuatu seperti ras. Aku mulai mengaktifkan pendewaan dan melihat semua hal di Ruang harta. Seperti yang kuharapkan, dalam bentuk ini aku bisa tahu mana yang benda aman dan buruk atau benda yang didalamnya ada kutukan, bahkan jika itu tidak sampai tingkat dimana aku dapat tahu terbuat dari apa benda itu atau bagaiman mereka dibuat, setidaknya aku bisa mencari bahan yang cocok untuk gadis-gadis. Dengan itu aku selesai memilih bahan yang aku perlukan untuk semua armor dan selagi aku bingung, bagaimana aku akan membawa benda benda ini, Meru tiba tiba terbang mendekatiku.

“Kyui Kyuii ~!”

Oh, tepat waktu! Aku hanya akan menaruh benda benda ini ke magic strorage Meru. Meru datang ke kepalaku sambil membawa kertas di mulutnya. Aku mengambil kertas itu pada saat yang sama saat dia mendarat di kepalaku. Sepertinya pesan ini ditujukan untukku.

“Tolong jaga Meru – Meral.”

… mh … Untuk sekarang, kata-kata ini bisa dipahami dengan cara yang berbeda. Yah, jujur, aku akan selalu menerima Meru bagaimanapun juga. Aku menjawab Meru ‘Tolong rawat aku juga’ dan dia menepuk kepalaku dan menjawab dengan ‘Kyui!’ Dan dengan demikian aku meminta Meru untuk membawa barang-barang yang aku pilih ke penyimpanan ajaibnya, ketika aku meninggalkan ruangan harta dan mengunci pintu lingkaran sihir mulai membentuk lagi dan muncul suara klik, pintu menjadi terkunci.

Dan seperti itu aku mulai pergi ke ruang kerja yang aku pinjam dari Ragnil yah walaupun ruangan ini berbeda dengan yang aku miliki, dan sementara pendewaanku masih aktif, aku mulai bekerja. Aku meminta Meru untuk mengeluarkan bahan-bahan yang dibutuhkan dari penyimpanannya dan mulai menempa. Jika aku menggunakan God Magic, aku yakin bisa membuat armor dalam waktu singkat, tapi kali ini aku ingin merasa aku membuatnya sendiri jadi ini mungkin butuh waktu yang sedikit lama. Yah, berkat pendewaan, aku akan tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya melakukannya. Dan ketika aku sedang di tengah pekerjaan, aku menyadari sesuatu. Aku melupakan sesuatu yang sangat penting.

aku tidak tahu ukuran tubuh mereka!!

ini masalah … Aku tidak mungkin membuat armor mereka hanya dengan melihat … pasti akan lebih baik jika aku bertanya pada mereka terlebih dahulu … haa …

di saat itu aku mulai menghentikan pekerjaanku. Jika aku meminta gadis-gadis itu untuk melakukan pengukuran, biasanya mereka harus menentangnya tapi aku yakin mereka dengan paksa akan  berkata padaku  ‘tolong sentuh aku lebih banyak!’ … tentu saja, aku tidak akan melakukan apa pun selain

(Tl note : Apa ini ngk seru, harusnya ada adegan ecchinya -_-)

melakukan pengukuran pada mereka tapi … Ini akan menjadi hari yang sulit huft~.

Hari itu aku kelelahan secara mental karena hanya melakukan pengukuran dan, setelah mengkonfirmasi pengukuran semua orang, aku membawa Meru ke kamar dan pergi tidur bersama.


Maaf Update nya lama, banyak tugas walaupun masih Sma kelas 1 sih hehe~ niatnya ane mau ikut pertukaran pelajar jadi harus belajar dengan giat, plus nanti di november ada lomba KIR, trus yg kemaren ngk update gara gara HUT sekolah (ane sama temen temen disuruh ikut banyak lomba ) sama olimpiade Kimia jadi maaf 🙏

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 159 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!