Rakudai Kishi no Eiyuutan Volume 4 Prolog

Dibaca 606 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Rakudai Kishi no Chivalry Bahasa Indonesia

Penerjemah: niznet
Penyunting: niznet
Korektor: –

Volume 4 – Prolog – Sebuah Kota di Negeri Salju

“Dengarkan aku, kalian. Alkohol adalah minuman para orang dewasa. Yang berarti siapapun yang minum alkohol adalah orang dewasa.”

Di sebuah negara bersalju yang terletak di Eurasia, di bawah langit musim dingin yang berwarna abu tua. Di depan suatu gudang gereja, ada seorang gadis kecil yang berusia sepuluh tahun berambut merah sambil memegang botol alkohol berwarna hijau seperti zamrud di tangannya dan mulai berbicara.

“Sesudah kalian merasakannya, kau tidak akan menjadi anak kecil lagi! Kau akan bergabung ke jajaran orang dewasa yang hebat seperti kami. Dan orang dewasa yang hebat tidak akan pernah menghianati teman-temannya! Mereka tidak akan pernah mengabaikan orang-orang yang lemah! Alkohol ini adalah semacam sumpah di antara teman-teman. Apa kau siap untuk itu!?”

Mencermati kata-kata itu, dua bocah laki-laki yang berusia lima atau enam tahun berdiri tegak di depannya dan menjawab dengan suara keras.

“Ya benar!”

“Bagus! Kalau gitu tunjukkan kesiapanmu!”

“Baik!”

Mendengar jawaban kedua bocah itu yang memegang cangkir kayu di tangan mereka. Gadis berambut merah itu menuangkan sedikit alkohol ke dalam masing-masing cangkir mereka. Kedua anak laki-laki itu langsung menyeruput alkohol yang sudah dituangkan untuk mereka dan menelannya tanpa ragu.

“Wh-Whoooooaaa…”

Lalu mereka memuntahkannya secara bersamaan.

“Ap-Apaan itu!? Sangat tidak enak!”

“Tenggorokanku panas…!”

Keduanya jatuh ke tanah dan berlutut karena mual. Berada di bawah tatapannya―Gadis berambut merah itu tertawa riang dengan suara yang keras.

“Sepertinya masih terlalu dini untukmu! Kita akan melakukan percobaan lagi tahun depan, jadi kalian masih dilindungi olehku dan Alice selama setahun lagi!”

“Ugh…”

“Menjadi orang dewasa itu sulit, ya? Timur….”

Dengan hampir menangis, kedua anak laki-laki itu mengusap mulut mereka dengan salju yang berada di kaki mereka. Selagi mengawasi mereka berdua, gadis berambut merah itu dan seorang laki-laki di dekatnya yang berusia sekitar usianya menunjukkan senyuman orang tua.

“Ha ha ha. Jalanmu masih panjang sebelum menjadi orang dewasa yang hebat.”

Muncul seorang pemuda yang rambut pirang keabu-abunya membuatnya terlihat agak seram. Sekilas, dia terlihat seperti anak lusuh yang kotor penuh dengan arang dan lumpur, tapi setelah diamati dengan seksama, ia terlihat seorang anak muda dengan postur yang sangat indah.

Ini adalah masa kecilnya yang suatu hari nantinya akan menyebut dirinya sebagai Nagi Arisuin, dan masuk ke Akademi Hagun.

Arisuin―bukan, Alice―berbalik dari kedua anak laki-laki itu untuk berbicara ke seorang yang berada di belakangnya tadi.

“Semuanya sudah dipertimbangkan, Kau memang orang dewasa yang jahat, Yuuri. Timur dan Condra masih enam tahun, dan kau tahu mereka tidak bisa minum sesuatu seperti itu, kan?”

Sebagai balasan, gadis itu tersenyum jahat dengan bangga.

“Tidak apa-apa. Mencoba untuk melampaui batas akan membuat mereka lebih berani.”

Namanya Yuuri. Seperti Alice, dia juga anak jalanan, dan pemimpin kelompok ini yang menempatkan markas mereka di gudang penyimpanan gereja.

Yuuri, seorang gadis yang mempunyai kepribadian hidup yang penuh semangat pantang menyerah.

Alice, seorang lelaki yang mempunyai kepribadian lembut yang penuh kelemahlembutan.

Mereka berdua bertolak belakang satu sama lain, tapi mereka mempunyai satu kesamaan. Yaitu sebuah pemikiran bahwa mereka harus melindungi anak-anak yang lebih lemah dan tidak bisa bertahan hidup sendirian.

Sehingga mereka lebih memedulikan anak-anak jalanan yang lebih muda dari mereka, dan membesarkan anak-anak itu. Yuuri mempunyai reliabilitas sebagai ayah. Alice mempunyai kasih sayang seorang ibu. Meski mereka sendiri masih anak-anak, mereka melakukan perannya dengan baik.

―Dan apa yang sedang terjadi sekarang adalah ritual untuk kelompok itu. Anak-anak yang minum minuman keras dari botol hijau yang kuat dan tak pantas itu, mereka tidak akan diterima sebagai anak-anak lagi, tapi sebagai teman orang dewasa. Mereka tidak mempunyai orang tua. Mereka tidak mempunyai orang dewasa untuk diandalkan. Jadi mereka harus melampaui batas mereka secepat mungkin untuk menjadi orang dewasa.

Yuuki, yang berpikiran seperti itu, mengadakan ritualnya. Tapi tidak peduli alasan apa yang dia punya. Mustahil bagi anak-anak untuk meminum alkohol―

“Hei! Yuuri! Kau memberi minum anak-anak kecil alkohol lagi!?”

“Oh gawat! Itu suster! Semuanya sembunyi!”

Ketahuan oleh suster menakutkan yang mengelola gereja sendirian, Yuuri dan dua anak laki-laki itu melarikan diri, berhamburan ke segala arah.

Anak-anak laki-laki itu melarikan diri langsung saat di perintah oleh pemimpin mereka. Kepercayaan mereka pada Yuuri sangan dalam. Yah, meski begitu…

“Jangan kabur, dasar anak nakal! Kalau kau tidak kembali, maka kau tidak akan makan sup hari ini!”

“Kami disuruh oleh ketua yang memaksa kami.”

“Ini ulah ketua, bukan kami, sungguh.”

Sebelum janji sup hangat itu, kesetiaan mereka ternyata hanya sekuat tisu, tapi…

“K-Kampret kalian―!? Aku akan ingat ini―!”

“Ha ha ha.”

Sambil tersenyum ke sekelompok pemuda itu, Alice berdiri. Matahari sebentar lagi terbit. Sudah waktunya untuk segera bekerja.

Tiba-tiba, pada saat itu.

“U-Umm… Kak Alice!”

Muncul 3 gadis dari dalam gudang penyimpanan. Mereka adalah anak-anak yang berusia sekitar lima, enam dan tujuh tahun. Dan Anastasia yang berusia tujuh tahun―tertua di antara mereka selain Yuuri dan Alice―Berdiri di depan Alice dengan pipinya yang putih merona merah seperti apel.

“I-Ini…”

Dia dengan gugup menunjukkan syal yang dibuat dengan tangan. Itu adalah sesuatu yang sudah ia buat akhir-akhir ini dari merajut wol yang ia peroleh dari Suster, setelah belajar dari Alice yang terampil. Jadi mengetahui tanpa ragu kalau ini adalah sesuatu yang dia inginkan untuk memperlihatkan apakah dia sudah membuatnya dengan baik, Alice mengambilnya dengan tangannya.

“Oh. Kamu sudah merajutnya dengan indah, ya? Kamu pasti sudah bekerja keras.”

Memuji keahliannya, dia mencoba untuk mengembalikannya. Tapi gadis itu mendorong syalnya kembali ke dada Alice dengan kuat.

“Itu―Itu hadiah untukmu, kak!”

“Untukku?”

Anastasia mengangguk tegas.

“Karena kamu selalu… kerja… meski di cuaca dingin ini, berusaha melakukan yang terbaik…”

“… Begitu ya.”

Memahami perasaan Anastasia, Alice melingkari syal buatannya di lehernya. Entah kenapa, rasanya lebih hangat daripada syal murah yang biasa ia gunakan.

“Hangat sekali… Terima kasih, Anastasia.”

“Ehehe…”

Menerima ucapan terimakasihnya, Anastasia berekpresi senang. Senyumannya bukan hanya menghangatkan tubuhnya, tapi hatinya juga.

―Sejujurnya, kehidupan sehari-hari mereka menyedihkan. Dengan hanya sebuah gudang penyimpanan yang dipinjamkan oleh Suster kepada mereka, tidak mungkin untuk dua anak yang berusia sepuluh tahun untuk merawat dua anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ada pekerjaan yang bisa di peroleh dari komplotan kriminal yang ada di kampung halaman mereka, tapi setelah pemerintah menaikkan pajak, hampir tidak ada lagi yang tersisa. Untuk makanan saja hanya ada sup yang dibuat oleh Suster kadang-kadang, dan roti keras yang di simpan di plastikan. Itupun juga dibagi merata ke semuanya. Tentu, itu tidak bisa disebut cukup untuk mencukupi pertumbuhan anak-anak, dan semuanya selalu merasa lapar.

Tapi meski begitu, hari-hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi Alice.

Dibandingkan dengan jumlah yang ia makan saat ia masih sendirian, ini lebih sedikit. Untuk membesarkan anak-anak, dia harus bekerja lebih banyak. Tapi―kalau ia membandingkan hari-hari ini yang disukai dengan dimana ia hidup sendirian, mencuri, dan memulung, dia jauh lebih besar puas dengan waktu yang dihabiskan di sini.

Hidup dekat dengan teman-teman yang berharga. Apa mungkin ia ingin sesuatu yang lebih? Tidak, sudah tidak ada lagi.

Kalau besok, dan lusa, bisa damai seperti ini―

Ahh, kalau saja―

tags: baca novel Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia, web novel Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia, light novel Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia, novel Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia, baca Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog, Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog manga, Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog online, Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog bab, Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog chapter, Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog high quality, Rakudai Kishi no Eiyuutan Bahasa Indonesia Vol 4: Prolog manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of