Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Chapter 1: Prolog – Kecantikan Racun Mawar

 
Malam itu, jalan utama Egudiel—Ibukota Kerajaan Heilland—dipenuhi orang-orang.
 
Anehnya, malam Festival Bintang diadakan pada hari yang sama—Itu adalah festival yang merayakan berdirinya Negara oleh Raja Pertama, yan direstui oleh Guardian Star. Biasanya semua orang akan memegang lentera di tangan Mereka yang akan mengampung di Sungai Elam, Sebuah sungai yang nantinya melintasi Egudiel.


Namun, bukannya lentera, Orang-orang kelihatannya memegang cangkul dan kapak. tampilan Mereka seperti setan yang dikomsumsi oleh kebencian. Menyembunyikan kemarahan di mata Mereka dan dengan mulut yang tidak benar karena permusuhan, Mereka berteriak dengan suara setuju saat Mereka berbaris.


“BUNUH MEREKA!!”


“BUNUH ANJING EALDAR!!”“BUNUH SIAPA PUN YANG MENCEMARI KEHORMATAN HEILLAND!!”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/rbp-1/



Bendera Heilland, yang dicelup dalam warna biru langit yang malam, sedang dilambaikan di setiap tempat saat api melepaskan asap mengepul di sekitar Kota Kerajaan. Keduanya membawa tanda konflik kekerasan dan menggelora di tengah-tengah Kerajaan. Seiring waktu berlalu, arus orang semakin meningkat lebih banyak dan lebih banyak lagi, membentang jauh dan memanjang sampai ke Kastil Egudiel yang megah berpengaruh tinggi di jantung Ibukota Kerajaan.






Sebagai keturunan Keluarga Chester yang memerintah sejak berdirinya Heilland, yaitu Ratu dari Raja Fritz—Alicia Chester Jorum—melarikan diri bersama rombongannya dengan terburu-buru.


Dia mempunyai rambu biru muda yang bersinar seolah-olah itu membatasi langit  di hari musim semi yang cerah, dan juga matanya biru muda yang sesuai. Dungat kulit putih seperti sutra, Dia yang lahir dengan kecantikan yang tak tertandingi dan dulunya dikagumi dan dipuji oleh rakyatnya sebagai “Putri Mawar Biru”. Tapi, bahkan kecantikan Putri Mawar Biru digunakan sebagai alat untuk menenangkan massa sekarang.


“Alicia-sama, belum ada tanda-tanda adanya massa di luar titik ini.”


“Ada kanal di depan. Jika Anda memutuskan untuk naik ke sana, Kita harus membersihkan jalan di depan.”


“Aku sudah tahu. Kamu tidak perlu memberi tahuku.”


Pengikut Alicia dengan terburu-buru mencoba untuk membantunya melarikan diri, tapi Dia lambat untuk bereaksi. Matanya berkaca-kaca karena ketidaksabaraan saat Dia melihat orang-orang di sekitarnya meletakan perhatiannya di tempat lain dibandingkan dirinya.


“Apakah Yang Mulai… apakah Fritz-sama aman? Aku tidak melihat Dia disekitar sini. Dia tidak jatuh ke tangan pemberontak, kan?”


“Nona!”


Meskipun suara pelayannya agak kecil karena kesal, telinga Alicia tidak bisa memahaminya. Dia sangat mengkhawatirkan suaminya yang tercinta, karena tidak menunjukkan dirinya sejak pemberontakan terjadi.


Tentu, itu tidak aman bahkan untuk Alicia sendiri. Pada saat yang sama ketika matahari tenggelam ke dalam kota di sekitar kastil, gelombang pemberontak yang meluap sudah sampai hingga ke depan gerbang kastil. Orang-orang yang memberontak bukan hanya orang biasa, tapi yang lain seperti Bangsawan Muda dan bahkan Kesatria Kekaisaran ikut bergabung—hanya tinggal menunggu waktu sebelum para pemberontak akan mengisi kastil.


Saat Alicia dengan cemas berbalik untuk melihat ke belakang, pengawalnya masih tetap melanjutkan.


“Tidak ada waktu. Hanya Anda, Alicia-sama, yang mewarisi darah Keluarga Chester yang terhormat. Jika Ratu Alicia-sama tidak pergi, siapa yang akan memerintah Heilland? Mohon bertahanlah untuk saat ini dan bergegaslah.”


“Apa yang kamu katakan?! Orang yang seharusnya memerintah Heilland sebagai Raja adalah Fritz-sama. Aku tidak mengizinkanmu untuk mengabaikan Yang Mulia.”


Kata-kata pelayannya benar. Tapi ironisnya, Mereka justru membuat Alicia memperkuat keputusannya yang merupakan kebalikan dari tujuan Mereka.


“Aku akan pergi ke tempat Fritz-sama. Hanya merekalah yang mempunyai tekad yang sama untuk mengikutiku.”


Tidak satu pun dari pengikutnya menjawab pernyataan kerasnya. Tapi, mata Mereka tidak bisa menyembunyikan pikiran Mereka yang sebenarnya. Alicia, setelah melihat para pengikutnya dengan matanya yang indah, berbalik setelah mengeluarkan nafas gelisah.


“Baiklah, lupakan. Kalian pergilah lebih dahulu dan bersihkan jalan keluar. Itu perintah. Aku akan membawa bersamaku tanpa gagal.”


Alicia berlari ke lorong kompleks sendirian, rambut panjangnya melambai-lambai ke belakang, berkilauan dengan cahaya. Suara pedang yang saling membentur dari kejauhan memainkan irama, tapi untungnya tidak ada tanda-tanda pemberontak yang menghalangi jalannya.


Dia tahu bahwa kebanyakan rakyat membenci Raja Fritz yang merupakan anah sah dari kerajaan absolut Ealdar Empire dan Permaisuri Elizabeth, dan yang pertama dalam mewarisi kekaisaran ke takhta Ealdar.


Dengan takdir dua negara yang berbagi perbatasan, sejumlah besar perang terjadi antara Ealdar dan Heilland. Pernikahan mereka juga sudah diatur setelah kematian mendiang Raja James setelah Dia diserang oleh prajurit pemanah Ealdar dalam perang sebelumnya. banyak orang melihatnya sebagai tampilan kekuasaan negara yang dikalahkan oleh bangsa yang menang.


Tapi Alicia mencintai Fritz bahkan tanah airnya adalah musuh ayahnya. Sejak dia bertemu dengannya di royal court ball, Alicia benar-benar jatuh hati padanya.


Ya meskipun hati Raja Fritz sama sekali tidak cocok untuk dirinya…


“Yang Mulia!! Fritz-sama!!”


Setelah melewati lorong-lorong, Dia akhirnya bisa melihat kembali Orang yang Dia cintai, dan memanggilnya dengan sepenuh hati dan kekuatannya.


Aula Waktu—Itu adalah aula di mana patung-patung Raja dan orang suci yang berdiri secara berbaris, membiarkan Orang benar-benar bisa memahami sejarah Heilland. Dan tepat di tengahnya, Pria yang dipanggil Alicia berbalik menghadapnya.


Ketika wajahnya digambarkan oleh rambut pirang bergelombang yang lembut dan sangat indah dan anggun sehingga Orang bisa salah mengiranya sebagai Malaikat yang dirayakan dalam tradisi, tersenyum pada Alicia yang gemetar dengan sukacita bersatu kembali, menjadi kaku.


“Alicia…”


“Yang mulia… Charlotte…sama”


Raja tampan yang berdiri diam di antara pilar yang tidak terhitung jumlahnya, mengalihkan pandangannya ke belakang saat Dia memeluk Seorang Wanita di pelukannya. Meskipun Dia merasa terpikat padanya, hati Alicia terasa sakit saat melihat Fritz menutupi kekasihnya seolah-olah Dia berusaha menyembunyikannya.


Jika Seseorang mengatakan satu kata untuk menggambarkan orang yang dipeluk oleh Raja, itu akan menjadi “manis”. Dia tidak sebanding dengan kecantikan Alicia yang mempesona, tapi matanya yang besar dan bulat tidak tahu ketakutan. terlebih-lebih rambut merahnya yang mengesankan membuat semua orang tertarik dan kagum melihatnya.


Ini adahal hal yang sudah diketahui Alicia sejak dulu, tapi sekarang tiba-tiba muncul di depan matanya sekali lagi, ini seperti yang diduga, sakit hati. Satu-satunya yang ada di hati Raja Fritz adalah Dia—Charlotte Yggdrasil.


“Mereka disana!! Di Aula Waktu!”

Untuk beberapa saat, keduanya saling menatap, tapi suara keras dari belakang Alicia mengejutkan Mereka berdua kembali sadar. Suara langkah kaki yang tak terhitung memukul lantai batu menyampaikan bahwa Mereka hanya punya sedikit waktu yang tersisa. Menghilangkan perasaan yang ingin mengejarnya, Alicia menunjukan jalan keluar ke Raja Fritz.


“Cepat, Yang Mulia. Silahkan menuju ke arah kanal. Rombongan Saya akan menunggu Yang Mulia di sana.”


“Tapi, bagaimana denganmu-“


“Cepat!!”


Raja Fritz membuka mulutnya yang ingin mengatakan sesuatu, tapi kemudian menajamkan ekspresinya dan mengangguk seolah Dia sudah mengubah pikirannya. Kemudian Dia mengangkat lengannya di bahu Charlotte, saat Dia mengintip ke arah Alicia dengan pandangan gelisah dan kemudian Mereka berlari melewati lorong yang dipenuhi patung-patung batu yang tak terhitung jumlahnya.


Setelah Dia membiarkan Raja tercintanya dan kekasihnya melarikan diri, Alicia merasa putus asa.


Dan sebelum keinginannya untuk membuatnya pergi bahkan bisa menjadi kenyataan, sekitar sepuluh Pria bersenjata berlari ke Aula Waktu, membuat suara gemuruh dari gesekan kasar logam.





tags: baca Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1, Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1 manga, Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1 online, Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1 bab, Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1 chapter, Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1 high quality, Aobara-hime no Yarinaoshi Kakumeiki Bahasa Indonesia Chapter 1 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel