Real Cheat Online Chapter 2

Dibaca 348 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Real Cheat Online Bahasa Indonesia

Penerjemah: Agung
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –

Ada pengumuman terkait Sono Mono dan Sistem Donasi atau Sponsor bareng-bareng: Pemberitahuan Sistem Donasi


Chapter 2 – Mengenai Hal Terbaik Tentang Anakku

POV ayah.

Aku sangat terkejut karena membuat keputusan untuk melatih putraku sebagai orang dewasa. Dulu, aku berlari melintasi medan perang sebagai komandan pasukan khusus Negara A, tetapi saat ini aku hanyalah seorang pegawai biasa yang memiliki istri dan anak yang dapat kau temukan di mana saja. Sungguh, inilah mengapa kehidupan manusia sangat menarik. Sesuatu hal yang aku nikmati sekarang adalah bersama dengan putraku.

Ketika Soichiro, putra kesayanganku merayakan ulang tahunnya yang keenam, aku memberinya sebuah pisau survival (bertahan hidup) yang disebut BENCH MADE 141 SBK NIMRAVUS sebagai hadiah untuknya. Ketika aku melihat wajah bahagia Soichiro pada saat itu, secara tidak sengaja aku begitu tersentuh, anak ini benar-benar anakku .
Ketika Soichiro berusia 7 tahun, aku memberikan sebuah pistol yang disebut S & W M686, REVOLVER sebagai hadiahnya. aku menilai bahwa Soichiro memiliki bakat. Dia pasti akan menjadi pria yang bisa menangani benda ini [REVOLVER]. Meskipun untuk mendapatkan Senjata ini di Jepang cukup merepotkan , itu bukanlal hal penting setelah melihat wajah putraku yang tampak seolah senang dengan itu.

Ketika Soichiro berusia 8 tahun, aku mengajarinya latihan tempur tangan kosong dari pasukan khusus sebagai hadiah. Itu dimulai dari setelahnya, tapi itu sepele. Aku bersumpah untuk mengajari setiap teknik yang ku miliki kepada putraku yang terus menyerap pelajaranku seperti semacam spons super.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-9, Aku memberi Soichiro sebuah pistol otomatis yang disebut Beretta M92 sebagai hadiah. Aku menilai bahwa dia pantas mendapatkannya setelah melihatnya menggunakan REVOLVER dengan penguasaan penuh. Meskipun jujur, aku berpikir untuk menyerahkannya kepadanya sebelumnya. Tapi seperti yang diharapkan, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Apalagi setelah melihat gairah di matanya. Yup, pasti sepadan dengan menunggu!

Ketika Soichiro berusia 10 tahun, aku memberikan sebuah tenda. Itu karena aku merasa ini waktunya dia belajar berkemah, Aku melihatnya sebagai hadiah yang ideal. Ketika dia menerima ini, Soichiro menunjukkan kegembiraan seperti air mata terlihat dan tangannya mengepal dengan kencang.

Pada hari ulang tahunnya yang ke 11, aku memberikan tugas untuk bertahan hidup di hutan. Meskipun keterampilan individunya sudah berada di level rata-rata dari unit khusus pada hari itu, keterampilan bertahan hidupnya masih memiliki jalan panjang. Sepertinya dia mungkin tahu tentang batasnya juga. Tatapan yang dia berikan padaku ketika kami berpisah, menunjukkan gairah yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-12, Aku memberikan senapan otomatis yang disebut M4A1 Carbine, Berjenis ASSAULT RIFLE sebagai hadiah. Meskipun dia tidak menunjukkan reaksi sebesar itu dibandingkan dengan hadiah sebelumnya, matanya yang tenang bagai seorang prajurit yang akan dikirim ke medan perang. Seperti yang diharapkan dari putraku.
Ulang Tahun yang ke-13, ketika aku memberikan pistol otomatis yang disebut DESERT EAGLE sebagai hadiah, aku masih ingat tentang kejutan waktu itu bahkan sampai sekarang. Saat dia menerima Senapan Mosnter itu, Soichiro bertanya mengapa dia tidak mendapatkan ROCKET LAUNCHER atau ANTI-TANK RIFLE *. Walaupun itu anakku, Aku gemetar dengan bakat dan ambisinya. Jika itu dia, dia tidak akan memiliki masalah dalam menguasainya.
Tapi, seperti yang diharapkan setelah sampai sejauh ini, menghadapi Soichiro sekarang sulit, sama baiknya dengan diriku. Mungkin dia membutuhkan seorang guru yang lebih kuat, atau berlatih dengan pasukan khusus .. Meskipun aku berkata 「Tidak mungkin aku bisa memberikan hal-hal berbahaya semacam itu kepada putraku ………. Sepertinya ayah masih kurang 」, ekspresi wajah Soichiro pada waktu itu, aku masih mengingatnya bahkan sekarang. Meskipun bagian kedua dikatakan dengan suara kecil karena rasa maluku, Soichiro adalah anak yang lembut. Sepertinya dia tidak mengejar itu karena dia mengkhawatirkanku.

Selama perayaan hari ulang tahunnya yang ke-14, Aku memutuskan didalam hatiku bahwa aku akan memberikankan pertempuran bohongan sebagai hadiah. Aku tidak bisa membuat keputusan ini sampai sekarang, karena Aku tahu bahwa setelah menyelesaikan bagian pelatihan ini untuk pertama kalinya, anak ini akan melampauiku dalam 2-3 tahun. Meskipun Aku memiliki sejumlah kebanggaan jika aku “dikalahkan oleh putraku”, aku menguatkan tekad dan melemparkan semua yang kumiliki kepada Soichiro. Seorang anak laki-laki harus melebihi ayahnya. Itu fakta bahwa anak ini semakin kuat lebih awal dari anak seusianya. Hanya itu saja.

Ketika Soichiro merayakan ulang tahunnya yang ke-15, aku menyadari bahwa menghadapinya sendiri semakin sulit. Setelah mengkhawatirkannya, aku mengusulkan supaya mendapatkan lawan baru untuk Soichiro. Untuk dia yang cepat tanggap. Seperti yang diharapkan dari putraku. Tapi, aku dengan cepat menjatuhkan Soichiro menggunakan kecerdasan waktu itu. Meskipun aku mencari beruang coklat dari gunung yang dalam, karena Jepang tidak memiliki manusia untuk menandinginya, bahkan beruang coklat itu tidak dapat menahan kekuatan putraku. Wajahnya ketika mengatakan, 「Aku mencoba banyak hal tetapi itu tidak menyenangkan. Mari kita membuatnya menjadi nabe 」sambil menyeret beruang cokelat yang terlalu dingin.

Ketika Soichiro merayakan ulang tahunnya yang ke-16, aku membuat rencana dan menelepon rekan-rekan lamaku. Aku sudah kehabisan segalanya dalam pertempuran bohongan melawan Soichiro. Dengan itu, aku dapat mengatakan bahwa kita setara. Dia pasti akan melampauiku pada tahun depan. Setelah itu, aku memutuskan untuk mengajar Soichiro yang disebut “kekuatan dalam jumlah”. Orang-orang kuat akan datang kepadanya. Itu takdirnya. Jika diperlukan, ayahmu akan menjadi iblis.

Tapi, bahkan aku sedikit bingung. Itu tentang apa yang teman-teman lamaku pikirkan tentang diriku saat ini. Aku sudah membersihkan tanganku dari medan perang yang penuh darah, teman lamaku mungkin tertawa ketika mereka melihat aku saat ini hidup dan menetap di Jepang, di mana istri tercintaku lahir. Tidak, Aku merasa bodoh di sini. Mereka yang terbaik, dan teman-temanku. Aku yakin bahwa mereka pasti akan memberikan restu mereka untuk kebahagiaanku. Dengan demikian, kawan-kawanku memberikan kerjasama tanpa syarat bagiku yang menghubungi mereka. Seperti yang kuduga, sesama prajurit aku adalah yang terbaik. Dan kemudian, putraku yang bisa mengirim kawan seperjuanganku dalam sekejap mata juga yang terbaik. Putraku ini sudah mencapai tingkat yang tidak dapat diraih, bahkan bagiku. babak kedua adalah pertarungan yang sulit setelah aku diam-diam membocorkan kebiasaan Soichiro.

Dan kemudian, ketika Soichiro akan berumur 17 tahun. aku akhirnya memutuskan di hatiku untuk memberi hadiah terakhir. Itu … … kebebasan. Aku sudah tidak punya apa-apa untuk mengajarinya lagi. Lebih dari ini, aku hanya menjadi penghalang bagi bakat putraku. Dalam hal ini, ayah akan memberimu sayap kebebasan sehingga kau dapat terbang di dunia. Untuk pergi ke mana pun di dunia adalah kebebasanmu. Meskipun aku tidak ingin dia terlibat dalam kejahatan jika mungkin. Layanan bibir semacam itu tidak bisa meninggalkan mulutku.

Aku hendak memanggil Soichiro ke suatu tempat tanpa orang untuk menyampaikan hal itu. Tapi, Soichiro bergerak lebih cepat dari aku.

「Ayah ……………… Ini tentang apa yang aku inginkan sebagai hadiah ulang tahunku」

「Ya, Aku sedang memikirkan hal-hal luar biasa untuk tahun ini juga. Aku sudah membayangkan wajah kagetmu ketika kau menerimanya, kau tahu 」

Mungkin aku akan meneteskan air mata seperti air terjun setelah kau pergi*. [TL *: JADI kau ingin mengusirnya keluar dari rumah]

Tapi, dia sangat ketakutan melihat mataku hari ini. Mungkinkah dia menebak apa yang ingin aku katakan?.

「Dapatkah aku memilih hadiah tahun ini」

Tidak mungkin ………………. Dia benar-benar menebaknya!? Tapi, jika itu masalahnya, mengapa dia dengan rela mencoba untuk mengatakannya. Tidak bagus, pikiranku sedang kacau dan tidak bisa berpikir jernih.

「Aku ………………… .. Ingin menjalani kehidupan normal remaja berumur 17 tahun. Di rumah Shinji, meskipun dia mengatakan itu adalah konsole Game, ketika aku mencobanya …….. aku tidak benar-benar mengerti tapi, AKU TERKEJUT KETIKA SESUATU TERJADI DI DALAM 」

Konsol permainan? Bentakan? Hal-hal seperti apa yang baru saja dibicarakan anak ini. Ja-jangan katakan padaku ……………. Aku melihat, anak ku seperti itu. Dalam hal itu ………… .. Sebagai ayahnya―

「Saya Ingin permainan konsoLUOAAAAAAAAA」

Aku mengayunkan tinjuku ke anakku ketika kata-kata tidak lagi diperlukan.

Aku tahu apa yang ingin dia katakan. Namun, apa sih yang aku lakukan di tempat ini. Dia masih ingin hidup bersama dengan ayah dan ibunya untuk beberapa saat lagi. Itu sebabnya, aku tidak ragu anak ini ingin menyampaikan hal itu *. Kenapa kau bahkan akan berpura-pura bahwa kau menginginkan konsol game yang mungkin tidak kau inginkan ………… Anak yang pemberani. Betapa menggemaskanmu karena melakukan itu. Bukankah aku hanya mengusir putraku jika aku mengatakan sesuatu seperti itu [sekarang].
[Tl* : dia tidak]
「Soichiro ………….」

Soichiro menatap mataku tanpa tersendat oleh kata-kataku. Jika itu masalahnya, biarkan ayah ini juga menanggapi. Dalam semangat ini.

「Atta boy, jadi kau juga ingin membeli konsol Game」

Soichiro tidak bisa bereaksi cukup cepat dari kata-kataku ini. Seperti yang aku pikirkan, meski tidak benar-benar menginginkannya, mungkin dia benar-benar hanya ingin hidup bersama sebentar lagi di tempat ini. Apa yang kau ingin, sangat jelas ayah ketahui, Anda tahu.

「Apa yang terjadi, jadi kau tidak menginginkannya?」

「A-Aku ingin! AKU INGIN ITU!」

Bahkan reaksi yang seperti ini, Oh nak, alasanmu sudah ayah ketahui, kau tahu. Tapi, mungkin tidak sopan untuk mengatakannya di tempat ini.

Meski begitu, kebanggaan ayah juga tidak akan membiarkan hanya mendengar kata-kata putraku. Selain itu, anak ini dan aku mungkin menunggu untuk hal ini. Aku akan menjawab harapanmu sebagai seorang ayah.

「Yup, jangan terlalu bersemangat. Tapi, tentu saja itu bukan tanpa syarat kau tahu betul hal itu? Syaratnya adalah, jika kau bisa lulus tes dariku 」

Fumu, itu adalah mata yang kuat, namun lembut. Aku bisa merasakan keinginannya yang tak tergoyahkan.

「Fumu, itu resolusi yang bagus. Baiklah kalau begitu, kalau begitu aku akan memberitahumu isi tesku. Dan itu adalah…………………. Untuk memenangkan pertandingan yang serius melawan KU! 」

Sudahkah kau membayangkannya? Tapi aku punya perasaan bahwa ambisi Soichiro akan tiba-tiba mengerut. Tidak, bukankah ini hanya imajinasiku saja. Anak ini mengerti. Fakta bahwa aku tidak lagi cocok untuk Soichiro. Dengan demikian, dia mungkin khawatir bahwa aku akan menerima kejutan ketika ayahnya dikalahkan. Anak yang lembut. Aku benar-benar ingin menangis. Tapi, itu tidak akan mulai seperti semula. Untuk berjaga-jaga, mungkin aku harus menaruh beberapa kata agar membuatnya lebih mudah untuk memulai.

「Ayo, Aku akan membelikanmu VRMMO yang baru dirilis bulan lalu jika kau menang melawanku. Jika Kau menang, itu hadiah」

Muh, dia menunjukkan ekspresi yang baik. Mengatakan terlalu banyak itu tidak baik ketika dia bahkan tidak benar-benar menginginkannya. Betapa anak yang sangat lucu―― sayangnya, aku harus berkonsentrasi penuh. Lawanku adalah monster yang kekuatannya sama dengan kekuatan khusus terkuat dunia oleh dirinya sendiri. Saat itu, bahkan aku pun bersemangat.

Yosh, aku tenang. Kalau begitu, haruskah kita memulainya, Permainan ayah dan anak!

tags: baca novel Real Cheat Online Chapter 2, web novel Real Cheat Online Chapter 2, light novel Real Cheat Online Chapter 2, novel Real Cheat Online Chapter 2, baca Real Cheat Online Chapter 2 2, Real Cheat Online Chapter 2 2 manga, Real Cheat Online Chapter 2 2 online, Real Cheat Online Chapter 2 2 bab, Real Cheat Online Chapter 2 2 chapter, Real Cheat Online Chapter 2 2 high quality, Real Cheat Online Chapter 2 2 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of