Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 – Chapter 60

Dibaca 596 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

ARC 4 – PERJANJIAN KONTRAK YANG ABADI

Penerjemah: R24
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –

Chapter 60 – [Kisah Akhir Dari Akhir Kisah]

Setelah perbincangannya dengan Frederica berakhir, Subaru naik ke lantai tiga Mansion dan sekarang sedang berdiri di lorong dekat ruang belajar Roswaal. Rasa berat di kepalanya mungkin karena rasa lelah yang menumpuk, atau beban dari permasalahan mendatang yang menanti untuk diselesaikan.

 

[Subaru: Sekali lagi, aku harus melakukannya…]

 

Sambil menggaruk lehernya, Subaru dengan lesunya melihat tanganya yang  terlihat menyedihkan, mengingat banyak hal yang telah ia lalui. Meskipun dia mempunyai informasi yang jauh lebih banyak dibandingkan lingkaran sebelumnya, semuanya tidak semata-mata berkaitan dengan permasalahan yang sedang ia jalani. Dengan banyaknya potongan-potongan yang hilang, yang dia bisa lakukan hanyalah meraba-raba tanpa melihat gambaran yang jelas, hanya menyisakan rasa cemas akan masa depan yang tidak jelas di dalam dadanya.

 

[Frederica: Subaru-sama. Apa yang sedang anda lakukan?]

 

Melihat Subaru yang diam terpaku di lorong, Frederica dengan tenang menanti disampingnya, dan memanggilnya.

Setelah menyimpulkan hasil pembicaraan mereka di ruang tamu, Frederica memutuskan untuk mendampinginya.

Mendengar pertanyaanya, Subaru bergumam [Aah, yeah], sambil secara samar-samar menganggukkan kepalanya,

 

[Subaru: Frederica, setelah kau kembali ke Mansion, kau tidak melihat Beatrice di sekitar…… bukan?]

 

[Frederica: Tidak, saya tidak melihatnya. Dia dari awal memang jarang muncul, tetapi saya tidak pernah melihatnya sekalipun sejak kepulangan saya, saya merasa malu untuk mengatakannya]

 

[Subaru: Aku rasa dia sungguh bersikeras untuk bersembunyi kali ini. Jadi wajar jika Frederica tidak dapat menenmukannya]

 

Faktanya, jika dia benar-benar serius untuk mencari Beatrice, dia akan mencoba membuka semua pintu yang dapat berhubungan dengan Perpustakaan Terlarang.  Ini tidak menjadi masalah besar jika semuanya hanya terbatas pada pintu-pintu di Mansion, tetapi masih ada pintu-pintu di desa Arlam dan Sanctuary yang juga perlu diperhitungkan,

 

[Subaru: Jangkauannya terlalu luas, dan tidak ada cara untuk mengecilkannya. Jika aku lebih pesimis maka bisa dibilang aku akan mengatakan bahwa ini mustahil untuk dipecahkan.]

 

[Frederica: Lalu, apa yang anda rencanakan? Anda mempunyai sesuatu yang perlu dibicarakan dengan Beatrice-sama bukan, Subaru-sama?]

 

[Subaru: Jika dia sungguh bersikeras untuk bersembunyi, maka tidak ada satupun yang dapat menemukannya. Itulah kenyataannya]

 

Mendengar Subaru mengulangi perkataan yang sudah ia katakan sebelumnya, Frederica mengerutkan alisnya. Merasakan tatapan keraguannya, Subaru membunyikan lehernya dan mengangkat telunjuknya,

 

[Subaru: Tetapi ada satu hal….. Tidak ada seorangpun yang dapat menemukannya jika dia serius untuk tetap sembunyi, tetapi jika dia tidak serius untuk tetap sembunyi, itu lain ceritanya]

 

[Frederica: Jika dia tidak serius?]

 

[Subaru : Dia bukan tipe perempuan yang suka bersembunyi sehingga tidak ada orang yang menemukannya. Siapapun yang bermain petak umpet, pasti diam-diam berharap bahwa mereka pada akhirnya akan ditemukan. Jadi, jauh di dalam sana, pasti terdapat setan kecil di dalamnya berkata “Aku harap mereka menemukanku”]

 

Sambil mengatakan hal tersebut, Subaru mengambil beberapa langkah ke kiri dan berbelok. Berdiri 90 derajat dari lorong, Subaru berhenti tepat di depan ruangan sebelah ruang belajar Roswaal――  ruang arsip. Sebuah tempat penyimpanan sempit dimana semua kertas dokumen telah disusun dengan rapi, yang merupakan hasil mati-matian dari organisasi Otto.

Sembari mengulurkan tangannya ke pintu, Subaru merasakaan perasaan yang mengatakan JAWABAN TEPAT dari gagang pintu tersebut.

 

[Subaru: Hebatnya, setiap kali aku membuka pintu….. atau maksudku, setiap kali aku berpikir untuk mencoba membuka pintu, aku tiba-tiba merasa bahwa pintu inilah yang tepat. Aku masih kurang jelas mengerti bagaimana hal tersebut terjadi]

 

[Frederica: Subaru-sama…..]

 

[Subaru: Daaaaan, kita buka!]

 

Frederica tergagap saat mendengar suara Subaru membanting pintu. Di belakang pintu tersebut, ada sesuatu yang janggal, tempat yang seharusna menjadi ruang arsip――  tidak salah lagi itu merupakan bau dari buku yang telah tersimpan selama berabad-abad memenuhi ruangan tersebut.

Tidak seperti bau dari dokumen yang belum lama telah dicetak, bau tersebut lebih mendekati aroma dari tinta yang telah terserap kedalam lembaran yang diikat dengan erat.

 

[Subaru: Aku tidak tahu apakah aku akan telat, namun, jika langit sudah menjadi gelap, jangan lupa untuk membawa Petra kembali ke desa]

 

Sembari tangannya masih memegang gagang pintu, Subaru mengingatkan Frederica kembali, yang masih terlihat dalam keaadan terkejut.

Frederica berkedip beberapa kali, sebelum akhirnya membungkuk sambil memegang ujung renda dari gaunnya,

 

[Frederica: Kalau begitu saya akan menunggu kembali kepulangan anda. Mohon jaga diri anda]

 

[Subaru: Ooooh. Aku hampir merasa seperti orang yang penting setelah mendengar ucapanmu itu]

 

Dengan salam pamit dari pelayan, Subaru melangkah melewati pintu dan masuk menuju ruangan. Sesaat dia masuk kedalam, pintu dibelakangnya terkunci, dan dengan suara hembusan angin yang tidak nyata, ruang tersebut membengkok dan berputar. Koneksinya telah terputus, dan Perpustakaan Terlarang sekali lagi muncul terlepas dari dunia.

Lalu,

 

[Beatrice: Akhirnya kau datang, kurasa]

 

Subaru disambut dengan suara salam yang tidak hangat dan terdengar jengkel. Menahan kembali senyum kecut yang hampir menyelimuti wajahnya, Subaru melambaikan tangannya,

 

[Subaru: Yo, Beako! Lama tak jumpa, kau masih kecil seperti biasanya]

 

[Beatcrice: Kau tahu, ketengilanmu cukup menjengkelkan rasanya untuk semur hidup. Sungguh…. Seharusnya aku sudah menyerah dari dulu]

 

Beatrice sedang duduk di tengah tangga kayu, sambil memegang sebuah buku dengan ikatan hitam di dadanya.

Melihat dirinya disana, Subaru menghayal bahawa hanya disanalah dia selalu duduk. Perpustakaan Terlarang mempunyai banyak meja dan kursi lainnya yang layak. Tetapi dia sepertinya selalu menyapa dari tempat yang sama persis tersebut. Untuk alasan tertentu, pemikiran tersebut membuat hatinya jenuh.

 

[Beatrice: Kau membuat wajah yang lemah seperti itu lagi. Itu tidak enak dilihat, kurasa. Kau bebas untuk merasa sakit atau bingung sesukamu, tetapi sangat tidak nyaman rasanya jika kau melakukan itu di depan Betty, jadi tolong segera hentikan]

 

[Subaru: Angkuh seperti biasanya. Maaf, tetapi aku tidak punya alasan untuk mengikuti permohonanmu. Aku masih harus mengkofirmasi apakah kita mempunyai hubungan semacam itu atau tidak]

 

Subaru sedang mencoba untuk menerka apa yang telah ia pelajari tentang dirinya di lingkaran sebelumnya. Wajah Beatrice menggelap mendengar perkataanya, dan bergumam [Jika seerti itulah keadaanya, kurasa……] sambil mengehla nafasnya,

 

[Beatrice: Baiklah. Sepertinya kita berdua mempunyai kartu di tangan kita masing-masing sekarang, kurasa]

 

[Subaru: Ini masih cukup meragukan apakah kartu di tanganku akan memberikan pengaruh apapun. Tapi, mari biarkan imajinasi yang melengkapi sisanya]

 

[Beatrice: Lakukan sesukamu….. sejak apapun jalannya…]

 

Tiba-tiba, ekspresi kaku Beatrice lenyap.

Wajah topengnya yang keras kepala terjatuh, memperlihatkan sosoknya yang tenang, senyuman yang lembut dan tatapan yang seperti di dalam mimpi terlihat dari matanya――  tanpa disadari, Subaru terdiam seakan mulutnya membisu.

Lalu,

 

[Beatrice: Durasi dari kontrak yang sangat, sangat, sangat amat panjang ini akhirnya mulai menuju akhir. ――  Dan pada akhir dari akhir dari akhirnya, saat ini, Betty akan terlepas dari ikatan ini, kurasa]

 

Suaranya hampir terdengar sangat kesepian saat dia berbicara.

 

[Subaru: Pada akhir dari akhir dari akhirnya……huh. Itu sungguh ungkapan yang cukup puitis]

 

Melihat bagaimana Beatrice terlihat siap akan hal yang akan terjadi, Subaru mengangkat bahunya dan mengabaikan ungkapan tersebut. Sambil perlahan mencermati dirinya, pandangan Subaru akhirnya tertuju pada buku hitam yang tersegel di tangannya――  jika yang dikatakan Roswaal itu benar, makai itu merupakan satu dari 2 Gospel yang sempurna yang pernah ada.

Sebuah buku yang meceritakan tentang masa depan. Meskipun disana ada aspek ramalan di dalamnya, Subaru merasa bahwa benda tersebut lebih mendekati ke “ Buku yang menginstruksikan masa depan”.

Percaya akan isi dari pernyataan Gospel tersebut, Betelguese dari Witch of Cultist mengikuti isi dari versi yang tidak sempurna ke titik fanatisme. Dan tepatnya karena versi tidak sempurna tersebut gagal mencatat apa yang akan terjadi membuat oarng gila tersebut akhitnya terbunuh oleh Subaru.

 

[Subaru: Ekspresimu yang seakan mengetahui segalanya itu… apakah itu semua berkat buku tersebut?]

 

[Beatrice: ……Aku harus tanyakan padamu. Sejauh manakah kau mengetahui tentang buku ini, kurasa]

 

[Subaru: Kau tahu, mulut Roswaal telah membeberkan banyak hal tentang buku tersebut. Aku rasa aku mengerti dasarnya, kurang lebih. ……Buku itu mirip dengan buku yang dimiliki Witch of Cultist, tetapi lebih baik. Dua buku terakhir yang tersisa di dunia terbagi di antara kau dan Roswaal]

 

[Beatrice: Si mulut besar Roswaal itu. Aku dapat membayangkan bagaimana dia dengan senangnya membeberkan semuanya saat kau memberinya ijin, kurasa]

 

Merasakan cemoohan Beatrice di perkataanya, Subaru mengerutkan alisnya.

Meskipun Beatrice sering bertentangan dengan Roswaal di kehidupan mereka sehari-hari, Subaru selalu mengira bahwa itu merupakan tanda dari hubungan erat mereka. Namun perkataanya barusan tidak ada sedikitpun yang menunjukan perasaaan seperti itu.

Justru, itu merupakan pernyataan jujur dan asli Beatrice akan ketidak sukaanya terhadap Roswaal.

 

[Subaru: Aku masih tidak mengetahui seperti apa hubungan diantara kau dengan Roswaal. Tetapi kalian berdua berbagi dua kopian terakhir dari Gospel diantara kalian, dan kau telah mengikat kontrak dengan darahnya yang membuat kau terpaksa untuk tinggal di dalam Mansionnya]

 

[Beatrice: Apapun yang ingin kau katakan, katakan saja]

 

[Subaru: Kalau begitu aku akan ke inti utamanya. Possisi kau berada saat ini sangat tidak jelas]

 

Beatrice menyipitkan matanya. Hawa intimidasi yang tidak sesuai dengan tampang imutnya terpancar dari tubuhnya, membuat Subaru merasakan ilusi seolah dirinya terbawa oleh angin kencang.

Disaat mereka memotong pembicaraan ke inti utama, suasana di sekitar Beatrice berubah drastis.

 

[Subaru: Maksudku, aku bisa melihat kurang lebih keadaan yang dijalani Roswaal saat ini. Sebagai penerus dari keluarga yang mengikat kontrak dengan witch of Greed, dia pun diwariskan perjanjian tersebut dalam hidupnya. Secara tidak langsung mengatur Sacntuary juga termasuk dalam perjanjian tersebut, meskipun aku rasa alasannya untuk mendukung Emilia di Royal Selection masih kurang jelas]

 

[Beatrice: ……….]

 

[Subaru: Di satu sisi, aku tidak bisa melihat alasan mengapa kau akhirnya berada di posisi seperti ini. Roswaal mengikat kontrak dengan Witch of Greed. Dengan kata lain, dia adalah Apostle of Greed (Perwakilan dari Keserakahan)]

 

Kenyataan bahwa Roswaal menolak untuk memanggilnya “Witch of Greed” dan bersikeras untuk tetap memanggilnya “Echidona” merupakan bukti akan kesetiaanya yang luar biasa terhadap si Penyihir.

Posisinya sudah sangat jelas, dan tidak ada sedikitpun keraguan bahwa dia adalah Apostle of Greed, layaknya Subaru.

Meskipun, jika Echidona membuat Subaru sebafai Apostle tanpa meminta persetujuannya, Roswaal diwariskan beserta dengan posisinya sebagai kepala dari keluarganya.

 

[Subaru: Aku tidak yakin jika Gospel…… yang digunakan oleh Witch of Cultist mempunyai asal muasal yang sama seperti yang kau miliki. Tetapi aku rasa keduanya dibuat oleh pembuat yang berbeda. Dan meskipun aku tidak mengetahui siapa yang membuat gospel yang dimiliki Witch of Cultist, aku rasa aku mempunyai gambaran akan siapa yang membuat dua Gospel yang lengkap tersebut]

 

[Beatrice: ……dan siapakah itu, kurasa]

 

[Subaru: ――Dia adalah Echidona, bukan?]

 

Saat nama tersebut terlepas dari bibirnya, Subaru dapat merasakan nafas Beatrice berhenti.

Bagi Beatrice, nama yang baru saja diungkapkan tersebut sangat jelas mempunyai nilai yang tidak kecil.

 

Di dalam Benteng mimpinya Echidona, Subaru pernah melihat artifaknya yang mendekati kemahatahuan, yang disebut “Book of Wisdom (Kitab Kebijaksanaan)”.

Meskipun sifat alamiah dari Book of wisdom berbeda dengan kedua Gospel tersebut, buku tersebut mempunyai kesamaan sebagai buku panduan yang ajaib yang mempunyai informasi melebihi jangkauan dari pengetahuan manusia. Dan ketika semua orang yang berkaitan ternyata berhubungan dengan Sanctuary, hal tersebut seolah semuanya menunjuk ke satu jawaban.

 

[Subaru : Gospel punyamu dan Roswaal dibuat oleh Echidona, bukan? Kepunyaan Roswaal seharusnya telah diwariskan dari generasi ke generasi, Tetapi, bagaimana buku yang satu lagi bisa berada di tanganmu?]

 

[Beatrice: ………….]

 

[Subaru: Jadi sekarang aku punya pertanyaan untukmu… tentang kemampuan “Door Crossing (Pintu Penyeberangan)” milikmu]

 

Sambil mengangkat jarinya, Subaru mengganti arah pembicaraan dan melemparkan topik yang sangat berbeda jauh dengan sebelumnya.

Beatrice berkedip akan perpindahan retorika[1] Subaru, sebelum akhirnya memperbaiki posturnya kembali sembari mempersiapkan dirinya akan perkataan Subaru selanjutnya.

Melihat hal tersebut, Subaru menyatakan pertanyaanya.

 

[Subaru: ――Seberapa besarkah jangkauan efektif dari Door Crossing milikmu? Atau dalam kasus ini, dimanakah tempat yang bisa kau pilih sebagai tujuannya?]

 

[Beatrice: ……Aku tidak dapat melihat apa yang bisa kau lakukan dengan mengetahui informasi ini]

 

[Subaru: Jika jawabannya seperti yang aku pikirkan, maka hal tersebut dapat menjelaskan beberapa teoriku ini]

 

Sambil melipat tangannya, Subaru membusungkan dadanya di depan Beatrice yang diam terpaku.

Untuk sesaat, tampak keraguan dari Beatrice yang terlihat dari bibirnya yang bergetar. Kemudian, seakan dirinya akhirnya mengalah, dia menutup matanya,

 

[Beatrice: Kemampuan Door Crossing Betty dapat menghubungkan beberapa tempat di dalam banguan yang sama. Atau di tempat-tempat terdekat, atau tempat yang aku ketahui. Sedangkan untuk jaraknya…… aku tidak dapat menghubungkannya dengan tempat yang terlalu jauh]

 

[Subaru: Kau masih mempunyai syarat kondisi lainnya, bukan?]

 

[Beatrice: Kau kira Betty punya alasan untuk memberitahukannya?]

 

[Subaru: Kalau begitu, bagaimana jika aku coba menebak? ――Meskipun tenpatnya berada sangat jauh, kau masih bisa menghubungkannya jika tempat tersebut mempunyai ikatan mendalam akan keberdaanmu. Benar bukan?]

 

[Beatrice: ――――]

 

Kehabisan nafas, mata Beatrice membelalak.

Melihat reaksinya tersebut, Subaru menjadi yakin akan asumsinya.

 

[Subaru: Anggap jika kau perlu mengatifkan Door Crossing saat konsentrasimu buyar, apakah yang akan menentukan pintu mana kau akan terhubung?]

 

[Beatrice: ……hentikan]

 

[Subaru: Dibawah tekanan, siapapun secara tidak sadar akan melakukan dan mengatakan hal-hal yang tidak asing bagi mereka. Ketika hal tersebut dikaitkan dengan sesuatu seperti Door Crossing, tidak heran bagiku jika tempat pertama yang terpikirkan adalah tempat yang memiliki ikatan kenangan yang paling mendalam]

 

[Beatrice: ……hentikan itu, kurasa]

 

[Subaru: Mengingat kembali kenyataan bahwa kau mempunyai Gospel Echidona, dan kau dapat menghubungkan Perpustakaan ke Sanctuary. ――Dapat disimpulkan bahwa…]

 

[Beatrice: ――Aku sudah bilang untuk berhenti!]

 

Gadis tersebut berdiri dari anak tangga yang bergoyang tersebut, dan menatap ke Subaru seakan dirinya sedang memohon. Beatrice menggigit bibirnya, dan matanya mulai meneteskan air mata.

Sudah jelas bahwa Subaru telah melewati batas, Beatrice berharap untuk tidak dinodai.

Terbelenggu dengan perasaan iba di dadanya, [Tidak], Subaru menggelengkan kepalanya,

 

[Subaru: Aku tidak akan berhenti. Aku tahu bahwa Door Crossing menghubungkan tempat ini ke suatu tempat di Sanctuary. Dan oleh karena itu, pembantahan keputus asaanmu itu telah memberikanku jawabannya]

 

[Beatrice: ……….]

 

[Subaru: Beatrice. Ada hal yang perlu kau lakukan dengan Sanctuary, bukan? Apa hubunganmu dengan Echidona?]

 

Meskipun mengetahui bahwa dirinya telah menginjak-injak hati seorang gadis, Subaru tetap mengesampingkan keraguannya dan menghancurkan Beatrice dengan pertanyaannya.

 

Melalui Door Crossing, Beatrice telah mengirim Subaru ke tempat eksperimen keabadian di Sanctuary.

Di dalam kondisi gelisah, tempat itulah yang dipilihnya untuk mengirim Subaru, yang bisa diartikan bahwa tempat itulah yang mempunyai kenangan terkuat di dalam pikirannnya.

Bagaimana bisa, sebagai roh, ingatan terdalamnya berhubungan ke fasilitas yang membuat replika dari Lewes Meyer? Dan mengingat bahwa Echidona telah memberikannya Gospel――   

 

[Subaru: Beatrice…… dengan siapakah kau telah membuat perjanjian kontrak?]

 

[Beatrice: ―hhh]

 

[Subaru: Aku pernah sekali menanyakan Puck tentang hal tersebut. Tentang bagaimana sistem kontrak roh bekerja. Aku tidak akan membahas secara detail, tetapi nampaknya syarat dari kontrak harus seimbang diantara pihak pembuat kontrak dan pihak roh tersebut. Kau bilang bahwa kau terikat kontrak untuk menjadi Penjaga dari Perpustakaan Terlarang. Jadi, dengan siapakah kau telah membuat perjanjian kontrak?]

 

[Beatrice: ……….a]

 

[Subaru: Selama ini, aku beranggapan bahwa kau telah membuat kontrak dengan Roswaal. Melihat bagaimana kau tinggal di rumahnya, mengatur perpustakaannya, sudah hal yang wajar untuk berpikiran seperti itu…. namun sekarang, aku tidak begitu yakin]

 

Menghadapi pertanyaan Subaru yang tiada henti, Beatrice tidak dapat mengeluarkan suara apapun untuk membela dirinya, namun hanya mengeluarkan desahan kecil dari bibirnya yang gemetaran.

Tubuh kecilnya seakan menjadi lebih kecil, dan, seakan mencari tempat bernaung, dia merapatkan tangannya di sekitar Gospel ke dadanya. Dan seakan dirinya menahan sesuatu yang tak tertahankan, dirinya terlihat seolah rapuh dan akan lenyap.

Subaru dapat melihatnya. Namun, meskipun dia dapat melihatnya, dia memilih untuk mengatakannya.

 

[Subaru: ――Kau adalah roh yang terikat kontrak dengan Echidona, bukan?]

 

―― Dan bagian akhir dari akhir pun dimulai.

 

―― Sesaat dia menanyakan pertanyaan tersebut, Beatrice terjatuh layaknya boneka yang telah kehilangan senarnya.

 

[Subaru: Bea――!?]

 

Lutut gadis itu terjatuh ke lantai, dan seiring dengan suara kertas yang berserakkan, lembaran-lembaran dari Gospel di tangan Beatrice berserakan di lantai.

Buku yang selalu dia bawa bersamanya, yang telah terbuka entah seberapa banyaknya melalui jarinya, sekarang terlepas dari ikatannya akibat dari hantaman saat terjatuh seakan segala rutinitas tersebut telah lenyap keteguhannya, menyebar luas layaknya karpet putih yang menyelimuti permukaan lantai.

 

[Subaru: Gospelnya…… Ap?]

 

Melihat beberapa halaman yang mendarat di kakinya, Subaru tanpa sadar membungkuk dan mengambilnya. Gospel Betelguese pun terngiang di pikirannya dengan gambaran akan halamannya yang tertutupi coretan-coretan kecil dan rapat yang seolah terpengaruh akan kegilaan pemiliknya.

Itulah kesan yang ada di pikirannya sebelum dirinya mengambil lembaran-lembaran tersebut――namun saat dia memeriksanya dengan matanya sendiri, kesan tersebut menguap layaknya kabut. Karena,

 

[Subaru: Apa…..se? Semuanya kosong……?]

 

Membalikkannya depan dan belakang, tidak ada apapun yang tercatat di lembaran yang ada di tangannya.

Merasa kebingungan, dia mengambil lembaran lain di kakinya, tetapi juga tidak ada apapun yang tercatat disana.

Dia mulai berpikir apakah sebagian lembaran yang kosong secara kebetulan mendarat di dekatnya, namun,

 

[Subaru: Tidak, bagaimana bisa….]

 

Sambil merangkak, Subaru melihat semua kertas yang berserakkan di sekitar Beatrice, dan akhirnya menyadarinya.

Dari semua lembaran yang menutupi lantai disekitarnya, tidak ada satupun kata yang tertulis di dalamnya.

Dari ratusan halaman yang terjatuh, seberapa besarkah kemungkianan semuanya terjatuh dengan sisi kosong mereka di atas?

 

[Subaru: Seharusnya ini merupakan bagian dari Gospel…… mengapa tidak ada apapun di dalamnya?]

 

Daripada percaya bahwa ini adalah sebuah keajaiban, hanya halaman kosong yang mengahadap ke atas, jauh lebih masuk akal jika menyimpulkan bahwa dari awal semuanya memang kosong.

Akan tetapi, mengikuti kesimpulan yang masuk akal tersebut, Subaru merasa terhantam oleh kenyataan lain, yang semuanya sungguh tidak masuk akal.

 

[Subaru: Seharusnya ini merupakan satu dari dua Gospel yang lengkap, mengapa tidak ada satupun masa depan yang tercatat disini? Apakah ini karena hanya sang pemilik kah yang dapat melihatnya? Mungkin ini tidak seperti milik Betelguese?]

 

Mungkin itulah perbedaan antara Gospel yang sempurna dengan yang tidak sempurna, namun Subaru hanya pernah mempunyai versi yang tidak sempurna sebagai referensi. Isi teks di dalam buku tersebeut terlihat bahkan pada seseorang yang bukan pemiliknya. Buku tersebut sudah disimpan Subaru sejak buku tersebut kehilangan pemiliknya, dan beruntungnya, tidak ada hal baru yang muncul disana.

Dengan demikian, Subaru selama ini beranggapan bahwa isi teks Gospel dapat dilihat oleh siapapun, terlepas dari siapa pemiliknya.

 

[Beatrice: Hal itu terjadi sudah lama…… lama sekali]

 

[Subaru: ――huh?]

 

[Beatrice: Sudah berapa lama berlalu…… sejak Gospel tersebut berhenti menunjukan Betty akan masa depan……]

 

Dengan dirinya yang tumbang  di lantai dengan wajahnya mengahadap ke bawah, Beatrice dengan pelannya berbisik.

“Apa maksud dari semua itu?”, Subaru akhirnya berhasil menahan dirinya untuk menayakan hal tersebut sementara dengan cemasnya menanti perkataan selanjutnya.

Beatrice membungkuk ke depan dan menekan tangannya ke kertas yang berserakan, dan meremasnya hingga berantakan. Jarinya kegemetaran, dan suaranya diiringi dengan isak tangis.

 

[Beatrice: Tugas yang diberikan ke Betty adalah untuk mengawasi Perpustakaan Pengetahuan. Sampai hari dimana kita bertemu kembali, aku akan menjaga tempat ini…… kurasa]

 

[Subaru: Perpustakaan Pengetahuan…… apakah itu, di sini

 

Subaru berdiri dan melihat ke rak buku yang tak terhitung di sekitarnya yang memenuhi ruangan. Dari semua buku yang di simpan di sini, hanya sedikit yang pernah ia baca, Subaru selalu mengira bahwa semuanya milik Kediaman Mather, namun,

 

[Subaru: Semua buku di sini… milik Echidona?]

 

[Beatrice: Dia sangat gemar akan….. mengumpulkan pengetahuan]

 

[Subaru: Sampai titik dimana dia memanggil dirinya sebagai Penyihir, kurasa]

 

Dia sudah jauh melewati batas sampai-sampai menyebut dirinya sebagai “Inkarnasi dari Rasa Haus Akan Pengetahuan”. Dengan bangganya memberitahukan akan hasratnya atas segala pengetahuan di dunia, hal tersebutlah yang dapat orang perkirakan dari seseorang yang menanggung nama “Greed”.  Jumlah volume buku yang tak terhitung yang terkumpul di rak tersebut sudah pasti merupakan hasil dari jerih payahnya.

Dan Beatrice akan menjadi pustakawati dari tempat penampungan pengetahuan Echidona.

 

[Beatrice: Dari perkataanmu tadi….. kau pernah berada di Makam, kurasa]

 

[Subaru: Ya, aku pernah ke sana. Aku dilayani dengan sangat buruk dan mendapatkan pengalaman yang amat menyakitkan……. namun sekarang aku bersyukur telah pergi ke sana. Kau tahu, mendapati Echidona sebagai orang kepercayaan itu seperti pedang bermata dua]

 

Meskipun hanya dialah satu-satunya orang yang Subaru dapat beritahukan tentang Return by Deaths, ketika ia melakukannya, dia telah mengundang kemarahan dari Witch of Envy. Secara, jika dia melakukan kembali hal tersebut artinya mengundang kematian lainnya, dia berencana untuk menghindari melakukannya jika ia bisa. Meskipun dia akan mengulanginya jika terpaksa.

 

[Subaru: ……. Barusan tadi, kau bilang kalau Gospel tidak memberitahukanmu tentang masa depan selama beberapa tahun terakhir?]

 

[Beatrice: Begitulah, kenyataannya]

 

[Subaru: Aku tidak meragukanmu. Bukan, maksudku, aku masih meragukannya, namun… Karena… benar? Lagipula, ketika kau….. jika tidak ada yang tertulis di dalam Gospel…..]

 

――Berarti setelah sekian banyak Beatrice menyelamatkannya, dia telah memilih untuk menolong Subaru.

 

Di lingkaran sebelum yang terakhir, di saat sebelum mereka berpisah, Subaru pertama kalinya mengetahu tentang keberadaan Gospel miliknya, dan hal itu sangat mengejutkannya.

 

Dia selama ini telah dibuat untuk percaya bahwa semua tindakan Beatrice dan semua pemikirannya itu karena semuanya telah tercatat di Gospel dan tidak ada hubungannya dengan perasaannya sendiri. Dan jadi, terlepas dari kesedihan dari gadis yang berada di depan matanya, entah mengapa, dia merasa sangat lega setelah mengetahui bahwa ada sesuatu yang nyata didalam gadis itu.

 

Untuk mengetahui bahwa semua tindakan Beatrice merupakan wujud dari perasaanya sendiri――meskipun dia tidak dapat mengerti mengapa demikian, dia entah mengapa merasa sangat lega.

Tanpa mengetahui alasan semuanya, Subaru bisa merasakannya.

Beatrice telah besikap baik padanya tanpa suatu alasan yang pasti, dan dia tidak mengetahui apa yang telah ia lakukan sehingga membuatnya bisa merasa seperti itu padanya.

 

[Subaru: Kenapa……. kau telah menolongku? Hal tersebut tidak tertulis di Gospel, bukan? Kau bisa saja membiarkanku disana]

 

Dia tahu bahwa itu merupakan pertanyaan yang tidak adil dan menyimpang.

Menempatkan beban atas semua jawaban ke Beatrice, Subaru mengetahui bahwa yang ia pedulikan saat ini hanyalah tentang apa yang dia inginkan. Dia mengetahuinya, dan dia tetap memilih cara pengecut seperti ini.

Subaru hanya ingin menanyakan Beatrice, secara sederhana dan jelas.

 

――Apa kau menganggapku sebagai temanmu?

 

[Beatrice: Betty…… menolong….. kau, karena…..]

 

[Subaru: Ya. Kau telah menyelamatkanku berulang kali. Kau merawatku saat aku berada di ambang kematian, kau mengobatiku dari kutukan Wolgram, dan ketik aku dipenuhi oleh kutukan yang tidak diragukan lagi bahwa aku akan mati, kau memberitahuku kebenarannya]

 

Dan masih terdapat banyak, sangat banyak kejadian selain itu.

Saat lingkaran awal di Mansion, ketika Rem terbunuh dan tidak ada satupun orang di Mansion yang mempercayai Subaru, hanya Beatrice dan Emilia yang memilih untuk menyelamatkannya.

Di saat dirinya tersiksa oleh kesepian dan rasa takutnya, Beatrice sendiri yang menjaga janji padanya. Itulah kebaikan yang tersisa dari dunia yang hilang, yang tersisa hanya di dalam hati Subaru, satu hal yang tidak akan dia biarkan dirinya untuk melupakannya.

Dan juga,

 

[Subaru: Jika kau tidak melakukannya untuk Gospel mu, maka…..]

 

[Beatrice: ――Pada akhirnya, aku telah diberitahu…..]

 

Mengesampingkan semua pertanyaan lain tersebut, satu-satunya yang Subaru ingin ketahui adalah apakah Beatrice menganggapnya sebagai teman atau tidak.

Apakah dia seseorang yang dapat ia percayai atas semuanya yang telah ia―― sekarang bahwa Rem sudah tiada, dan kelemahan Emilia telah diletakkan tepat di depannya, apakah Beatrice dapat menggantikan tempat mereka?

 

Kenyataanya, semua itu hanyalah keinginan yang egois.

Dan,

 

[Beatrice: …… bahwa suatu hari nanti, “orang tersebut” akan mengunjungi perpustakaan Betty. Dan aku harus melindungi perpustakaan sampai saat itu tiba]

 

[Subaru: …….orang tersebut?]

 

[Beatrice: Jadi aku telah diberitahukan, kurasa. Sampai “orang tersebut’ datang, Betty harus mengawasi perpustakaan. Tentang apakah kaulah “orang tersebut” atau tidak, Betty tidak yakin]

 

Mata Subaru menyala dengan semangat saat dia melihat ke Beatrice, namun kata-kata melankolisnya kemudian membuatnya padam seiring dia mengerutkan alisnya dengan ketidakpastian.

Dia tidak dapat mengerti apa yang Beatrice katakan. Mustahil untuk dimengerti. Itu mustahil dan lalu―― dia mempunyai perasaan bahwa dia harus menghentikannya mengatakan apa yang akan ia katakan selanjutnya.

 

[Beatrice: Betty tidak tahu….. apakah kau adalah “orang tersebut” atau bukan….. Tapi]

 

[Subaru: Tunggu, Beatrice. Aku rasa kita berdua sudah terlalu berlebihan. Mari kita tenangkan diri sejenak dan…..]

 

[Beatrice: Apakah kau adalah “orang tersebut”, atau bukan…… itu tidak penting, kurasa]

 

Beatrice mengangkat kembali wajahnya.

Kedua rambut keritingnya ikut bergoyang seiring pergerakannya. Seakan kehilangan, seakan ragu, semua seakan hatinya tercermin di dalam Subaru.

Perasaan yang tidak enak mencekik di dalam hati Subaru, mustahil untuk dihilangkan,

 

[Beatrice: Meskipun jika kau bukanlah “orang tersebut”, aku tidak peduli lagi. Jadi…]

 

[Subaru: jadi――]

 

[Beatrice: Tolong bunuh Betty, dan akhiri kontrak ini sekali dan untuk selamanya, kurasa. Bawalah akhir dari akhir dari akhir. Betty ingin bisa terbebaskan]

 

Tangisan mengalir di mata Beatrice, dan senyuman lemah muncul dibibirnya,

 

[Beatrice: Kau, akan menjadi “orang tersebut” ――]

***********

[1]Untuk yang merasa bingung dengan arti dari retorika, berikut adalah penjelasannya

https://id.wikipedia.org/wiki/Retorika

[2]Perasaan Subaru saat menagatakan pembicaraan tersebut sedang tercampur aduk, jadi perkataanya terbata-bata, terlihat bingung dengan apa yang ingin dia katakan.

tags: baca novel Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia, web novel Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia, light novel Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia, novel Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia, baca Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60, Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60 manga, Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60 online, Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60 bab, Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60 chapter, Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60 high quality, Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bahasa Indonesia 60 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of