Sono Mono Nochi ni Chapter 161

Dibaca 1685 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Chapter 161 – Bagian Pengantar

– Sudut pandang Salona –

Ketika aku melihat kastil Raja Naga untuk pertama kali, aku terkejut tapi, sekarang aku sudah terbiasa dengan itu. Di sekelilingnya terdapat dataran yang sangat luas sehingga latihan tidak akan jadi masalah, meskipun aku merasa sedikit tercekik.

Saat aku mengatakan itu dengan santai, Kagane menjawab “Di atas gunung, atau lebih tepatnya di atas awan, udara menjadi tipis. Meskipun, di sini adalah dunia lain, aku tidak tau apakah itu juga terjadi… “ dan ketika aku memintanya untuk menjelaskan, dia mengatakan kepadaku bahwa tubuh membutuhkan udara untuk menghasilkan energi agar berfungsi, dan ketika udara menjadi tipis, energi yang dapat kau hasilkan mengalami penurunan. Begitu, jadi itulah kenapa aku merasa tercekik.

Tapi Kagane benar-benar punya banyak wawasan. Setiap kali dia berkata bahwa dia datang dari dunia lain, itu menjadi sedikit sulit untuk dipercaya, tetapi, ketika aku melihat betapa kaya pengetahuan yang dia miliki, aku merasa dia benar-benar menakjubkan dan aku ingin memujinya.

Dipandu oleh Wazu-san, kami memasuki kastil dan kami diperkenalkan kepada Ragnil-sama. Aku sedikit menggigil di hadapan makhluk dengan kehadiran yang luar biasa seperti itu. Tapi sungguh misterius kalau aku tidak dapat berfikir dia bisa dibandingkan dengan suami kami Wazu-san. Setelah memperkenalkan diri, kami mendapatkan tur di dalam kastil oleh ibu Meru, Meral-sama dan setelah itu kami akan diperlihatkan ke kamar kami. Saat kami sedang dipandu, aku melirik Meral-sama untuk mengagumi sosok putih nan indahnya yang murni. Apakah Meru akan tumbuh seindah Meral-sama di masa depan? Wazu-san sering meremas Meru dan aku ingin tau apakah dia akan mendapatkan hatinya lebih dari sekarang? Aku juga harus berusaha untuk menjadi lebih menarik bagi Wazu-san.

Kamar yang ditetapkan untuk kami adalah kamar besar tempat kami para istri akan menginap. Satu-satunya masalah adalah tidak ada ranjang yang cukup sehingga kami harus mengambilnya dari kamar lain, dan kami mengumpulkannya untuk membuat satu ranjang yang besar. Kami Aliansi Istri bergaul dengan sangat baik sehinggak tak ada masalah. Wazu-san akan menginap di kamar lain tapi, aku sangat berharap hari dimana kami bisa tidur bersama dengannya datang lebih cepat… tidur dalam segala arti… Tapi sungguh, kenapa ada ranjang untuk ukuran manusia di kastil ini? Ini adalah kastil Naga, jadi… Aku menanyakan hal itu pada Meral-sama.

“Oh, itu adalah cerita tentang zaman dahulu. Tampaknya ada Raja Naga yang bergaul dengan baik bersama manusia dan pada saat itu, gunung ini tidak begitu berbahaya seperti sekarang, tampaknya manusia sering datang berkunjung. Ranjang-ranjang itu adalah peninggalan dari zaman itu. Tentu saja, ranjang-ranjang itu telah dirawat dengan baik jadi silahkan menggunakannya tanpa khawatir.” (Meral-sama)

Tentunya semua ranjang dalam keadaan sempurna.

“Kalau begitu, silahkan anggap rumah sendiri.”

Mengatakan itu, Meral-sama membungkuk ringan dan meninggalkan ruangan. Apakah dia kembali ke sisi Ragnil-sama? Kami juga membalas membungkuk dan kemudian duduk di ranjang membentuk lingakaran.
(*Note : membungkuk melakukan penghormatan)

“Sekarang, sepertinya Wazu akan bekerja membuat peralatan kita dan mungkin akan butuh waktu lama jadi mari coba untuk tidak menghalanginya. Apa yang harus kita lakukan sementara kita tinggal di sini?” (Narelina)

Narelina menatap kami dan menanyakan itu.

“Tidak apa-apa kan kalau kita melakukan latihan sendiri?”
“Sepertinya baik-baik saja, kita semua punya latihan masing-masing.”
“Aku tidak melihat ada masalah dengan itu.”
“… ada banyak yang ingin aku lakukan.”
“Pelatihan Pengantin!!”
“Aku juga ingin berlatih pada aspek yang suami-dono tunjukkan untukku.”

Semua orang memiliki sesuatu yang ingin mereka lakukan, sampai Wazu-san selesai membuat peralatan kami, sepertinya kami akan sendiri.

– Akhir sudut pandang Salona –

Di gunung besar yang berdiri di tengah benua, ada rumah tua bergaya barat yang berada di atas awan gunung tersebut. Dan di dalam rumah itu, beberapa makhluk superior telah berkumpul.

“Sepertinya, ada beberapa tamu yang muncul di kastil Raja Naga.”
“Oh… aku akan senang jika ada elf wanita di antara para tamu itu.”
“Apakah ada beastperson?”

Ada tiga orang duduk di sebuah meja bundar di dalam ruangan dari rumah yang bergaya barat itu. Ketika tuan rumah membawa berita, dua lainnya mengajukan pertanyaan mereka. Segera setelah itu, yang pertama tiba-tiba merenung dan menutup matanya untuk mulai mencari. Dan ketika dia membuka matanya, berbalik untuk melihat ke dua lainnya.

“… Benar. Aku baru saja mengkonfirmasi dengan persepsi sihir dan tampaknya memang ada elf dan beastperson.”
“Bagus.”
“Aku harap si besatperson itu cukup kuat untuk memuaskan ku.”

Ketika tuan rumah menjawab, dua lainnya memasang ekspresi senang dan senyum tak kenal takut muncul di wajah mereka.

“Sudah lama sejak ada begitu banyak tamu… akan menjadi tidak sopan bagi Raja Naga menyimpan mereka sendiri.”

ia yang pertama juga tersenyum senang.

“Aku pikir kita harus mengunjungi orang-orang itu, bagaimana menurut kalian?”
“Aku pikir itu baik-baik saja, tidak akan baik bagi Raja Naga untuk memonopoli mereka.”
“Sudah lama sejak tamu dari bawah datang. Kita punya hak untuk menikmati diri sendiri.”

Dalam harmoni, mereka saling menatap wajah satu sama lain dan menyeringai.

“Waktunya telah tiba bagiku untuk menguji sihirku sepenuh hati.”
“Dan melepaskan diriku.”
“Gahaha!! Aku juga ingin bertanding sampai mati dengan makhluk yang kuat.”

“”Darahku mendidih !!””

Dan demikian, ketiganya bangkit, meninggalkan rumah dan mulai terbang dengan sihir menuju kastil Raja Naga.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 161 manga scan, ,
Table of Content

4
Leave a Reply

2 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Franklin Jefferson

pdf ada gk?

Masih belum saya pikirkan 🙂

Franklin Jefferson

yaudah , semangat min

Silent Kurumi

Thanks for the chapter!! :)) jaga kesehatan dan tetep semangat update min :))