Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Chapter 161 – Bagian Pengantar

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-161/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

– Sudut pandang Salona –

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

Ketika aku melihat kastil Raja Naga untuk pertama kali, aku terkejut tapi, sekarang aku sudah terbiasa dengan itu. Di sekelilingnya terdapat dataran yang sangat luas sehingga latihan tidak akan jadi masalah, meskipun aku merasa sedikit tercekik.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

Saat aku mengatakan itu dengan santai, Kagane menjawab “Di atas gunung, atau lebih tepatnya di atas awan, udara menjadi tipis. Meskipun, di sini adalah dunia lain, aku tidak tau apakah itu juga terjadi… “ dan ketika aku memintanya untuk menjelaskan, dia mengatakan kepadaku bahwa tubuh membutuhkan udara untuk menghasilkan energi agar berfungsi, dan ketika udara menjadi tipis, energi yang dapat kau hasilkan mengalami penurunan. Begitu, jadi itulah kenapa aku merasa tercekik.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Tapi Kagane benar-benar punya banyak wawasan. Setiap kali dia berkata bahwa dia datang dari dunia lain, itu menjadi sedikit sulit untuk dipercaya, tetapi, ketika aku melihat betapa kaya pengetahuan yang dia miliki, aku merasa dia benar-benar menakjubkan dan aku ingin memujinya.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Dipandu oleh Wazu-san, kami memasuki kastil dan kami diperkenalkan kepada Ragnil-sama. Aku sedikit menggigil di hadapan makhluk dengan kehadiran yang luar biasa seperti itu. Tapi sungguh misterius kalau aku tidak dapat berfikir dia bisa dibandingkan dengan suami kami Wazu-san. Setelah memperkenalkan diri, kami mendapatkan tur di dalam kastil oleh ibu Meru, Meral-sama dan setelah itu kami akan diperlihatkan ke kamar kami. Saat kami sedang dipandu, aku melirik Meral-sama untuk mengagumi sosok putih nan indahnya yang murni. Apakah Meru akan tumbuh seindah Meral-sama di masa depan? Wazu-san sering meremas Meru dan aku ingin tau apakah dia akan mendapatkan hatinya lebih dari sekarang? Aku juga harus berusaha untuk menjadi lebih menarik bagi Wazu-san.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Kamar yang ditetapkan untuk kami adalah kamar besar tempat kami para istri akan menginap. Satu-satunya masalah adalah tidak ada ranjang yang cukup sehingga kami harus mengambilnya dari kamar lain, dan kami mengumpulkannya untuk membuat satu ranjang yang besar. Kami Aliansi Istri bergaul dengan sangat baik sehinggak tak ada masalah. Wazu-san akan menginap di kamar lain tapi, aku sangat berharap hari dimana kami bisa tidur bersama dengannya datang lebih cepat… tidur dalam segala arti… Tapi sungguh, kenapa ada ranjang untuk ukuran manusia di kastil ini? Ini adalah kastil Naga, jadi… Aku menanyakan hal itu pada Meral-sama.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-161/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Oh, itu adalah cerita tentang zaman dahulu. Tampaknya ada Raja Naga yang bergaul dengan baik bersama manusia dan pada saat itu, gunung ini tidak begitu berbahaya seperti sekarang, tampaknya manusia sering datang berkunjung. Ranjang-ranjang itu adalah peninggalan dari zaman itu. Tentu saja, ranjang-ranjang itu telah dirawat dengan baik jadi silahkan menggunakannya tanpa khawatir.” (Meral-sama)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Tentunya semua ranjang dalam keadaan sempurna.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-161/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Kalau begitu, silahkan anggap rumah sendiri.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

Mengatakan itu, Meral-sama membungkuk ringan dan meninggalkan ruangan. Apakah dia kembali ke sisi Ragnil-sama? Kami juga membalas membungkuk dan kemudian duduk di ranjang membentuk lingakaran.
(*Note : membungkuk melakukan penghormatan)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

“Sekarang, sepertinya Wazu akan bekerja membuat peralatan kita dan mungkin akan butuh waktu lama jadi mari coba untuk tidak menghalanginya. Apa yang harus kita lakukan sementara kita tinggal di sini?” (Narelina)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Narelina menatap kami dan menanyakan itu.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-161/

“Tidak apa-apa kan kalau kita melakukan latihan sendiri?”
“Sepertinya baik-baik saja, kita semua punya latihan masing-masing.”
“Aku tidak melihat ada masalah dengan itu.”
“… ada banyak yang ingin aku lakukan.”
“Pelatihan Pengantin!!”
“Aku juga ingin berlatih pada aspek yang suami-dono tunjukkan untukku.”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Semua orang memiliki sesuatu yang ingin mereka lakukan, sampai Wazu-san selesai membuat peralatan kami, sepertinya kami akan sendiri.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-161/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

– Akhir sudut pandang Salona –

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Di gunung besar yang berdiri di tengah benua, ada rumah tua bergaya barat yang berada di atas awan gunung tersebut. Dan di dalam rumah itu, beberapa makhluk superior telah berkumpul.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-161/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Sepertinya, ada beberapa tamu yang muncul di kastil Raja Naga.”
“Oh… aku akan senang jika ada elf wanita di antara para tamu itu.”
“Apakah ada beastperson?”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

Ada tiga orang duduk di sebuah meja bundar di dalam ruangan dari rumah yang bergaya barat itu. Ketika tuan rumah membawa berita, dua lainnya mengajukan pertanyaan mereka. Segera setelah itu, yang pertama tiba-tiba merenung dan menutup matanya untuk mulai mencari. Dan ketika dia membuka matanya, berbalik untuk melihat ke dua lainnya.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

“… Benar. Aku baru saja mengkonfirmasi dengan persepsi sihir dan tampaknya memang ada elf dan beastperson.”
“Bagus.”
“Aku harap si besatperson itu cukup kuat untuk memuaskan ku.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Ketika tuan rumah menjawab, dua lainnya memasang ekspresi senang dan senyum tak kenal takut muncul di wajah mereka.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-161/

“Sudah lama sejak ada begitu banyak tamu… akan menjadi tidak sopan bagi Raja Naga menyimpan mereka sendiri.”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-161/

ia yang pertama juga tersenyum senang.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-161/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Aku pikir kita harus mengunjungi orang-orang itu, bagaimana menurut kalian?”
“Aku pikir itu baik-baik saja, tidak akan baik bagi Raja Naga untuk memonopoli mereka.”
“Sudah lama sejak tamu dari bawah datang. Kita punya hak untuk menikmati diri sendiri.”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-161/

Dalam harmoni, mereka saling menatap wajah satu sama lain dan menyeringai.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-161/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Waktunya telah tiba bagiku untuk menguji sihirku sepenuh hati.”
“Dan melepaskan diriku.”
“Gahaha!! Aku juga ingin bertanding sampai mati dengan makhluk yang kuat.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

“”Darahku mendidih !!””

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-161/!!!

Dan demikian, ketiganya bangkit, meninggalkan rumah dan mulai terbang dengan sihir menuju kastil Raja Naga.





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 161 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel