Sono Mono Nochi ni Chapter 162

Dibaca 1457 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Rookie
Penyunting: niznet
Korektor: –

Chapter 162 – Cerita Lain 10 : Salona dan High Lewdlf

(*TL Note : Lewdlf mungkin singkatan dari lewd elf, lewd = mesum berarti elf mesum wkwkwk :v)

 

– Sudut pandang Salona –

 

Keesokan harinya, setelah aku menyelesaikan latihan, aku kembali sendirian ke kamar untuk beristirahat dan menemukan Wazu-san datang mencari ku. Tanpa diduga, saat aku melihatnya, jantungku berdetak kencang.

 

“Wa… Wazu-san, apa yang terjadi?” (Salona)

“Ah, Salona, bagus sekali kau datang. Sebenarnya… ada sesuatu aneh yang ingin kutanyakan…” (Wazu)

 

Wazu-san sepertinya ingin mengatakan sesuatu yang sulit. Dia imut, apa yang dia ingin katakan?

 

“Uhm… Untuk membuat perlengkapanmu, aku ingin kau memberitahuku ukuranmu… ku mohon?” (Wazu)

 

… Fumu. Tentu saja dia akan membutuhkan ukuran kami jika dia ingin membuat perlengkapan yang dikhususkan untuk kami. Jika memang begitu, aku harus mengatakannya dengan jujur…

 

“Dimengerti, kau akan membuatkan kami perlengkapan pribadi jadi jelas kau akan butuh pengukuran tubuh kami…….

 

Kau bisa mengukurku sebanyak yang kau inginkan.” (Salona)

 

Aku membuka tanganku dengan lebar dan bersiap untuk menerima Wazu-san.

 

“Tidak, maksudku… kau bisa memberitahuku, kau tau?” (Wazu)

“Aku tidak tahu ukuranku sendiri.” (Salona)

“Tidak, tidak. Tentu saja kau tau, kan? Atau lebih tepatnya, memintaku untuk mengukurnya sendiri…” (Wazu)

“Aku benar-benar tidak tahu, dan aku tidak bisa mengukur diriku sendiri. Selain itu, jika kau tidak menyentuhku, akan ada hal-hal yang kau tidak akan mengerti, kan?” (Salona)

 

Sebenarnya aku sudah tahu ukuranku.

“Ugh… apa kau benar-benar baik-baik saja dengan ini?” (Wazu)

“Kenapa kau menahan diri? Bukankah kau suamiku?” (Salona)

 

Apa dia sedang mengumpulkan keberaniannya dengan itu? Setelah mengambil nafas, Wazu-san mengambil ukuranku dari ujung kepala sampai ujung kaki dan memeriksa setiap lekuk tubuh. Ughh… di saat ini lah aku menyesal tidak memiliki dada sebesar Tata atau Narelina.

“Bu-bukankah lebih baik jika aku melepaskan pakaianku, Wazu-san?” (Salona)

“Tidak, itu tidak bagus!! Kau tidak perlu melepaskan pakaianmu!! Kau tidak akan memakai armor mu sambil telanjang!! Kau akan memakainya di atas pakaianmu jadi kau benar-benar tidak perlu melepas pakaian!!” (Wazu)

 

Wajah merahnya lucu, dan melihatnya kebingungan juga lucu.

 

Dan setelah itu, dia mengukur tubuhku dengan sangat hati-hati. Mendapatkan sentuhan darinya… adalah saat saat yang membahagiakan.

 

Dan setelah beberapa hari berlalu, aku menerima perlengkapan pribadiku dari Wazu-san. Armor ku terbuat dari rapier yang diambil dari peti harta karun di kastil ini dan sisik naga dari Meru; dan dibuat agar cocok dengan warna rambutku. Armor ringan berwarna perak. Tentu saja, armor itu cocok dengan tubuhku secara sempurna. Menurut penjelasan Wazu-san, rapier yang menjadi bahan armor ku terbuat dari orihalcum dan dengan sihir Dewa Wazu-san, armor ini telah diberikan kekuatan angin.

 

Saat aku memeriksa armor yang diberikan oleh Wazu-san, sebuah ledakan terdengar dari kejauhan, dan ketika aku menoleh, aku melihat bahwa Wazu-san dan Raja Naga Ragnil-sama sedang bertarung. Seolah-olah para Dewa itu sendiri sedang bertarung dan ketika pandanganku tercuri oleh pertarungan itu, ada suara di sampingku yang tiba-tiba memanggil.

 

“Fumu, yang bertarung dengan Ragnil adalah anak pendiam dan bodoh itu, huh?”

 

Aku langsung menghunuskan pedang ku dan berbalik ke arah dimana suara itu datang. Dia adalah seorang elf seperti ku yang keberadaannya tidak bisa ku rasakan. Seorang pria setinggi kira-kira 2 meter dengan rambut pirang menakjubkan yang mencapai pinggangnya, telinga panjang yang menjadi trademark para elf, tatapan yang begitu tajam yang mungkin ditempa dari pengalaman militer yang panjang dan faksi maskulin. Mengenakan jubah dengan warna dasar hijau, aku bisa merasakan dari auranya bahwa dia makhluk yang kuat, Atau lebih tepatnya, bahkan aku sendiri yang seorang elf bisa merasakan bahwa dia lebih dari elf manapun walaupun dia terlihat seperti elf pada umumnya.

 

“…Apa kau seorang high elf?” (Salona)

“Memang benar…

 

Adalah yang ingin ku katakan tapi bukan. Nama ku Lut. Ras ku adalah High Lewdelf” (Lut)

 

“…”

 

… Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia katakan.

“Wajah itu memberitahuku kalau kau tidak mengerti apa yang ku katakan. Apa boleh buat karena aku adalah yang pertama dari spesies ku.”

 

Orang bernama Lut itu melipat tangannya dan mengangguk.

 

“Tapi sudah lama sejak aku bertemu dengan seorang elf. Kau pasti benar-benar kuat jika kau bisa naik ke gunung ini… bagus… sangat bagus… seperti yang diharapkan, para elf sangat hebat… Berada di tempat ini dimana tidak ada tempat untuk melampiaskan keinginanku, adanya elf disini sangat bagus. Kau memiliki telinga panjang elf yang khas, rambut perak indah yang mencuri hati ku, anggota badan yang terlatih terlihat bagus untuk disentuh, dan yang lebih penting, bukan dada besar yang tidak berguna.

Banyak orang mengatakan bahwa seorang wanita dengan payudara besar lebih baik tapi aku bukan salah satunya. Bukan tentang apakah besar atau kecil lebih baik. Yang terpenting adalah jika kau terangsang ketika menyentuh payudara pasanganmu.

Jangan salah paham, bukannya aku tidak suka wanita dengan payudara besar. Payudara adalah bukti ke-ibu-an seorang wanita dan aku juga ingin merasakan payudara seperti itu.” (Lut)

(*TL Note : Asli ini emang lewd elf klo mesumnya kaya gini wkwkwk :v)

 

Aku merasakan krisis yang akan terjadi dari orang yang banyak bicara ini, jadi ku tarik pedangku dengan cepat.

 

“Jangan terlalu tegang, Bagaimana dengan itu? Maukah kau menghabiskan malam bersamaku? Aku bangga dengan teknik-teknik malam ku. Maukah kau membiarkanku mencoba buah dari penelitianku pada tubuhmu itu? Aku jamin akan terasa nikmat.” (Lut)

 

Pria itu mendekat sementara secara vulgar menggerakan tangannya. Karena tidak tahan dengan tindakan orang itu aku bersiap untuk menyerangnya, dan pada saat itu, sebuah batu besar terbang melayang seakan-akan menghantam pipi orang itu. Batu itu memiliki kecepatan yang baik aku maupun pria itu tidak dapat mendeteksinya, dan untuk melindungiku, Wazu-san tiba-tiba muncul.

 

“Dasar bajingan… aku yakin kau adalah Lut si high elf… Jika kau mencoba untuk meletakan tanganmu pada Salona-ku, kau akan sangat tersiksa!!” (Wazu)

 

Salona-ku… Salona-ku… Salona-ku…

 

Ya, akan ku simpan di hati ku, aku tak akan pernah melupakannya!!

 

“Oi! Pertarungan kita belum berakhir!!” (Ragnil)

“Aku tau ~! Aku akan ke sana!! …dan? Apa yang harus kau katakan?” (Wazu)

“Iya!! Aku bersumpah tidak akan pernah mencoba mendekatinya!! Demi Dewa Lama dan yang Baru!!” (Lut)

 

Dengan nafsu haus darah dan niat membunuh yang meluap, Wazu-san kembali ke tempat Ragnil-sama berada. Seorang Wazu-san yang murka datang untuk melindungiku… hatiku sangat berdebar-debar. Setelah mengikuti Wazu-san dengan mataku. Aku beralih ke pria yang basah kuyup dari keringat dan meneteskan air mata.

 

“… Kau… Apa hubunganmu dengannya?” (Lut)

“Aku salah satu calon istrinya” (Salona”

“Seharusnya kau katakan itu lebih cepat!” (Lut)

 

Setelah itu aku medengrakan cerita Lut-sama. Faktanya rasnya adalah high elf, diberkati dengan bakat untuk bertempur, bahkan di antara hig elf dia tak tertandingi, tetapi suatu hari dia mengetahui hubungan seorang pria dan seorang wanita di malam hari dan keingintahuannya membawanya untuk meletakan tangannya pada semua wanita yang bisa dia dapatkan. Saat itulah dia menamai dirinya ‘High Lewdlf’ (alias high elf cabul) dan karena itu dia dibuang dari desa High Elf. Setelah pergi dari satu tempat ke tempat lain, dia mencapai gunung ini dan mulai hidup sebagai makhluk unggul yang berkuasa tapi, terbawa oleh kejayaan masa lalunya, dia berkelahi dengan Wazu-san dan malah benar-benar dipukuli. Sejak saat itu dia kesulitan berurusan dengan Wazu-san dan selalu berjaga-jaga saat di dekatnya. Yah, aku hanya bisa mengatakan kau tuai apa yang kau tabur.

 

Namun, setelah mengetahui itu, dia memohon padaku untuk memperbaiki suasana hati Wazu-san. Tidak ada salahnya bagi ku untuk melakukannya. Setelah mendengar itu, dia melakukan dogeza. Apa Wazu-san sangat menakutkan seperti itu?

 

Meskipun kau seorang high elf…

(*TL Note : dogeza = bersujud yg biasanya digunakan orang jepang untuk meminta maaf)

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 162 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!