Sono Mono Nochi ni Chapter 163

Dibaca 1787 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: VinsAriez
Korektor: –

Chapter 163 – Cerita Lain 11: Tata dan Dewi Perang

– Tata POV –

Setelah menyelesaikan latihan, aku pergi ke kamarku sambil berpikir akan masak apa hari ini karena sekarang giliranku memasak, beberapa saat kemudian. Wazu-san memasuki ruangan. Sepertinya dia mencari seseorang jadi aku mencoba memanggilnya tapi sebelum aku melakukannya, dia menemukanku dan masuk ke dalam ruangan.

“Ah, akhirnya aku menemukanmu.” (Wazu)
“Apa ada sesuatu” (Tata)
“Aku ingin bertanya sesuatu padamu …”(Wazu)
Bertanya sesuatu padaku? Aku memiringkan kepalaku sambil bertanya-tanya apa yang Wazu-san ingin tanyakan. Apa dia ingin memastikan menu untuk hari ini?

“… Ini cuma … aku ingin meminta bantuan …” (Wazu)
“Apa itu?” (Tata)

Sebuah bantuan? Apakah dia ingin meminta aku untuk tidak memasukkan yang tak disukainya di menu? Aku tidak berpikir begitu karena, dan tak peduli apa yang kita masak, Wazu-san dengan senang hati memakanya sambil mengatakan ‘Lezat!’ … Kecuali masakan Haosui dan Kagane.

“Kau bisa mengatakan tidak jika kamu tidak menyukainya, tapi aku perlu untuk mengukur semua orang supaya membuat peralatan dan armor jadi lebih mudah …” (Wazu)
“Silakan ukur sesuai keinginanmu.”(Tata)

Sebelum dia bisa menyelesaikan kata katanya, aku menunjukkan persetujuanku.

“Kamu terlalu cepat memutuskan! Atau lebih tepatnya, mengapa aku yang  harus mengukurnya? Kamu bisa memberitahuku.” (Wazu)
“Aku tidak tahu ukuranku sendiri, jadi tolong ukur mereka sesukamu, Wazu-san.” (Tata)

Sebenarnya aku tahu ukuran tubuh yang lain. Maksudku, supaya selalu terlihat cantik di depan Wazu-san, kami saling berkonsultasi tentang tubuh kami setiap malam. Terutama di bagian berat badan.

“… Lalu, bagaimana kalau kamu mengukur dirimu sendiri kemudian memberitahuku …?” (Wazu)
“Itu tidak bagus. Aku pikir yang penting bagimu sebagai pembuat untuk memastikan bentuk yang seharusnya. ” (Tata)
“Bahkan jika kamu mengatakan itu … haa … aku mengerti, akan ku ukur.” (Wazu)
“Kuserahkan padamu!!” (Tata)

Fufu … aku senang aku menahan makanan kemarin …

Wazu-san sedang mengukur tubuhku. Peralatan yang dibuat secara pribadi oleh Wazu-san, ya … Aku ingin melihat nya.
Ah, melihat Wazu-san dengan wajah serius … Aku merasa ingin sedikit menggodanya.

“Wazu-san … haruskah aku melepas pakaianku sekarang?” (Tata)
“… Aku tidak tahu bagaimana membuka baju akan membantu.” (Wazu)
“Bukankah dengan pakaianku yg terlepas bisa membuat pengukurannya lebih presisi?” (Tata)
“Tidak, mereka tidak akan membantu jadi kamu bisa memakainya.” (Wazu)
“Apakah begitu? Lalu, bisakah aku menanyakan hal lain? ” (Tata)
“Apa itu?” (Wazu)
“Apa pendapatmu tentang payudaraku?” (Tata)

“… Apakah aku perlu menjawab?” (Wazu)
“Silahkan lakukan.” (Tata)
“… Yah mereka sangat indah.” (Wazu)
“Terima kasih banyak~” (Tata)

Fufu … Sangat indah … tentu saja, payudaraku adalah salah satu hal yang paling aku banggakan.

Setelah itu aku baru tahu Wazu-san telah selesai mengukurku. Itu adalah waktu yang sangat indah… whoo…

Beberapa hari kemudian aku menerima peralatan pribadiku. Aku ingin berlatih dengan semua orang tapi, aku masih merasa tidak bagus saat bertarung. Jika aku harus jujur, aku takut. Aku tidak merasa buruk jika lawannya monster, tapi jika itu adalah seseorang yang mencoba membunuhku, aku tidak tahu apakah aku akan mampu bertahan.

Aku melihat sekali lagi pada peralatan yang diberikan Wazu-san kepadaku. Senjata utama yang indah terbuat dari logam dengan gabungan dari permata dan batu ajaib besar di ujungnya. Menurut Wazu-san, itu akan meningkatkan sihir barrier karena itu dibuat dengan God Magic. Dia juga mengatakan kepadaku bahwa dia membuatnya seperti itu karena dia ingat aku tidak bagus dalam bertarung jadi akan lebih bagus jika aku memiliki pertahanan yang kuat. Sepertinya itu peralatan itu memiliki kekuatan yang cukup kuat karena dibuat dari Orichalcum, jadi aku berharap dapat menggunakannya dengan benar. Dia juga memberiku perisai sekitar setengah dari tinggi badanku. Tentu saja itu juga dibuat dari Orichalcum, namun aku ingin tahu apakah karena aku telah banyak berlatih karena aku tidak mengalami kesulitan untuk menggunakannya. Tapi karena itu terlalu besar, Perisai itu akan disimpan di Magic storage Meru dan ketika aku membutuhkannya aku bisa mengambilnya dengan sihirku jika ingin, atau begitulah kelihatannya. Dan akhirnya, armorku tidak jadi baju besi tapi sebuah jubah sehingga aku bisa bergerak lebih bebas. Jubah itu berwarna hitam seperti yang aku punya sebelumnya Dan sepertinya jubahnya di jahit ulang menggunakan pakaian yg wazu-san temukan di ruang harta dengan benang yg terbuat dari sisik Ragnil-sama. Aku dengan senang hati menerima peralatan yang Wazu-san buatkan untukku.

Meskipun hari ini giliran Sarona memasak, dia mengatakan mempunyai kekuatan baru dan ingin segera mencobanya jadi aku bertukar tempat dengannya. Di dapur aku melihat bahan-bahannya dahulu sambil berpikir akan memasak apa untuk hari ini tiba-tiba, aku melirik pisau dapurku yang baru. Wazu-san membuatnya untukku dari bahan yang tersisa tapi pisau ini memiliki ketajaman yang sama dengan pedang suci jadi aku bisa dengan mudah memotong bahan apapun tanpa masalah. Sangat berguna.


aku sedang mengupas kulit bahan masakan dengan pisau sekaligus membuat sup sambil memikirkan sisa masakan yang akan kubuat,tiba-tiba seseorang memasuki dapur. Orang itu adalah seorang wanita dengan rambut merah dan mata tajam dan terlihat sangat cantik tampak seperti dia keluar dari gambar. Ini pertama kalinya aku melihatnya.

“Oh! Bau lezat datang dari sini. ” (Dewi Perang)
“Siapa kau?” (Tata)
“Ah! Aku harus memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Senang bertemu denganmu, aku adalah Dewi Perang. ” (Dewi Perang)
“… Ha-haa …” (Tata)

Eh? Mari kita lihat … Sepertinya aku ingat nama itu diantara Dewi yang memberi berkah mereka pada Wazu-sama …

“Ya! Kau benar, aku adalah Dewi Perang!! ”(Dewi Perang)

Dan setelah mengatakan itu, dia mengeluarkan aura ilahi untuk membuktikan dirinya. Setelah aku merasakan aura itu, aku mencoba untuk berlutut tapi Dewi Perang menghentikanku.

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa! Aku tidak suka hal-hal formal semacam itu. ”

Dia menghentikanku dengan senyum cerah. Penampilannya jauh dari apa yang Wazu-san gambarkan seperti apa Dewi-Dewi itu. Bagaimana mengatakannya, dia memberikan aura Dewi yang baik.

“Kau berhenti memasak, apakah itu baik-baik saja?” (Dewi Perang)
“Ah!!” (Tata)

Dari kata-kata Dewi Perang, aku ingat aku saat ini sedang memasak. Aku segera memeriksa kondisi sup … whoo … Ini masih baik-baik saja.

“Kamu tidak perlu memikirkanku, silahkan lanjutkan memasakmu.” (Dewi Perang)

Haruskah aku benar-benar tidak memikirkannya? Sambil memikirkan itu, Dewi Perang berkata padaku “Tidak apa-apa” jadi aku membungkuk dan melanjutkan memasak.

Dewi Perang tetap menatap pekerjaanku dan itu agak mengganggu, tapi aku terus memasak karena aku sudah terbiasa. Dan pada saat itu Dewi Perang memanggil saya sambil melihat tanganku.

“Pada akhirnya, bertarung sama dengan memasak.” (Dewi Perang)
“Eh?” (Tata)
“Kau takut bertarung, kan?” (Dewi Perang)
“… Iya.” (Tata)

Bagaimana aku melihatnya? Apakah karena dia adalah Dewi?

“Memasak juga menakutkan di awal, bukan? Seperti ketika kau memegang pisau untuk pertama kalinya. ” (Dewi Perang)
“… itu benar. Pertama kali aku memegang pisau dan memotong beberapa bahan, aku takut memotong jariku. ” (Tata)
“Tapi itu tidak menakutkan lagi, kan?” (Dewi Perang)
“Tidak lagi.” (Tata)
“bertarung itu sama. Saat ini kau mungkin khawatir jika kau tiba-tiba menggunakan kekuatanmu dengan sembrono pada seseorang, Kau mungkin menyakiti orang itu. Tapi, seperti pisau itu, jika kamu terbiasa menggunakannya, kamu akan mendapatkan hasil yang kamu inginkan. ” (Dewi Perang)
“… Bisakah itu menjadi seperti itu?” (Tata)
“Jangan khawatir! Jika Dewi yang memerintah perang mengatakan begitu, maka itu akan baik-baik saja. ”(Dewi Perang)

Dewi Perang memukul dadanya. Tanpa sadar saya tersenyum karena ucapan dan tindakannya.

“… Terima kasih banyak.” (Tata)

Sepertinya aku bisa mengumpulkan sedikit kepercayaan diri.

“Sisanya adalah tentang seberapa yakin orang itu tapi itu bervariasi dari orang ke orang. Pada akhirnya alasan semua orang untuk bertarung juga bervariasi dari orang ke orang … Tapi jika apa yang aku katakan dapat meringankan sedikit ketakutanmu, maka aku senang. ” (Dewi Perang)
“Aku akan melakukan yang terbaik.” (Tata)
“Ini hadiahku untukmu.” (Dewi Perang)

Dewi Perang menempatkan tangannya ke arahku dan tiba-tiba aku bisa merasakan sesuatu yang hangat mengalir ke dalam diriku.

“Aku baru saja memberimu perlindungan ilahiku. Tetaplah bekerja keras.”
“Iya. Kamu memberiku saran dan bahkan perlindungan ilahimu, aku benar-benar bersyukur. ” (Tata)

aku membungkuk pada Dewi Perang dan dia memberiku senyuman briliant dan kemudian meninggalkan dapur.

aku merasa bisa lebih percaya diri dalam pertempuran sekarang. Aku akan lebih proaktif dalam pelatihan harianku mulai sekarang … Aku ingin tahu apakah aku harus meminta salah satu gadis untuk bertarung denganku …

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 163 manga scan, ,
Table of Content

2
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
2 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Silent KurumiRendy Ardiansyah Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Rendy Ardiansyah
Guest
Rendy Ardiansyah

Makasih

Silent Kurumi
Guest
Silent Kurumi

Thanks for the chapter!! :)) jaga kesehatan dan tetep semangat update min :))