Sono Mono Nochi ni Chapter 164

Dibaca 1297 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: Asrul
Korektor: –

Chapter 164 – Cerita lain 12: Naminissa

– POV Naminissa –

Aku menyelesaikan latihan harianku dan kembali ke kamar untuk beristirahat. Ini bukan karena pelatihan Wazu-sama sangat sulit sehingga Kau tidak akan bisa bergerak setelah latihan, namun itu tidak bagus kalau aku tidak beristirahat dengan baik. Aku berbaring tak berdaya di tempat tidur dan melihat ke langit-langit ruangan.

Ketika aku punya waktu seperti ini aku selalu memikirkan satu hal.

Dan itu tentang Aria.

Sejak Wazu-sama memberi tahu niatnya pada kami untuk pergi ke tempat Aria, aku selalu berpikir sebagai teman Aria yang tahu kepribadiannya. semua orang menyebut dia Wanita Suci (Holy Woman), sebenarnya kepribadiannya juga tidak jauh dari Wanita Suci sih … namun aku tidak bisa percaya Aria akan mengkhianati Wazu-sama. Jika dia benar-benar mengkhianatinya, dia tidak akan secara terang-terangan mencari Wazu-sama. Sebaliknya dia mungkin sedang menunggunya selama ini untuk mengatakan kepada Wazu-sama dia tidak akan pernah mengkhianatinya … atau itu hanya keinginanku saja… tapi masih ada satu hal lagi, kenapa dia masih bersama pahlawan… Ini memang tidak ada akhirnya … fuu ~ …

Aku mengambil nafas dan menaikkan tubuh bagian atas, dan menyadari bahwa di depanku ada Wazu-sama.

“Ups, apa aku membangunkanmu?” (Wazu)

Tampaknya dia mengira kalau aku sedang tidur dan karena aku tiba-tiba terbangun dari tempat tidur.

“Tidak, sebenarnya aku juga belum tidur. Aku hanya berbaring sebentar. ”(Naminissa)

Saat aku menyangkalnya, Wazu-sama menepuk dadanya dengan lega. Kamu tidak perlu khawatir seperti itu. Bahkan kalau Kamu membangunkanku, Aku tidak akan marah kepadamu. Selain itu, aku justru berharap kamu membangunkanku dengan ciuman manis …

“Dan, apa yang harus aku lakukan untukmu karena mengunjungi kamarku? Oh! Aku tahu, kamu datang ke sini untuk memelukku. Maka jika kamu memberiku sedikit waktu untuk menyiapkan diri … ” (Naminissa)


“Tidak, kau tidak tahu!! Jawabanmu salah!! Kenapa hal pertama yang kau pikirkan, aku datang dengan pikiran seperti itu?! ” (Wazu)


“Apakah bukan itu?” (Naminissa)


“Tentu saja!!”(Wazu)

Sayang sekali.

“Lalu apa itu, apakah kamu mencari seseorang?” (Naminissa)


“Aku membuat peralatan untuk semua orang dan agar peralatan pas dipakai, aku meminta ukuran tubuh semua orang.” (Wazu)


“Aku mengerti sekarang, karena itu akan menjadi barang pribadi, Kamu membutuhkan setiap detail terkecilnya dari ukuran tubuh semua orang. Kalau begitu tolong ukur tubuhku. ” (Naminissa)

aku membuka tanganku mengundang dia untuk mengukurku sebanyak yang dia mau.

“… Kenapa aku yang harus mengambil ukuranmu?” (Wazu)


“Karena Aku menginginkannya.” (Naminissa)


“… Kau hanya harus memberitahuku.” (Wazu)



“Ukuran yang Aku tahu sudah tidak bisa digunakan lagi. Orang tumbuh setiap hari kan? Saat ini aku tidak tahu ukuran tubuhku. Jadi aku minta tolong agar Wazu-sama yang mengukurnya.”(Naminissa)


“Apakah aku sungguh harus melakukannya?” (Wazu)


“Aku harap Wazu-sama melakukannya.” (Naminissa)

Melihat aku tidak akan menyerah, Wazu-sama mengambil nafas dan membuat wajah yang terselesaikan.

“Baiklah, jadi aku akan mengambil ukuranmu … Kau tidak akan marah kan?” (Wazu)


“Kenapa aku marah ketika aku sendiri yang memintamu melakukan itu? Ah! Haruskah aku melepas baju? Atau apakah Wazu-sama ingin melepaskan pakaianku sendiri? ” (Naminissa)


“Tidak apa-apa!! Kau baik-baik saja seperti itu !! Silahkan, Tetap seperti itu !! ”(Wazu)

Setelah itu, Wazu-sama mengukurku dengan hati-hati. Dari waktu ke waktu aku mulai menggerakkan tubuhku dengan sengaja hanya untuk melihat reaksi Wazu-sama. Ah~ Waktu yang sangat membahagiakan.

Beberapa hari kemudian, aku menerima peralatanku dari Wazu-sama ketika aku sedang sendirian di kamar. Untuk senjatanya itu adalah staf yang meningkatkan magic barrier ku sama seperti Tata, dan perisai kecil yang menempel di lenganku sehingga tidak mengganggu kecepatan ku. Armor dibagi menjadi dua, bagian atas adalah baju besi dan bagian bawahnya rok berlapis-lapis, yang juga disebut Gaun zirah.

 

Bahan yang digunakan untuk membuatnya Orichalcum dan sisik naga, dan itu diwarnai dengan warna merah supaya cocok dengan rambutku. Aku mengumpulkan perlengkapanku dengan hati-hati ke satu tempat agar aku dapat melihatnya. Ini adalah perlengkapan yang Wazu-sama buat sendiri hanya untukku …

“Fufu …”

aku tersenyum bahagia. Aku berbaring di tempat tidur dan menatap linglung ke peralatanku, dan tertidur …



+-+-+
Ketika aku sedang tidur, aku merasakan sensasi tidak nyaman dari tubuh bagian bawah, itu membuatku terbangun.

“… mmm …”

Hal pertama yang aku lakukan setelah bangun tidur adalah mencari tahu apa yang membuat sensasi tidak nyaman di tubuh bagian bawahku.

… *splash*…

… Mh? Basah?…

… Tanganku basah …

Ini basah!!

Aku segera bangun, meluruskan tubuhku dan melihat bagian bawahku.

Ada genangan air di sana …

Eeeeehhh !! Apa artinya ini?! Ini tidak mungkin … Tidak, tidak, tidak, tidak mungkin !! Tidak mungkin aku melakukan hal yang ceroboh seperti mantan putri … tapi di depanku ada buktinya … tidak tidak !! Ini tidak ada bukti !! Aku yakin dalam tidurku aku menjatuhkan vas bunga atau secangkir air !! Dan sebenarnya vas bunga yang menghiasi tempat tidur terjatuh di lantai … Aku yakin itu penyebabnya !! Jika tidak, maka ini adalah mimpi !! Aku yang sebenarnya masih tidur nyenyak !! Tidak tapi … uuhh …

… Aku tidak akan menerima ini … Aku tidak menerimanya …

Hahh … untuk saat ini sepertinya aku melakukannya … mari kita hancurkan bukti.

Aku bangun dari tempat tidur dan mengambil seprai. Pertama-tama aku akan mengeringkan tempat tidur basah dengan sihir sehari-hari. Bagus, seprainya mulai mengering. Sekarang aku akan mengaktifkan magic barier dalam bentuk tiang pencuci dan aku akan menaruh seprai disitu hingga kering. Huft~ Sekarang aku bisa bernafas lega.
Sekarang setelah aku melakukan ini, aku bisa dengan tenang memikirkan apa yang terjadi.

Saat aku tidur, aku berbalik dan menggulingkan alas tempat vas bunga berdiri, dan air di vas itu jatuh dan tumpah di tubuh bagian bawahku. Dan di lantai ada karpet tebal, aku yakin itu meredam suara vas yang jatuh. Dan aku terlambat bangun … ya, tidak mungkin aku … * uhuk * melakukan itu.

Namun, ini adalah pemikiran yang bagus untuk menggantung dan mengeringkan genangan di seprai bahkan sebelum aku mulai menganalisisa situasi …

Tiba-tiba, aku merasakan kehadiran seseorang di pintu masuk ruangan jadi aku menoleh untuk melihat.

Di depanku ada Wazu-sama …

Wazu-sama membuka lebar matanya dan tercengang. Dia kemudian berbalik untuk melihat genangan di seprai di belakangku … Eh? Ini tidak terlihat aku yang melakukannya kan…?

“Maafkan Aku!! Aku tidak melihat apapun !! Aku benar-benar tidak melihat apa-apa !! ” (Wazu)

Haaa !!

Wazu-sama berbalik dan mencoba meninggalkan ruangan. Ti-tidakk !! Aku tidak bisa membiarkannya pergi seperti ini !! Aku tidak bisa meninggalkannya !!

“Blokir jalan musuhku (berbicara dengan sangat cepat)” (Naminissa)

Aku tidak memperdulikan diriku dan mulai menggunakan semua kekuatan sihirku untuk mengaktifkan Magic Barier untuk memblokir pintu ruangan, mencegah Wazu-sama keluar.

“Gya!”(Wazu)

Wajah Wazu-sama menabrak dinding Barier yang aku buat dengan seluruh kekuatan sihirku dan mengeluarkan teriakan.

“Haa … haa …” (Naminissa)

Fufufu … A-Aku memilih pilihan yang benar untuk menggunakan semua kekuatan sihirku … dengan ini aku bisa mencegah Wazu-sama melarikan diri … apa yang aku lakukan selanjutnya …

“t-tidak mungkin !! Walaupun aku tidak menggunakan semua kekuatanku tapi bagaimana bisa ada dinding tak terlihat menghalangiku ?! ” (Wazu)



“Fu, fu, fu… Wazu-sama… kemana kamu akan pergi? Kamu tidak berpikir untuk pergi seperti ini kan … ”(Naminissa)



“Hii!!” (Wazu)

Karena aku kelelahan karena telah menggunakan semua kekuatan sihirku, aku menyeret diriku ke lantai dan mendekat ke Wazu-sama.

“A-Aku benar-benar tidak melihat apapun !! Tidak ada apa-apa !! Aku tidak melihat genangan misterius di seprai !! ”(Wazu)



“Fufufufufuf …” (Naminissa)

Kemudian aku memiliki PEM-BICA-RAAN panjang dengan Wazu-sama untuk membersihkan kesalahpahaman.

Kata-kataku, aku tidak tahu apakah Wazu-sama memiliki waktu yang baik atau buruk … haa … Aku benar-benar lelah … tenggorokanku kering juga, aku akan minum air kemudian pergi tidur …

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 164 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!