Sono Mono Nochi ni Chapter 165

Dibaca 1358 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: VinsAriez
Korektor: –

Chapter 165 – Cerita lain 13: Narelina dan Meral

– POV Narelina –

Aku telah menyelesaikan latihan, dan sparring lalu kembali ke kamar untuk beristirahat.

Fuu … Mempunyai Haosui dan Kagane sebagai lawan tanding adalah stimulan yang bagus. Ini menjadi pengalaman yang bagus untuk melawan lawan yang peringkatnya lebih tinggi baik dalam status maupun dalam taktik perang. (Note : Mereka itu sudah gk bisa dibilang manusia lagi anjerrr emang ada yg statusnya lebih kuat)

 

Dulu Ketika aku berada di kastil, aku biasanya berlatih sendirian di tempat para ksatria berlatih, agar menjadi lebih kuat dari orang di sekitarku. Tapi aku masih belum cocok untuk Wazu, dan Aku tidak berpikir akan ada waktu untuk bisa menyamainya, tapi aku ingin mendekatinya sebisa mungkin. Dan aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi, terima kasih pada Wazu yang marahiku, dan juga ciumannya yang sangat kuat. Itu membuatku sangat bahagia. Aku bisa mengatasinya sampai tingkat tertentu namun, aku tak ragu jika diriku yang dulu sekuat seperti sekarang, aku tidak akan menerima penghinaan seperti itu. Dan karena Itulah aku mencoba menjadi lebih kuat …

Aku meminum air dan mengusap keringat dari panasnya pelatihan, ketika itu Wazu memasuki ruangan.

“Ah! Kau ternyata disini!” (Wazu)
“Mh? Ada apa, apa kamu memerlukanku untuk sesuatu? ” (Narelina)
“Aku sedang membuat peralatan untuk semua orang, dan ketika aku menyadarinya, tidak ada masalah untuk membuat senjata, tetapi aku perlu ukuran tubuhmu untuk membuat armor. Walau itu mungkin sedikit memalukan, aku berkeliling mmeminta ukuran tubuh semua orang. ” (Wazu)
“Aku mengerti, memang lebih baik mengukurnya dahulu agar Armornya menjadi pas saat dipakai. Jadi kamu datang ke sini untuk menanyakan ukuran tubuhku.?? ” (Narelina)
“Benar sekali!!” (Wazu)

aku mengatakan padanya kalau aku mengerti, dan Wazu menarik napas lega. Dia mungkin bertanya-tanya apakah aku akan malu karena ini. Tidak mungkin aku akan merasa seperti itu ya tuhan … Aku berharap dia sadar kalau dia itu adalah suami kami. Tak satu pun dari kita akan menjadi marah untuk sesuatu seperti ini …

“Aku mengerti. Jadi ukurlah aku sepuas hatimu !!! ”
“Kamu hanya perlu memberitahuku saja !!”

Eh? Perasaanku padamu (T / N: anata) tidak akan goyah karena Kamu mengukur tubuhku !! Jauh dari rasa malu, aku akan merasa sangat senang !! Atau itu yang kucoba utarakan saat aku memintanya untuk mengukurku tapi sepertinya itu tak berhasil … fummu, Mungkin lebih baik untuk mengatakannya secara langsung.

“Maaf, kalimatku salah. Aku ingin suami masa depanku mengukur tubuhku. Bisakah kamu mengabulkan permintaanku? ” (Narelina)
“… Hah … Oke, kenapa itu jadi berbeda sekarang?” (Wazu)

Berbeda? Oh aku mengerti, aku bukan yang pertama. Dia telah meminta hal yang sama kepada yang lain. Agak disesalkan bahwa aku bukan yang pertama tapi, urutannya mungkin yang dia temui pertama kali, dan itu bukan sesuatu yang penting di antara kita. Sementara aku memikirkan itu, Wazu mengambil benang  dengan tanda hitam di atasnya dan mulai mengukur tubuhku.

D-dia hampir menyentuh dadaku … bukankah dia akan menyentuh dadaku jika terus seperti itu …?

Saat aku berpikir sesuatu tidak benar, aku ingat apa yang baru saja kulakukan. Aku sedang menyeka keringat, bukankah begitu …? yang berarti aku belum mandi … ketika aku menyadari itu, aku dengan takut memanggilnya.

“… Wa-Wazu … uhm …”  (Narelina)
“Mh ~? Apa itu?” (Wazu)

Wazu kelihatan bersemangat saat mengukur tubuhku.

“Aku ingin memastikan sesuatu … Apa aku bau? Sampai saat ini aku sedang berlatih, jadi aku tidak punya kesempatan untuk mandi… ” (Narelina)
“Mh … tidak juga. Kamu wangi seperti biasanya. ” (Wazu)
“be-begitukah … Kalau begitu itu baik-baik saja  …”

Fuu … untuk saat ini aku aman … tapi itu masih mengusikku jadi aku akan mandi nanti…

Meskipun dia dia bilang aku wangi, itu membutku tidak bisa bergerak sedikitpun …

Beberapa hari kemudian, Wazu memberiku peralatan yang dia buat khusus untukku. Untuk senjatanya, dia memberiku sebuah pedang besar yang terbuat dari Orichalcum dan dipenuhi dengan kekuatan api dengan Sihir dewanya (Magic God), dan dia juga memberiku pedang panjang yang juga terbuat dari Orichalcum untuk menyesuaikan dengan keadaan apa pun. Dia berkata dia tidak menemukan Orichalcum untuk membuat armor, jadi dia memberikanku yang terbuat dari Mithril. Aku tidak bisa selalu memakainya jadi dia melakukan tindakan pencegahan. Dengan Kekuatan Dewa-nya, dia dapat memungkinkan untuk melakukan autoequip menggunakan sihirku kapan pun aku mau. Itu sangat dangat menyenangkan jadi aku mencobanya berkali-kali. Kalau tidak kugunakan peralatanku, akan berada di dalam Magic Strorage Meru.

Aku memeriksa peralatan baruku, memoles pedang baruku, meletakkan pedang besar, menaruh pedang panjang di pinggangku dan menuju ke medan pertempuran baru.

Di depanku ada berbagai bahan dan di tanganku aku memegang pisau dapur … fuu … haa …

“Aku berada di pengawasanmu.” (Narelina)
“Baiklah, lakukan yang terbaik.” (Meral)

Di sisiku adalah ibu Meru, Meral-sama, berdiri dalam wujud manusianya. Kulitnya seputih salju seperti dalam bentuk naganya, wajahnya sangat indah bahkan aku yang seorang wanita merasa terpesona, dan dengan lengan dan kaki yang panjang dan ramping, dia adalah bentuk dari seorang wanita cantik. Selama kami tinggal di kastil ini aku meminta Meral-sama untuk mengajariku memasak dan aku sudah berusaha keras untuk menjadi lebih baik. Sejak hari pertama, Meral-sama datang ke kamar kami untuk … bermain? … dan berbicara terus terang. Biasanya aku akan meminta Tata untuk mengajariku tapi sepertinya dia memiliki urusan yang harus dilakukan dan ketika aku mengatakan akan menjadi masalah jika waktu untuk belajar memasak menurun, Meral-sama menawarkan dirinya untuk mengajariku memasak. Aku pernah mencoba makanan buatannya dan menyadari dia memiliki keahlian yang tidak kalah dengan Tata, dan sebaliknya aku ingin dia untuk mengajariku.

“Mari kita lihat, kamu sudah tahu dasar-dasar yang benar jadi hari ini mari kita fokus pada bumbu?(Meral)
“Baik” (Narelina)

setelah mengatakan itu, Meral-sama mengambil berbagai bumbu dan menjejerkan mereka. Mungkin sekitar selusin?

“Mungkin sebanyak ini …” (Meral)
“Itu benar, ada juga beberapa yang terlihat sama tapi, yang penting adalah mengetahui cara menggunakannya, dan meskipun suamiku terlihat kasar, dia tak terduga orang yang pemilih. Itu sebabnya aku juga melakukan yang terbaik dalam mengumpulkan bumbu-bumbu sebanyak ini. Dan berkat itu, suamiku sangat senang. ” (Meral)
“Kamu benar-benar mencintainya, kan?” (Narelina)
“Fufufu … Kamu juga harus memberi makan Wazu makanan lezat juga, Narelina-chan.” (Meral)
“A-Aku akan melakukan yang terbaik!” (Narelina)

Meral-sama mulai mengajariku setelah melihat semangatku.

“Narelina-chan, pertama kamu harus memotong daging dan sayuran menjadi potongan seukuran gigitan.” (Meral)
“Baik!” (Narelina)

“Sekarang, sebelum memasak bahan yang baru saja Kamu potong, kita perlu mempersiapkan dulu bumbunya. Pada awalnya Kamu mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan, mari tambahkan bumbunya sambil mencicipinya. ” (Meral)
“Baik!” (Narelina)

“Narelina-chan, kenapa kamu memasukkan itu?” (Meral)
“Iya! Itu Karena aku mendengar itu baik untuk kesehatan! ” (Narelina)

“Narelina-chan … yang itu sedikit …” (Meral)
“Tapi kudengar yang ini memberi kekuatan!” (Narelina)

“… Narelina-chan?” (Mera)
“aku akan menambahkan yang satu ini … dan yang ini … Ah! Dan yang satu ini juga…” (Narelina)



“…”
“…”

Ini aneh … Kenapa makanan ini berwarna seperti ini …? Ini seharusnya menjadi makanan dengan rasa masakan buatan rumah tapi, itu berwarna ungu tua … atau agak hitam … Aku berbalik untuk melihat ke Meral-sama dan aku melihat dia tersenyum tapi dia berkeringat dingin. Dari senyumnya aku dapat mengerti ini adalah kegagalan. Aku telah mengerahkan segalanya tapi gagal.

Sementara aku mengkhawatirkan tentang apa yang harus kulakukan, Wazu-san memasuki dapur.

(TLN : Aku mencium bau bau kesialan si Wazu)

(ED : :v bayangkan saja asap tengkorak dari panci itu)

“Eh? Narelina dan, apakah itu Meral? Jadi seperti itu ya bentuk manusiamu. Sebaliknya, kenapa kamu terlihat sedih? Apa terjadi sesuatu? ” (Wazu)
“Ah!! Tidak, ini … ” (Narelina)
“Tidak ada yang terjadi!! Tidak ada!!” (Wazu)

aku kehilangan kata-kata akan kegagalanku, Meral-sama mencoba untuk menutupinya untukku tapi, Wazu datang ke sini dengan wajah yang bertanya-tanya dan melihat pekerjaanku yang gagal. Ahh … i-ini … eh!

“Apakah kamu sedang memasak? Maka biarkan aku merasakannya sebentar. ” (Wazu)

Setelah dia mengatakan itu, dia mrmasukkannya ke mulutnya sebelum kami bisa menghentikannya.

“… u ~ m … ya !! Ini enak !! ” (Wazu)

(TLN : Wazu kau seorang Gentlemen)

(ED: Death flag :v)

… eh?

“Oh! Itu benar, Ragnil memanggilku! Kalau begitu, sampai ketemu lagi !! ” (Wazu)

Wazu dengan cepat meninggalkan dapur. Meral-sama dan aku melihatnya pergi dan kemudian berbalik saling memandang.

“… Yah!, Wazu itu spesial jadi … ayo coba sekali lagi …” (Meral)
“Baik …” (Narelina)

Karena kelelahan setelah belajar memasak, aku kembali ke kamar dan tidur.

Tepat sebelum tertidur, aku mendengar suara yang seseorang berteriak, “Aku merasa senang dan tidak bisa tidur !!” tapi aku segera tidur setelah …

 


Maaf Maaf Maaf Maaf 🙏🙏🙏

Karena kemaren updatenya lama, sekedar informasi another storynya sampe chapter 168 dan kuusahakan minggu depan bisa sampe chapter 169

 

Jadi tunggu aja Wumbo/Lolicon/Devine (Own: Banyak juga ya >:( ) dan jangan lupa comment

(ED: 911, moshi moshi)

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 165 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!