Sono Mono Nochi ni Chapter 166

Dibaca 1808 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: niznet
Korektor: –

Chapter 166 – Cerita Lain 14 : Haosui dan Megil

Belakangan hari-hari ini terasa sangat menyenangkan. Mungkinkah ini berkat orang-orang yang akan kuanggap keluarga di masa yang akan mendatang bertambah sekaligus?

Sarona-oneechan punya rambut yang indah, dia juga sopan dan dapat diandalkan.

Tata-oneechan sangat baik dan masakannya juga enak, dia seperti kakak yang sempurna bagiku.

Naminissa-oneechan itu berpengetahuan luas dan dia juga pembuat penyemangat disini.

Narelina-oneechan tidak hanya kuat, dia juga memerhatikan dan mendukung kita, aku ingin menjadi seperti dia.

Kagane berusia sama sepertiku dan dia adalah teman pertamaku… tidak, dia adalah teman dekatku yang pertama dan sebagai seorang istri, aku bisa menceritakan semuanya padanya.

Mao-oneechan adalah istri barunya tapi telinga hewannya sangat indah dan aku menyadari dari percakapan kita dia adalah orang yang baik. Aku ingin menyentuh telinganya yang lembut itu! Jika aku menggunakan Dragonification, ekorku akan ditutupi sisik yang keras jadi ini tidak enak untuk disentuh tapi ekor meru sangat lembut dan enak disentuh. Aku ingin tahu kenapa kami sangat berbeda padahal kami sama-sama ras naga?

Freud-san… seorang yang tidak kumengerti… Kemudian Danna-sama.

Mereka adalah keluarga yang sangat aku cintai.

 

Aku menyelesaikan latih tanding bersama Narelina-oneechan dan Kagane kemudian pergi ke ruangan yang kami gunakan sebagai ruang ganti. Aku letakkan Bokken (T/N : pedang kayu) yang kugunakan selama latihan tadi, lalu melepaskan perlengkapan latihan dan hanya menggunakan pakaian dalam, aku duduk di kursi yang ada di ruangan ini sambil menarik napas

“Fuu~” (Haosui)

Narelina-oneechan sudah menjadi kuat. Dia menjadi lebih kuat dibandingkan pas pertama kali kami bertemu dan kewaspadaannya pada saat bertarung menjadi lebih tajam jadi akhir-akhir ini pertarungan kami menjadi lebih sengit. Aku ingin melihat apa yang akan terjadi di masa mendatang. Kagane sudah di latih oleh Danna-sama dan sihirnya sekarang sudah meningkat pesat, sampai aku tidak tahu kalau kami berdua bertarung serius siapa yang akan menang. Aku tidak bisa menurunkan kewaspadaanku juga dengan Sarona-oneechan, Mao-oneechan, Tata-oneechan dan Naminissa-oneechan yang bertambah kuat sedikit demi sedikit. Aku juga harus melakukan yang terbaik

“Ah, Haosu-…” (Wazu)

“… kyaa~” (Haosui)

Di saat aku sedang berpikir keras, Danna-sama masuk ke ruangan. Aku langsung ingat aku hanya memakai pakaian dalam tapi, meskipun aku tidak terlalu malu jika Danna-sama yang melihatku seperti ini, aku ingat Kagane pernah berkata berteriak di waktu seperti ini wajar. Hanya saja dia tidak memberitahuku teriakannya seperti apa, jadi aku pikir itu memakai nada monoton (Nada Datar).

“Terlalu Monoton?! Sebelum itu, tutupi dirimu!! Kenapa kau begitu tenang?!” (Wazu)

Melihat wajah Danna-sama yang malu dan berbalik dengan wajah merah itu sangat lucu.

 

“… Itu tidak memalukan kalo Danna-sama yang melihatnya.” (Haosui)

“Yah, sedikitlah merasa malu!!” (Wazu)

 

Mou… ya sudah deh. Aku dengan riang memakai baju.

“… Sekarang sudah tidak apa apa.” (Haosui)

Setelah aku memanggilnya, dia perlahan berbalik dan memastikan penampilanku dan menghela nafas.

 

“… Apa yang Danna-sama inginkan untuk diriku?” (Haosui)

“A-Ahh, aku sedang membuat perlengkapan untuk semua orang jadi aku perlu ukuran tubuhmu” (Wazu)

“… Baiklah. Melepaskan pakaianku lagi sangat melelahkan jadi tolong lepaskan pakaianku.” (Haosui)

“Kenapa?! Kenapa aku harus melepaskan bajumu?! Selain itu yang harus kau lakukan hanya memberitahuku ukuran tubuhmu!!” (Wazu)

“… Aku belum pernah… mengukur tubuhku jadi aku tidak tau. Tolong ukurlah tubuhku, Danna-sama.”

Ketika aku mengatakan itu ke Danna-sama, dia melihat ke atas seolah berkata ‘Begitu ya’ kemudian aku melihat dia membuat wajah menyerah

“… Bagaimana jika kau melakukannya sendiri?”

“… Aku ingin Danna-sama yang melakukannya.”

Aku bertingkah menurut nafsuku yang sedang membara.

“Aku mengerti. Aku akan melakukannya. Jika aku hanya mengomel, itu hanya terlihat aku tidak ingin melakukannya… BERHENTI MELEPAS PAKAIANMU!!”

Meskipun aku sudah melepaskan setengah bajuku…

Setelah itu aku meminta Danna-sama mengukur tubuhku. Melihat dia berwajah merah membuatku merasa lega karena itu artinya dia terangsang melihat tubuhku.

Beberapa hari kemudian, aku menerima perlengkapanku dari Danna-Sama. Sebuah katana yang terbuat dari Orichalcum, begitu juga sarungnya yang dari Orichalcum yang dihiasi dengan banyak berlian. Pedang itu memiliki kekuatan petir yang ditanamkan dengan Sihir Dewa (God Magic) Danna-sama. Aku mencoba memberikan beberapa sihir ke dalamnya dan pedang tersebut terselimuti dengan petir, kemudian aku mengayunkannya dan petir tersebut menyambar ke tempat yang aku bidik. Itu terasa sangat menyenangkan, sampai-sampai aku dimarahi karena melakukannya berulang kali. Armorku adalah armor ringan yang bisa menyesuaikan diri dengan tubuhku yang menutupi dada dan pinggul. Armornya juga memiliki fungsi khusus yang dipasang dengan Sihir Dewa yang memungkinkan untuk bertambah besar saat aku menggunakan dragonification.

Danna-sama bertanya padaku apakah dengan ini sudah cukup, sebenarnya aku sangat ingin berterima kasih. Aku akan menggunakannya saat melawan Kagane nanti.

Aku dipandu ke ruangan oleh Ibu Meru, Meral-sama dan ketika aku masuk aku melihat di dalam sudah ada Nenek Meru, Megil-sama. Sepertinya yang memanggilku Megil-sama. Meral-sama mengbungkuk dan meninggalkan ruangan, dan Megil-sama meyipitkan mata dan memanggilku.

 

“Aku minta maaf untuk memanggilmu kesini.” (Megil)

“… I don’t mind. I presume that you need me for something?”

 

“… Aku tidak keberatan. Aku berpikir kalau Kamu membutuhkanku untuk sesuatu?

 

“Itu benar… aku ingin memastikan sesuatu… Bisakah kamu menggunakan Dragonification?” (Megil)

 

“… Aku bisa.” (Haosui)

“Bisakah kamu menunjukkan bentuk nagamu?” (Megil)

Mengangguk pada kata kata Megil-sama, aku melepaskan pakaianku dan mulai Dragonification. Bukannya aku tidak bisa bertransformasi dengan memakai baju, tapi jika aku menggunakannya, bajuku akan robek jadi aku melepaskannya. Saat aku memulai Dragonification, tubuhku mulai berubah menjadi naga. Permukaan tubuhku tertutup oleh sisik berwarna hijau sama dengan rambutku dan dalam sekejap mata aku berubah menjadi naga hijau. Ketika aku menoleh untuk melihat Megil-sama seolah mengatakan ‘Apakah ini cukup?’, aku melihat mata nostalgia Megil-sama.

“… Sisik hijau yang cerah yang sama persis… ” (Megil)

… sama persis?

“Kamu bisa berubah kembali sekarang.” (Megil) .

Diberitahu seperti itu aku mulai membatalkan Dragonification dan kembali ke bentuk manusia. Aku memakai bajuku kembali.

 

“… Itu saja?” (Haosui)

 

“Ya… itu adalah sesuatu yang ingin kuketahui tapi… apakah kamu tahu tentang leluhur naga?” (Megil)

 

“… Aku tidak tahu. Orang tuaku meninggal sebelum mereka bisa memberitahuku.” (Haosui)

 

“Jadi begitu… Aku membuatmu mengingat hal yang tidak menyenangkan, Aku minta maaf.” (Megil)

 

“…Tidak apa-apa. Aku tidak akan melupakan orang tuaku. Lagipula aku sudah punya keluarga baru sekarang jadi aku baik baik saja.”

 

“Sudah pasti. Pastikan untuk selalu dimanjakan oleh Wazu.” (Megil)

 

“… Aku pastikan itu.” (Haosui)

 

“Jadi, aku bisa menceritakanmu tentang semua yang ku ketahui tentang naga leluhurmu tapi, apa kamu ingin tau?” (Megil)

“… Tolong beritahu aku.” (Haosui)

Ini kisah tentang garis keturunanku. ibuku berkata akan menceritakannya suatu hari nanti. Aku tidak menyangka akan mendengarnya di tempat ini. Jika aku bisa, aku ingin tahu segalanya kemudian aku ingin menceritakannya kepada anakku dan Danna-sama…

“Leluhur nagamu adalah seekor naga yang hidup beberapa ratus tahun yang lalu…” (Megil)

Megil-sama said that as if looking back to a distant past and remembering.

Megil-sama mengatakan itu seolah-olah ia mengenang masa lalu dan mengingatnya.

 

“Itu adalah waktu yang disebut jaman kegelapan, dimana dunia dipimpin oleh Dewa Jahat tirani yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Kami para ras Naga, ras Manusia, ras Hewan dan semuanya yang tidak dapat menerima cara tirani dari Dewa Jahat bergerak untuk mengalahkannya. Di antara mereka terdapat Dewa yang disebut telah menciptakan dunia dan lima pilar dewi namun, meskipun telah mengumpulkan semua kekuatan tersebut, mengalahkan Dewa Jahat itu bukanlah perkara mudah… itu menunjukkan seberapa besar kekuatan dari Dewa Jahat dan puluhan ribu anak buahnya juga sangat kuat… Pada akhirnya kami menderita pengorbanan yang besar namun berhasil menyegel Dewa Jahat tersebut dan itu melahirkan era sekarang… Leluhurmu merupakan yang paling terkuat dari ras Naga, seekor Naga Hijau. Dan tidak hanya kuat, namun dia juga sangat baik terhadap siapapun, dia merupakan pahlawan bagi ras naga… namun Naga Hijau tersebut dikalahkan oleh Dewa Jahat dan pergi meninggalkan dunia ini… namun sebelum hal itu terjadi, Naga Hijau itu meninggalkan anak darah dagingnya sendiri, dan anak itu meneruskan keturunannya juga dan selanjutnya dan seterusnya… dan akhirnya, kaupun lahir. Sisik hijaumu sama persis seperti milik Naga Hijau tersebut…. tidak ada naga lain yang memiliki sisik sehijau dia jadi tidak mungkin ada kesalahan” (Megil)

 

“… Jadi begitu… itu artinya aku adalah keturunan terakhir dari Green Dragon.” (Haosui)

“… Tapi aku masih senang aku bisa mengetahui leluhurku.” (Haosui)

Aku tahu apa yang ingin ibuku katakan suatu hari nanti.

Setelah itu, Megil-sama dan aku terus berbicara tentang Green Dragon dan lainnya, dan setelah aku puas, aku kembali ke kamarku. Aku terlalu bersemangat sampai aku tidak bisa tidur…

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 166 manga scan, ,
Table of Content

2
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
1 Komentar Chapter
1 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
atmaSilent Kurumi Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Silent Kurumi
Guest
Silent Kurumi

Thanks for the chapter!! :)) jaga kesehatan dan tetep semangat update min :))

atma
Guest
atma

ni orang kek bot