Sono Mono Nochi ni Chapter 168

Dibaca 1323 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –

Chapter 168 – Cerita lain 16 : Maorin dan Beastmen

— Maorin’s POV —

 

Akhir-akhir ini aku terlalu khawatiran, padahal dulu aku tidak terlalu mengkhawatirkannya. Contohnya Rambutku, sebelumnya aku tidak pernah menyisir rambutku dengan baik, aku hanya menguraikannya dengan tangan. bagiku itu tidak berpengaruh untuk penampilanku jadi aku tidak mengurusnya, tapi karena Kagane bilang rambutku sangat halus, aku mulai menyisirnya setiap hari. Aku dulu juga tidak pernah khawatir tentang makanan, aku pikir aku hanya harus mencampurkan segalanya dan memakannya, tapi setelah melihat Otto-dono dengan senang hati makan masakan Tata dan mengatakan betapa lezatnya makanannya, aku mulai berfikir aku juga ingin membuat Otto-dono berekspresi seperti itu juga dan sekarang aku sedang diajari Tata memasak. Aku tidak penah berfikir untuk seantusisas ini selain untuk bertarung. Setiap hari aku terus berjuang!

 

Aku ingin dipuji oleh calon suamiku dan dibilang cantik olehnya.

saat aku mengerti perasaan ini, yang menggerakkanku sekarang aku pikir yang membuatku berubah, mungkin karena aku punya pria sangat kucintai…

 

Aku sedang membuat sandwich dengan Tata untuk makan siang, dan ketika Tata membagikannya ke semua orang, aku duduk dan makan sandwich buatanku sendiri. Tata membuat banyak sandwich untuk yang lainnya, cara dia membuat sandwichnya sangat elegan dan luar biasa seperti seorang ahli yang sudah memutuskan tujuannya. Keahliannya sangat serasi dan dia mengeluarkan semuanya dengan sempurna, dia juga menambahkan beberapa bumbu rahasia yang aku tidak tahu tapi dia bilang itu membuatnya lebih enak. Di sisi lain, Sandwich-ku semuanya tidak rata karena ketika aku memotong roti aku terlalu banyak menggunakan kekuatan dan aku hanya memasukkan semua bahan bahannya. Rasanya hampir sama seperti buatan Tata sih, tapi bentuknya sangat mengerikan, itu membuatmu tidak berselera… haa… Aku masih perlu berlatih lagi…

 

Aku sedang makan Sandwich-ku yang gagal sambil merajuk, Otto-dono masuk sambil mengetuk pintu.

 

“Kau ada disini, aku mencarimu di kamarmu” (Wazu)

 

Hatiku melompat ketika aku melihat Otto-dono masuk. Rambutku baik baik saja kan…? Sementara aku mengkhawatirkan hal itu, aku diam diam menyembunyikan Sandwich-ku yang gagal.

 

“A-Ada apa Otto-dono Mencariku? apakah kau membutuhkanku untuk sesuatu?” (Maorin)

 

“Yeah, Aku sedang membuat perlengkapan untuk semua orang dan aku butuh ukuran tubuhmu jadi aku bertanya pada yang lainnya juga. Jadi aku harap Kau akan memberitahuku ukuran tubuhmu… apa itu tidak apa apa?” (Wazu)

 

“Kamu akan membuat satu untukku?” (Maorin)

 

“Eh? Tentu saja. Nah, kesampingkan dulu tentang jadi istriku, aku tidak membecimu tahu?  Aku sangat suka dengan kepribadian jujurmu dan kau selalu merawat rambutmu untukku kan? Itu membuatku sangat bahagia. Kurangnya jawaban untuk perasaanmu karena aku yang egois jadi aku dengan tulus memintamu untuk menungguku membereskan segalanya… Aku selalu memperhatikanmu, Mao… ” (Wazu)

 

Melihat Otto-dono mengatakan itu wajahku mulai memerah dan jantungku berdetak lebih cepat. Dia selalu memperhatikanku… aku memaksa diriku untuk ikut bersama mereka, dan sampai sekarang yang kulakukan hanya bertarung jadi aku mencoba banyak hal untuk membuatnya menyukaiku tapi Otto-dono dia mengatakan selalu memperhatikanku… hanya mengetahuinya saja, perasaan hangat di dalam dadaku menjadi lebih panas. Aku senang mulai merawat rambutku dan berlatih memasak… Aku akan berusaha lebih keras lagi.

 

“U-Umu… uhmm… Te-Terima kasih…” (Maorin)

 

Aku merasa wajahku akan terbakar dan menyadari wajahku juga mulai berwarna merah tua. Ahh… Aku merasa ingin loncat keluar dan berteriak ‘Waaaahh!!’.

 

“I-Itu benar! Kau datang untuk meminta ukuran tubuhku kan… I-Itu tidak apa apa kalau sama Otto-dono… Bisakah kau yang mengukurku? Aku maksud… Aku selalu mengabaikan sesuatu seperti itu jadi… Aku tidak tahu ukuran tubuhku.” (Maorin)

 

“Jika kau bicara seperti itu… U~m… Apa kau tidak apa apa dengan ini? Kau tidak keberatan aku melakukannya?” (Wazu)

 

“Tentu saja! Sebaliknya aku ingin kau mengukurku!” (Maorin)

Aku mengumpulkan sedikit keberanian dan mengatakan apa yang ingin kukatakan, sekarang aku sedang di ukur oleh Otto-dono yang berwajah merah dan wajahku juga memerah. O-Otto-dono! Telingaku sensitif jadi… tolong lakukan lebih lembut…


beberapa hari kemudian Otto-dono memberiku perlengkapan yang bisa menyesuaikan dengan gerakanku. Untuk senjata utamaku dia memberiku sepasang pedang yang terbuat dari Orichalcum, panjang nya sama dengan pedang yang aku gunakan dulu dan kata Otto-dono pedang yang panjang ditanamkan sihir God Magic, jadi itu bisa menyesuaikan diri dengan pertumbuhanku, dan untuk pedang kecil nya ditanam sihir tanah jadi pedangnya dapat sedikit memanipulasi tanah.
Untuk armorku itu adalah armor ringan yang menutupi lengan, kaki, tubuh bagian atas dan bagian di sekitar pinggul, sehingga tidak memperlambat gerakanku. Armornya juga memiliki lubang untuk ekorku dan terbuat dari Orichalcum. Yang tersisa untukku sekarang adalah menjadi lebih kuat.  Ketika aku melihat perlengkapanku, aku semakin bersemangat.

 

Aku menuju padang rumput yang berada di sebelah kastil untuk berlatih menggunakan perlengkapanku. Aku tidak akan membiarkan diriku dikuasai kekuatan senjataku. Senjataku akan menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya jika aku bisa menguasainya…

 

“Haa… haa…” (Maorin)

 

Aku dengan sepenuh hati berlatih dan keringatku mulai jatuh seperti bola ketika aku melihat di kejauhan. Otto-dono sedang bertarung dengan Raja Naga Ragnil-sama.. Ketika aku melihat pertarungannya aku memutuskan sesuatu di hatiku.

 

Aku ingin bisa latih tanding seperti itu…

 

“… Suatu hari aku juga akan seperti itu…” (Maorin)

 

“Jika kamu menginginkan kekuatan, bertarunglah denganku Putri Binatang (Daughter of the Beast)” (?)

 

Aku berbalik untuk mencari siapa yang berbicara dan datang seorang lelaki tua yang seperti seekor singa emas. Dengan telinga, rambut dan ekor berwarna emas, berwajah kasar dan otot yang terliat sudah terlatih… eh?

 

“… Kakek?” (Maorin)

 

“… mh? Kakek?… Telinga dan ekor itu… wajah itu… apakah Kau Maorin?” (Kakek Maorin)

 

Kakek menunjukku dan membuka mulutnya.

 

“Guaah!! Apa ini?! Ketika aku mendengar akhirnya ada seorang Beastman yang datang, ternyata itu cucuku yang imut dan cantik! Sekarang aku tidak bisa bertarung sampai mati!!” (Kakek)

 

Kakek mulai menjambak rambutnya dan mengijaknya.

 

Kakek… adalah seorang yang memulai perjalanannya untuk berlatih yang kadang kadang pulang hanya untuk membual tentang mengalahkan ini atau itu tapi akhir akhir ini ia belum pulang… untuk berfikir dia tinggal di tengah gunung…

 

“Haa… Haruskah aku menyerah tentang pertarungan mati-matian ku? Sudah lama ya Maorin. Kau sangat imut tapi sebelum aku tahu kau menjadi secantik ini… Ojii-chan senang. Kau punya cukup uang? Haruskah aku memberimu beberapa uang? Mh?” (kakek)

 

Kau terlalu khawatir. Aku sudah menjadi dewasa kau tahu. Meskipun… aku belum punya “pengalaman” sekarang tapi…

 

“Aku baik baik saja sekarang. Kakek kenapa kau di tempat seperti ini?” (Maorin)

 

“Umu,, saat aku mencari mahkluk yang kuat untuk melatih diriku, aku menetap di tempat ini. Dan aku bertemu dengan beberapa teman,  secara misterius kami berteman dengan baik. High Elf dan Necromancer! Bukankah itu luar biasa?! Gahahaha!!” (Kakek)

 

… U~m… jika itu ketika aku belum bertemu dengan Otto-dono dan semua orang, aku pasti akan kagum mengdengar high elf dan necromancer tapi… setelah melihat kekuatan Otto-dono… itu semacam… Mh? Ah!

 

“Kakek, tadi kamu bilang ingin bertarung sampai mati kan? Jika kamu ingin kenapa kamu tidak bertarung dengan Otto-dono?” (Maorin)

 

Setelah aku berkata seperti itu rambut kakek bangkit dan menunjukkan amarahnya

 

“Otto?! Suami?! Ada seseorang yang membuat cucuku yang imut menjadi pengantin wanita?! Si brengsek Deizu, Orang bodoh mana yang kau berikan pada putrimu?! Dia pasti punya nyali!! Siapa bajingan itu?! Aku akan melawannya untuk melihat dia cocok apa tidak!!” (kakek)

 

“Ah, Otto-dono itu adalah orang yang bertarung dengan Raja Naga Ragnil-sama.” (Maorin)

 

Kakek memutar mata ke arahku dan dalam sekejab, haus darahnya hilang

 

“Kakek?” (Maorin)

 

“Maorin… apakah orang itu beneran suamimu?” (Kakek)

 

“Ya, setidaknya itu akan terjadi… ayah sudah memberikan persetujuannya.” (Maorin)

 

“… Un, jadi begitu… maka Ojii-chan tidak akan protes.” (Kakek)

 

“Jadi begitu ya? Kalau begitu, apakah kau mau aku bertanya padanya tentang pertarungan sampai mati denganmu?”

 

“… Ojii-chan akan benar benar mati, tahu?” (Kakek)

 

“Mh? Kakek, kau tahu tentang Otto-dono?” (Maorin)

 

Kakek menceritakan ceritanya yang memalukan. Sekitar waktu dia datang ke gunung, dia sangan percaya diri karena tidak ada monster rank S yang bisa menandinginya, ketika dia ketemu bocah pendiam, dia dipukuli tanpa bisa apa apa. Sepertinya bocah pendiam itu Otto-dono. Setelah itu dia bertemu High Elf dan Necromancer dan saat lukanya disembuhkan dia berteman dengan mereka.

 

Setelah itu aku meminta kakekku untuk mengajariku

 

Aku ingin jadi lebih kuat… aku juga harus berlatih memasak lebih keras lagi… dan penampilanku

 


Akhirnya uyy chapter chapter cerita lain selesai, sumpah aslinya gua males nge tl cerita lain karena gua gk sabar liat lanjutan ceritanya, sedikit spoiler ni chapter selanjutnya ragnil ma wazu gelud. Btw sekarang ane lagi ulangan semester dari tgl 16 – 29 jadi maaf klo agak lama lagi. (Translator macam apa ini dikit dikit alasan yang lomba lah yang ulangan lah yang gini gini) wkwkwkwkwk, Oh ya satu lagi klo ada chapter yg kayaknya ngk enak dibaca silahkan di report ntar gua perbaiki alias TL ulang. Sekian dari Translator pemalas ini.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 168 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!