Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Penerjemah: Devine
Penyunting: VinsAriez
Korektor: –

Chapter 169 – Perasaannya sebagai ayah tidak ingin menerimanya…

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

Aku bermalas-malasan beberapa hari ini setelah membuat armor dan senjata sarona dkk. Aku juga membuat banyak baju untukku sendiri yang berbentuk sama persis seperti baju yang selalu kugunakan, dan karena aku selalu menggunakan pendewaan saat membuat peralatan, aku merasa sedikit lelah. Ini mungkin karena tubuhku mencoba beradaptasi karena aku belum pernah menggunakan pendewaan dengan waktu yang lama. Aku prihatin dengan persentase rasku, tetapi aku merasa kalah kalo mengkhawatirkannya jadi aku sekarang tidak terlalu memikirkannya. Selain itu, jika aku berfikir bisa membuat peralatan yang bisa menjamin keselamatan mereka, aku merasa sangat senang.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Karena itu aku jarang meninggalkan ruangan dan berguling-guling di kamar, dan saat waktu makan tiba istri-istriku akan memberiku makan. Ketika aku bilang kepada mereka kalo aku bisa makan sendiri, mereka dengan tegas menentangnya dan sekarang aku disuapi makanan dari mulut ke mulut. Apakah aku ditaklukan oleh makanan? Yah siapa peduli karena itu membuat rasanya semakin enak. Dan tentu saja, saat tidur aku memeluk Meru supaya bisa tidur nyenyak. Rasanya memeluk Meru sangat enak… Dia sangat lembut, terasa nyaman dan dingin.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

(T/N : tenanglah wahai pembaca saya sebagai Translator disini juga NGIRI tapi apa daya kita hanya seorang jones yang hanya bisa membaca saja)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Ketika aku sedang berduaan santai dengan Meru, Ibunya Meral memanggilku. Aku dipandu oleh Meru yang duduk diatas kepalaku ke aula tempat Meral berada. Di dalam ruang Aula terlihat Ragnil yang sedang memberiku tatapan membunuh dan disampingnya ada Megil yang menatapnya dengan wajah jengkel.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Yo!! Ragnil, apakah kau sudah bebas dari hukuman dogeza?” (Wazu)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Yah, entah bagaimana… karena dia selalu melakukan dogeza, aku memaafkannya untuk menghormati keuletannya… tapi tidak ada kata maaf untuk berikutnya, oke?” (Megil)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Ragnil sedikit bergidik saat mendengar kata kata Megil tapi dia langsung memberiku tatapan membunuh.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“… Haa… dan? Kenapa kau melihatku seperti itu Ragnil? Aku berfikir kita itu teman…” (Wazu)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Tanyakan pada dirimu sendiri.” (Ragnil)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Aku meletakkan tangan ke dada sambil berfikir…

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“… Tidak, Aku tidak tahu apa kesalahanku.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“Dosamu ada dua… pertama kau tidak mengatakan apapun untuk membelaku pada naga kejam ini… dan karena itu aku mengalami waktu yang mengerikan… meskipun itu bukan salahku…” (Ragnil)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Ooi! Aku tidak tau itu karena marah atau apa tapi jangan lanjutkan. Lihatlah disampingmu! Megil terlihat sangat kesal! Aku mohon, tolong jangan libatkan aku…

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Dan dosa kedua mu yang paling parah… Kau telah melanggar tabu…” (Ragnil)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Tabu?” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“… Kau bilang kau adalah Suami dari PUTRIKU YANG IMUT!!!! Sebagai ayah aku tidak menyetujuinyaaaaaaa!!! Meru pernah bilang saat dia masih kecil dia akan jadi istri papa!!!!! Dan bajingan itu datang dan…!!! Kau bajingan datang…!!!” (Ragnil)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Oi, itu adalah sesuatu yang gadis kecil selalu katakan, tapi sebagai seorang ayah suatu hari nanti harus merelakan putrinya pergi… aku berpaling melihat Megil dan dia memberi tanda untuk leher Ragnil dengan ibu jarinya dan mengayunkan lehernya seolah memotongnya. Tunggu sebentar… kau menyuruhku untuk membunuhnya? Apa kau mengatakan aku harus membunuhnya?

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

 

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“… Tunggu, tunggu. Sekarang waktunya untuk melihat orang disampingmu, Ragnil.” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

 

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Haa?” (Ragnil)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

Ragnil melakukan apa yang kukatakan dan melihat Megil ternyesum manis. Senyum itu benar-benar menakutkan… apa dia baru ingat kalo Megil ada disampingnya? Dia memalingkan wajahnya ke langit seolah berkata ‘aku mengacaukan semuanya!’ dan air mata mulai turun. Itu gak apa apa… jika kau masih hidup kita pasti akan bertemu lagi… jadi jangan menangis… maaf, itu bukan air mata itu hanya air garam, kan? Ketika aku berfikir aku melihat Ragnil dan dia perlahan mulai menurunkan kepalanya dengan suara ‘gigigi’ kemudian menatapku. Sudah tidak ada air mata di matanya… tapi masih ada jejak air mata di pipinya…

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“… *gulp*… M-Mari kita lihat, kita bisa melupakan dosa pertama… tapi aku tidak akan menyetujui pernikahan Meru!! Kau harus melangkahi mayatku dulu!!” (Ragnil)
Dan untuk beberapa alasan, ini berubah menjadi aku harus melawan Ragnil. Kami bertukar pandang di padang rumput, luar kastil. Meru, Meral dan Megil berakting seolah jadi penonton dan menyiapkan berbagai makanan dan minuman… Yup, ini sebuah pertunjukan di mata mereka. Mereka melihat dan bersorak pada kami.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“Kyui kyui~!!” (Meru)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

 

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“Meru bilang, lakukan yang terbaik! Wazu, tolong lakukan yang terbaik untuk masa depan Meru~!” (Meral)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

 

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Bunuh dia!! Wazu, Bunuh naga goblok itu!!”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

… Maaf, itu bukan kami tapi cuma aku saja yang didukung… Yah, salah satu dari mereka berharap seseorang mati… Seseorang tolong dukung Ragnil…dia terlihat semakin despresi hanya dengan melihatnya…

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

(ED; Naga ngenes :v)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“… Aku tak ingin kalah… Aku tak boleh kalah!!”

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

 

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Ragnil mengaum dan membuatku terpental, disaat itu dia menyerangku dengan cakarnya. Aku menghidar dengan melangkah mundur tapi sebuah cakar besar muncul di tanah tempat aku berdiri.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

 

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“… Oi Ragnil… Kau benar benar serius ingin membunuhku…” (Wazu)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“Tentu saja!! Aku tak akan menyerahkan  putriku!!” (Ragnil)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Dan selanjutnya Ragnil mulai menyerang serius dari berbagai arah dan aku mendedikasikan untuk bertahan saja. Meskipin aku tidak akan terluka walaupun kena pukul. Dia menyerangku dengan nafas api, aku mengayungkan lengan ke samping untuk membuat aliran udara jadi baju yang baru kubuat tidak akan terbakar.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Saat kami saling bertarung, aku melihat high elf yang sebelumnya bertarung melawanku, mendekati sarona, jadi aku terbang untuk memastikan dia tidak melakukan apapun. Jika dia berani meletakkan 1 jari ke Sarona, aku akan membunuhnya…

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Pertarungan kami? Itu masih berlanjut sampai akhirnya Ragnil mulai terengah-engah dan nafasnya mulai tak teratur.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Haa… fuuu… guahh…” (Ragnil)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“Ooi~ apa Kau sudah puas sekarang?” (Wazu)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Tidak… masih belum…” (Ragnil)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Haa… jadi begitu… jika ini terus berlanjut seperti ini, ini tidak akan pernah selesai…

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

aku memperpendek jarak dengan Ragnil dalam sekejab dan memukulnya sekali dengan kekuatan yang cukup untuk tidak membunuhnya

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

(T/N : One Punch Man 2.0)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Hari berikutnya aku dipanggil lagi ke aula. Tentu saja Meru duduk diatas kepalaku. Ketika aku sampai di Aula, aku melihat Ragnil, Meral dan Megil berbaris. Ragnil memanggilku.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“Aku kalah darimu Wazu… Jadi aku tidak punya pilihan lain selain mengakuinya… Tolong biarkan aku berkata sesuatu sebagai ayah Meru… Tolong buat putriku bahagia…” (Ragnil)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

 

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

“………. Mengerti. Aku akan mengbahagiakan Meru.”(Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

 

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

Saat aku menjawab Ragnil, Meru terbang dari kepalaku dan dengan riang memberi ciuman di pipi. Aku menjawab perasaan Meru dengan mengelus kepalanya, sepertinya dia puas dan kempali ke kepalaku.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Kemudian? Kapan kalian melanjutkan perjalanan?” (Megil)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Megil bertanya seperti itu

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-169/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Coba kita lihat … Aku sudah membuat semua baju, senjata dan armor, Meru juga sudah dimanja oleh Meral jadi, aku harus berdiskusi dengan sarona dkk, kupikir kita akan pergi besok kalo atau lusa.” (Wazu)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-169/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Jadi begitu… Kalian akan selalu diterima disini. Setelah menjadi suami Meru, ini juga rumahmu.” (Megil)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

 

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-169/!!!

“Ya, aku akan datang lagi.” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Setelah bicarakan itu, aku pergi dari aula untuk berdiskusi dengan yang lainnya tentang waktu meneruskan perjalanan kami.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

 

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-169/

Aku sengaja tidak menyentuh subjek ini tapi, Ragnil sekarang disuruh melakukan dogeza dan lebih parah lagi di punggungnya diberi batu yang membuatnya tambah berat… bertahanlah Ragnil… Aku pastikan kau akan bersinar besok juga… mungkin…





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 169 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel