Sono Mono Nochi ni Chapter 173

Dibaca 2029 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: DarkSoul
Korektor: –

Chapter 173 – Perasaan seorang anak nampak asing bagi orang tuanya

Kemudian kami berkumpul kembali bersama semuanya dan makan bareng, Runo-san diam-diam menceritakan masa kecil Naminissa dan Narelina namun, kedua orang itu mendengarnya jadi ceritanya harus dihentikan. Sayang sekali, padahal sangat menghibur saat mendengar kisah mereka yang senang mengerjai kakaknya, Navirio. Dan begitulah, kami menginap satu malam disini. Kami juga ingin ikut berjaga tapi para Ksatria menolak. Yah, tidak apa-apa sih karena mereka itu Ksatria jadi kami bisa tidur nyenyak.

 

Dan hari berikutnya kami mulai bergerak. Jika kami keluar dari hutan dan pergi menuju kota terdekat akan memakan waktu beberapa hari, jadi aku mencari Runo-san di tengah-tengah perjalanan untuk mendengar cerita tentang kedua putri kecil itu tapi Naminissa dan Narelina selalu muncul entah darimana dan menghentikan ceritanya. Ayolah, tidak apa apa ‘kan punya ketertarikan dengan cerita masa lalu kalian…

Setelah berjalan beberapa hari, kami sampai di kota dan menginap semalam disana dan besoknya kami berpisah dengan para Ksatria. Sepertinya dari sini mereka akan pergi ke Kerajaan Grave-san. Disamping itu aku, Narelina dan Naminissa menulis beberapa surat pengantar untuk Ksatria, tapi jika suratku dikirim ke Grave-san, Naminissa dan Narelina mengirim surat ke istri-istri Grave-san. Kami mengucapkan selamat tinggal pada Ksatria di Pintu masuk kota dan memulai kembali perjalanan ke Ibukota.

Dalam perjalanan ke ibukota di jalan utama, kami memasuki hutan kecil dan seseorang laki laki muncul menghalangi kami.

(T/N : Muncul Bandit yang gk jelas lagi)

 

“Fuu… Akhirnyaa hari ini datang… hari itu aku tidak bisa memperlihatkan kemampuan pedangku yang sebenarnya…” (Bandit)

 

… Nah? Meski kau bicara gitu ke kami… Aku sepertinya ingat lelaki muda berambut biru di suatu tempat… Rambut biru? Dan wajah itu… Kemampuan pedang yang sebenarnya?

 

“AH! Aku mengingatmu!! Kau kandidat bandit yang disoraki oleh keluargamu!! (Wazu)

“Lupakan itu!!!!” (Bandit)

 

Apa hal itu nyelekit jika diungkit-ungkit? Dia berteriak sekuat tenaga. Mungkin, melihatnya malu dan wajahnya merah. Untuk saat ini aku meminta Narelina dan Naminissa menungguku menghadapi Blue-san. Sepertinya mereka sudah terbiasa dan mulai beristirahat, sedangkan Freud sedang mengambil teh hitam yang entah darimana asalnya, lalu menyuguhkannya kepada gadis-gadis itu. He? Melihat adegan itu membuatnya terlihat seperti butler hebat tapi kenapa ketika melayaniku dia sama sekali tidak tampak seperti butler…?

 

“Aku sudah kabur dari keluargaku!! Jadi mereka tidak disini lagi. Sekarang kita bisa saling beradu pedang sesuka hati!!” (Blue)

 

“Dan kali ini…” (Wazu)

 

Aku melihat ke belakang Blue-san yang sedang bersemangat untuk memastikan keluarganya tidak ada disini… keluarga nya tidak terlihat tapi… entah kenapa aku melihat wanita yang sedang bersembunyi di balik pepohonan. Rambutnya berwarna hijau seperti daun dan wajahnya sangat imut, dia sedang melihat kami, atau lebih tepatnya dia sedang menatap khawatir Blue-san.

 

“…… Maaf … Siapa perempuan yang bersembunyi di balik pepohonan itu?” (Wazu)

Ekspresi Blue-san seketika berubah setelah mendengar kata kataku. Blue-san menghentikan gerakannya dan memeriksa siapa yang ada dibelakangnya kemudian Green-san muncul sambil menutupi wajahnya yang malu.

“Kenapa kau disini?” (Blue)

 

Blue-san bertanya sambil terkejut. Green-san tersentak kaget setelah mendengar suara Blue-san dan menunjukkan dirinya. Sepertinya Blue-san tidak menyadari kalau ada Green-san disana.

 

“… Karena aku khawatir… kamu mungkin bisa terluka…” (Green)

 

“Aku baik baik saja!! Walaupun aku terlihat seperti ini, Aku itu kuat!!” (Blue)

Nope, you don’t look that strong…

 

Tidak, kau tidak terlihat kuat…

 

“Em? Pertama tama aku ingin bertanya siapa dia?” (Wazu)

“Well… she is my woman.”

 

Aku bertanya lalu Blue-san berbalik dan menjawab dengan wajah tersipu malu

 

“Yah… Dia kekasihku.” (Blue)

 

Wow, kekasih Blue-san? Jadi begitu? Apa dia akan menjadi istrinya di masa depan? Green-san merasa senang dan malu saat mendengar jawaban Blue-san, ketika kulihat dirinya seutuhnya, Dia membungkuk sedikit.

 

“… Dengan kata lain, kali ini kau di beri dukungan dari pacarmu alih-alih keluargamu.” (Wazu)

“…”

Ketika aku mengatakan itu, Blue-san terbungkam. Yah tentu saja seperti itu, dia ingin menunjukkan sisi kerennya kepada pacarnya tapi dia malah membuat pemandangan yang tidak enak diliat. 8 atau 9 dari 10 aku yakin itu tujuannya. Jika aku masih jomblo sekarang, aku mungkin akan iri, tapi aku sekarang punya Sarona dkk dengaku jadi itu tak akan terjadi. Sejujurnya aku ingin mencari jalan keluar dari sini… dan ketika aku berfikir itu, perahu penyelamat datang dari tempat yang tidak terduga.

 

 

“Ma-maaf.” (Green)

 

Green-san dengan cemas berbicara padaku. Blue-san dan aku ingin tau apa yang ingin dia katakan, jadi kami diam menunggunya.

 

“Se-Sebenarnya… Aku tidak kesini sendirian… untuk menyemangatinya… aku juga memanggil mereka.” (Green)

 

Setelahnya, banyak orang keluar dari pepohonan terdekat. Mereka semua keluarga Blue-san yang kutemui sebelumnya.

 

“Bertahanlah!!”

 

“Menanglah Putraku, Wooh!” (Ayah)

 

“Hati hati jangan sampai terluka!” (Ibu)

 

“Ayo bertarunglah!”

 

“Kau adalah cucuku kebanggaanku!” (Kakek)

 

“Tidak apa-apa jika kamu ingin kabur!!” (Neneknya)

Mereka membuat sebuah saf. Keputusan yang bagus, Green-san?

 

Tapi tidak berakhir begitu saja.

 

“Ohh! Jadi itu menantuku?!” (Ayah Mertua)

 

“Wajahnya sangat maskulin.” (Ibu Mertua)

“You caught a nice one, Onee-chan!!”

 

“Seleramu bagus juga, Onee-chan!!” (Adik ipar)

 

Sepertinya keluarga Green-san juga datang untuk mendukungnya. Kedua keluarga itu saling menyapa dan bersalaman kemudian melihat Blue-san dengan mata penuh harapan. Sementara itu, kondisi Blue-san…

(T/N : Entah kenapa ane merasa BANDIT DISINI GK ADA YANG BENER!!)

“…”

Dia berkeringat deras dan memegang perutnya. Aku mengerti. Kau sakit perut karena gugup kan.

 

“Ber ~ Tahan! Ber ~ Tahan!!”” (Duo Keluarga aneh)

Itu dukungan kedua keluarga mereka. Melihat Blue-san yang memegangi perutnya aku ingin memberitahu mereka untuk berhenti. Tapi aku tidak ingin dia kalah, aku benar-benar tidak ingin bertarung dengannya…

 

Dan saat aku melihat Blue-san, dia melepas satu tangannya dari perutnya dan jarinya yang gemetaran tertunjuk ke arahku.

 

“Aku… Aku akan mengingat ini!!” (Blue)

Dan dengan kata kata itu, Blue-san kaboor ke hutan.

“Ayo kejar dia!” (Green)

 

“Ayoo!!”

Setelah itu Green-san dan segenap keluarganya mengejarnya. Aku ingin kau muncul lagi setelah menyelesaikan masalah dengan keluargamu. Aku akan menunggu sampai saat itu. Blue-san juga bilang padaku dia akan mengingat ini.

 

Dan kami kembali melanjutkan perjalanan ke Ibu Kota Kekaisaran sambil berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 173 manga scan, ,
Table of Content

15
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
14 Komentar Chapter
1 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
14 Comment authors
atmaSilent KurumiMeliodasLight HouseIkram Lagax Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Aldo Rolland
Guest
Aldo Rolland

mantap min

Tri Wahyudi
Guest
Tri Wahyudi

Lanjutttttt……….

Ikhari
Guest
Ikhari

Mantav, makasih min

Arief Abizar
Guest
Arief Abizar

Lanjutkan

Lolicon
Guest
Lolicon

Lanjuttttt…… Min

AK_KenzEroge
Guest
AK_KenzEroge

Lanjut…,Ayoo min semangat!!! >.<

niznet
Guest

Siapp xD

Gab-Chan
Guest
Gab-Chan

Mantap. Semangattt

Keisatsu ~Desu
Guest
Keisatsu ~Desu

Guud lanjutkan min 👍

Maulud
Guest
Maulud

Wkwk.. keunikan tersendiri dr cerita ni
Banditnya pd gk beres..
Next min..

Ikram Lagax
Guest
Ikram Lagax

Next…

Light House
Guest
Light House

Wkwkwk.. Gw ada ngakak nya tapi juga ada kesiannya :v gk kebayang betapa malunya klo beneran ada kejadian kek gitu :v

Meliodas
Guest
Meliodas

Dan gw selalu ngakak liat kelakuan para bandit wkwkwkwk 😀

Silent Kurumi
Guest
Silent Kurumi

Thanks for the chapter!! :)) jaga kesehatan dan tetep semangat update min :))

atma
Guest
atma

Chap paling w seneng ya gini klo ketemu bandit karena gak ada satupun bandit yg bener