Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-174/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Penerjemah: Devine
Penyunting: DarkSoul
Korektor: –

Chapter 174 – Ibukota Kekaisaran Iscoa

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

Didepanku sekarang ada kastil yang paling terkenal dan kota benteng terbesar dibenua ini. Kastil dan kota dilindungi tembok besar dan gerbang masuknya memiliki antrian yang panjang.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

Ibukota Kekaisaran Iscoa.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Ada alasan kenapa Kekasisaran yang diperintah oleh Keluarga Kerajaan Iscoa menjadi Kekaisaran yang paling terkenal dan paling padat penduduknya. Kekaisarannya terletak di benua bagian selatan yang menjadi pusat perdagangan, ditambah lagi berbagai macam orang datang dan pergi dalam jumlah yang sangat besar di Ibu Kota Kekaisaran, jelas saja tempat itu padat penduduk, terlebih lagi, Pahlawan yang mengalahkan Demon Lord tinggal di sini. Tentu dia orang yang paling tidak ingin kutemui, tapi demi bertemu dengan Aria aku harus menguatkan tekadku tuk menemui sang Pahlawan. Dia tidak akan tiba tiba menyerangku kan? Aku tidak tau orang seperti apa dia, aku hanya harus waspada saja… Bukan berarti dia bisa mengalahkanku.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Pertama-tama aku harus bertemu Aria, yang lainnya nomor dua.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Saat aku sedang berfikir, ternyata kami sudah memasuki antrian jalan masuk Ibukota, Ketika itu aku merasakan seseorang melirikku, jadi aku berbalik dan melihat Sarona dkk memberiku tatapan serius.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-174/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Akhirnya kita sampai.”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“Ya, akhirnya…”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-174/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Waktunya membunuh reinkarnasi kejahatan” (Kagane)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

“Aku tidak sabar untuk menggunakan skill-ku.”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

“… Hancurkan.” (Haosui)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“Tunggu saja, kau Babi!!”

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“Bolehkah aku menyakitinya? Bolehkah? Bolehkah?”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

… Eh? Kalian ingin membunuh? Kita datang untuk membunuh Aria? Itu salah, kan? Kita datang untuk berbicara dengannya saja, kan? Atau, apa aku salah? Tidak, tidak, aku tidak salah… bukan?

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-174/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“”Hanya Bercanda.”” (Istri Istri Wazu)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-174/

hanya beberapa waktu yang lalu mereka memancarkan aura membunuh tapi sekarang mereka sedang melihatku dengan senyuman seakan tidak terjadi apa apa, dan dengan kompaknya mereka mengatakan bahwa itu hanya lelucon saja. Sepertinya aku terlalu gugup tapi sekarang aku sedikit lega setelah mendengar kata kata mereka. Berpikir mereka akan melakukannya untukku membuatku semakin mencintai mereka.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-174/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Aku melebarkan tanganku kemudian memeluk mereka dengan erat.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

“… Terima kasih… lagi lagi Aku jatuh cinta dengan kalian.” (Wazu)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

Aku mengutarakan perasaanku dengan jujur dan melihat mereka menatapku dengan senyuman bahagia. Aku juga senang karena itu.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-174/

itulah kenapa aku percaya aura membunuh mereka keluarkan sebelumnya hanya imajinasiku…

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Tak lama kemudian, giliran kami tiba lantas kami menunjukkan kartu petualang dan diizinkan masuk tanpa masalah.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“… Mari kita lihat… Pertama-tama aku ingin kembali ke rumahku dan meminta maaf pada orang tuaku karena telah kabur dari rumah. Aku juga ingin makan masakan ibuku.” (Wazu)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-174/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Aku meregangkan diriku sambil mengatakan itu tapi entah kenapa Kagane berkata “Berhenti!”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“O-Onii-chan!! Kau bisa melakukan itu lain waktu!! Ma-Mari kita cari Ba… Aria!! Tidak, sebelum itu kita perlu makan siang dulu! Aku yakin kalian semua lapar! Ini sudah 2 tahun setengah setelah kepergianmu!! Ibu kota sekarang punya toko-toko baru, dan banyak makanan baru yang enak!! Aku akan mengantarmu ke salah satu toko yang kurekomendasikan jadi ayo makan dulu!!” (Kagane)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-174/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Mh~aku pikir itu tidak apa apa… aku sudah lama meninggalkan ibu kota jadi seperti yang kubayangkan pemandangan kota juga sudah berubah… ini bisa jadi tur untuk yang lainnya jadi mari kita makan di toko yang Kagane rekomendasikan.” (Wazu)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

Aku memeriksa semua orang dan mereka semua mengangguk seolah berkata mereka tidak keberatan

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

“… Ha… Itu berbahaya… apa yang harus kulakukan? *Aku lupa meninggalkannya seperti itu… jika seseorang menggunakanya…” (Kagane)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“Kagane! Apa yang terjadi! Apa kau sakit?” (Wazu)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Aku baru saja ingin pergi sekarang tapi ketika aku melihat Kagane sedang menggumamkan sesuatu, aku memanggilnya dan dia melompat sesaat. Apa yang terjadi? Apa dia terluka? Karena khawatir aku mendekatinya tapi sebelum itu dia menoleh ke arah ku dan tersenyum seakan bilang tidak ada apa apa.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

“Tidak ada yang salah, Onii-chan!! Ayo kita pergi ke toko yang kurekomendasikan! Lewat sini! Ayo, ayo!!” (Kagane)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-174/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Dan seperti itu, Kagane mengantar kami pergi ke toko. Aku memiringkan kepalaku, berkata ‘Oh baiklah’ dan mengikuti mereka

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Kami dituntun menuju tempat yang berada di jalan utama Ibukota dan tidak berlebihan kalau bilang itu distrik terbaik disekitar sini. Sepertinya di siang hari toko ini akan menjadi restoran dan di malam hari akan jadi bar. Bangunannya juga mengesankan dan tampaknya toko ini disukai para wanita karena saat kami mengintipnya dari luar banyak pelanggan wanita di dalam. Jelas tampak seperti toko yang populer tapi apa kami boleh masuk? Ketika aku sedang berfikir, Kagane menyelinap masuk dan berbicara dengan seorang pelayan lalu dalam sekejap semua pelayan menyiapkan tempat duduk untuk kami kemudian mempersilahkan kami masuk.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-174/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Uhm… apa ini tidak apa-apa?” (Wazu)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

Saat aku duduk, aku bertanya pada kagane apa ini baik baik saja.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-174/!!!

“Onii-chan tidak perlu khawatir, karena yang punya toko ini aku! Atau lebih tepatnya, Perusahaanku yang mengelola toko ini.” (Kagane)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Seberapa luas kau menyebarkannya… Yah aku merasa bangga dengan adikku…

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

setelah itu, banyak makanan di bawa ke meja kami dan kami memakan semuanya. Puding sangat lezat

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-174/

Ketika kami sedang makan, tiba tiba jalan menjadi ricuh. Ada apa? Kami semua melihat keluar dan sepertinya keributan itu disebabkan oleh seorang wanita yang berjalan ke sini…





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 174 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel