Sono Mono Nochi ni Chapter 177

Dibaca 1943 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Muhamad Iqbal

Penerjemah: Devine
Penyunting: VinsAries
Korektor: niznet

Ada pengumuman terkait Sono Mono dan Sistem Donasi atau Sponsor ramai-ramai: Pemberitahuan Sistem Donasi


Chapter 177 – Orang yang ada di dalam Mansion

Haosui diberi informasi dari Resepsiosis dimana Aria berada, jadi sekali lagi, kami dipandu Kagane ke Mansion di pinggir distrik bangsawan. Aku berjalan di depan Kagane sambil mengikuti arahannya, Huft~ aku menjatuhkan bahuku sambil mendesah.

Aku masih depresi karena kata- kata Resepsionis itu… Dia harusnya gak sampe bicara segitu sejauhnya… Yang pertama, Meru itu asli, dan aku juga sadar kalau wajahku itu emang biasa-biasa saja… ugh

 

Kupikir,  aku gak boleh terus-terusan kaya gini. Jadi aku menapar pipiku dua kali  dan merubah ekspesiku. Kami mungkin akan bertemu dengan Aria sebentar lagi. Aku bilang ke sarona dkk, kalau aku kabur, aku ingin mereka menahanku. Eh kalau dipikir-pikir lagi, tempat dimana Aria berada berarti disana  juga ada party Yuusha, bukan? Aku nggak ingin… Aku nggak ingin bertemu Yuusha-sama… bisakah kita membuat Aria dan Aku berbicara berdua saja?

 

Tak peduli berapa lama aku berpikir. Aku gak bisa menemukan ide yang bagus, dan saat aku berpikir, kami bisa melihat tempat tujuan kita. Saat kami mendekat, kami mengintip mansion dan melihat sebuah Mansion biasa dengan 2 lantai dan kebun kecil. Meski ini di distrik bangsawan, tidak ada yang menjaga pintu masuknya, di kebun cuma ada satu pohon yang hampir layu dan disekitarnya ditumbuhi rumput liar, sedangkan jendelanya di tutup dengan papan kayu sehingga interiornya tidak terkena sinar matahari, dan kami tidak bisa melihat apapun di dalam Mansion itu. Tak peduli darimana kau melihatnya, tak mungkin juga ada orang yang tinggal disini. Apa benar Aria tinggal disini?

 

Saat Kami ragu-ragu, tiba-tiba pintu mansion sedikit terbuka. Apa ada orang di dalam? Aku mengerti, mereka mungkin ada disini karena ada permintaan. Kalau begitu, ayo periksa bagian dalamnya.

 

Hmm, apa tidak apa-apa kita masuk ke dalam? Saat aku berpikir begitu…

 

「…Tak ada masalah, juga gak ada yang tinggal disini. Tapi terkadang Kau bisa melihat seseorang di dalam jadi, mereka menyebutnya Mansion berhantu atau begitulah kata orang di guild tadi. Aku juga sudah dapat ijin untuk masuk.」(Haosui)

 

Haosui bilang begitu. Apa Mansion berhantu?! Ini pertama kalinya aku mendengar itu! Tunggu sebentar… jika disana memang ada hantu, apa serangan kita berpengaruh…? Itu menggangguku… jika hantu itu datang aku akan menggunakan Pendewaan dan menghapusnya dari dunia ini…

 

Ketika aku berbalik memeriksa gadis-gadis, mereka terlihat tenang. Eh? Apa kalian tidak takut? Ini hantu lo? Hantu. Saat aku mengatakan itu mereka menjawab kalau mereka sama sekali tidak takut… mereka sangat kuat… Haa… aku terlihat bodoh karena terlalu khawatir… tidak aku tidak takut!!! Jika aku bilang tidak takut maka aku tidak akan takut!!

 

Aku memastikan semuanya sudah siap dan dengan satu kata kami masuk ke dalam Mansion.

Di dalam Mansion, sepertinya di bersihkan secara teratur karena aku tak  melihat sedikit pun debu di lantai… Freud merayap di meja di samping pintu sambil mencari-cari sesuatu dengan tangannya dan berkata ‘… Fumu’ setelah memeriksanya. Aku ingin bertanya apa yang dia pikirkan.

 

Tidak ada yang akan terjadi kalau kamu cuma berdiri saja jadi kami memutuskan untuk menjelajah Mansion

 

「 aku akan memeriksa lantai satu, jadi kalian… 」 (Wazu)

 

「「 Kami akan ikut denganmu!」」

 

「 Eh? 」(Wazu)

 

Kenapa? Itu tidak efisien

 

「Kau berkata pada kami lho Wazu-san,」(Sarona)

 

「 untuk mencegah kaburnya dirimu di saat bertemu Aria-san 」(Tata)

 

「 Tapi kalau kita terpisah,」(Naminissa)

 

「 dan kamu tiba-tiba bertemu Aria,」(Narelina)

 

「… Kita tak bisa menghentikanmu Danna-sama」(Haosui)

 

「Jadi kita akan selalu bergerak bersama-sama selamanya!」(Kagane)

 

「Ya. Saat sakit maupun sehat.」(Maorin)

 

Saat sakit maupun sehat, ini tak ada kaitannya sama itu… Tapi dari mata mereka, aku bisa melihat betapa seriusnya mereka.

 

「 Kesampingkan dulu tentang ‘Saat sakit maupun sehat’… Memang benar kalau aku bertemu dengan Aria sendirian aku akan melarikan diri… Baiklah, Mari bergerak bersama-sama.」(Wazu)


Karena sudah jelas kalau aku kabur jika sendirian, kami memutuskan untuk bergerak bersama-sama

..

 

Kami memulai menjelajah di lantai satu.

 

「 Sebelum memulai pencarian… Akan sia sia  jika kita melewatkan Aria selagi mencarinya bersama sama jadi kupikir harus ada seseorang yang tinggal di pintu masuk , untuk jaga-jaga saja.」(Wazu)

 

Saat aku berkata itu, gadis gadis memberiku tatapan tak menyenangkan. Sepertinya mereka semua ingin pergi bersama denganku. Aku senang kalian merasa begitu, dan aku juga ingin bersama dengan kalian semua tapi tapi seseorang harus tetap disini. Saat aku kebingungan apa yang harus dilakukan, ada tangan terangkat di belakang gadis-gadis.

 

「 Lalu saya akan tetap disini.」(Freud)

 

Freud berinisiatif untuk tetap disini. Mari kita ambil sarannya.

 

Freud… Aku nggak akan melupakanmu

「 Wazu-sama, Saya masih hidup 」(Freud)

 

Aku tidak mendengarmu~~

 

Aku membungkuk pada Freud sebentar sebagai rasa terima kasihku karena tetap disinu dan mulai menjelajah lantai pertama dengan Sarona dkk.

 

Di lantai pertama ada ruang makan, ruang keluarga, dan beberapa barang hiburan milik pemilik sebelumnya, tapi setelah memeriksa seluruh ruangan di lantai ini, kesampingkan Aria, kami bahkan tidak menemukan seseorangpun. Dalam penjelajahan kami, kami juga mencari lantai-lantai lain dan sepertinya disini tidak ada ruang bawah tanah jadi kami lanjut ke lantai kedua.

Lantai kedua, berbeda dengan lantai pertama, ini tempat pemilik sebelumnya tinggal, dan memiliki banyak ruangan. Pemilik sebelumnya sepertinya suka membaca karena banyak rak-rak buku disini. Yah yang tersisa cuma rak-raknya saja sekarang…

 

Dan ruangan yang tersisa yang belum dijelajahi ada di pojok lantai kedua. Jika kau membayangkan jadi pemilik mansion tempat itu pasti ruang belajar… kami belum bertemu dengan siapapun sampai sekarang jadi jika ada orang di Mansion ini pasti ada disana… bisa juga pintu mansion itu terbuka sendiri…

 

Aku meningkatkan kewaspadaanku, lalu membuka pintu lalu masuk ke dalam.

 

「Yoo! Akhirnya kau datang juga, aku sudah lelah menunggumu lo.」(?)

 

Di dalam mansion tidak ada furnitur sama sekali, cuma meja dan seseorang yang duduk di meja dan menatap kami sambil tersenyum.

Orang itu memakai pakaian serba hitam, dan menutup wajahnya dengan tudung…  sepertinya dialah orang yang memindahkan Meru ke tempat Haosui.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 177 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
2 Komentar Chapter
1 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
ユリコザキ[Aloner]niznetOtongs Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Otongs
Guest
Otongs

Still waiting, itu chap 178 kok gk bisa di buka yak?

niznet
Guest

bisa kok
https://lfnovels.com/sono-mono-178/

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁