Sono Mono Nochi ni Chapter 179

Dibaca 1401 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: DarkSoul
Korektor: –

Ada pengumuman terkait Sono Mono dan Sistem Donasi atau Sponsor bareng-bareng: Pemberitahuan Sistem Donasi


Chapter 179 – Jika kau mau datang, beritahu kami dulu

「 Apa maksudmu ‘Makhluk Imitasi’?」(Wazu)

Aku tanya Shiro yang duduk di meja, selagi berhadapan dengannya, senyum tanpa dosanya semakin lebar dan dengan senang hati menjawabku.

「 Iya iya aku akan jelasin, itulah kenapa aku menunggumu disini. Tapi sebelum itu, biarkan dia memperkenalkan diri pada kalian.」 (Shiro)

Disuruh Shiro, Aria palsu yang sedang bersandar, berdiri, menatapku, berjalan ke depan saat dia berdiri di belakang Shiro, tubuhnya terbungkus cahaya hitam.

Mataku silau terkena cahayanya, tetapi setelah penglihatanku kembali, aku melihat Shiro masih duduk diatas meja namun Aria Palsu yang harusnya ada di dekatnya sekarang hilang. Digantikan seorang wanita berambut hitam pekat layaknya tinta yang terurai sampai lantai serta cantik parasnya, namun lewat matanya aku merasakan kekejaman tanpa emosi. Lekuk tubuhnya yang seksi ditutupi oleh gaun hitam. Dari dirinya aku nggak merasakan aura seorang ‘manusia’, menurutku, auranya hampir seperti Dewi

Wanita itu dengan elegan membungkuk pada kami

「 Senang bertemu kalian dengan wujud ini… aku adalah salah satu pilar dan namaku Dewi Kegelapan.」(Dewi Kegelapan)

Editor N : Darkness? Kenapa gk DarkSoul aja, huft

Dewi Kegelapan… itulah kenapa auranya terasa mirip seperti Dewi-Dewi. Aku baik-baik saja saat merasakan auranya tapi ketika aku berbalik para gadis dibelakangku sedang menggigit lidah mereka seolah-olah sedang menahan sesuatu dan kelihatannya mereka juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Mereka tampak gemetar. Mereka pasti ketakutan pada Dewi Kegelapan yang tidak mereka kenal. Untuk saat ini, coba pastikan kebenarannya selagi aku merasa lega melihat mereka baik-baik saja.

… Hanya aku satu-satunya yang bisa bergerak sekarang jadi aku harus melindungi mereka…

Aku melangkah ke depan para gadis untuk melindungi mereka dan kembali menoleh melihat Shiro serta Dewi Kegelapan

「… Aku mengerti dari auramu kamu pasti sangat perkasa… yang artinya kamu sama seperti Dewi-Dewi lainnya, be… nar… kan… eh? 」

Tatkala aku berkata kalau dia sama seperti Dewi-Dewi lainnya, Dewi Kegelapan menundukkan kepalanya dan mulai gemetaran seolah menahan sesuatu. Dan entah kenapa, dari Dewi Kegelapan aura hitam mulai muncul … aku tidak tau kenapa dia jadi begini dan apa yang harus kulakukan, aku memalingkan wajahku ke arah Shiro, merasakan tatapanku, Shiro membuat wajah panik dan memberiku senyum pasrah.

*krakk!*

… Eh? Baru saja, aku mendengar sesuatu yang pecah…

「 Bangsat!! Jangan bandingan aku dengan bocah-bocah itu!!」(Dewi Kegelapan)

Teriakan Dewi Kegelapan bergema, Wajahnya yang diselimuti amarah dan ekspresi mengerikannya, aku mengerti sekarang….

Ah, aku menginjak ranjau…

「 Dewi Cahaya bukanlah apa apa melainkan mahluk serakah namun dia punya agamanya sendiri! Dewi Bumi berakting keibu-ibuan tapi dia sebenarnya cuma masokis ekstrim!! Dewi Perang mengaku mengatur segala peperangan tapi dia sendiri nggak bisa bertarung!! Dewi laut hatinya seluas laut? Ha! realitanya hanya seluas kolam kecil! Dewi langit mempunyai kekuatan paling besar tapi nggak bisa menggerakkan 1 jari pun!! Jangan berkata kalau aku sama dengan para bocah-bocah itu!! Dari awal, kami lahir berbeda waktu dan aku hidup lebih lama dari mereka.」

Ehhh… aku tidak bilang begitu. Selain itu, Dewi itu ternyata Dewi Cahaya… dan juga ada Dewi langit yang belum pernah kutemui sebelumnya…Membuatmu semarah ini, Seberapa besar kau benci mereka…?

Selagi aku kebingungan karena perubahan Dewi Kegelapan, dari saku dadaku kartu petualangku tiba-tiba terbang dan mulai memancarkan cahaya.

*Kaaaaaa!*

Ruangan dimandikan cahaya hangat dan aku melihat Dewi berdiri di tengah-tengah udara sambil memegang kartu petualangku di sela-sela jarinya… tidak tunggu bentar, dia itu Dewi Cahaya. Aku berada di belakang Dewi Cahaya jadi aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya tapi aku bisa melihat kalau Dewi Kegelapan ekspresinya lebih gelap lagi… Sarona dkk sudah terlepas dari tekanan aura Dewi Kegelapan tapi dengan munculnya Dewi lain, mereka semakin lemas dan masih tidak bisa bergerak

「… Uhm… Dewi?」(Wazu)

Dengan suara lirih kupanggil dia dan Dewi Cahaya menoleh kearahku sambil memberiku senyuman terbaiknya kemudian mengembalikan kartu petualangku.

「 Wazu-san… tunggu sebentar ya! Aku akan mengalahkan sampah itu yang cuma lahir beberapa tahun lebih cepat aja… setelah itu mari kita keluar.」(Dewi Cahaya)

Setelah mengatakan itu, Dewi Cahaya kembali berpaling menghadap Dewi Kegelapan.

「 Aku tadi diam-diam mendengarmu tapi kau masih tidak berubah, kan? NENEK-NENEK, apa kau sudah siap?」

「 Kau datang disaat yang tepat! Kau bocah nakal!! Mari kita lihat apakah kau punya nyali!! 」

Dewi Cahaya dan Dewi Kegelapan perlahan-lahan mulai mendekat.

「 Ohh, ohh, ohh!!」
「 Ohh, ohh, ohh!!」

Dua dewi pilar mengernyitkan alisnya dan semakin dekat, dan bahkan ketika jarak mereka terbatas 1cm, mereka terus-terusan saling melotot.

「 Aku akan mengakhiri hidupmu disini, sekarang juga!!」

「Cobalah!!」

Kupikir mereka akan terus-terusan berkelahi seperti itu tetapi mereka mulai saling melancarkan pukulan tangan kanan kuat dan mereka berdua menghentikan serangan menggunakan tangan kiri malah jadi kontes saling menahan tinju.

「 Fugigigigi…!!」 (Dewi Cahaya)
「 Fugugugugugu…!!」(Dewi Kegelapan)

Melihat mereka bertarung dengan kekuatan yang setara membuatku berpikir sesuatu.

Semenjak aku melihat pertarungan bodoh ini, aku khawatir… apakah dunia baik-baik saja dengan dewi-dewi kayak gini?

Selagi berpikir aku bertatap mata dengan Shiro… Tidak ada gunanya kalau cuma melihat pertarungan antar dewi, jadi kulanjutkan perbincanganku dengan orang ini…

Masalah tentang ‘Makhluk imitasi’ sedikit menggangguku…

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 179 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of