Sono Mono Nochi ni Chapter 181

Dibaca 1387 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: VinsAriez
Korektor: –

Ada pengumuman terkait Sono Mono dan Sistem Donasi atau Sponsor bareng-bareng: Pemberitahuan Sistem Donasi


Chapter 181 – Siapa wanita yang ditinggalkan sebagai hadiah perpisahan?

“Identitasku?” Kata Dewi Cahaya, dan untuk beberapa alasan mulai memukul belakangku, aku malah berbalik untuk memeriksa gadis yang Shiro tinggalkan sebagai ‘hadiah perpisahan’. Ku letakan tanganku dekat ke mulutnya dan aku bisa merasakan, meskipun kecil, ada napas yang berarti dia masih hidup.

Dia memiliki rambut panjang berwarna keemasan, wajah yang cantik, meskipun terlihat kekanak-kanakan, dan seperti yang ku katakan sebelumnya, dia mengenakan pakaian buatan pejahit Kelas Atas..

Seperti yang ku pikirkan, aku belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Kenapa dia meninggalkan orang ini sebagai hadiah perpisahan? Saat aku bertanya-tanya pada diri sendiri, para gadis datang ke tempatku berada. Sepertinya karena Dewi Kegelapan tidak lagi ada di sini, mereka sudah bisa bergerak, jadi aku diam-diam meninggalkan gadis itu tidur dan kemudian memberitahu mereka tentang percakapanku dengan Shiro.

“Bisa kuabaikan kalau orang itu dalang yang sebenarnya dari kejadian di desa Elf, tapi aku tak terima kalau dia sama dengan Wazu-san!! Aku akan menghancurkannya!!”

“Dalang di belakang penguasa feodal adalah orang itu… Berkat dia, Wazu-san menyatakan cinta padaku jadi aku bersyukur untuk itu, tapi aku tidak bisa membiarkannya … Mereka sama sekali tak serupa.”

“Sebagai seseorang yang hidup di dunia ini, aku tak bisa membiarkan kebangkitan Dewa Jahat… tapi lebih buruk dari itu adalah, dia mengaku sebagai orang yang serupa dengan Wazu-sama, dan aku tidak bisa memaafkannya … Ayo cepat bunuh dia.”

“Fumu… Ini harus tersebar luas… Akan lebih baik kalau kita menghubungi keluarga kerajaan untuk memberi tahu mereka apa yang terjadi di sini … Bahwa Wazu sangat menawan.”

“… Tidak masalah jika itu Dewa Jahat, atau apa … Kita akan musnahkan semuanya … Orang itu mungkin memiliki Dewi Kegelapan bersamanya… Tapi kita punya Suami-sama di pihak kita.”

“Onii-chan ku adalah yang terbaik ~ !! Whaa ~~ !! Aku jadi bersemangat !! Aku akan membuat pria itu, dan Dewi Kegelapan menangis! Dan juga Dewa Jahat sebagai bonus!”

“Jadi perubahan pada ayahku adalah karena dia… Maka sebagai putrinya, aku harus membalasnya dengan semestinya… Selain itu, aku tidak tahan dengan gaya bicaranya itu pada Suami-dono!!”

“Aku mengusulkan perubahan bagaimana Wazu-san menyebutku!”

Itu adalah reaksi jujur para gadis, meskipun pilar kecil mengatakan sesuatu di luar konteks. Jika pilar kecil itu menginginkanku melakukan itu, aku memintanya untuk mempertimbangkan tindakannya sedikit lebih banyak. Apa kau tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dunia..? Aku geli dari perkataan para gadis dan mulai sedikit menangis.

Aku ingin melindungi dunia tempat tinggal mereka ini…

Kata-kata itu dapat diartikan seolah-olah aku akan bertarung untuk mereka … Tapi itu kenyataannya… Telinga para gadis tidak melewatkan itu dan dengan pipi merah mereka memberitahuku perasaan mereka sembari datang untuk memelukku dengan erat.

Permisi, si pilar kecil akan terpeleset dalam kebingungan!

Akan jadi buruk jika kita tetap seperti ini dan itu akan berdampak pada rasionalitasku, jadi aku meminta mereka untuk melepaskan sejenak dan para gadis dengan enggan menuruti. Ya, ya, kau juga Dewi Cahaya…

Aku menghela nafas lega kemudian sekali lagi memalingkan badan untuk melihat yang lain dan akhirnya, berbalik untuk melihat gadis yang tidur tidur dan bertanya.

Jadi ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada kalian semua … Gadis ini ditinggalkan di sini sebagai hadiah perpisahan tapi aku tidak mengenalnya. Apa ada yang kenal siapa dia?”

Aku sedikit minggir agar semua orang dapat melihat wajah gadis itu dan melihat apakah ada yang mengenalinya tetapi hanya dengan melihat wajah mereka, aku bisa mengatakan bahwa mereka tidak mengenalinya. Ada Pendapat bahwa dari pakaiannya sendiri kau dapat mengatakan bahwa dia seorang bangsawan, bukan? Tapi hanya dengan itu kita tidak mengetahui apa-apa… Apa kita harus menunggu gadis itu bangun? Sementara kami memikirkan itu, Kagane, yang terus menatap gadis itu sampai akhir, mengeluarkan kata ‘Ah …’ seolah-olah dia ingat sesuatu.

“Kagane? Apa kau mengetahui sesuatu?”

“… Aku juga baru bertemu dengannya sekali jadi aku tidak yakin 100% tapi… Mungkin… Dia adalah putri satu-satunya dari Raja Negeri ini, Putri Eris…” (Kagane)

… Eh? Seorang putri? Tidak, tidak, tidak, kamu bercanda, kan? Kagane, coba diingat dulu. Bagaimana? Bukan dia, kan? Tolong katakan kalau itu bukan dia…

“…”

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku menoleh kepada Naminissa dan Narelina yang juga merupakan anggota kerajaan untuk memastikan…

“Maafkan aku, meskipun aku telah bertemu Raja Negeri ini sebelumnya, aku belum pernah bertemu dengan Putri…” (Naminissa)

“Aku juga sama…” (Narelina)

Tentu saja meskipun aku tinggal di negeri ini, aku belum pernah melihat wajah Keluarga Kerajaan… Maksudku, aku hanyalah rakyat jelata… Atau lebih tepatnya, aku masih seorang rakyat jelata.

Aku benar-benar bingung apa yang harus dilakukan. Membawanya dan keluar berjalan tidak mungkin, dan aku tidak bisa membawanya ke kastil dan mengatakan ‘dia diculik’ … Apa yang harus dilakukan…?

Sementara kami memikirkan hal itu, gadis itu terbangun sambil menggumam ‘Mhh…’

Gadis itu memperlihatkan wajah mengantuk karena dia masih setengah bangun. Tapi secara bertahap, dia mulai memahami situasinya sendiri… Tunggu, tidakkah itu terlihat seperti kami lah orang-orang yang menculiknya?
Sepertinya dia sampai pada kesimpulan yang sama karena dia mengambil nafas kuat untuk berteriak. Sambil berpikir bahwa ini buruk, aku secara reflektif mengambil tindakan dalam sekejap.

“Dewi cahaya!”

“Ya”(Dewi Cahaya)

Memahami niatku, Dewi Cahaya meletakkan lengan kanannya dan mengeluarkan aura dewinya. Apakah ada makna dalam pose itu..? Tapi, dipengaruhi oleh aura dewi nya, gadis itu berlutut sebelum bisa berteriak. Para gadis tampaknya sudah terbiasa dengan hal itu karenanya mereka tetap tenang. Tetapi situasi ini juga buruk. Satu orang berlutut dan kami semua mengelilinginya…

Aku berbatuk sekali dan meminta Dewi Cahaya menekan auranya, lalu aku juga berlutut untuk menyamakan pandanganku dengan gadis itu.

“… Uhm … Mungkinkah kau Putri Eris?”

“Ya… Seperti apa kira-kira situasiku?”( Putri Eris)

Dia benar-benar Putri Negeri ini… Itu artinya Shiro ada hubungannya dengan hal ini jadi aku punya firasat buruk tapi, terlebih dahulu aku harus menjelaskan apa yang terjadi …

Dan kami memberitahunya apa yang terjadi di sini setelah memperkenalkan diri dengan singkat. Karena dia berasal dari keluarga kerajaan, kami akan membutuhkan kerja samanya di masa depan, jadi aku menceritakan tentang Shiro, Dewi Kegelapan, dan tentang kebangkitan Dewa Jahat padanya.

Setelah mendengar semuanya, Putri Eris mulai merenungkan sesuatu dan dengan sebuah anggukan, dia berbalik melihat kami.

“Bolehkah aku memintamu untuk membawaku keluar dari kota kastil seperti ini?” (Putri Eris)

… Haa?

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 181 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!