Sono Mono Nochi ni Chapter 183

Dibaca 1791 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: Darksouls
Korektor: –

Ada pengumuman terkait Sono Mono dan Sistem Donasi atau Sponsor bareng-bareng: Pemberitahuan Sistem Donasi


Chapter 183 – Ayo Culik Putri!

Putri Eris tampak gembira dan wajahnya memerah saat tahu kalau aku mungkin kenal sama Navirio. Aku berbalik melihat Narelina dan Naminissa dengan wajah muram dan mereka tampak terkejut, mereka menatapku kemudian mengangguk sekali. Aku mendapat izin mereka berdua, menghela napas lalu duduk tegak menghadap Putri Eris.

“ Bagaimana ya… yah, aku kenal dia… aku bisa bilang kalau kita teman…” (Wazu)

“Kalau begitu kau kenal Navirio-sama!!” (Eris)

The bloodcurling expression of Princess Eris is a little frightening…

Wajah Bengis Putri Eris sedikit menakutkan…

“maksudku… Kami teman tapi… “ (Wazu)

Aku menoleh sekali lagi ke Naminissa dan Narelina meminta bantuan dan Putri Eris mengikuti pandanganku melihat kedua gadis itu. Naminissa dan Narelina tersenyum pahit, mendekati kami dan membungkuk hormat, mereka memperkenalkan diri lagi.

“Aku Naminissa Mabondo.” (Naminissa)

“Aku Narelina Mabondo.”(Narelina)

“”Navirio Mabondo itu kakak kami.”” (Narelina & Naminissa)

Putri Eris terlihat bingung dengan perkenalan diri Narelina dan Naminissa. Aku yakin dia perlu waktu untuk mencernanya. Dia melihat-lihat warna rambut dan wajah untuk memastikannya. Dan setelah teryakini, dia bertepuk tangan sekali.

“Kau boleh memanggilku Onee-san!!” (Eris)

Dan tiba-tiba mengatakan itu sambil memeluk Narelina dan Naminissa.

Kau terlalu cepat… sembari memikirkan itu, Aku lega karena dijauhkan dari kelakuan energik Putri Eris, tapi entah kenapa, Naminissa, Narelina dan Putri Eris menengok ke arahku… Ah, aku punya firasat buruk…

“Dan, Dia yang ada disana adalah Suami masa depan kami, Wazu-sama.” (Naminissa)

“Di masa depan dia akan menjadi adik ipar Aniue” (Narelina)

“Dengan kata lain, dia akan jadi Adik Iparku juga!!” (Eris)

Putri Eris menatapku dengan ekspresi Senang… tunggu bentar…

Untuk sementara kami berhasil menenangkan Putri Eris yang bersemangat karena bertemu keluarga orang yang dicintainya, berpikir dia mungkin tau sesuatu, kami bertanya tentang Aria.

“Maaf Putri Eris, kami sebenarnya sedang mencari Aria, aku ingin bertanya apakah kau barangkali tau di mana dia?” (Wazu)

“Ayolah, sudah kubilang panggil aku Onee-san. “ (Eris)

Ah, dia masih belum tenang…

“*Ehem*!”

Akhirnya dia tenang juga, Putri Eris memperoleh kembali sikap Keputriannya, membersihkan tenggorokannya dan menjawab pertanyaan kami.

“Aria-sama… atau lebih tepatnya, semua party pahlawan saat ini ditahan di Kastil.” (Eris)

“Ditahan…? Apa mereka berbuat salah?” (Wazu)

“Tidak, bukan begitu. Sebenarnya, beberapa saat yang lalu Paus Agung dari gereja datang, aku juga ada disana, dan dia berbicara tentang Dunia yang akan mengalami kekacauan, katanya sesuatu yang buruk akan terjadi. Setelah mendengar ceritamu aku sadar kalau itu adalah kebangkitan Dewa Jahat… Aku harus mengumpulkan semua keluarga kerajaan dan memberitahu mereka tentang masalah dunia ini… aku minta maaf, aku ngelantur dari pembicaraan. Setelah mendengar itu, ayahku merasa tidak aman dan meningkatkan kekuatan militer di saat yang bersamaan meminta party pahlawan untuk berjaga-jaga di kastil. Pahlawan setuju dengan itu. Dan karenanya, Party Pahlawan tidak akan pergi dari kastil kecuali terjadi masalah besar.” (Eris)

Oh jadi begitu ya… setelah mendengar cerita Putri Eris, aku mulai berpikir gimana caranya biar bisa bertemu Aria sekarang. Sang Raja sedang sangat waspada sekarang aku yakin langsung diusir saat sampai di gerbang apalagi seseorang yang tidak dikenal sepertiku ingin masuk… lagipula aku cuma petualang rank-F… bukan berarti aku iri atau semacamnya… Huft… seandainya aku Rank-S… bahkan cuma Rank-A pasti bagus… Huft…

Ketika aku sedang berpikir, Putri Eris memanggilku.

“Kau masih belum mengerti ya, dik?” (Eris)

Siapa adikmu?!

“aku bilang ‘Kecuali masalah besar terjadi’, kan? Misalnya jika, Putri negara ini menghilang, Party Pahlawan pasti akan datang mencarinya, kan?” (Eris)

Setelah mengatakan itu, ekspresi Putri Eris penuh kebanggaan seakan berkata ‘Bagaimana? Ini rencana yang bagus, bukan?’. Aku menatap Putri Eris dengan mata kecewa.

“… I know what you are trying to say and, I’m sure that if we do that, we would get chased out the country, right?”

“… Aku tau apa yang ingin kau katakan dan, aku yakin jika kita melakukan itu, kita pasti akan dikejar sampai keluar negara ini, kan?” (Wazu)

“Aku akan menangani masalah itu. Dan jika aku menikahi Navirio-sama, berubah menjadi masalah keluarga! Ini akan baik-baik aja!!” (Eris)

Seperti yang kukatakan, kau terlalu terburu-buru, dan aku heran emang bisa semudah itu…. Huft… sungguh, apa yang harus kami lakukan…

Selagi kebingungan, Freud masuk ke ruangan. Sekarang aku ingat, aku meninggalkannya menunggu dibawah. Aku pengen tau apa dia datang mencari kami karena gak balik-balik?

Tapi, Aku langsung tau perkiraanku salah ketika dia masuk dan langsung berbicara padaku.

“Wazu-sama… Ksatria dan tentara negara ini sudah mengelilingi mansion dan menyuruh kita menyerahkan putri dan menyerah, anehnya mengapa mereka…” (Freud)

Setelah memotong pertanyaannya sendiri, Freud melihat Putri Eris. Beberapa detik setelah gerakannya berhenti, dia perlahan menatapku.

“Wazu-sama… aku percaya padamu. Padahal kuota putri sudah diisi Naminissa-sama dan Narelina-sama, kamu masih mau nambah lagi” (Freud)

“Kau tidak percaya padaku sama sekali!!!” (Wazu)

Serius, ada apa dengan orang ini…

Tapi kenapa Ksatria datang ke mansion ini dan sekarang…Memikirkannya, tadi aku ingat Shiro bilang ‘Kami kehabisan waktu’ dan ‘bagaimana kau menghadapinya ya’ sebelum pergi. Aku mengerti, orang yang menculik putri itu Shiro. Kemudian dia menipuku menyuruhku datang kesini…

… Cih, aku sudah terlanjur dikepung. Tidak peduli mau milih apa, ujung-ujungnya bakal merepotkan…

Para gadis juga menatapku bertanya apa yang harus dilakukan? Aku dengan ruwet menggaruk kepala dan mengambil keputusan.

“Ahh!! Oke!! Aku mengerti!! Aku benar-benar mengerti!! Sapa peduli! Jika aku melakukan ini, ayo lakukan dengan sebaik-baikknya!! Nggak apa apa membawa Putri Eris ke Kota pelabuhan, kan?” (Wazu)

“”Baik!””

At my decision, the girls smile and give a nice answer.

Mendengar keputusanku, para gadis tersenyum dan memberi menanggapinya dengan sigap.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 183 manga scan, ,
Table of Content

6
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
5 Komentar Chapter
1 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
6 Comment authors
ユリコザキ[Aloner]Mizuhashi KazumaniznetOtongsManga-kun Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Kashiki_Ren
Guest
Kashiki_Ren

Lanjut min

Manga-kun
Guest
Manga-kun

Tetap lanjutkan min

Otongs
Guest
Otongs

Sono mono updatenya kapan aja min?

niznet
Guest

Setiap minggu kalau penerjemahnya gk sibuk.

Mizuhashi Kazuma
Guest
Mizuhashi Kazuma

ea, nyulik putri buat jodohin orang :V

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁