Sono Mono Nochi ni Chapter 184

Dibaca 1871 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: VinsAriez
Korektor: –

Ada pengumuman terkait Sono Mono dan Sistem Donasi atau Sponsor bareng-bareng: Pemberitahuan Sistem Donasi


Chapter 184 – Namanya…

Kami menculik Putri Eris… Bukan-bukan, ucapanku salah. Itu kedengaran kayak kami melakukan kejahatan… ini adalah sesuatu yang diinginkan Putri Eris sendiri, jadi ini pastinya bukan hal yang salah… ini tidak salah… ayo hentikan… aku tidak bisa berhenti khawatir tentang apa yang akan terjadi nanti… Yah walaupun kami punya Putri Eris yang akan menjelaskan situasinya menggantikan kami…

Jadi kami mencul—.. Membawa Putri Eris ke Kota Pelabuhan.

Aku meminta Tata dan Naminissa untuk membuat barrier di sekeliling Mansion, dan kami sekarang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan. Sarona dkk, sedang memikirkan cara supaya Ksatria dan para tentara membiarkan kami lewat, dan memberitahu Freud apa yang terjadi tadi.

Dia dengan seksama, mendengar cerita kebangkitan Dewa Jahat tapi, disaat kuceritakan tentang membawa Putri Eris, ke Kota pelabuhan, Freud berkata ‘Fumu…’ dan mulai berpikir sesuatu. Saat kupikir apa yang terjadi, Freud berjalan ke jendela di dalam ruangan dengan penuh semangat dia membantingnya dengan keras, mengahancurkan kayu di dekat jendela dan membuat lubang.

Apa yang orang ini lakukan sih…

“Dengarkan!! Kalian para sampah yang kayak gembel diluar!! Orang yang didalam sini adalah, orang yang bisa membelah langit dan bumi, cepat bagaikan angin, tubuhnya kebal, dikelilingi wanita-wanita cantik, dicintai oleh para Dewi, dan sebagai Masterku! Namanya…!

Aku bergegas ke Freud dan menariknya dari jendela, mendorongnya ke dinding sambil memegang kerah dan menatapnya.

“Apa yang kau lakukan!!” (Wazu)

Freud, seperti biasanya memiringkan kepala sambil tersenyum tenang.

“Tidak, kupikir memberitahu namamu itu penting.” (Freud)

“Tak usah!! Apa kau bodoh? Aku itu mau mencul-… Membawa Putri Eris bersama kita, jika kau kasih tau nama orang yang ingin melakukan itu, emang kau tau apa yang akan terjadi nanti?”

“… Fumu… mereka akan gemetar ketakutan sama Wazu-sama dan menyerah?” (Freud)

“Itu nggak bakal terjadi!!” (Wazu)

Mengapa orang ini bertingkah sesuka hatinya kapan pun dia punya masalah denganku? Tapi ketika dia bersama Saroda dkk. dia bertingkah layaknya Kepala Pelayan! Kenapa kau nggak bisa kayak gitu juga saat denganku?! Liat Para Ksatria diluar mulai ricuh!! Berkat kau sekarang makin susah buat kabur!!

“Aku mengerti… itu mungkin saja.” (Eris)

Sementara itu, Putri Eris sedang berpikir sambil memegang dagunya, aku mendengar dia bergumam sesuatu dan berbalik melihatku, kemudian menanyaiku.

“Aku ingin bertanya padamu.” (Eris)

“Apa itu?” (Wazu)

“Kau bilang, kau ingin bertemu Aria-sama, tapi hubungan macam apa yang kau punya dengannya?” (Eris)

“Yah… kami teman masa kecil.” (Wazu)

“… Aku mengerti.” (Eris)

Dia menggangguk sembari menyimpulkan, kemudian Putri Eris mendekati jendela yang tadi dihancurkan oleh Freud.

“Orang yang menculikku adalah Wazu dia punya rambut dan mata berwarna hitam…” (Eris)

“Tahan dia~~~!!” (Wazu)

Para gadis menangkap Putri Eris, disaat yang sama aku berteriak dan menariknya ke tengah ruangan. Aku nggak bisa menarik perempuan jadi aku minta Sarona dkk untuk melakukannya, aku senang mereka mengerti niatku.

Aku melepas Freud dan pergi ke tempat Putri Eris. Freud berdiri di belakangku seolah-olah dia jadi kepala pelayanku.

“… Kenapa? Kenapa kau memberitahu namaku? Bahkan Kau”(Wazu)

Aku menahan amarahku dan bertanya pada Putru Eris.

“Aku minta maaf tidak berdiskusi denganmu sebelumnya. Aku benar-benar minta maaf… Aku mengerti kemarahanmu, tapi aku punya niat yang jelas untuk melakukan ini.” (Eris)

“niat?”(Wazu)

“Meskipun kau membawaku ke Kota Pelabuhan, tidak ada jaminan kalau nanti Party Pahlawan bakal datang. Mereka mengutus Ordo Ksateia sekarang, tapi mungkin saja mereka bakal berhenti. Namun, jika penjahatnya itu orang yang dia kenal, kupikir kemungkinan kalau Aria-sama akan pergi meski sendirian akan naik jadi aku memberitahu mereka namamu.”

… Tentu Putri Eris ada benarnya… Kalau aku membawanya seperti ini… gak gak gak gak… tunggu… jika aku membuat Putri Eris dan Navirio bertemu kemudian membawanya ke kastil, dan menunggu disini, aku akan dengan mudah bertemu dengannya, bukan? Tetapi itu juga tidak pasti, jika demikian, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah, dengan membawanya keluar…. haaa…

“Mengerti… Aku mengerti… tapi aku ingin Putri Eris nanti yang menjelaskan situasinya untuk menjamin keselamatanku!! Jika tidak, aku akan dikejar sampai keluar negara ini, dan itu akan menyusahkan para gadis.” (Wazu)

“Jangan khawatir , aku akan bilang kalau ini adalah perintahku, jadi tenanglah. Disamping itu, kau ‘kan bakal jadi adikku di masa depan, jadi tidak ada alasan untuk meninggalkanmu!!” (Eris)

Putri Eris yang terus-terusan mendesakku supaya percaya padanya menatapku dengan kuat. Aku nggak meragukanmu kalau kau tidak mau menjelaskan untukku, dan kalau boleh jujur, jika itu terjadi, Sarona dkk. mungkin akan menhancurkan negara ini karena kemarahan mereka, jadi mari kita sembunyikan itu di lubuk hatiku yang terdalam…

“Lalu, apa kau udah memikirkan bagaimana cara kita keluar sekarang?” (Wazu)

Ketika kutanyai, Putri Eris mengalihakan matanya dariku sambil berkeringat. Berikutnya aku menoleh pada Sarona dkk. tapi mereka sepertinya juga menunggu tanggapan Putri Eris. Eh?

“””…”””

Apa diam saja itu jawabanmu?

Dan saat aku stress tentang apa yang harus dilakukan, Naminissa dengan ragu-ragu mengangkat tangannya.

(Tl : Kayak editor yang stress gara gara ini tlor bego wkwkwkwk, ditanyaain malah ngegame mana lama lagi)

(ED : kalau kalian pengen TLor jadi semangat dengan cara disogok pake pict² Loli karna dia Pedo akut. Dan tentu Gw tim Onee-san dan Milf ea😎)

“Aku pikir menyakiti tentara akan buruk di masa depan… tapi, aku tidak bisa memikirkan apa yang harus dilakukan… aku tidak percaya kalau mereka akan membiarkan kita lewat, meski kita memberitahu apa yang sebenarnya terjadi…” (Naminissa)

Aku juga berpikir begitu… Ksatria dan tentara sudah mengelilingi mansion tentu semuanya juga berpikir kalau aku itu pelakunya…

“Wazu si Biang keladi!! Hilangkan barier ini dan serahkan Putri!!”

Dan seperti itu, mereka meneriakkan namaku… Haruskah aku menyerahkan Freud dan menjadikannya kambing hitam? Aku berbalik menatap Freud dengan mata tajam dan dia berkata, “Aku belum memberitahu nama Wazu-sama” jadi aku menyerah…

… Haa… yang harus kita lakukan sekarang hanya kabur….

Aku mengumpulkan semuanya dan mulai berdiskusi secara rahasia, dan akhirnya kami melancarkan aksi kami.

Aku berjalan ke Jendela dan mengambil napas…

“Namaku Wazu!! Jika kalian ingin Putri Eris kembali, kalian bisa mengikutiku ke Kota Pelabuhan!!” (Wazu)

Setelah memberitahu para Ksatria dan tentara diluar, aku berbalik dan yang lainnya menyelimuti wajah mereka dengan kain untuk menyembunyikan diri, Haosui menggendong Putri Eris dan persiapan kami akhirnya beres. Identitasku sudah diketahui jadi menyembunyikan Sarona dkk. untuk berjaga-jaga saja. Aku mengangguk sekali, berdiri di depan jendela, dan melompat ke atap mansion sedangkan yang lainnya mengikutiku di belakang. Dan kami berlari melewati kota benteng dari atap ke atap. Para Ksatria dan tentara mulai mengejar kami tapi kecepatan kami top markotop lagipula kami juga bergerak lurus doang jadi mereka nggak bakal bisa menangkap kami.

Kami menjaga kecepatan dan menuju ke gerbang. Dari sini aku bisa melihat kalau gerbang masih ramai jadi kami menggunakan jalan lain. Aku memberi sinyal pada gadis-gadis di belakangku, aku menggendong Tata sedangkan Narelina menggendong Naminissa, dan melompati tembok besar yang melindungi kota.

Aku melintasi dinding dan mendarat di luar gerbang, kuturunkan Tata dan dengan lembut kemudian menangkap yang lainnya satu persatu. Tentu saja kutinggal si Freud tapi dia bisa mendarat tanpa masalah. Yah itu mungkin terjadi. Dan kupikir Putri Eris bakal ketakutan tapi dia meminta sekali lagi dengan wajah merah. Gak, sekali lagi itu mustahil… aku memastikan semuanya udah melintas dengan aman dan kami dengan cepat pergi dari tempat itu…

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 184 manga scan, ,
Table of Content

13
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
13 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
12 Comment authors
ユリコザキ[Aloner]atmaSilent Kurumiarion DZMaulud Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Mizuhashi Kazuma
Guest
Mizuhashi Kazuma

anjer di sogok pakek gambar loli baru mau tl biar kagak nge game :V

Wira in Bali
Guest
Wira in Bali

Call 911…

Kashiki_Ren
Guest
Kashiki_Ren

Makin greget min.
Gak sabar gue ingin tau ketemu aria kaya gimana nanti reaksinya :v

love k pop
Guest
love k pop

semangat min!!

Rupawarnanya
Guest
Rupawarnanya

Semangat min.

Silent Kurumi
Guest
Silent Kurumi

Thanks for the chapter!! :)) jaga kesehatan dan tetep semangat update min :))

My - Be
Guest
My - Be

bantu “Upvote” supaya mimin semangad.

Aditya Ilham Alim
Guest
Aditya Ilham Alim

Semangat minnnnn dan ane juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah bersedia mentranslate ini, tetep semangat

Maulud
Guest
Maulud

Thanks min..

arion DZ
Guest
arion DZ

Kapan min udah ditunggu tunggu

Silent Kurumi
Guest
Silent Kurumi

Thanks min, lanjut terus :))

atma
Guest
atma

Astaga admin semuanya hentai akut rupanya hadeh

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁