Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: DarkSoul
Korektor: –


Chapter 185 – Kota Pelabuhan Motanpe

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Setelah kami melompati dinding Ibukota Kekaisaran Iscoa, kami berlari menuju Kota Pelabuhan.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

Perlu waktu lama jika kami menunggu Putri Eris sesuai dengan kecepatan kami jadi Haosui terus menggendongnya. Biasanya perlu waktu 3 hari berjalan kaki dari Ibukota Kekaisaran Iscoa ke Kota Pelabuhan Motanpe, tapi dengan kecepatan kami, kupikir tidak sampai 1 hari.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

Ketika kami sudah menempuh setengah jalan, langit mulai menghitam, jadi kami memutuskan untuk berkemah. Yah aku pikir Putri Eris nggak punya pengalaman berkemah dan saat kutanyai, ternyata dugaanku betul. Tetapi dia tidak komplain maupun peduli tentang berkemah dan sifat bodo amatnya terhadap lingkungan mengejutkanku. Kupikir dia orang yang paling cocok memerintah negara ini.
(TL : Mereka pergi dari Iscoa sekitar sore hari)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Untuk berjaga-jaga aku meminta Naminissa membuat barrier tapi kenyataannya kami sama sekali tidak diserang iblis. Yah, Karena yang pertama jadi jaga malam adalah Aku dan Freud, kami membereskan mereka semua alhasil tidak ada yang menyerang barrier.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Dan keesokan harinya sekitar tengah hari kami sampai di Kota Pelabuhan Motanpe. Kami punya banyak waktu sebelum para Ksatria dan tentara sampai disini namun lebih baik kalau kami cepat-cepat. Menurut penjelasan Putri Eris, ketika kami tengah berkemah, Kota Pelabuahn Montape adalah tempat di mana seluruh makanan laut berkumpul, kota itu juga sering berbisnis lewat kapal dengan wilayah lain, jadi Montape mempunyai dinding tinggi yang tak kalah dari Ibu Kota Kekaisaran, serta tata tertib dan keamanan di sana bagus karena para prajuritnya sangat profesional.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Saat aku sedang mengingat-ingat penjelasan Putri Eris, kami sudah ada di depan gerbang. Nggak ada antrian lagi di depan jadi kami maju dan penjaga gerbang yang mengecek identitas kami memanggil.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-185/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Tolong berhenti! Kami harus memastikan identitas kalian untuk ma… suk…”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Meskipun kubilang kalau dia Penjaga Gerbang, pria yang berdiri di belakang gerbang memakai armor Ksatria dan disampingnya juga ada orang yang memakai armor yang mirip. Mematuhi perintah kedua penjaga itu kami berhenti tetapi saat mata mereka melihat Naminissa dan Narelina, mereka berhenti bergerak dan mengucek-ucek mata beberapa kali sambil melihat Naminissa dan Narelina.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Ja-Jangan-Jangan… apa anda Putri Naminissa dan Putri Narelina?” (Penjaga)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Oh kau memakai armor itu ya, itu artinya kau dari Kerajaan Mabondo… Ksatria yang datang bersama Ayah.” (Naminissa)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Aku mengerti… Kalian menempuh jalan baru di sini.” (Narelina)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Kukira mereka memakai armor yang nggak pas sebagai Penjaga Gerbang tapi ternyata mantan ksatria negara Mabondo. Kami masih menunjukkan kartu petualang untuk berjaga-jaga dan Naminissa menjelaskan pada mereka alasan kedatangan kami. Lalu penjaga cadangan datang dan kami dipandu ksatria sebelumnya ke kediaman keluarga putri Mabondo.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Kediaman yang ditujukan pada kami adalah rumah biasa di pinggiran kota. Memiliki 2 lantai dengan kebun kecil dan di kebun ada dapurnya. Kedua penjaga yang mengantar kami pamit dan kembali ke kota. Aku menduga kalau mereka mau makan siang. Setelah melihat mereka pergi aku mengetuk pintu, dan tidak lama setelah itu Terdengar suara wanita berkata ‘Aku datang!’ sebelum pintu terbuka.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Wanita yang membuka pintu mempunyai rambut berwarna merah yang sama seperti rambut Naminissa dan memiliki senyum ramah. Kupikir Naminissa akan terlihat seperti dia di masa depan. Dia wanita yang cantik

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-185/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Maaf, tapi kamu siapa ya?” (?)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Ah! Saya minta maaf!” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

I got spellbound looking at how would Naminissa look in the future. After pulling myself together, I showed her Naminissa and Narelina that were behind me before saying anything.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

Aku terpesona melihat akan seperti apa Naminissa di masa depan. Setelah menenangkan diri, Aku menunjuk Naminissa dan Narelina di belakangku sebelum menukas apa-apa.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Sudah lama ya, Ibu.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Mama, sudah lama nggak ketemu.”

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Adu, du, wah, Aku senang kalian baik-baik saja… Heh? Jika kalian berdua disini, itu artinya… Orang-orang disini bersama kalian?” (?)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Benar, Suami masa depan kami dan para istri yang serupa perasaannya dengan kami.” (Naminissa)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-185/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Dia Putri Negara ini, Eris-sama.” (Narelina)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Diperkenalkan oleh Naminissa dan Narelina, Aku dan yang lainnya menundukkan kepala, termasuk Putri Eris. Ibu Naminissa dan Narelina juga menundukkan kepala sambil berkata “Senang bertemu kalian” dan menyuruh kami masuk rumah.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Kami di pandu ke ruang tamu dan dipersilahkan duduk di meja yang cukup besar sampai bisa diduduki kami semua. Hanya Freud yang menahan diri dan berdiri di belakang sebagai Kepala Pelayanku. Serius, kenapa orang ini hanya berperilaku sebagai Kepala Pelayan di situasi-situasi kayak gini saja… lebih tepatnya, kenapa kau berdiri di belakangku? Master aslimu itu Keluarga Kerajaan Mabondo…
Aku duduk di depan Ibu Naminissa dan Narelina dan memperkenalkan diri. Bukankah ini rasanya seperti ketemu orang tua tunanganmu…? Aku gugup sekali…

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Uhm… Senang bertemu dengan anda, Nama saya Wazu…” (Wazu)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Senang berkenalan denganmu juga. Namaku Mirelina Mabondo. Aku minta maaf tidak menemuimu waktu kau menyelamatkan putri-putriku dari bahaya.” (Mirelina)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Tidak tidak, jangan khawatir…” (Wazu)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Aku senang kau memperbolehkan putri-putriku ikut denganmu. Apa mereka memberimu masalah?” (Mirelina)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Tidak sama sekali,malah mereka sangat membantu saya.” (Wazu)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-185/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Senang mendengarnya… Ngomong-ngomong, mereka berkata ‘Suami Masa depan’ sebelumnya, tapi, kalian belum menikah?” (Mirelina)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Err…. Tentang itu…” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Aku memberitahu Mirelina-san apa yang terjadi sampai sekarang. Dan aku mempersilahkan Putri Eris membicarakan situasinya pada Ibu Navirio sendiri.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“ Ohh, Jadi itu yang terjadi… musim semi datang kali ini tidak hanya untuk memberkati Putri-putriku tetapi juga Navirio… kita harus merayakannya.” (Mirelina)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

Kelihatannya Mirelina-san menganggap positif hal yang terjadi pada Eris. Bukankah kita semestinya bertanya pada Navirio dulu? Tampaknya Mirelina-san dan Putri Eris sudah menyepakati sesuatu lantas mereka terlihat begitu bersemangat. Yah, kami sudah jauh-jauh kesini jadi mari kita serahkan masalah ini pada Navirio.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Jadi, Mirelina-san…” (Wazu)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Kau boleh memanggilku ibu jika kau mau.” (Narelina)

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Tidak, tapi…” (Wazu)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-185/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Tolong panggil aku ibu.” (Mirelina)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Mireli…” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Ibu.” (Mirelina)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“…”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

Apa ini kekuatan ibu-ibu? Entah kenapa aku merasa ada tekanan kuat dari Mirelina-san. Yah dia sendiri yang menginginkannya lagipula jika aku gak melakukannya, pembicaraan nggak bakal berlanjut…

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“Kalau begitu, Ibu.” (Wazu)
“Ya, ada apa?” (Mirelina) .

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Mirelina-okaasan menunjukkan senyum bahagia. Menanggapi senyumnya, Naminissa dan Narelina juga ikut tersenyum.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“uhm… Dimana Navirio sekarang?” (Wazu)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-185/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Kau tahu, beberapa saat lalu dia mendengar kalau ada tempat yg diserang perompak di dekat laut jadi dia ingin membereskan mereka.” (Mirelina)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Ugh… waktunya nggak pas sekali…. aku ingin menyelesaikan ini dengan cepat… haruskah aku memberinya bantuan…?

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-185/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Dan dimana tempatnya?” (Wazu)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Siapa yang tahu… aku nggak mendengar tempatnya… mungkin suamiku Gavirio tahu…” (Mirelina)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-185/!!!

“Aku pulang~!” (Givirio)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-185/

“ Duh, waktu yang pas, Suamiku keliatannya sudah pulang!! Aku datang!!’ (Mirelina)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Setelah mengatakan itu Mirelina-okaasan berdiri dari tempat duduknya dan pergi menyambut Givirio-san

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-185/

Sekarang aku bertemu ayah Naminissa dan Narelina… Aku semakin gugup sekaligus khawatir kalau nantinya akan jadi kayak Ragnil.





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 185 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel