Sono Mono Nochi ni Chapter 185 Bahasa Indonesia

Dibaca 1718 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: DarkSoul
Korektor: –


Chapter 185 – Kota Pelabuhan Motanpe

Setelah kami melompati dinding Ibukota Kekaisaran Iscoa, kami berlari menuju Kota Pelabuhan.

Perlu waktu lama jika kami menunggu Putri Eris sesuai dengan kecepatan kami jadi Haosui terus menggendongnya. Biasanya perlu waktu 3 hari berjalan kaki dari Ibukota Kekaisaran Iscoa ke Kota Pelabuhan Motanpe, tapi dengan kecepatan kami, kupikir tidak sampai 1 hari.

Ketika kami sudah menempuh setengah jalan, langit mulai menghitam, jadi kami memutuskan untuk berkemah. Yah aku pikir Putri Eris nggak punya pengalaman berkemah dan saat kutanyai, ternyata dugaanku betul. Tetapi dia tidak komplain maupun peduli tentang berkemah dan sifat bodo amatnya terhadap lingkungan mengejutkanku. Kupikir dia orang yang paling cocok memerintah negara ini.
(TL : Mereka pergi dari Iscoa sekitar sore hari)

Untuk berjaga-jaga aku meminta Naminissa membuat barrier tapi kenyataannya kami sama sekali tidak diserang iblis. Yah, Karena yang pertama jadi jaga malam adalah Aku dan Freud, kami membereskan mereka semua alhasil tidak ada yang menyerang barrier.

Dan keesokan harinya sekitar tengah hari kami sampai di Kota Pelabuhan Motanpe. Kami punya banyak waktu sebelum para Ksatria dan tentara sampai disini namun lebih baik kalau kami cepat-cepat. Menurut penjelasan Putri Eris, ketika kami tengah berkemah, Kota Pelabuahn Montape adalah tempat di mana seluruh makanan laut berkumpul, kota itu juga sering berbisnis lewat kapal dengan wilayah lain, jadi Montape mempunyai dinding tinggi yang tak kalah dari Ibu Kota Kekaisaran, serta tata tertib dan keamanan di sana bagus karena para prajuritnya sangat profesional.

Saat aku sedang mengingat-ingat penjelasan Putri Eris, kami sudah ada di depan gerbang. Nggak ada antrian lagi di depan jadi kami maju dan penjaga gerbang yang mengecek identitas kami memanggil.

“Tolong berhenti! Kami harus memastikan identitas kalian untuk ma… suk…”

Meskipun kubilang kalau dia Penjaga Gerbang, pria yang berdiri di belakang gerbang memakai armor Ksatria dan disampingnya juga ada orang yang memakai armor yang mirip. Mematuhi perintah kedua penjaga itu kami berhenti tetapi saat mata mereka melihat Naminissa dan Narelina, mereka berhenti bergerak dan mengucek-ucek mata beberapa kali sambil melihat Naminissa dan Narelina.

“Ja-Jangan-Jangan… apa anda Putri Naminissa dan Putri Narelina?” (Penjaga)

“Oh kau memakai armor itu ya, itu artinya kau dari Kerajaan Mabondo… Ksatria yang datang bersama Ayah.” (Naminissa)

“Aku mengerti… Kalian menempuh jalan baru di sini.” (Narelina)

Kukira mereka memakai armor yang nggak pas sebagai Penjaga Gerbang tapi ternyata mantan ksatria negara Mabondo. Kami masih menunjukkan kartu petualang untuk berjaga-jaga dan Naminissa menjelaskan pada mereka alasan kedatangan kami. Lalu penjaga cadangan datang dan kami dipandu ksatria sebelumnya ke kediaman keluarga putri Mabondo.

Kediaman yang ditujukan pada kami adalah rumah biasa di pinggiran kota. Memiliki 2 lantai dengan kebun kecil dan di kebun ada dapurnya. Kedua penjaga yang mengantar kami pamit dan kembali ke kota. Aku menduga kalau mereka mau makan siang. Setelah melihat mereka pergi aku mengetuk pintu, dan tidak lama setelah itu Terdengar suara wanita berkata ‘Aku datang!’ sebelum pintu terbuka.

Wanita yang membuka pintu mempunyai rambut berwarna merah yang sama seperti rambut Naminissa dan memiliki senyum ramah. Kupikir Naminissa akan terlihat seperti dia di masa depan. Dia wanita yang cantik

“Maaf, tapi kamu siapa ya?” (?)

“Ah! Saya minta maaf!” (Wazu)

I got spellbound looking at how would Naminissa look in the future. After pulling myself together, I showed her Naminissa and Narelina that were behind me before saying anything.

Aku terpesona melihat akan seperti apa Naminissa di masa depan. Setelah menenangkan diri, Aku menunjuk Naminissa dan Narelina di belakangku sebelum menukas apa-apa.

“Sudah lama ya, Ibu.”

“Mama, sudah lama nggak ketemu.”

“Adu, du, wah, Aku senang kalian baik-baik saja… Heh? Jika kalian berdua disini, itu artinya… Orang-orang disini bersama kalian?” (?)

“Benar, Suami masa depan kami dan para istri yang serupa perasaannya dengan kami.” (Naminissa)

“Dia Putri Negara ini, Eris-sama.” (Narelina)

Diperkenalkan oleh Naminissa dan Narelina, Aku dan yang lainnya menundukkan kepala, termasuk Putri Eris. Ibu Naminissa dan Narelina juga menundukkan kepala sambil berkata “Senang bertemu kalian” dan menyuruh kami masuk rumah.

Kami di pandu ke ruang tamu dan dipersilahkan duduk di meja yang cukup besar sampai bisa diduduki kami semua. Hanya Freud yang menahan diri dan berdiri di belakang sebagai Kepala Pelayanku. Serius, kenapa orang ini hanya berperilaku sebagai Kepala Pelayan di situasi-situasi kayak gini saja… lebih tepatnya, kenapa kau berdiri di belakangku? Master aslimu itu Keluarga Kerajaan Mabondo…
Aku duduk di depan Ibu Naminissa dan Narelina dan memperkenalkan diri. Bukankah ini rasanya seperti ketemu orang tua tunanganmu…? Aku gugup sekali…

“Uhm… Senang bertemu dengan anda, Nama saya Wazu…” (Wazu)

“Senang berkenalan denganmu juga. Namaku Mirelina Mabondo. Aku minta maaf tidak menemuimu waktu kau menyelamatkan putri-putriku dari bahaya.” (Mirelina)

“Tidak tidak, jangan khawatir…” (Wazu)

“Aku senang kau memperbolehkan putri-putriku ikut denganmu. Apa mereka memberimu masalah?” (Mirelina)

“Tidak sama sekali,malah mereka sangat membantu saya.” (Wazu)

“Senang mendengarnya… Ngomong-ngomong, mereka berkata ‘Suami Masa depan’ sebelumnya, tapi, kalian belum menikah?” (Mirelina)

“Err…. Tentang itu…” (Wazu)

Aku memberitahu Mirelina-san apa yang terjadi sampai sekarang. Dan aku mempersilahkan Putri Eris membicarakan situasinya pada Ibu Navirio sendiri.

“ Ohh, Jadi itu yang terjadi… musim semi datang kali ini tidak hanya untuk memberkati Putri-putriku tetapi juga Navirio… kita harus merayakannya.” (Mirelina)

Kelihatannya Mirelina-san menganggap positif hal yang terjadi pada Eris. Bukankah kita semestinya bertanya pada Navirio dulu? Tampaknya Mirelina-san dan Putri Eris sudah menyepakati sesuatu lantas mereka terlihat begitu bersemangat. Yah, kami sudah jauh-jauh kesini jadi mari kita serahkan masalah ini pada Navirio.

“Jadi, Mirelina-san…” (Wazu)

“Kau boleh memanggilku ibu jika kau mau.” (Narelina)

“Tidak, tapi…” (Wazu)

“Tolong panggil aku ibu.” (Mirelina)

“Mireli…” (Wazu)

“Ibu.” (Mirelina)

“…”

Apa ini kekuatan ibu-ibu? Entah kenapa aku merasa ada tekanan kuat dari Mirelina-san. Yah dia sendiri yang menginginkannya lagipula jika aku gak melakukannya, pembicaraan nggak bakal berlanjut…

“Kalau begitu, Ibu.” (Wazu)
“Ya, ada apa?” (Mirelina) .

Mirelina-okaasan menunjukkan senyum bahagia. Menanggapi senyumnya, Naminissa dan Narelina juga ikut tersenyum.

“uhm… Dimana Navirio sekarang?” (Wazu)

“Kau tahu, beberapa saat lalu dia mendengar kalau ada tempat yg diserang perompak di dekat laut jadi dia ingin membereskan mereka.” (Mirelina)

Ugh… waktunya nggak pas sekali…. aku ingin menyelesaikan ini dengan cepat… haruskah aku memberinya bantuan…?

“Dan dimana tempatnya?” (Wazu)

“Siapa yang tahu… aku nggak mendengar tempatnya… mungkin suamiku Gavirio tahu…” (Mirelina)

“Aku pulang~!” (Givirio)

“ Duh, waktu yang pas, Suamiku keliatannya sudah pulang!! Aku datang!!’ (Mirelina)

Setelah mengatakan itu Mirelina-okaasan berdiri dari tempat duduknya dan pergi menyambut Givirio-san

Sekarang aku bertemu ayah Naminissa dan Narelina… Aku semakin gugup sekaligus khawatir kalau nantinya akan jadi kayak Ragnil.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 185 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
3 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
1 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
ユリコザキ[Aloner]atmaLux2312 Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Lux2312
Guest
Lux2312

Ngakakk, tetep semangat minnnn

atma
Guest
atma

baca ni novel lengkap komposisinya action,romance,harem,comedy,adventure. Mc juga badass tapi kurang satu mc lelet klo soal skidipapap

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁