Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: –
Korektor: Saito


Chapter 187 – Sudah Waktunya Kau Datang

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-187/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Ketika aku mau keluar dari Kota Pelabuhan Motanpe, penjaga gerbang bertanya padaku “oh, anda sudah mau pergi?” jadi kuberitahu dia kalau aku mengkhawatirkan Navirio, dan ingin pergi ke tempatnya, lalu dia berkata “Itu benar, beberapa hari ini aku belum melihatnya… Tolong jaga Navirio-sama.” sambil menundukkan kepalanya jadi kujawab dengan tulus “Baik.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

 

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

Jadi Aku mulai berlari ke pantai yang diberitahu Givirio-otousan.
Aku tiba di pantai dalam sekejab mata, kulihat sekeliling.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-187/

“Uhm… Apa pulau itu ya?” (Wazu)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Aku melihat sebuah pulau yang agak jauh kira-kira 3 km dari sini. Untuk jaga-jaga aku lihat apakah ada pulau lain namun nampaknya tidak ada. Sekarang aku yakin kalau itu pulau yang diberitahu Givirio-otousan. Ketika aku sedang mengecek sekeliling aku menemukan tempat yang bagus. Karena tempat ini terpencil, orang-orang sulit datang ke pantai ini jadi mggak akan ada orang yang akan mengganggu kami dengan bwgitu aku bisa membawa Sarona dkk berenang disini. Ayo bawa mereka kesini lain kali.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Uups, sekarang yang lebih penting Navirio dan kelompoknya. Dari yang kutahu, Navirio, Orlando dan 10 Ksatria ingin membasmi perompak. Dan markas perompak ada di pulau itu…

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-187/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

 

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-187/

TL : Kalau kalian lupa Orlando, dia teman Wazu pas turun dari gunung yang ingin jadi ksatria di arc Naminissa

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-187/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Kulakukan pemanasan ringan dan berlari ke laut.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

*Shaaaa….*

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

Dengan suara itu, aku berlari diatas air. Teorinya simpel. Kuangkat kakiku sebelum tenggelam. Cuma itu aja. Meski nggak terlalu cepat

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Dan seperti itu aku menempuh jarak 3 km dengan berlari dan saat mendekati pulau aku lompat sedikit dan dengan aman mendarat di pulau.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Mari kita lihat dimana Navirio dan kelompoknya…

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Pulaunya nggak terlalu besar jadi aku mulai mencari dengan merasakan kehadiran orang… Firasat burukku jadi kenyataan karena aku nggak bisa merasakan kehadiran 1 orangpun. Juga Kapal Navirio dan kelompoknya tidak terlihat. Tapi di pasir pantai aku bisa melihat banyak jejak kaki itu artinya sebelumnya ada banyak orang disini. Tapi kenapa aku nggak bisa merasakan kehadiran satupun… Hmm…

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-187/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Ketika aku sedang berpikir aku pergi ke tengah pulau.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Di tengah pulau lingkungannya berupa hutan kecil? Atau hutan belantara? Aku curiga kalau sarang perompak mungkin ada di dalamnya. Aku berjalan dengan tujuan itu di pikiranku. Pemanduku jejak-jejak kaki di tanah. Mengikuti jejak-jejak kaki aku menemukan tanah terbuka yang dikelilingi pepohonan untuk menyembunyikan diri dari luar maupun dalam, di tanah terbuka banyak rumah bobrok. Kayaknya ini markas para perompak dan seperti yang di duga, nggak ada satupun orang disini. Tapi jika dilihat seksama ada banyak jejak pertempuran disini. Kupikir disini tempat Navirio dan kelompoknya melawan para perompak.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-187/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“… Fumu.” (Wazu)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

Aku mengangguk sekali dan mulai bergerak lagi, aku mengelilingi pulau selama 1 menit dan hasilnya kupastikan tidak ada orang maupun kapal disini. Dengan informasi ini aku bisa memikirkan 2 kemungkinan. Karena mereka nggak pulang selama 10 hari, mereka ingin mengejar perompak yang melarikan diri atau mereka kalah dan perompak menangkap mereka… memikirkan tentang kekuatan Navirio dan Orlando. Kupikir itu yang pertama tapi ada juga kemungkinan kalau bala bantuan datang dan mereka ditangkap saat lengah… nggak ada jejak darah jadi kemungkinan mereka masih hidup tinggi.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

“Yah, bagian paling penting Navirio dan kelompoknya nggak ada disini dan aku nggak tau kemana perompak pergi…” (Wazu)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Ya aku bermasalah… karena aku nggak tahu kemana mereka pergi, aku nggak bisa membantu mereka…
Ketika aku tenggelam dalam pikiranku, Kartu petualang di sakuku bersinar dan di depan mataku pilar cahaya muncul.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

… Ah, Aku tau apa yang akan terjadi…

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Segera setelah itu, dari pilar cahaya seorang wanita muncul.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-187/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Dia memiliki rambut berwarna biru layaknya laut yang sangat dalam membentang hingga ke pinggangnya, mata sipit seolah-olah membuatmu ingin tau apa itu terbuka atau tidak, wajah yang sangat cantik yang bisa membuat semua orang tidak bisa memalingkan wajahnya, dan dengan anggunnya dia mengenakan pakaian berwarna biru yang sangat tua bahkan sangking tuanya hampir berwarna hitam yang bersinar menyilaukan. Kau bisa merasakan sensualitasnya hanya dari dia berdiri… melihatnya muncul seperti ini aku nggak ragu kalau dia seorang Dewi dan yang belum pernah aku temui jadi itu artinya…

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-187/

“Senang bertemu denganmu, aku Dewi Laut.” (Dewi Laut)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-187/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Wanita yang menyebut dirinya Dewi Laut membungkuk elegan. Aku berpikir dia memang Dewi laut. Aku menirunya dan juga menundukkan kepalaku dan bertanya untuk memastikannya lagi.

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

“H-Haa… ehm… Apa anda asli?” (Wazu)

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

“Tentu saja.” (Dewi Laut)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Mengatakan itu, Dewi Laut menggunakan aura yang akrab sebagai bukti. Bagaimana ya, saat ini aku sudah terbiasa. Ketika Dewi Cahaya menggunakannya sebelumnya aku terkejut tapi sekarang aku bisa merespon dengan ‘Ah, oke oke.’

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Setelah puas membuktikan bahwa dia seorang Dewi, Dewi Laut menekan Auranya lalu aku bertanya padanya

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

“Dan kenapa anda ada disini, Dewi Laut?” (Wazu)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-187/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Tentu saja karena Wazu dapat masalah dan kali ini menyangkut laut… jadi kupikir sekarang giliranku untuk menunjukkan diri.” (Dewi Laut)

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Aku senang sama perasaanmu namun bukankah Dewi Cahaya pernah berkata kalian para Dewi harus menghemat kekuatan kalian untuk melawan Dewa Jahat? Yah aku nggak akan menyangkal kalau ini sangat membantu… sekarang, ngomong-ngomong tentang Dewa Jahat, bukankah Dewi Kegelapan mengatakan sesuatu tentang para Dewi…? Kalau tidak salah…

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/sono-mono-187/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“… Dewi Laut punya hati sesempit Kolam atau sesuatu seperti itu… (Bergumam)” (Wazu)

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

Aku bergumam apa yang kuingat, suaranya kulirihkan agar tidak terdengar tapi, kayaknya gumamanku sampai ke telinga Dewi Laut san senyum jahat muncul dari wajahnya. Ketika seorang yang cantik melakukannya, itu menakutkan…

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/sono-mono-187/!!!

“Itu sesuatu yang dikatakan Dewi Kegelapan, kan…? Namun aku akan memaafkannya.” (Dewi Laut)

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/sono-mono-187/

“Eh?” (Wazu)

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

 

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/sono-mono-187/

“Hatiku seluas lautan. Oleh karena itu  aku akan memaafkan perkataan Dewi Kegelapan. Mengapa? Karena perkataannya sama sekali tidak berdasar. Aku Dewi Laut kamu tahu? Tidak mungkin aku berpikiran sempit. Sebaliknya, bukankah Dewi Kegelapan yang mengatakan itu yang berpikiran sempit? Sungguh Kenyataan yang menyedihkan. Dia tidak bisa menerima dirinya apa adanya. Yah, aku tidak peduli orang-orang seperti dia katakan. Mengapa tentu saja karena hatiku begitu luas sehungga bisa menelan lautan yang luar biasa besar ini. Tapi tidak peduli seberapa toleran diriku, aku tidak akan meninggalkan Dewi Kegelapan seperti itu. Aku akan membuatnya sadar seberapa sempit pemikirannya dan membuatnya menerima hatiku yang sangat besar. Namun jika dia tersadar dan menerima hatiku yang besar ini dia mungkin akan putus asa akan perbedaan yang sangat jauh kemudian mengakhiri hidupnya sendiri. Ya, kalau begitu mau bagaimana lagi…” (Dewi Laut)

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/sono-mono-187/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Kamu terlalu memperdulikannya!! Namun kamu juga punya kepercayaan diri untuk menyebut dirimu berpikiran terbuka?! Selain itu, bagian terakhir dari kata-katamu dipenuhi niat membunuh terhadap Dewi Kegelapan!!

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/sono-mono-187/

Mari jangan singgung topik ini lagi…





tags: baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia Chapter 187 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel