Sono Mono Nochi ni Chapter 187 Bahasa Indonesia

Dibaca 1530 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan
Pengen novel yang kamu sukai disini diprioritaskan? beri komentarmu disini: Halaman Request

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: Devine
Penyunting: –
Korektor: Saito


Chapter 187 – Sudah Waktunya Kau Datang

Ketika aku mau keluar dari Kota Pelabuhan Motanpe, penjaga gerbang bertanya padaku “oh, anda sudah mau pergi?” jadi kuberitahu dia kalau aku mengkhawatirkan Navirio, dan ingin pergi ke tempatnya, lalu dia berkata “Itu benar, beberapa hari ini aku belum melihatnya… Tolong jaga Navirio-sama.” sambil menundukkan kepalanya jadi kujawab dengan tulus “Baik.”

 

Jadi Aku mulai berlari ke pantai yang diberitahu Givirio-otousan.
Aku tiba di pantai dalam sekejab mata, kulihat sekeliling.

“Uhm… Apa pulau itu ya?” (Wazu)

Aku melihat sebuah pulau yang agak jauh kira-kira 3 km dari sini. Untuk jaga-jaga aku lihat apakah ada pulau lain namun nampaknya tidak ada. Sekarang aku yakin kalau itu pulau yang diberitahu Givirio-otousan. Ketika aku sedang mengecek sekeliling aku menemukan tempat yang bagus. Karena tempat ini terpencil, orang-orang sulit datang ke pantai ini jadi mggak akan ada orang yang akan mengganggu kami dengan bwgitu aku bisa membawa Sarona dkk berenang disini. Ayo bawa mereka kesini lain kali.

Uups, sekarang yang lebih penting Navirio dan kelompoknya. Dari yang kutahu, Navirio, Orlando dan 10 Ksatria ingin membasmi perompak. Dan markas perompak ada di pulau itu…

 

TL : Kalau kalian lupa Orlando, dia teman Wazu pas turun dari gunung yang ingin jadi ksatria di arc Naminissa

Kulakukan pemanasan ringan dan berlari ke laut.

*Shaaaa….*

Dengan suara itu, aku berlari diatas air. Teorinya simpel. Kuangkat kakiku sebelum tenggelam. Cuma itu aja. Meski nggak terlalu cepat

Dan seperti itu aku menempuh jarak 3 km dengan berlari dan saat mendekati pulau aku lompat sedikit dan dengan aman mendarat di pulau.

Mari kita lihat dimana Navirio dan kelompoknya…

Pulaunya nggak terlalu besar jadi aku mulai mencari dengan merasakan kehadiran orang… Firasat burukku jadi kenyataan karena aku nggak bisa merasakan kehadiran 1 orangpun. Juga Kapal Navirio dan kelompoknya tidak terlihat. Tapi di pasir pantai aku bisa melihat banyak jejak kaki itu artinya sebelumnya ada banyak orang disini. Tapi kenapa aku nggak bisa merasakan kehadiran satupun… Hmm…

Ketika aku sedang berpikir aku pergi ke tengah pulau.

Di tengah pulau lingkungannya berupa hutan kecil? Atau hutan belantara? Aku curiga kalau sarang perompak mungkin ada di dalamnya. Aku berjalan dengan tujuan itu di pikiranku. Pemanduku jejak-jejak kaki di tanah. Mengikuti jejak-jejak kaki aku menemukan tanah terbuka yang dikelilingi pepohonan untuk menyembunyikan diri dari luar maupun dalam, di tanah terbuka banyak rumah bobrok. Kayaknya ini markas para perompak dan seperti yang di duga, nggak ada satupun orang disini. Tapi jika dilihat seksama ada banyak jejak pertempuran disini. Kupikir disini tempat Navirio dan kelompoknya melawan para perompak.

“… Fumu.” (Wazu)

Aku mengangguk sekali dan mulai bergerak lagi, aku mengelilingi pulau selama 1 menit dan hasilnya kupastikan tidak ada orang maupun kapal disini. Dengan informasi ini aku bisa memikirkan 2 kemungkinan. Karena mereka nggak pulang selama 10 hari, mereka ingin mengejar perompak yang melarikan diri atau mereka kalah dan perompak menangkap mereka… memikirkan tentang kekuatan Navirio dan Orlando. Kupikir itu yang pertama tapi ada juga kemungkinan kalau bala bantuan datang dan mereka ditangkap saat lengah… nggak ada jejak darah jadi kemungkinan mereka masih hidup tinggi.

“Yah, bagian paling penting Navirio dan kelompoknya nggak ada disini dan aku nggak tau kemana perompak pergi…” (Wazu)

Ya aku bermasalah… karena aku nggak tahu kemana mereka pergi, aku nggak bisa membantu mereka…
Ketika aku tenggelam dalam pikiranku, Kartu petualang di sakuku bersinar dan di depan mataku pilar cahaya muncul.

… Ah, Aku tau apa yang akan terjadi…

Segera setelah itu, dari pilar cahaya seorang wanita muncul.

Dia memiliki rambut berwarna biru layaknya laut yang sangat dalam membentang hingga ke pinggangnya, mata sipit seolah-olah membuatmu ingin tau apa itu terbuka atau tidak, wajah yang sangat cantik yang bisa membuat semua orang tidak bisa memalingkan wajahnya, dan dengan anggunnya dia mengenakan pakaian berwarna biru yang sangat tua bahkan sangking tuanya hampir berwarna hitam yang bersinar menyilaukan. Kau bisa merasakan sensualitasnya hanya dari dia berdiri… melihatnya muncul seperti ini aku nggak ragu kalau dia seorang Dewi dan yang belum pernah aku temui jadi itu artinya…

“Senang bertemu denganmu, aku Dewi Laut.” (Dewi Laut)

Wanita yang menyebut dirinya Dewi Laut membungkuk elegan. Aku berpikir dia memang Dewi laut. Aku menirunya dan juga menundukkan kepalaku dan bertanya untuk memastikannya lagi.

“H-Haa… ehm… Apa anda asli?” (Wazu)

“Tentu saja.” (Dewi Laut)

Mengatakan itu, Dewi Laut menggunakan aura yang akrab sebagai bukti. Bagaimana ya, saat ini aku sudah terbiasa. Ketika Dewi Cahaya menggunakannya sebelumnya aku terkejut tapi sekarang aku bisa merespon dengan ‘Ah, oke oke.’

Setelah puas membuktikan bahwa dia seorang Dewi, Dewi Laut menekan Auranya lalu aku bertanya padanya

“Dan kenapa anda ada disini, Dewi Laut?” (Wazu)

“Tentu saja karena Wazu dapat masalah dan kali ini menyangkut laut… jadi kupikir sekarang giliranku untuk menunjukkan diri.” (Dewi Laut)

Aku senang sama perasaanmu namun bukankah Dewi Cahaya pernah berkata kalian para Dewi harus menghemat kekuatan kalian untuk melawan Dewa Jahat? Yah aku nggak akan menyangkal kalau ini sangat membantu… sekarang, ngomong-ngomong tentang Dewa Jahat, bukankah Dewi Kegelapan mengatakan sesuatu tentang para Dewi…? Kalau tidak salah…

“… Dewi Laut punya hati sesempit Kolam atau sesuatu seperti itu… (Bergumam)” (Wazu)

Aku bergumam apa yang kuingat, suaranya kulirihkan agar tidak terdengar tapi, kayaknya gumamanku sampai ke telinga Dewi Laut san senyum jahat muncul dari wajahnya. Ketika seorang yang cantik melakukannya, itu menakutkan…

“Itu sesuatu yang dikatakan Dewi Kegelapan, kan…? Namun aku akan memaafkannya.” (Dewi Laut)

“Eh?” (Wazu)

 

“Hatiku seluas lautan. Oleh karena itu  aku akan memaafkan perkataan Dewi Kegelapan. Mengapa? Karena perkataannya sama sekali tidak berdasar. Aku Dewi Laut kamu tahu? Tidak mungkin aku berpikiran sempit. Sebaliknya, bukankah Dewi Kegelapan yang mengatakan itu yang berpikiran sempit? Sungguh Kenyataan yang menyedihkan. Dia tidak bisa menerima dirinya apa adanya. Yah, aku tidak peduli orang-orang seperti dia katakan. Mengapa tentu saja karena hatiku begitu luas sehungga bisa menelan lautan yang luar biasa besar ini. Tapi tidak peduli seberapa toleran diriku, aku tidak akan meninggalkan Dewi Kegelapan seperti itu. Aku akan membuatnya sadar seberapa sempit pemikirannya dan membuatnya menerima hatiku yang sangat besar. Namun jika dia tersadar dan menerima hatiku yang besar ini dia mungkin akan putus asa akan perbedaan yang sangat jauh kemudian mengakhiri hidupnya sendiri. Ya, kalau begitu mau bagaimana lagi…” (Dewi Laut)

Kamu terlalu memperdulikannya!! Namun kamu juga punya kepercayaan diri untuk menyebut dirimu berpikiran terbuka?! Selain itu, bagian terakhir dari kata-katamu dipenuhi niat membunuh terhadap Dewi Kegelapan!!

Mari jangan singgung topik ini lagi…

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 187 manga scan, ,
Table of Content

2
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
2 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
ユリコザキ[Aloner]Riffa Harto Wirana Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Riffa Harto Wirana
Guest
Riffa Harto Wirana

Hmm

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁