Sono Mono Nochi ni Chapter 188 Bahasa Indonesia

Dibaca 1571 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Sponsor Chapter: Fidhya Fachrezy

Penerjemah: TimeElapsed
Penyunting: –
Korektor: Saito

hi reader semua salam kenal saya Translator newbie – TimeElapsed desu~ , kedepannya bakalan berkontribusi juga di Kehidupan Novel so tetap semangat ya baca LN nya dan jangan lupa like FP dan mampir juga di website kami


Chapter 188 – Aku Siap!

Dewi Laut masih mengeluhkan tentang dewi kegelapan jadi aku membuat dia tenang dan bertanya tentang apa yang terjadi sekarang

 

“ Jadi Dewi Laut,Apakah kamu tau dimana Navirio sekarang?” (Wazu)

 

“tentu saja aku tau. Selama dia masih ada di lautan,itu mustahil untuk kabur dari pengawasanku” (Dewi Laut)

 

“Lalu aku ingin kamu beritahukan dimana dia,tolong.” (Wazu)

 

Ketika aku menanyakan itu,Dewi laut mengarahkan tangannya di dagunya dan membuat wajah seperti dia memikirkan sesuatu.Apa yang sedang dia pikirkan…?

 

“Tak masalah dalam mengatakannya kepadamu namun…maukah kamu mendengarkan ak..permintaan kami?” (Dewi Laut)

Dewi laut menurunkan tangannya dari dagunya dan perlahan membuka matanya dengan ekspresi serius ketika menanyakan itu kepadaku.

 

“…sebuah permintaan?” (Wazu)

 

Permintaan macam apakah itu? namun,aku memiliki perlindungan dewinya, dan mereka juga turut menolongku tak terhitung jumlahnya. Jika aku memperhitungkannya, aku dapat bilang bahwa aku berhutang kepada mereka.. namun jika aku memperhitungkan kebiasaan normal mereka, aku tidak dapat memikirkan permintaan lainnya…namun juga itu benar bahwa aku sekarang sedang dalam jalan buntu…yah, tak ada salahnya tuk mendengarkannya…

 

“Jadi,Permintaan apakah itu?” (Wazu)

 

“itu mudah…yah aku tidak yakin dengan itu..menerimanya mungkin mudah namun hasilnya sulit tuk diketahui…” (Dewi Laut)

 

“…dari kata-katamu membuatku tidak yakin..untuk saat ini, bisakah kamu katakan padaku apakah itu? Aku ingin menilainya dari sana…” (Wazu)

 

 

“…kamu benar” (Dewi Laut)

 

Dewi laut mengambil napas pendek tuk menyesuikan pernafasannya.

 

“Aku ingin kamu bertarung bersama kami para dewi melawan dewa Kejahatan di masa depan.” (Dewi Laut)

 

..hanya itu? Yah, aku juga aslinya bertujuan melawannya untuk diriku sendiri… namun ekspresi dari Dewi laut sangat serius. Jadi aku menjawab dengan serius pula.

 

“Dimengerti, tak masalah Aku juga berencana untuk melawannya juga, jadi memiliki para dewi sebagai sekutu cukup meyakinkan.” (Wazu)

 

“…tidak semudah itu.Wazu yang sekarang mungkin lebih kuat dari kita..namun jika kekuatannya tidak cukup untuk melawan dewa kejahatan..yang paling buruk kita mungkin akan tumbang…” (Dewi Laut)

 

 

“…apakah dia sangat kuat?” (Wazu)

 

“Ya, semula kekuatan dari Dewa penciptaan  setara dengannya namun kekuataan Dewa Penciptaan dicuri jadi dia semakin kuat, jadi kami menilai bahwa kami tidak dapat mengalahkannya sehingga menggunakan diri kami sendiri sebagai pengikat dan menyegelnya.hasilnya dia tersegel, seperti yang kau tau namun… sekarang segelnya terangkat dan dia tinggal menunggu waktu saja buat mereka semua untuk bebas..pada waktu itu,dewa penciptaan memberikan kami beberapa waktu bertaruh dengan dirinya sendiri untuk menyegel dewa kejahatan dan berhasil karena Dewa kejahatan  juga masih menggunakan kekuatan yang dia curi dari Dewa penciptaan namun..Jika dia bangkit sekarang..” (Dewi Laut)

 

“dia akan bangkit menjadi dewa kejahatan yang terkuat, kan ?” (Wazu)

 

“Iya…” (Dewi Laut)

 

…aku mengerti..melihat sang dewi secara ekspresif bermasalah  dalam mengatakan itu kepadaku, artinya dalam pertempuran ini aku akan mempertaruhkan hidupku juga…

 

“namun jika kita tidak melakukan sesuatu kepada Dewa Kejahatan, lalu dunia akan pada akhirnya,kan?” (Wazu)

 

“Iya.” (Dewi Laut)

 

“lalu,keputusanku tetap sama, aku akan bertarung.” (Wazu dengan suara tegas)

 

“apakah itu tidak apa-apa?” (Dewi laut dengan ekspresi cemas)

 

“Ya.” (Wazu)

 

Mana mungkin aku membiarkan dunia dimana para gadis tinggal akan berakhir!! Dengan tekad itu dengan tegas aku menjawabnya.

 

“Terima kasih banyak.” (Dewi Laut)

 

 

Dewi Laut menundukkan kepalanya,Tidak, anda tidak perlu sesopan itu… Aku bertarung untuk alasanku tersendiri, jadi jika anda bertindak seperti itu,maka saya akan yang merasa malu…

 

Sang Dewi lalu mengangkat kepalanya dan, mungkin karena merasa lega, sebuah senyuman yang indah muncul di wajahnya.

 

“Yah, Dewi laut,sekarang saya agak buru-buru jadi, bisakah anda memberitahukan saya dimana Navirio dan kelompoknya berada?” (Wazu)

 

“tolong tunggu sebentar…” (Dewi laut)

 

Setelah mengatakan itu,sang dewi menundukkan kepalanya sambil melihat keberadaan sesuatu, dan untuk beberapa saat dia mengeluarkan auranya, setelah dia selesai, dia perlahan mengangkat kepalanya dan menunjukkan jarinya ke arah pulau seberang, menuju lautan terbuka.

 

“mereka nampaknya berada sekitar 10km dari sini di arah itu.disana terdapat kota maritim yang dibangun oleh bajak laut  bernama Sealance.mereka nampaknya tertangkap disana…” (Dewi laut)

 

Hoho.. ada tempat seperti itu rupanya disana..

 

“Disanalah kamu bisa bilang bentengnya bajak laut berada.disana ­semuanya bisa dibilang adalah musuh kecuali Navirio dan kelompoknya yang mana kamu cari..aku rasa kamu tidak perlu khawatir namun,tolong hati hati.” (Dewi laut)

 

“Jangan Khawatir!! Terimakasih telah memberitahukan kepada saya.” (aWazu)

 

Sekarang, sekitar 10km..yah aku pikir bisa kesana tanpa ada kendala, disaat aku mulai melakukan pemanasan, sang Dewi menepuk tangannya saat dia mengingat sesuatu.

 

“Ah iya, bisakah ulurkan tangannmu?” (Dewi laut)

 

“tangan saya?” (Wazu)

 

 

 

 

Aku berhenti pemanasan dan mengulurkan tangan kananku kepada sang dewi, dia menggenggam tanganku, lalu melihat kebawah seperti sedang berdoa,dan menggenggam dengan lembut tanganku dengan kedua tangannya.Aku terkejut ketika gerakan tak terduga namun dia segera melepaskan tanganku.apa yang terjadi?

 

“dengan ini semuanya aman, kita membuat sebuah kontrak.” (Dewi Laut)

 

“…sebuah kontrak?” (Wazu dengan ekspresi cemas)

 

Ada apa dengan kata-kata berbahaya itu? Aku tidak mendengar apapun,atau sebaiknya, bisakah anda memberitahu kepada saya dari awal ketika anda ingin melakukan itu? Aku pasti akan menolaknya.

 

“tolong lihat telapak tanganmu” (Dewi Laut tersenyum)

 

Aku melihat ke telapak tangan ku ketika dibilang dan disana aku melihat beberapa magical array atau lambang dengan sebuah pola geometris.

 

“apa ini?” (Wazu kaget)

 

“Sebuah bukti dari dua kontrak.yang pertama adalah secara formal mengatakan kamu adalah utusan dari kami para dewi dan kamu akan lebih mudah menghubungi kami,dan juga meningkatkan statusmu..Meskipun aku tidak tau jika dengan itu kamu akan dapat mengalahkan dewa kejahatan…” (Dewi Laut)

 

…eh? Saya menjadi lebih kuat ? atau lebih,jika dengan status saya meningkat dan dengan berkat dari dewi tetap tidak pasti meskipun aku akan mengalah dewa kejahatan? Seberapa kuat Dewa Kejahatan tersebut..?Namun, aku akan tetap bertarung…

 

“dan lalu yang satunya?” (Wazu)

 

“…*bisik-bisik*” (Dewi Laut)

 

..Hm?itu terlalu pelan?, bahkan aku tidak mendengarnya.

 

 

 

 

“apa itu? Saya tidak mendengarnya jadi bisakah anda mengulangnya?” (Wazu)

 

Aku bertanya untuk memastikan namun wajah sang dewi menjadi merah merona dan mulai agak menghilang.

 

“ku rasa ini adalah batasan dari manifestasiku…aku harus memiliki kekuatan untuk menghadapi Dewa Kejahatan..” (Dewi Laut)

 

Anda menggunakan “perlindungan anti Dewa Kejahatan”dengan alasan yang cukup banyak,aku mengerti…apakah dia pikir bahwa semuanya akan baik baik saja hanya dengan itu?

 

“Maafkan saya namun anda belum menjawab pertanyaan saya.Apa kontrak yang lainnya ?” (Wazu)

 

“…sebuah hak untuk mengambil kami para dewi sebagai istrimu.” (Dewi Laut dengan ekspersi malu)

 

 

 

 

Sang dewi menghilang meninggalkan kata kata tersebut dengan wajah memerah..

 

Anda membohongi Sayaaaaaaa!!

 

Ah!! Dia sudah pergi  dan aku harus buru-buru jadi aku tidak punya alasan untuk komplain…tunggu sebentar..aku yakin dia bilang bahwa crest ini dapat menghubungi  sang dewi kapanpun…

 

Bagus,nanti saja komplainnya…aku tidak akan melakukan itu sekarang karena aku sedang buru-buru…

 

Aku selesai latihan pemanasan dan sekali lagi melompat menuju air dalam arah yang ditunjukkan oleh sang dewi.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 188 manga scan, ,
Table of Content

4
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
4 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
kiyosiユリコザキ[Aloner]Lux2312Aldo Rolland Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Aldo Rolland
Guest
Aldo Rolland

lanjut!!!

Lux2312
Guest
Lux2312

Semangat

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁

kiyosi
Guest
kiyosi

w rasa dewa pencipta tu si freud da