Sono Mono Nochi ni Chapter 191 Bahasa Indonesia

Dibaca 1843 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: TimeElapsed
Penyunting: –
Korektor: Saito

TL Note : Siapkan tisu kalian karna MC kita bakalan diuji hatinya ya para Reader :’(


Chapter 191 – Realita mungkinlah seperti ini

Aku membuka pintu sekali lagi namun pemandangannya tidak berubah.

 

Dari dalam ruangan aku bisa merasakan aura haus akan darah yang memenuhi penuh ruangannya, gadis-gadis itu dengan jelas menunjukkan ketidaksenangan mereka dan kamu bahkan bisa menyebutnya niat membunuh… Atau lebih tepatnya, ekspresi mereka semuanya penuh dengan niatan itu. Apa yang sebenarnya terjadi …?

 

Di sisi lain, kali ini Aria yang asli dan tidak lupa Dewi Kegelapan yang juga menirukannya, dia duduk sambil menutup mata dan mulutnya, disampingnya ada seorang pria yang mempunyai wajah yang hampir setampan wajah Grave-San, denga rambut biru dan mengenakan baju besi perak mewah dan dia melihat kebawah sambil berkeringat. Dibelakang mereka, yang sedang tertawa terdapat seorang pria dengan wajah yang tampan dan tubuh yang terlatih yang memberikan kesan seorang prajurit dan disampingnya terdapat gadis muda dengan wajah yang imut mengenakan topi runcing dan dengan kesan seorang penyihir sedang menghela nafas, aku yakin mereka adalah Party dari para Hero yang mengalahkan Raja Iblis.

 

 

 

 

 

 

Setelah mengkonfirmasinya, aku masuk kedalam ruangan, mencoba untuk menenangkan para gadis-gadis dan duduk menghadap Aria. Ketika aku duduk, aku sadar bahwa situasinya sangat tidak terduga bahkan aku lupa untuk melarikan diri. Yah, setelah setelah sampai sejauh ini, aku memutuskan untuk tidak melarikan diri. Namun aku memastikan untuk memberitahukan kepada gadis gadis itu agar tidak mengganggu tak perduli apa yang akan mereka katakan padaku.

 

“…sudah lama ya,Wazu.”(Aria)

 

Dia membuka matanya dan melihat kepadaku, bahwa itu adalah hal pertama yang dia katakan.

 

“…yah kau benar.”(Wazu)

 

“sebelum kita berbicara aku ingin memastikan sesuatu.”(Aria)

 

“apa itu ? ”(Wazu)

 

“Putri Eris baik baik saja kan? Aku bahkan belum menemuinya.”(Aria)

 

..dia baru saja bertemu dengan Navirio beberapa waktu lalu, jadi dia mungkin menyembunyikan dirinya sendiri  agar tidak dibawa kembali sebelum itu…

 

“dia baik baik saja. Aku barusan bertemu dengannya.”(Wazu)

 

“Begitu…kalau begitu maka baik baik saja. Alasan kita disini adalah untuk membawa kembali Putri Eris dan melakukan itu…”(Aria)

 

“Bicarakan saja dengannya, karna aku tidak akan ikut campur lagi.”(Wazu)

 

…*gulp*

 

Aku tidak sengaja meneguk. Dan juga Aria sudah meyakinkan perasaannya. Laki laki berambut biru disampingnya mengkhawatirkannya namun Aria hanya menjawab dengan anggukan. Hanya dengan melihat itu Aku dapat membayangkan apa yang ingin Aria katakan…

 

“Ini berbicara tentangku dan berbagai kesalahan bisa dikatakan itu kesalahan ku. Jadi tolong pertama dengarkan dulu semuanya dan aku tidak masalah jika kamu ingin mengutukku, namun tolong biarkan aku memberitahumu bahwa ini semua adalah keputusan ku  dan tidak ada cara lain untuk mengubahnya…aku ingin kamu mendengarkan aku dengan itu dipikiranmu.”(Aria)

 

Dia menatap langsung padaku dan mengatakan bahwa tidak ada dusta didalam kata katanya.

 

 

 

 

 

 

“Ketika kita kecil kita membuat sebuah janji lisan… kita mungkin hanyalah anak kecil pada waktu itu namun itu tidak ada bukti bahwa itu adalah perasaan kami yang sebenarnya… dan karena mereka nyata dan tetap melekat pada hatiku… dan jika aku tidak menyelesaikan perasaan yang melekat itu, aku tidak akan dapat bergerak maju..karena itulah aku mencarimu Wazu…dan karena aku dapat bertemu dengan mu disini , ada sesuatu dariku yang ingin kamu tahu tak perduli apapun itu…”(Aria)

 

Aku dapat melihat Aria bersikap tegar, namun aku dapat melihat air mata muncul di matanya…

 

“aku minta maaf… aku tidak yakin bisa menepati janji itu..”(Aria)

 

…Baiklah…

 

“itu bukanlah niatanku ketika aku pertama kali pergi berpetualang dengan sang hero disampingku… yang aku ingin adalah mengakhiri ini secepatnya dan kembali ke sisimu… namun kita berkerja bersama, dan setelah beberapa tahun suatu ikatan terbentuk…dia menyelamatkan ku berkali-kali dari bahaya dan pandanganku padanya berubah, dari orang biasa menjadi seorang yang berarti…dan lalu perasaan berubah menjadi cinta…”(Aria dengan wajah sedih)

 

T/L Note : *sabar ya wazu ini cobaan*

 

“dan dia juga mempunyai perasaan itu pula… namun sudah ada pada waktu kami mengalahkan sang Raja Iblis…”(Aria)

 

…membayangkannya…seperti yang kuduga, dari pemandangan yang aku liat saat itu bukanlah kesalahpahaman ataupun tidak sama sekali…

 

“itulah mengapa, meskipun kamu tau aku mengatakan sesuatu yang sangat egois..aku tau aku hanya mengatakan ini setelah itu terjadi, dan ini yang paling tidak dapat aku lakukan untuk menyelasaikan hal-hal yang ada di hatiku…aku tau aku menyakitimu…namun aku ingin mengatakan ini padamu sendiri..aku tau bahwa melakukan ini akan lebih menyakiti mu.. namun aku tidak dapat membuat seolah-olah keseriusan kita  saat itu tidaklah ada. Dan itu sangat mengusik ku hingga sekarang…

Aku sangat minta maaf … aku minta maaf karena sudah egois…”(Aria dengan air mata yang mengalir dan tersenyum pedih)

 

 

Aku tidak mengatakan apa apa, ditengah itu aku menundukkan kepala ku… dan tidak melihat ke Aria sama sekali.

 

Mereka mungkin lelah menunggu karena dengan itu aku dapat mengetahui bahwa Aria dan sang Hero sudah bersiap siap…

 

Ketika Aria dan partynya akan keluar dari ruangan, aku melihat ke belakang Aria dan hanya mengatakan satu hal.

 

“Berbahagialah”(Wazu dengan suara kecil)

T/L Note : oe siapa yang naruh bawang disini : (

 

 

Aku tidak tau apa dia mendengarku.. namun aku tidak dapat mengatakan sesuatu selain itu..itu mungkin menjadi sesuatu yang dapat aku katakan.. namun aku tidak dapat berpikir selain itu… jika aku tidak lari pada saat waktu itu, sesuatu mungkin akan berubah..namun aku lari..apakah ada sesuatu lainnya yang dapat aku katakan… ?

 

“kamu juga spesial untukku juga…”(Wazu)

 

Aku mengatakan itu pada hatiku…

 

Setelah Aria dan Partynya pergi, aku berbalik arah para gadis.

 

“…aku baik-baik saja!! Tidak kusangka aku bisa tenang!!’’(Wazu dengan air mata mengalir)

 

Bahkan ketika aku mengatakan itu, para gadis tetap terlihat khawatir. Apa itu? Ketika aku memikirkannya, aku merasa air menyentuh tanganku. Aku menyentuh dagu dengan tanganku dan sadar bahwa aku mulai menangis. Meskipun aku tidak berencana untuk menangis..

 

*T/L Note : yang kuat ya Wazu nanti pasti dapat lagi yang lebih baik lagi!!

 

“m-maafkan aku!! Ini hanyalah… debu yang ada di mataku.”(Wazu)

 

Aku tidak ingin mereka melihat sisiku yang tidak mengenakan ini.

 

Namun para gadis memelukku dengan erat.

 

“…Tak apa…Tak apa apa tuk menangis.”(Para Gadis sambil memeluk Wazu)

 

Aku tidak tau siapa yang mengatakan itu…mungkin saja dari mereka semua..namun…

 

Ketika suara lembut itu memasuki telingaku, aku mulai terisak dan terus menangis…


Catatan Korektor : Kalo Boleh Jujur itu sakit banget tapi beruntungnya Wazu adalah punya Harem yang benar-benar Peduli sama dia LLLK

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 191 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!