Sono Mono Nochi ni Chapter 192 Bahasa Indonesia

Dibaca 1333 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Yuusha
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –


Chapter 192 – Aku merasa lebih segar (secara mental)

Keesokan harinya.

Tiga hari kemudian.

..

…..

lima hari kemudian, pagi hari …

Aku sepenuhnya pulih !! Bagaimana mungkin?! aku benar-benar pulih !! Bagaimana mengatakannya, aku merasa segar !! aku merasa segar kembali !! Apakah dunia seindah ini? Kicauan burung terasa menyenangkan !!

… Aku terlalu bersemangat … Maaf …

Tapi aku banyak menangis pada hari itu, aku merasa seperti cangkang kosong tetapi sekarang aku merasa lebih segar. aku memasang wajah yang gagah !! … Mari sedikit lebih tenang …

Fuuu … Aku bisa berpikir dengan tenang sekarang. Hal tentang Aria tentu saja mengejutkan … Jika aku hanya berpikir apakah akan memaafkannya atau tidak, jelas aku tidak akan bisa memaafkannya. Tetapi aku juga tidak berencana untuk mengutuknya. Atau lebih tepatnya, aku tidak berpikir bahwa aku memiliki hak untuk menghukumnya. Pada waktu itu aku hanya menjadi pengecut yang ingin dia kembali, memperhatikannya dari tempat yang aman, dan aku bahkan melarikan diri dari tempat itu sesudahnya. Jadi apa yang bisa aku katakan sekarang … Aria menyalahkan dirinya sendiri tetapi aku pikir itu hanya hasil yang bagus, hasil yang aku pikir biarkan saja terjadi.

Jika pada saat itu aku melompat keluar dan mengatakan sesuatu, mungkin ada sesuatu yang akan berubah …

Atau bahkan, jika aku dengan memaksakan diri ikut bersama mereka untuk mengalahkan Raja Iblis, mungkin itu bisa berjalan dengan baik juga …

Tidak ada habisnya untuk berpikir seperti itu. Pada akhirnya, aku tidak bisa mengubah masa lalu. Pada kenyataannya, Aria tidak di sisiku, dan aku tidak di sisi Aria. Ini adalah kebenarannya.

Sekarang aku berpikir tentang hal itu, seorang gadis dewasa yang tinggal di lingkunganku berkata sekali ..

“Cinta pertama selalu gagal … Tapi karena ia adalah orang pertama yang kau cintai … Orang itu menjadi tak terlupakan … Atau sesuatu yang seperti itu …”

Aku pikir bisa mengerti arti dari kata-kata itu sedikit lebih. Aku mungkin tidak akan pernah melupakan Aria … Tapi itu tidak akan terjadi karena aku masih mencintainya … Aku hanya akan ada sebagai kenangan. Jalan milikku dan Aria tidak akan pernah menyeberang seperti itu lagi …

Aku bisa berpikir seperti itu berkat bertemu dengan para gadis, bersama mereka, dan karena aku membuat janji dengan mereka.

Sarona, Tata, Naminissa, Narelina, Haosui, Kagane, Mao�

Aku bertanya-tanya apakah dengan menerima perasaan cinta mereka kepadaku membuat hatiku lebih kuat … Tidak, itu tidak benar, apakah kehadiran mereka yang mendukung hatiku. Aku bisa merasakan cinta yang mereka berikan di hatiku.

Sangat, lembut, ramah, halus, tegas, berani menghadapi tantangan.

Dan dengan hangat menyembuhkan hatiku …

Aria akan hidup bersama dengan Hero-sama, dan aku akan hidup bersama dengan para gadis.

Ini adalah jalan yang dilalui Aria. Aku dapat dengan mudah menerimanya dan dengan demikian, aku merasa seperti ada beban yang diangkat dari hatiku …

Aku mengangkat tubuhku, setelah tidur selama ini. Aku pikir tubuhku menjadi kaku karena aku dapat mendengar suara persendianku. Yah, itu sesuatu yang wajar karena aku telah membungkus diri di tempat tidur selama ini. Aku melakukan sedikit peregangan, turun ke tempat tidur dan berganti pakaian seperti biasanya.

Ketika aku mengganti pakaian, aku ingat apa yang terjadi dalam empat hari terakhir.
Pada saat itu aku berteriak dengan keras, tetapi berkat penghalang isolasi yang dipasang oleh Naminissa, itu tidak terdengar ke luar. Nah, jika sudah kedengaran keluar, aku tidak akan bisa meninggalkan ruangan ini karena rasa malu, jadi aku bersyukur. Dan aku juga harus berterima kasih pada gadis-gadis karena bergiliran mengaja diriku. Memiliki seseorang yang dekat benar-benar menentramkan dan aku senang karenanya.

Dan itulah yang ingin aku katakan kepada mereka tetapi, tidak ada seorang pun di sini. Aku sendirian sekarang. ‘Eh? Bahkan Meru tidak ada di sini’. Aku ingin membelai dia lebih banyak !! Membelai bulu Meru tidak dapat disangkal lagi merupakan hal yang paling memberikan ketenangan pada hatiku … Ke mana dia pergi? aku menginginkan Meru sekarang.

Ketika aku selesai berganti pakaian, aku meninggalkan ruangan dan dari arah ruang tamu di lantai bawah aku dapat mendengar suara jadi aku menuruni tangga dan memasuki ruang tamu. Yang pertama muncul di mataku adalah pemandangan gadis-gadis mengelilingi meja tampaknya membicarakan sesuatu dengan wajah serius. Dan di atas meja ada spanduk yang berdiri, dan spanduk itu mengatakan:

[Pertemuan Penghancuran Party Pahlawan ke-46]

Itu yang dituliskan. Aku dapat mengatakan bahwa beberapa kata ditulis dengan geram … Aku mengerti itu tetapi, apa artinya? Apakah mereka tidak menyadari bahwa aku baru saja memasuki ruangan? Dan aku bisa mendengar isi dari … pertemuan mereka?

“Tidak peduli bagaimana aku memikirkannya, jika kita membunuh mereka secara normal, perasaan kita tidak akan tenang.” (Sarona)

“Kau benar … harus kematian yang paling mengerikan dan menyedihkan atau …” (Tata)

“Dan untuk melakukannya kita perlu memikirkan beberapa cara untuk melanjutkannya.” (Naminissa)

“Begitu ya… dengan merobek anggota tubuh mereka mejadi empat bagian dan membuangnya, kan?” (Narellina)

“… Itu terlalu biasa …” (Haosui)

“Lalu bagaimana dengan menelanjangi pahlawan, membuatnya memakai pakaian dalam wanita dan menyuruhnya berjalan-jalan di pusat kota?” (kagane)

“Dan kita kemudian bisa menggantungnya dari papan nama dengan tulisan legenda seperti ‘Aku menjadi terangsang secara seksual ketika aku mengenakan pakaian dalam wanita dan dipandangi dengan mata yang menghina’ “(Mao)

“””Aku suka itu!!”””

“Apa yang kalian bicarakan?”
aku tidak bisa terus melihat mereka melakukan percakapan seperti itu jadi aku memanggil mereka.

“Uhm … Selamat pagi, semuanya.” (Wazu)
“” “!!” “”

Saat aku mengatakan itu, mereka semua duduk di kursi dan berkumpul di sekitarku … Dengan wajah ceria dan menitikkan air mata, lalu memelukku. Aku merasakan kehangatan mereka di kulitku dan merasakan sesuatu yang hangat di dalam hatiku. Aku juga merentangkan tanganku dengan lebar dan memeluk mereka. Ketika aku melakukan itu, Meru terbang ke kepalaku dan diam diatasnya seolah mengklaim ‘tempat ini milikku’, jadi aku membelai bulunya.

Ahh ~ … Aku merasa lebih baik ~ … (Wazu)

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 192 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!