Sono Mono Nochi ni Chapter 193 Bahasa Indonesia

Dibaca 1242 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Devine
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 193 – Maaf sudah membuat kalian menunggu

Kami duduk kembali di sekeliling meja. Ku belai lembut Meru yang ada di atas kepalaku, aku ingin tau apa dia senang seperti biasanya di atas kepalaku, tapi dia mulai menggigit jari-jariku dengan penuh kasih. Itu geli. Aku melihat sebuah banner di atas meja…

 

“Apa kamu sudah pulih sepenuhnya?” (Naminissa)

 

Ketika aku bermain dengan Meru, Naminissa menanyaiku dengan wajah khawatir. Yang lainnya memiliki ekspresi yang sama. Apa mereka pikir aku cuma memasang wajah berani? Apa mereka pikir aku memaksakan diriku? Aku harus memberitahu mereka kalau sekarang aku sangat baik-baik saja.

 

“Aku baik-baik saja. Aku minta maaf membuat kalian khawatir… memiliki seseorang yang selalu disisiku beberapa hari ini menenangkanku… aku sangat bersyukur.” (Wazu)

 

Bersama ucapan terima kasihku, kukatakan dengan jujur apa yang kupikirkan dan kurasakan untuk membuat mereka yakin. Aku akan hidup bersama mereka mulai sekarang jadi aku nggak ingin menyembunyikan apapun dari mereka. Aku memberitahu diriku apa adanya. Sarona dan lainnya terus terusan berwajah serius seolah tidak ingin kelewatan apa yang ku katakan.

 

“… Dan itu yang kurasakan. Jadi aku sekarang benar-benar sudah baik baik saja. Aku sudah menyelesaikan semuanya dengan Aria dan terima kasih untuk kalian yang membuatku bisa berdiri lagi… Aku benar-benar berterima kasih pada kalian… tidak, bukan. Yang harus kukatakan sekarang adalah…”

 

Aku memotong perkataanku dan melihat yang lainnya secara berurutan.

 

“Aku senang kalian ada untukku, terima kasih… mulai sekarang aku harap kalian akan selalu bersama denganku… Aku tidak akan pernah melepaskan kalian… Aku mencintai kalian semua.” (Wazu)

 

“Kami juga tidak akan melepaskanmu!! Kita akan bersama selamanya!!”

 

“Fufu… Jika kamu baik-baik saja dengan kami, tolong biarkan kami bersamamu selamanya.” (Tata)

 

“Perasaan kami padamu tidak akan pernah berubah, Wazu-sama. Kami akan selalu ada di sisimu.” (Naminissa)

 

“Perasaan kami selalu sama dari awal. Kami juga mencintaimu Wazu!!” (Narelina)

 

“… Bersama Selamanya.” (Haosui)

 

“Dia jadi Dere!! Onii-chan jadi dere pada kita!! Kita menang!! Kita menang!! Sekihan*!! Aku ingin sekihan sekarang!!” (Kagane)

 

(T/N : Sekihan, atau Nasi Merah, di jepang biasanya dimakan saat merayakan sebuah momen atau acara spesial)

 

“Jangan mengatakan sesuatu seperti itu sekarang… wajahku memerah…” (Maorin)

Jangan khawatir, aku wajahku sedang merah tua sekarang. Maksudku, ini benar-benar memalukan, dan aku juga tau kulitku juga memerah tapi aku nggak akan memalingkan pandangan pada kalian. Selain itu, wajahmu juga memerah, kau tahu? Bahkan kalian…

 

Aku menelan ludah dan setelah menenangkan diri, aku kembali bertanya pada Sarona dan lainnya.

“And…? What is this all about?”

 

“Dan…? Untuk apa semua ini?” (Wazu)

I point towards the banner and everyone answers me.

 

Aku menunjuk pada banner dan semuanya menjawabku.

“The Hero Party came as messengers from the Iscoa Kingdom a little before you returned from bringing back Navirio-sama and company.”

 

“Party Pahlawan datang sebagai utusan dari Kekaisaran Iscoa sebelum kamu mengantar Navirio-sama dan kelompoknya kembali.” (Naminissa)

 

“Dan saat kamu tidak ada, kami menyembunyikan Putri Eris dan menghadapi mereka dahulu.” (Narelina)

 

“Kami sepakat kalau mereka mungkin akan menemui Putri Eris dengan paksa, jadi kami menyembunyikannya. Jadi kami berusaha menjelaskan pada mereka tentang keinginan Putri Eris tapi…” (Naminissa)

 

“Sebelum kami mengatakannya, Pahlawan menyerang kami.” (Narelina)

 

“… Katanya ‘Nggak masalah kalo kalian kenal Aria, tapi itu bukan alasan buat menculik seorang Putri.’” (Naminissa)

 

 

“Fu fu fu… bahkan hanya mengingatnya membuat darahku mendidih… Pahlawan Sialan!! Kau yang memulainya dulu!!” (Narelina)

 

 

“Tentu saja kami akan membalasnya jadi kami mulai mengambil sikap tapi, saat itu, Aria berteriak padanya sehingga dia berhenti… lalu Pahlawan duduk dengan wajah malu dan pada saat itu kamu datang.” (Naminissa)

 

… Fumu… Itu artinya Pahlawan menyerang istri-istriku tanpa mendengar alasannya terlebih dahulu ya…

“… Ayo bunuh dia.” (Wazu) (ED: Kuy keroyok)

 

“Sekarang aku ingat, Putri Eris pernah bilang kalau pahlawan punya banyak istri tapi, berapa jumlahnya?” (Wazu)

 

“kalo nggak salah, dari rumornya istrinya ada 30 an. Kudengar dari Putri Eris Aria istrinya yang legal.” (Naminissa)

 

“Hee… dia punya segitu.” (Wazu)

 

“Yah, dia memang membunuh Raja Iblis dan itu merupakan pencapaian yang besar jadi kuyakin banyak bangsawan yang menawari putri mereka padanya.” (Narelina)

 

“Hmm…” (Wazu)

 

Mendengar percakapan Naminissa dan Narelina, sejujurnya aku merasa itu masalah orang lain dan aku nggak bisa mengatakan apapun selain ‘hmm…’ apa itu artinya aku nggak peduli lagi? Yah selama itu nggak melibatkan kami, aku nggak peduli.

“… Apakah Wazu-san ingin menambah wanita lain selain kita” (Tata)

 

Tata dengan hati-hati menanyaiku tapi kujawab dia dengan jujur.

 

“Nggak, aku lebih senang mempunyai kalian semua denganku. aku nggak ingin menam-…” (Wazu)

 

“Kenapa kamu berhenti?!” (Tata)

 

Mendengar teriakan Tata, aku mengingat sesuatu… sebuah kontrak… aku harus memberitahu mereka tentang ini juga… Haa

 

“tidak, ini tidak seperti yang kalian pikirkan… Umm… sebenarnya…” (Wazu)

 

Mengatakan itu, kutunjukkan para gadis lambang yang terukir di tangan kananku dan menjelaskan rencana para Dewi-Dewi

 

“… Jadi itu artinya para Dewi mungkin akan menjadi istriku juga.” (Wazu)

 

“Apa yang kamu pikirkan, Wazu-sama? (Naminissa)

 

“Umm… memang benar mereka selalu membantuku sampai sekarang meski mereka juga memberiku berbagai masalah, bukan berarti aku membenci mereka, dan jika mereka memang menginginkannya, aku hanya bisa mengatakan bahwa aku merasa senang…” (Wazu)

 

Atau mungkin aku benar-benar ingin mereka ada di dekatku supaya mereka nggak akan membuat masalah untuk orang lain? Tapi yah, memang benar kalo aku menikmati bersama dengan para Dewi… rasanya seperti ‘Jika kau ingin datang maka datanglah’ atau sesuatu…

 

“Yah kalo itu para Dewi kami nggak bakal komplain.” (Sarona)

 

“Aku mengerti mereka membantumu karena rasa cinta, dan Dewi Perang juga orang yang baik.” (Tata)

 

“Fufu… sepertinya kita akan menjadi keluarga besar.” (Naminissa)

 

“Yeah, dan di dalam nya juga ada para Dewi.” (Narelina)

 

“… Seperti yang diduga dari Danna-sama.” (Haosui)

 

“Fumu… kita kayaknya harus menyempurnakan diri kami biar nggak kalah sama Dewi-Dewi.” (Kagane)

 

“Yeah, kita tidak akan kalah.” (Maorin)

 

Aku turut senang untuk kalian Dewi-Dewi. Sepertinya istri-istriku menerima kalian. Jika mereka keberatan, maka pembicaraan ini akan berakhir. Bagiku para gadis sudah menjadi prioritas utamaku…

 

… Ahh, ngomongin tentang jadi istriku mengingatkanku.

 

“Aku baru ingat, Haosui berapa hari lagi kau berumur 15 tahun?” (Wazu)

 

“… Sebulan lagi.” (Haosui)

 

“Aku mengerti. Kagane sudah berumur 15 tahun dan saat kau berumur 15 tahun juga, mari kita menikah. Aku minta maaf membuat kalian menunggu sampai sekarang.”

Ketika aku mengatakan itu, mereka memberiku senyuman layaknya bunga yang bermekaran dan tidak bisa membendung rasa senangnya, mereka memelukku.

 

Kupeluk mereka juga supaya mereka tersemangati.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 193 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!