Sono Mono Nochi ni Chapter 196 Bahasa Indonesia

Dibaca 1585 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Yuusha
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –


Chapter 196 – Persiapan Sebelum berduel

Dan setelah itu, persiapan telah dilakukan dalam sekejap mata.

Givirio-otousan memanggil kepala pelayan veteran dan mengatakan kepadanya bahwa kami akan menerima duel tersebut, dan sepertinya Raja Rusona juga ingin menyelesaikan masalah ini dengan cepat, sehingga dalam sekejap persiapan untuk berduel telah siap.

Lokasinya di lapangan terbuka di luar kastil. Di sana, Hero Party dan Raja Rusona bersama dengan beberapa peserta pria sudah menunggu kedatangan kita. Diantara para pelayan itu ada kepala pelayan veteran. Dan kami, keluarga Mabondo dan Putri Eris berada di sisi yang berlawanan.

Aku melihat sekali lagi ke sisi seberang.

Seperti yang pernah Aku temui sebelumnya yaitu Hero Party, Aku mengalihkan pandanganku dari mereka dan fokus pada Raja Rusona. Karena dia adalah orang yang tidak akan pernah bisa ditemui oleh orang biasa sepertiku.
Yah, Givirio-otousan juga seperti itu. Hanya saja dia tidak memberi kesan itu ketika dia muncul …

Raja Rusona sangat mirip dengan Putri Eris, kau akan mengatakan bahwa mereka adalah orang tua dan anak hanya dari melihatnya. Tapi saat ini dia kelihatannya kelelahan dan jika kau membandingkannya dengan Givirio-otousan, dia terlihat tidak sehat. Seolah-olah dia memiliki begitu banyak kekhawatiran sehingga dia memberikan aura negatif.

Dia mungkin khawatir setengah mati dengan putrinya. Mungkin dia sangat menyesal.
Setelah masalah selesai, masalah dengan Dewa Jahat akan menunggu Anda. Tetap bertahan!!

Aku khawatir dia akan pingsan karena kelelahan dan kecemasan.

“Aku tahu kau sudah memutuskan … Mari kita selesaikan masalah ini.”

Ketika Raja Rusona mengatakan hal itu kepada kami, pahlawan muncul dari depan. Ekspresinya penuh percaya diri dan dia bahkan tidak memiliki keraguan bahwa dia akan menang. Yaah, aku juga tidak berencana kalah melawan pahlawan.

Pahlawan mulai melangkah maju jadi Aku juga memberi Navirio dan semua orang isyarat dan mengangguk sekali, dan setelah itu, Aku memberikan para gadis senyuman untuk memberikan mereka ketenangan pikiran. Aku menyerahkan Meru ke Haosui dan juga melangkah maju.

Ketika Aku melangkah ke depan, pihak yang lain mulai membuat wajah seolah bertanya ‘siapa ini?’ Dan hanya Aria yang menunjukkan wajah tidak percaya. Aku kira itu sudah jelas, Aria tidak tahu tentang kekuatanku. Yah, dia sudah tidak ada hubungannya denganku jadi Aku tidak peduli.

Aku melihat ke arah pahlawan dan pahlawan memberikan senyum yang sepertinya dia pikir dia akan menang dengan mudah.

“Aku percaya kau adalah teman masa kecil Aria … dan orang yang menculik Putri Eris …”

Laah? Bukankah salah pahamnya sudah diselesaikan? Kenapa Aku menjadi penculik Putri Eris?

“Astaga … Apakah kau sadar karena dirimu, Aria dan aku butuh waktu lama untuk menikah ?! Dan kau bahkan melakukan kejahatan … Tapi juga karena di sampingmu ada temannya Aria, Putri Naminissa dan Narelina, persahabatannya dengan mereka menjadi hancur !! � (Hero)

Apakah kau berencana menjadikannya kesalahanku juga?
Selain itu, Kau mengatakan bahwa dengan suara keras agar semua orang yang berkumpul di sini dapat mendengarnya … Apakah kau mencoba menjadikanku orang jahat?

�Sadarilah bahwa keberadaanmu membuat masalah semua orang di sekitarmu !! Ini adalah kesempatan besar, Aku akan menguburmu di sini !! Jangan khawatir !! Aku akan membuka mata Putri Naminissa dan Narelina !! � (Pahlawan GobloK)

Aahh, aku mengerti. Orang ini tipe itu. Jenis yang tidak mendengar kata-kata orang lain.
Dia orang egois yang membuat keadilannya sendiri, dan mengelu-elukannya, meninggikan keadilan egoisnya. Bukankah orang seperti itu membuat masalah orang-orang di sekitarnya, Yah, kurasa para pahlawan seperti ini.

Mereka percaya pada keadilan egois mereka sendiri dan terus seperti itu sampai akhir. Dan karena mereka memiliki kekuatan, dilingkungan sekitar mereka hanya dengan menggerakkan lidahnya dan itu akan membuat mereka percaya kalau mereka benar …

Dan karena keuletannya mengambil suatu keputusan untuk orang-orang di sekitarnya, ketika tidak ada seorang pun yang bisa memberikan pendapat yang berbeda. disaat seperti itu, mereka semakin bersinar dan berpikir kalau mereka paling benar … Dan apakah itu berarti bahwa Aria berada di antara orang-orang yang tertarik pada cahaya itu?

Atau lebih tepatnya, bukankah dia menyadarinya?
Istri-istriku menjadi semakin marah pada kata-kata orang ini. Wajah mereka sangat menyeramkan sehingga mereka bisa menerkam kapan saja. Jika Kau tahu?, Mereka menakutkan jika kau membuatnya marah.

Tapi itu akan menjadi peranku. Yang harus sadar adalah dirimu. Jika kau mencoba menyentuh gadis-gadis itu, aku tidak akan bisa menahan diriku … Meskipun membunuhmu sepertinya buruk, aku bisa mempermalukanmu.

“Apakah kau mendengarkanku?! Dengarkan dengan baik … ” (Hero)

Karena tidak ada yang menghentikannya, kata-kata kasar dari Pahlawan terus berlanjut. Orang-orang di sisi Iscoa mendengarkan. Yaah, itulah kata-kata pahlawan negara mereka. Dan di antara anggota Party Pahlawan, Aria agak bingung, Prajurit Laki-laki tersenyum geli dan Gadis Penyihir menyengir.

Di sisi lain, di sisi Motampe: Para gadis tampaknya sudah berhenti mendengarkan kata-kata Pahlawan karena mereka bermain dengan Meru. Navirio dan Putri Eris memandangi mereka dengan seksama, Givirio-otousan dan Mirelina-okaasan dengan acuh tak acuh minum teh hitam yang diseduh oleh Freud diatas meja set yang disiapkan entah tahu dari mana.

Bukankah kalian terlalu santai? (Wazu)

Ya aku juga sama karena aku sudah mulai mengabaikannya … Saat ini aku sedang memikirkan bagaimana cara mempermalukannya.

Ahh … Tidak bisakah kau mulai …?
Aku mulai lapar …
Aku akhirnya kembali ke Iscoa tetapi aku belum bertemu orang tuaku …
Aku merasa ingin makan masakan ibu …

“� Apakah kau mengerti!?” (Hero)
“Ehhh?” (Wazu)

Maaf, Aku tidak mendengarkanmu.

Apakah dia akhirnya menyadari bahwa aku tidak mendengarkannya? Karena ekspresinya menjadi penuh amarah. Maa! Wajahmu sangat merah. Kau sudah berbicara cukup lama. Apakah kau ingin minum? Bukankah tenggorokanmu kering?

“Wasiit!!” (Hero)

Menanggapi kata-kata pahlawan, kepala pelayan veteran dari sisi Iscoa berdiri di antara kami. Ah, terima kasih atas kerja kerasnya. Aku yakin sulit baginya, bahkan harus melakukan hal semacam ini.

“* Uhuk* … Siap …”

Kepala pelayan veteran menatap kami untuk mengkonfirmasi bahwa kami siap pada saat yang sama ketika ia mengatakan itu.

Ya, ya, Mulailah kapan saja.

“Mulai!!”

Mari kita lihat seberapa kuatnya Pahlawan itu.

Baca Preview Chapter 197 Disini!!

Link Chapter 197

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 196 manga scan, ,
Table of Content

1
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
1 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
ユリコザキ[Aloner] Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁