Sono Mono Nochi ni Chapter 200 Bahasa Indonesia

Dibaca 1704 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Kuroshiro
Penyunting: R24
Korektor: –


Chapter 200 – Tidak, Aku Memang Menyadarinya

Setelah meninggalkan Kota Kastil, kami berjalan dengan santainya menuju Kota Pelabuhan Motanpe.
Setelah menyelesaikan masalah mengenai Aria, kami tidak memiliki hal lain untuk dilakukan.
Bisa kau bilang bahwa kami tidak perlu terburu-buru.
Yah, kita masih memiliki masalah dengan Dewa Jahat, Shiro, dan Dewi Kegelapan tetapi, saat ini kita tidak memiliki cara untuk menghadapinya. Kami benar-benar tertinggal. Tapi yah, jika kita tahu di mana mereka berada, aku akan segera pergi menyerang mereka, tetapi, aku tidak tahu di mana mereka saat ini, kita menunggu mereka untuk membuat langkah pertama.

Mungkin Dewa Jahat akan hidup kembali, tetapi masalahnya adalah apa yang dikatakan para Dewi kepadaku, bahwa ia jauh lebih kuat dariku. Tetapi akankah kekuatanku meningkat lebih banyak lagi? Apakah seperti itu? Karena ketika aku berada di gunung, aku makan banyak makanan, statusku menjadi seperti ini jadi, aku akan menjadi lebih kuat jika aku makan lebih banyak? Tapi aku pikir aku sudah makan semua makhluk kuat di atas gunung, dan berpikir tentang makhluk yang lebih kuat dari monster itu adalah … Ragnil? Tidak, tidak, tidak, itu tidak benar. Mari kita buang pemikiran ini. Namun sekali lagi, satu-satunya kesimpulan yang aku dapatkan adalah bahwa aku tidak bisa menjadi lebih kuat lagi. Hmm? Aku skakmat. Yah, meski demikian, aku masih akan menantang Dewa Jahat begitu dia bangkit.

Dan ketika aku mencapai kesimpulan itu, mentalitasku menjadi santai.
Jika aku melihat sekelilingku, ada gadis-gadis.
Ketika aku memalingkan wajah, para gadis bertanya, “Apa apa?” jadi aku hanya membalasnya dengan tersenyum.

… Sudah baik-baik saja, kan? …
Aku masih memiliki masalah dengan Dewa Jahat yang tersisa tetapi, tidak apa-apa, kan?
Maksudku, orang tua mereka semua telah memberikan restu mereka, dan orang tuaku juga sudah merestuiku, jadi tidak ada masalah lagi, kan?
Benarkan? Benarkan?

Aku bisa membual tentang wanita imut, cantik dan baik ini menjadi istriku, kan?

Aku agak terdorong untuk berteriak akan hal ini…
Yah, sebenarnya tidak. Tetapi, jika saat ini aku berada di puncak gunung, aku pasti akan berteriak, kau tahu?
Aku akan menikahi semua orang … aku berharap hal tentang Dewa Jahat bisa selesai lebih dahulu …

Dan ketika aku bersukacita tentang itu, Freud menyelinap mendekat dan memanggilku.

“… Wazu-sama, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu …” (Freud)
“… Apa?”(Wazu)

Dia datang untuk menggangguku ketika aku sedang senang-senangnya memikirkan para gadis jadi aku bertanya kepadanya dengan sedikit kesal.

“Aku ingin meminta waktumu sebentar karena akan merepotkan jika seseorang mendengarnya …”(Freud)
“Mengerti.”(Wazu)

Pada awalnya aku berpikir bahwa itu akan menjadi hal yang tidak penting tetapi, melihat raut di wajah Freud bahwa dia serius, aku menjawab seperti itu.

“Semuanya, apakah kalian keberatan jika kita berkemah di sini hari ini?” (Wazu)
“” “Dimengerti.” “”(Gadis)

Orang lain akan enggan berkemah jika ditanya tiba-tiba.
Dan memikirkan itu, aku bertanya kepada gadis-gadis itu tetapi mereka segera menjawab bahwa mereka baik-baik saja dan segera mulai membuat persiapan untuk berkemah.
Jadi, berpikir bahwa pembicaraan kami akan berlangsung pada malam hari, aku juga membantu membuat persiapan.

Seperti mengumpulkan kayu bakar … Atau mengumpulkan kayu bakar … Dan mengumpulkan kayu bakar … Juga memusnahkan monster di lingkungan sekitar …

 

 

Setelah makan masakan pedas Mao, kami semua berkumpul di sekitar api unggun, siap untuk mendengar apa yang dikatakan Freud.
Ketika aku bertanya kepadanya bahwa jika tidak apa-apa bagi para gadis untuk mendengarkan juga, dia menjawab bahwa mereka juga memiliki hak untuk mendengarnya sehingga kita semua akhirnya akan mendengar pembicaraan Freud.
‘Itu karena kalian semua adalah istri tuanku Wazu-sama’ Atau begitulah katanya… aku mulai malu jadi hentikan!! Atau lebih tepatnya, aku bukan tuanmu!!

Dan dengan demikian akhirnya kita semua akan mendengar apa yang dia katakan tetapi, posisi kami cukup aneh.
Biasanya, ketika duduk di sekitar api unggun, semua orang harus mengelilingi api unggun tetapi, aku duduk menghadap Freud, dan para gadis duduk di sekitarku. Meru seperti biasa ada di kepalaku. Dia tidak akan pernah melepaskan tempat itu.
Disposisi kita seperti satu titik besar dan satu titik kecil.

“Dan, apa yang kamu perlu bicarakan?”(Wazu)

Sementara aku sedang dihimpit oleh gadis-gadis yang tidak mempedulikan situasi, aku mendesak Freud yang duduk di depanku untuk segera mulai berbicara.

Ah! Hei!! Kagane !! Jika kamu menarikku ke sana, aku akan berakhir di belakang api unggun dan tidak akan dapat melihat Freud !!

“Ya, ada sesuatu yang harus aku tanyakan pada semua orang …”(Freud)

Hei, Freud !! Kau sudah melihat situasi yang aku alami sekarang jadi mengapa kamu begitu tenang. Kamu mungkin ragu untuk mulai berbicara atau sesuatu, ada banyak hal yang bisa kamu katakan, kan? Apakah kamu akan mengabaikannya? Yah, kurasa tidak apa-apa …

“Aku sebenarnya adalah ‘Dewa Penciptaan'”(Freud)

Dengan perkataan tersebut, gadis-gadis itu berhenti bergerak.
Aku memanfaatkannya untuk memperbaiki postur tubuhku.

“… Dan?”(Wazu)

Gadis-gadis itu kebingungan, tetapi aku mendesaknya untuk terus berbicara.

“Seperti yang diharapkan dari tuanku Wazu-sama. Kamu tidak terkejut? ” (Freud)
” Yah, kupikir itu bukan sesuatu yang seharusnya membuatku kaget. ” (Wazu)
” … Bolehkah aku bertanya alasan mengapa kamu berpikir demikian? ” (Freud)
” Mari kita lihat … hanya dari pembicaraan tersebut dapat kutebak bahwa, setelah menciptakan para Dewi dan menyegel Dewa Jahat, Dewa Penciptaan mendapati kekuatannya dicuri, dan aku tidak pernah mendengar dia disegel atau dia menghilang jadi kupikir dia mungkin masih ada entah di luar sana, dan hal yang meyakinkanku bahwa kemungkinan itu kau adalah saat di mana kau menghentikan pukulanku ketika aku dalam mode dewa. “(Wazu)
” … Begitu, kamu punya banyak petunjuk … “(Freud)

Freud mulai mengangguk seolah yakin akan sesuatu.

“Benar bahwa kekuatanku telah dicuri oleh Dewa Jahat. Dan setelah menyegelnya, aku mulai berkeliling dunia. Meskipun kekuatanku dicuri, itu tidak berarti aku kehilangan kekuatan ilahiku jadi aku memutuskan untuk membersihkan semua kehancuran yang tersisa dari perbuatan Dewa Jahat. Ketika perjalananku hampir berakhir, aku tiba di Kerajaan Mabondo. Di sana aku mulai hidup sebagai kepala pelayan yang menarik perhatianku di tengah perjalananku, dan memutuskan untuk berkeliling dunia. Dan di tengah perjalanan tersebut, aku bertemu denganmu Wazu-sama, seseorang yang memiliki berkah salah satu dari kaumku, Dewi Cahaya … Dan akhirnya seperti inilah situasinya sekarang. “(Freud)

Mendengar kehidupan awal Freud, aku mulai berpikir sambil bersenandung.
Dia melongkap bagian yang penting.

“Jadi, mengapa kamu memutuskan untuk menjadikanku tuanmu?” (Wazu)
“Eh? Seorang butler membutuhkan seorang master, bukan?” (Freud)
” Itu tidak menjawab apa-apa … ” (Wazu)
” Karena aku seorang butler. ” (Freud)
” … Itu terdengar nostalgia. “(Wazu)

Aku tidak peduli lagi, dia mungkin akan memberi tahuku suatu hari nanti. Aku akan mendengarnya saat itu tiba.

“Wazu-sama. Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan … ” (Freud)
“… Apa?”(Wazu)

Masih ada lagi?
Aku ingin tidur.

“Kenapa kau bersikap begitu santai? Saya baru saja mengungkapkan identitasku yang sebenarnya!! Aku adalah Dewa Penciptaan!! Dewa Penciptaan!! Di sinilah semestinya kamu mengatakan ‘Tidak mungkin!’ atau ‘Apakah itu benar ?!’ atau ‘Mengapa selama ini kamu menyenmbunyikannya?’ atau ‘Kita adalah rekan’ atau apalah !! Dan kemudian kau mulai melompat dan mengganti pakaianmu!! “(Freud)
” … Aku ingin setidaknya mengatakan sesuatu tentang sikapmu. “(Wazu)

Karena perilakumu yang biasanya itulah, aku mulai semacam kebal!!
Bisa dibilang itu salahmu!!
Aku takut dengan kejiwaanku sendiri yang dapat menerima Freud semudah itu…

Setelah itu, aku meminta Freud sebagai tuannya untuk berjaga dan pergi tidur dengan para gadis.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 200 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
3 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
kiyosiMonjiユリコザキ[Aloner] Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁

Monji
Guest
Monji

Anjir tak disangka tenyata si freud dewa sableng 😂

kiyosi
Guest
kiyosi

sudah kuduga