Sono Mono Nochi ni Chapter 201 Bahasa Indonesia

Dibaca 1955 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Kuroshiro
Penyunting: Devine
Korektor: –


Chapter 201 – Fraksi mana kamu?

Hari berikutnya setelah membersihkan api unggun, kami menuju Kota Pelabuhan Motanpe. 
Aku akan mempertahankan status quo bersama Freud dan aku akan menyalahkan kurangnya akal sehatnya sebagai mantan dewa. Aku juga nggak akan memperhatikan apa yang dikatakan Freud nanti …

Kami melintasi dataran di antara Ibukota Kekaisaran Iscoa dan Kota Pelabuhan Motanpe. Dalam perjalanan kami menemukan dua orang berdiri memenuhi sisi- sisi jalan yang mengarah ke hutan. 
Sambil mengomel-ngomel, sepertinya mereka sedang memikirkan sesuatu. 
Dari penampilannya, mereka tampak persis kayak bandit  tapi, aku nggak bisa mengerti alasan mengapa mereka berada di tanah lapang , mereka bisa dilihat dari mana-mana. 
Aku juga berpikir kalau teman-teman mereka mungkin bersembunyi di dalam hutan tetapi, berpikir tentang jarak dari sini ke hutan itu cukup jauh bahkan orang normal pun mungkin memiliki cukup ruang untuk melarikan diri tanpa masalah. 
Dan melihat mereka seperti itu, aku ingin tahu apakah mereka benar-benar terganggu oleh sesuatu. 
Tapi mereka masih bandit sehingga aku nggak boleh lengah.

Agar aman, kami meningkatkan kewaspadaan dan pada saat itu, mereka melihat kami.

“… Ah, apa yang kau lakukan? Kami berbicara tentang sesuatu yang penting saat ini jadi kami nggak akan menyerang kalian, sekarang pergilah !! ” (Bandit 1)
“ Tidak, tunggu. Aku pikir mereka cuma perempuan tetapi tampaknya ada laki-lakinya. Dan mereka ada dua. Ayo tanyakan juga pada mereka !! ” (Bandit2)
“ Ah !! Itu bagus!! Kalau cuma kita berdua, kita nggak akan selesai-selesai !! Hei, brengsek !! Kalian berdua ke sini !! Para wanita tetap di sana dan jangan bergerak !! ”(Bandit1)

Kata kedua bandit sambil memberi isyarat dengan jari mereka agar Freud dan aku pergi ke sana. 
Aku tukar pandang dengan Freud.

“… Apa yang harus kita lakukan?” (Wazu)
“Aku pikir apa pun yang diputuskan Wazu-sama baik-baik saja tetapi; baik, mari kita lihat … Selama itu tidak menyebabkan masalah pada Nyonya-nyonya, tidak akan ada masalah untuk mendengarkan mereka. Aku tidak berpikir mereka bisa menyakiti kita … “(Freud)

Aku resah akan jawaban tegas Freud. 
Aku merasa bahwa itu akan menjadi sesuatu yang merepotkan … Atau lebih seperti mengganggu … 
Tapi, seperti yang dikatakan Freud, satu-satunya yang mampu menyakiti kita mungkin hanya Dewa Jahat dan sebagai tambahan, Shiro atau Dewi Kegelapan.

“… Jadi aku benar-benar ingin tahu tentang apa yang mereka khawatirkan dengan wajah serius seperti itu, dan jika itu yang terjadi, aku bisa menerbangkan mereka. ”(Wazu)

Aku bilang pada gadis-gadis untuk tidak mendekat dan mempercayakan Meru pada mereka. 
Aku juga berkata kepada mereka untuk melawan jika perlu, untuk jaga-jaga. 
Jadi, bersama dengan Freud, aku mendekat ke arah para bandit.

“Bagus, kamu datang. Dan kau juga meninggalkan para wanita di sana. Ini adalah pembicaraan yang nggak boleh didengar oleh wanita … ” (1)
” Jadi, apa yang ingin kalian tanyakan pada kami? “(Wazu)

Kedua bandit memasang wajah serius dan bersiap untuk berbicara. 
Jika itu sesuatu yang mencurigakan atau jika itu sesuatu yang menyusahkan orang, aku akan  menerbangkan mereka …

“Ya, sebenarnya …

 

Apakah kau dari faksi brief atau faksi trunk? “(1)

 

 

 

… Haa !! 
Aku menganga. 
Aku nggak bisa mengelola informasi yang tidak ingin aku mengerti. 
Apa yang orang ini katakan? Apa mereka waras? 
Mengapa ini tiba-tiba berubah menjadi pembicaraan pakaian dalam? 
menjengkelkan, aku akan memukul mereka dan menyelesaikan ini dengan cepat.

“… Aku mengerti.”(Freud)

Ketika aku akan mengenai mereka, aku mendengar suara pemahaman dari sampingku. 
Tentu saja, orang di sampingku adalah Freud. 
Ketika aku menoleh ke samping, aku melihat Freud bermeditasi dengan mata terpejam sambil menyetujui dengan kepalanya.

“Itu adalah tema yang sudah lama membuat para pria khawatir.”(Freud)

… Eh? Apakah begitu? Apakah itu sesuatu yang begitu dalam? 
Aku membuka mata lebar-lebar untuk pernyataan Freud. 
Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, itu adalah topik yang tidak berguna, bukan? 
Mengapa kau harus menggalinya begitu dalam?

“Oh? Dari wajahmu aku bisa berkata bahwa Wazu-sama belum memahami pentingnya hal ini. Dengarkan baik-baik, brief adalah pakaian dalam yang memberi Anda rasa aman yang sama seperti ketika Anda berada di dalam rahim ibu Anda hanya dari disposisi mereka, Trunk di sisi lain adalah pakaian dalam yang muncul saat anda remaja dan selalu bersama Anda sampai dewasa tetapi mereka berdua menyembunyikan benda berbahaya yang sama. Mereka adalah dua pakaian dalam terhebat. Dengan kata lain, tidak berlebihan mengatakan bahwa dua pakaian dalam besar ini mewakili jiwa semua pria di dunia. Dan dengan demikian, untuk mengetahui mana yang lebih populer, mana yang melampaui yang lain … itu adalah perjuangan abadi !! Dua pakaian yang terbaik !! … Tapi melihat bahwa kamu tidak mengerti… Apakah itu berarti bahwa Wazu-sama berasal dari faksi brief? ” (Freud)

” T -Tidak, kamu salah !! Aku menggunakan trunk !! ”(Wazu)

Dia tiba-tiba bertanya kepadaku sehingga aku merasa terganggu. 
Kedua bandit itu entah kenapa mulai mengangguk setuju dengan kata-kata kasar Freud, tetapi saat aku mengatakan apa yang kukenakan, salah satu dari mereka terbungkus kegembiraan sementara yang lain sepertinya akan menangis.

“Ya ~ !!” (1)
“Bagaimana mungkin … !!”(2)

Aku melihat mereka dengan mata dingin. 
Apakah itu sesuatu yang membuat kalian senang dan sedih disaat yang bersamaan? 
Ketika aku berpikir keduanya bagus …

“Ngomong-ngomong, aku juga dari faksi trunk.”(freud)

Freud mengatakan itu sambil membungkuk dengan elegan dan kemudian orang tadi senang tambah senang sampai-sampai dia keliatan ingin melompat, sementara yang lain menundukkan kepalanya ke tanah sambil mengerang. 
Serius, siapa yang peduli !! 
Maksudku, ini hanya pakaian dalam, kan? Kau hanya memakainya dan itu gunanya, bukan? 
Bandit yang bahagia itu tampak sangat senang sehingga sepertinya dia ingin memeluk kami, tetapi dia menahan diri.

“… Jadi, ada apa ini?” (Wazu)
“Itu berarti di tempat ini, faksi Trunk lebih kuat.”(Freud) 
“Pikiranku sama persis !!”(1)

Jangan jadikan aku kawan sesukamu !! Meskipun aku memakai pakaian dalam yang sama !!

“Seperti yang aku katakan, apa maksudnya ini.” (Wazu)
“Anda tidak harus memikirkannya, rasakan saja.”(Freud)

TL >>> Rasakan jangan dipikirkan soal DOI oke

ED >>> Anda bikin saya ngefeel yang kena tikung T-T

… Tapi aku tidak merasakan apa-apa … 
Sementara aku memandangi Freud dan bandit bahagia, muncul seorang lelaki dari hutan dan mendekati kami. Aku berpikir bahwa dia kawan dari para bandit dan pembicaraan bodoh ini sebenarnya adalah sebuah jebakan jadi aku bersiaga tetapi, aku menyadari bahwa aku perlu menempatkan penjagaan yang bagus saat melawannya karena alasan lain. 
Pria itu memiliki bekas luka di mana-mana dan memiliki penampilan bandit sungguhan, di bagian atas tubuhnya ia mengenakan beberapa pakaian kotor bahkan di balik pakaiannya, Kalian dapat mengatakan bahwa ia memiliki tubuh berotot. 
… Tapi, di tubuh bagian bawahnya dia hanya mengenakan sepotong celana hitam, dan celana hitam itu hanya cukup kain untuk nyaris tidak menyembunyikan tempat-tempat penting … Maaf, aku tidak ingin melihat matamu …

“Ya ampun … Briefs ini, trunks itu, berapa lama kalian akan mendiskusikan hal-hal yang kekanak-kanakan?”(???)

Kata-kata kurang ajar dari pria itu mencapai kami dan kedua bandit menegakkan diri dan Freud menunjukkan ekspresi kagum.

“” Ossu !! Speedo-senpai !! “” (1 dan 2)
“I-Itu !! Speedos !! Dia dengan indah mengenakan pakaian dalam layaknya medali untuk pria … aku bisa… aku bisa, Wazu-sama … aku harus mempersiapkan diriku … “(Freud)

Aku ingin kau memberi tahuku apa yang bisa kau lakukan. 
Maafkan aku . Sebenarnya, aku tidak ingin benar-benar tahu.

“Ayo, tinggalkan bajingan itu dan mari kita pergi !!” (Speedo-san)
“” Ossu !! “”(bandit 1&2)

Dan seperti itu, ketiga bandit menghilang ke hutan …

Sepanjang waktu aku tidak tahu tentang apa itu semua kecuali Freud yang masih mengerang. 
Biarkan dia sendiri.

Aku kembali ke tempat gadis-gadis itu tapi …

“” “… Trunk.” “”(Gadis)

Mereka berkonsentrasi pada bagian bawahku. Tolong hentikan apa yang kalian pikirkan sih !!


TLN :

Trunk itu mirip celana renang, Brief yang berenda-renda you knowlah.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 201 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
3 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Adi putraユリコザキ[Aloner]atma Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
atma
Guest
atma

Chapter pemecah ketegangan

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁

Adi putra
Guest
Adi putra

Adminya brieft atau trunk?