Sono Mono Nochi ni Chapter 202 Bahasa Indonesia

Dibaca 1654 orang
Font Size :
Table of Content

Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia

Penerjemah: Kuroshiro
Penyunting: Devine
Korektor: –


Chapter 202 – Sekarang, Akhirnya Bab
Terakhir Dimulai.

Sementara aku merasakan tatapan  semua orang melihat area bawahku, kami mencapai Kota Pelabuhan Motampe dengan cepat. Semuanya, tolong hentikan pembicaraan licik kalian. 
Kami disambut dengan “Selamat datang kembali” oleh salah satu prajurit gerbang yang tahu tentang kami.  Rasanya agak memalukan.

Kami diizinkan masuk tanpa harus membuktikan identitas kami, dan kami memutuskan untuk beristirahat sebentar jadi kami menuju ke Rumah Mabondo. 
Kami berjalan sembari aku memikirkan rencana untuk besok  yang akan mengajak para gadis berjalan-jalan di pusat kota, dan ketika kami sampai di depan rumah, kami menemukan seseorang yang sedang menunggu kami. 
Saat aku menyadari siapa orang itu, ku tingkatkan kewaspadaanku ,mengikutiku, para gadis juga melakukan hal yang sama.

“Hei, kau akhirnya datang. Aku udah lama menunggu.”(Shiro)

Orang yang menunggu kami memberikan senyum gembira mengenakan pakaian hitamnya yang biasa dan rambutnya yang sebelumnya putih berubah menjadi hitam. dia adalah Shiro.

“Kau benar-benar berani menunjukkan diri.” (Wazu)
“Yah kau lihat, nggak perlu bersembunyi juga.dan selain itu , aku muncul seperti ini untuk berterima kasih atas hiburannya. ” (Shiro)
” Berterima kasih? “(Wazu)

Aku bertanya dengan ekspresi bingung kemudian Shiro membentangkan kedua tangannya lebar-lebar sambil bersuara  layaknya sedang teater.

“Dariapada mengembalikan putri yang diculik, kamu malahan pergi dan menculiknya dan itu hebat !! Terlebih lagi, Kau melompat dari atap ke atap dan kemudian meloncati dinding tinggi dalam satu lompatan !! Itu adalah pertunjukan terhebat !! ”(Shiro) 
“ Kau penyebab semuanya brengsek … ”(Wazu)

Aku memandangnya dengan penuh hinaan dan orang itu sendiri malah tertawa terbahak-bahak saat mengingat- ingat waktu itu.

“Itu sebabnya ini  ‘hadiah’ dariku !!” (Shiro)
“… Hadiah?”(Wazu)

Shiro menghilangkan tawanya lalu dari saku jaketnya ia mengeluarkan bola merah dan bola hitam. Aku meningkatkan kewaspadaanku lagi.

“Kamu masih punya itu? Aku pikir kau sudah memberi itu pada  seseorang sejak lama. ” (Wazu)
” Bagaimana aku bisa melakukan itu? Keduanya untuk penggunaan diriku sendiri… Ngomong-ngomong, apa kau menyayangi kota ini? “(Shiro)

Apakah aku menyayangi kota ini? 
Saat aku mengerti akan apa yang Shiro maksud dari kata-katanya, aku langsung menyerang ke arahnya tapi aku selangkah terlambat. 
Di tempat itu, Shiro melempar bola hitam ke tanah dan menghancurkannya dengan kakinya.

Pada saat itu, dalam sekejap, kabut hitam muncul dari bola hitam yang hancur dan langit tertutupi oleh awan.

“Kau Sialan!!”(Wazu)

Aku mengembalikan penglihatanku dari awan hitam di langit ke arah Shiro, tetapi dia sudah tidak terlihat dan hanya suara provokatif yang bisa didengar.

“HAHAHAHA!! Wah darurat sekali !! Aku akan mengatakan ini dulu, kedua bola ini khusus dibuat olehku, dan sangat kuat !! Mereka akan mengumpulkan monster Rank-S !! Ayo ayo, jika kamu nggak cepat melarikan diri, kota ini bakalan menghilang lho !! ” (Shiro)

Aku menoleh untuk melihat dari mana suara itu berasal dan dari sana aku bisa melihat Shiro mengangkat tangan sambil menatap kami.

“Baiklah, aku sibuk dengan kebangkitan Evil God-sama jadi aku akan pergi sekarang !!”(Shiro)

Shiro mengatakan itu dan di sampingnya, Dewi Kegelapan muncul sekali lagi dan meninggalkan tempat itu sambil menghilang. Aku juga ingin bisa teleport kayak gitu. 
Aku menggaruk kepalaku dengan gelisah dan mengalihkan pandanganku ke arah para gadis.

“Monster akan datang menyerang kota ini !!”(Wazu)

Ketika aku mengatakan itu, para gadis memberiku ekspresi tegas.

“Itu sama seperti di desa Elf, kawanan monster besar yang abnormal akan datang.” (Sarona)
“Aku belum pernah melihatnya, tapi, apakah itu benar-benar sebesar itu?”(Tata) 
“Ya, itu mungkin akan cukup besar untuk menelan kota ini dengan mudah.”(Naminissa)
” Tidak masalah. Dengan kekuatan kita saat ini dan jika kita meminjam bantuan para ksatria dari negara kita sebelumnya, kita bisa mengalahkan mereka. ” (Narelina)
” …kita serang. ” (Haosui)
” Oh yeah !! Sebuah situasi di mana sihirku yang paling efektif telah datang ~ !! Ini adalah perkenalan dari Sihir Pemusnahan !! ” (Kagane)
” Fufufu … Aku ingin mencoba kemampuanku … Sekarang aku sudah sekuat ini … Aku akan mengamuk sepuasku. “(Mao)

Kebulatan tekad untuk melawan gerombolan monster yang akan segera berkeliaran ada di mata semua gadis, dan tiba-tiba, mereka berbalik menatapku.

“” “Jadi tolong serahkan tempat ini kepada kami dan pergi kejar Shiro pelaku utamanya dan hentikan kebangkitan Dewa Jahat !!!!” “”(Semuanya)

Aku menerima keputusan yang ada di mata para gadis sementara aku kututup saran yang tadi kupikirkan.

“… Roger.”(Wazu)

Aku membuka mataku setelah mengucapkan kata itu, aku melihat semuanya dan memeluk mereka bersama-sama.

“Mulai sekarang kita akan bahagia. Jadi aku akan memusnahkan siapa pun yang ingin menghalangi kebahagiaan kita … Kalian semua dilarang mati, oke? Jika kebetulan itu terjadi, aku nggak akan pernah memaafkan kalian!! ”(Wazu)

“Fufu … Kami tahu.” (Sarona)
“Kami semua di sini tidak akan pernah melakukan sesuatu yang bisa membuat Wazu-san sedih.” (Tata)
“Aku akan melindungi semua orang di sini, termasuk diriku.”(Naminissa) 
“Aku akan membunuh mereka sebelum mereka dapat kesempatan untuk membunuh kita !! ” (Narelina)
” … Aku seorang pahlawan, jadi serahkan padaku. “(Haosui) 
” Aku akan merobohkan mereka dengan sihirku !! ” (Kagane)
” Dan itu semua kata-kata kami, kau tahu? “(Mao)

“” “Tidak peduli apapun, Kamu harus kembali kepada kami !!” “”(Gadis)

Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku sekali untuk memberikan ketenangan pikiran pada gadis-gadis itu, dan para gadis juga membalas senyum dan juga menganggukkan kepala mereka sekali. 
Aku memeluk gadis-gadis itu dengan kuat sekali untuk mengukir perasaan mereka semua dalam diriku, aku mempercayakan Meru pada Haosui dan kemudian mereka menghilang ke kota dengan senyum meyakinkan. 
Aku balas tersenyum pada mereka sampai mereka menghilang dan, sambil menarik napas, kuubah ekspresiku jadi serius. Aku beralih ke satu-satunya yang tersisa di sini, Freud.

“… Aku berasumsi kalau kau tahu di mana Dewa Jahat.” (Wazu)
“Kenapa, tentu saja.”(Freud) 
“Lalu pimpin jalan. Aku yakin Shiro dan Dewi Kegelapan juga ada di sana. ” (Wazu)
” Sesuai keinginanmu. “(Freud)

Aku hanya bertukar kata-kata itu dengan Freud dan memimpinnya, kami juga menghilang dan meninggalkan kota.

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202 manga, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202 online, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202 bab, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202 chapter, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202 high quality, Sono Mono Nochi ni Bahasa Indonesia 202 manga scan, ,
Table of Content

1
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
1 Komentar Chapter
0 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
ユリコザキ[Aloner] Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁