Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia

Dibaca 758 orang
Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Yuusha
Penyunting: AcunBJ
Korektor: –


Chapter Extra 1 – Aku Benar-Benar Bertemu Pria yang Baik Kali Ini

=====

 

Ketika aku bepergian ke seluruh benua untuk berbulan madu.
Selain diriku, istri – istriku – Meru, Salona, ​​Tata, Naminissa, Narelina, Haosui, Kagane, Mao – 1 hewan dan 7 orang , untuk beberapa alasan, Floyd bertugas sebagai kepala pelayan.
Floyd adalah Dewa Penciptaan, tetapi saat ini dia adalah seseorang yang suka bermain-main dengan bertindak seperti pelayan.
Kau dapat mengatakan bahwa ia adalah seorang dewa yang aneh.
Apa pun yang dia lakukan, itu hanya untuk memastikan bahwa dia orang yang aneh.
Meskipun menjadi Dewa, dia selalu bertindak seperti orang sombong … … melakukan apa pun yang dia suka dan terus menggangguku ….

 

[Wazu-sama, apa Anda baru saja memikirkan sesuatu yang kasar tadi?]
[Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa.]

Perlahan-lahan aku mengalihkan pandangan dari Floyd.
Floyd  suka sekali menggoda… .tidak, karena dia itu benar-benar aneh.
Aku harus berhati hati.
Aku harus melakukan pekerjaanku dengan benar ……

 

Dan sekarang, Meru berbaring di atas kepalaku, dengan Tata di sebelah kiri dan Narelina di sebelah kanan berjalan berdampingan sambil berpegangan tangan.
Ini sebenarnya sesuatu yang disarankan oleh Kagane, memutuskan penetapan pasangan melalui Janken (Suit).
Pada awalnya, metode ini hanya digunakan selama perjalanan antara kota ke kota tetapi kemudian, penetapan pasangannya diputuskan dari hasil janken.

 

[Ah! Ada dua tupai di pohon itu. Lihatlah bagaimana mereka makan kacang bersama, sangat mesra. Apakah mereka pasangan? Fufu, mereka pasti saling mencintai seperti kita.]
[……memang.]
[Ayo sekarang, Wazu. Tetap menempel padaku. Aku …. akan merasa kesepian walaupun kau meninggalkanku hanya sebentar.]

Payudara ….. kedua lenganku terjepit di antara payudara besar.
Aku senang dengan sesuatu lembut ini, tetapi aku takut dengan tatapan dari istriku yang lain.
Pandangan mereka membunuhku.
Mengapa Salona bermain-main dengan pedangnya?
Mengapa Naminissa membuat penghalang di kepalaku?
Mengapa Haosui tampaknya ingin melompat?
Mengapa Kagane mengucapkan mantra sihir ke tongkatnya?
Dan mengapa bulu Mao berdiri seperti itu?

 

…… Aku takut dengan perilaku semua orang.
Aku senang tapi takut, situasi ini ….
Di satu sisi, aku sudah menjadi Dewa, tapi tidak berlaku pada saat seperti ini —

[Itu tidak akan terjadi. Tolong untuk lebih perhatian hanya kepada kami berdua sekarang]
[Betul. Ini adalah hak istimewa karena kami telah memenangkan pertandingan janken.]

 

――Tata dan Narelina menempel padaku lebih erat.
Aa, aku dijepit ~ …… Aku senang sekali ~ ……

…….tidak tidak Tidak. Aku tidak terlalu memperhatikan ukuran mereka khususnya, tetapi Tata dan Narelina adalah yang terbesar di antara istriku.
Gabungan keduanya terlalu berbahaya. Aku tidak bisa bertahan dan tenggelam dalam sensasi.

 

Namun demikian, itu tidak berarti bahwa aku hanya peduli tentang Tata atau Narelina saja.
Salona, ​​Naminissa, Haosui, Kagane dan Mao adalah istri yang sama pentingnya bagiku.
Tentu saja, Meru juga.
Jadi tolong tenang. Tenang.
Jadi tolong, bisakah kalian menghilangkan hawa pembunuh karena  payudara yang menekan ini ?
…… Aku mohon pada kalian.

 

Dan kemudian, ada juga para dewi yang ingin aku lupakan tetapi aku tidak bisa; sekarang mereka semua tinggal di dalam kartu guildku …. di dalam? …… Bisakah aku masuk ke dalam juga? Bagaimanapun, untuk beberapa alasan ada alasan bagi mereka untuk melakukannya.
Mereka membutuhkan kekuatanku untuk menujukkkan diri di dunia luar jadi aku kira mereka melakukan itu untuk mengurangi beban pada diriku.
Tapi itu tidak berarti semuanya baik-baik saja. Masalah selalu bertambah setiap kali mereka ingin menujukkan diri.
Mereka biasanya akan memperebutkanku dengan istriku.
Dan aku akan terjebak di tengah tanpa mempertanyaknnya karena sulit untuk menenangkan kedua belah pihak.
Itu adalah sesuatu yang menyenangkan …….. tetapi juga sumber dari berbagai penderitaan. Aku harap ini tidak akan membuatku botak lebih cepat …

 

Namun, itu tidak berarti bahwa mereka tidak berhubungan baik satu sama lain.
Aku tidak terlalu memperhatikannya, tapi hubungan mereka sebenarnya baik.
Satu hal yang pasti: mereka akan bersatu bersama jika ada sesuatu yang mengancam kesejahteraanku.
Aku berharap mereka dapat mempertahankan hubungan baik itu setiap hari.

 

 

=====

 

Dan saat aku menikmati kesejukan hutan–

[Tunggu sebentar!]
Tiba-tiba, seorang pria muncul dari antara pepohonan.
Dia adalah seorang lelaki berpenampilan normal yang dapat Kau temukan di mana-mana: mengenakan kacamata, pakaian sederhana, dan membawa tas ransel besar ….

Orang dapat dengan mudah mengiranya sebagai petualang, jika bukan karena celemek hitam yang ia kenakan.
Dia tampak mencurigakan pada pandangan pertama.
Aku melepaskan lenganku dari Tata dan Narellina lalu berdiri di depan mereka.

 

Apakah Kau seorang pencuri !?]

[Tidak, aku hanya pegawai toko buku.]
[………]
… Apa? Apa yang baru saja Kau katakan?
Jadi dia bukan pencuri? Bukan, yah, dia hanya sendirian sementara kita memiliki grup besar di pihak kita, jadi dia seharusnya tidak memiliki kesempatan untuk menang, apa pun yang terjadi. Apakah dia percaya diri dengan keterampilannya?
Tidak tidak, orang ini mungkin hanya umpan, apakah ada orang lain yang bersembunyi di sini?
Berpikir lebih teliti, hanya ada dua laki-laki di kelompokku yaitu aku dan Floyd. Sisanya adalah wanita muda yang cantik. Mungkin, tertarik pada kecantikan mereka, mereka menjadi serakah dan memutuskan untuk menyerang kita, mungkinkah itu …..?
Aku harus tetap waspada …….. mari periksa sekali lagi.
Ada kemungkinan aku salah dengar.

 

[….. Aku tidak mendengarmu dengan benar barusan. Bisakah Kau mengulangi kata-katamu?]
[Baiklah. Aku hanya seorang pegawai toko buku.]
[……]

 

Un. Aku tidak salah dengar.
Dia tentu mengatakan [Pegawai Toko Buku]
Benar-benar hanya pegawai toko buku? Petugas dari toko buku di pusat kota?
Mengapa seseorang dengan profesinya berada di sini?
… itu terlalu abnormal. Namun, tidak ada tanda-tanda orang lain di sekitarnya. Hanya pria ini.
Dia tampaknya tidak berbohong, dan sejak awal dia tampaknya tidak mampu bertarung.
…….Baiklah.
Aku dalam masalah. Aku dalam masalah besar. Sekarang bagaimana seharusnya menangani ini?
…… Yosh. Aku dalam masalah besar. Karena aku tidak tahu apa yang dia inginkan dan aku tidak tahu bagaimana menanganinya, mari kita hancurkan dia.

 

Aku melirik pria itu.

Di luar itu, ada seseorang yang bisa menjadi perantara, yaitu Floyd.
Pandanganku berkata, “Oi, ada apa dengan pria ini? Dia melampaui toleransiku! Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Atau lebih tepatnya, aku tidak ingin terlibat. Jadi tolong, lakukan sesuatu, Dewa. Aku akan menyerahkan segalanya padamu. Istriku dan aku akan melanjutkan perjalanan. ”
Floyd, memperhatikan tatapanku, terus melihat ke belakangnya  yang ada hanya pohon, lalu menatapku kembali seolah-olah berkata, “Apa maksudmu  mau menyerahkannya padaku?”, Sambil menunjuk dirinya untuk memastikan.

 

Aku mengangguk kecil pada Floyd.

Floyd menjawab dengan setuju dengan anggukan sebelum pergi ke depan kami, berhadapan dengan pria yang mengklaim bahwa dia hanya seorang pegawai toko.
Yosh. Mari kita tinggalkan tempat ini sementara dia menciptakan celah untuk kita….

 

[Permisi. Saya adalah kepala pelayan Wazu-sama yang di sana. Nama saya Floyd.]
[Ooh yang disana. Tidak perlu terlalu sopan. Aku pegawai toko buku Siros.]

Mereka berdua membungkuk setelah bertukar salam.

 

[Maafkan aku karena kurang sopan, tetapi kami saat ini berada di tengah perjalanan sehingga agak sulit untuk segera percaya pada seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan kami seperti ini.]
[Itu tentu benar.]
[Kalau begitu, akan lebih baik jika kita bisa melihat bukti identitasmu …… karena kau adalah pegawai toko buku, bisakah aku melihat kartu pangkatmu dari guild toko buku?]

 

[Ah, kau benar. Ini dia.]

Meninggalkannya pada Floyd, sebenarnya aku akan pergi tetapi istri-istriku masih tetap di sana.
Istriku, ada apa? Apakah kalian tidak pergi? Lalu aku merasakan sesuatu yang aneh.
Tampaknya mereka tetap menunggu Floyd, yang tentu saja membuatku takut.
Nono, apa tadi tadi? Kartu peringkat? Hal semacam itu ada?
Sekarang setelah Kau menyebutkannya, apakah benar-benar ada guild toko buku di sana?
Sementara aku bertanya-tanya tentang itu, petugas toko buku ―― Siros-san mengeluarkan kartu dari saku dadanya, yang diterima dan dikonfirmasi Floyd.
Melihat Floyd mengembalikan kartu itu karena tidak ada masalah, aku memanggilnya.

 

[Floyd, tunggu sebentar.]

[Ya. Nah, sekarang izinkan aku menjelaskan ini kepada tuanku.]
[Iya ]
Floyd membungkuk pada Siros-san sebelum kembali padaku.
[Maafkan saya karena telah menunggu. Saya sudah memeriksa kartu guild, Siros-dono memang pegawai toko buku yang hebat.]
[… ..Ah, benar …… tidak, bukan itu …… bukan? Hebat? Apa yang Kau maksud dengan hebat?]
[Itu tertulis di kartu guild.]

[Ah, tentu saja! Yang ingin aku ketahui adalah: apakah benar ada yang namanya guild toko buku?]

 

[Tentu saja. Seperti guild petualang, ini adalah organisasi yang mengawasi toko buku di seluruh dunia dan karyawannya juga berperingkat seperti petualang. Itu sebabnya saya tahu bahwa dia adalah pegawai toko buku yang hebat.]
[Mereka juga memiliki peringkat?]
[Benar. Itu tertulis di kartu guild mereka dari [★ 1] ke [★ 8]. Untuk membuatnya sederhana,

 

[★ 1] adalah seorang pemula
[★ 2] adalah seorang yang tidak lagi membutuhkan instruktur.
[★ 3] adalah customer service dan tempat pemesanan.
[★ 4] bertanggung jawab untuk lantai penjualan. Salesman 。
[★ 5] adalah seorang veteran. Orang yang bisa diandalkankan。
[★ 6] adalah manajer toko. Orang yang bertanggung jawab atas toko.
[★ 7] adalah seseorang yang dapat memberikan panduan ke toko di banyak tempat.
[★ 8] adalah seseorang yang telah mengerti semua buku.
Itulah intinya.]

 

[Un. Aku masih belum mengerti. Terutama bagian [★ 8]]

Apa yang dia katakan?
[Ngomong-ngomong, mengapa kau tahu begitu detail tentang hal itu?]
[Oya? Apakah anda belum tahu? Saya pikir itu adalah pengetahuan umum.]
[Berhentilah membandingkan apa yang alami bagimu dengan apa yang alami bagiku.]
Terkadang melelahkan berbicara dengan orang ini.

 

[Karena Wazu-sama tidak tahu maka biarkan saya menjelaskan lebih lanjut, ada posisi yang berada di luar pangkat normal yaitu [★ Spesial], mereka yang termasuk dalam peringkat ini adalah orang-orang gila yang berburu buku-buku sihir di ruang bawah tanah atau negara-negara iblis. ――]
[Ya ya, cukup. Pembicaraan tidak akan berhenti, jadi mari kita berhenti di sana …… lalu pria itu mengatakan yang sebenarnya?]

 

[Ya. Tidak ada masalah dengannya. Saya sudah memeriksa kartu guildnya dengan benar. Dia adalah [★ 5]. Pegawai toko buku veteran.]
Fu ~ n …….
Kalau begitu mari kita khawatirkan tentang hal berikutnya.
Kenapa dia ada di tempat seperti itu? Dan mengapa dia menghentikan kita?
Aku perlu menyelidiki tentang itu.

 

[…baiklah. Kemudian tanyakan padanya mengapa dia menghentikan kita.]
[Haruskah aku melakukan itu?]
Setelah bertukar satu atau dua kata dengan istriku, aku pergi ke Siros-san, berhadapan dengannya.

 

[Kau ―― Siros-san kau memang petugas toko buku. Lalu mengapa Kau, petugas toko buku di tempat seperti itu? Dan mengapa kau mengganggu kami?]
[Ya. Sebenarnya ada pesanan pelanggan bagiku untuk mencari buku mantra khusus …… ah, pesanan pelanggan berarti aku harus mendapatkan buku tertentu yang ditunjuk oleh pelanggan …..]
[Ah, tidak perlu menjelaskan bagian itu.]

 

Kenapa ya. Tapi pria ini memiliki bau yang sama dengan Floyd.
[… Ngomong-ngomong, buku mantra?]

[Ee, judul buku itu adalah “Buku Magic Great Sage”. Entah bagaimana, menurut apa yang ia katakan Sage Inaizu-sama yang terkenal, tergantung pada siapa yang menggunakannya, itu adalah buku terlarang yang didalamnya terdapat berbagai sihir pamungkas.]
…… Great Sage Inaizu? ……aku tidak mengetahuinya.

 

[…… errrr, itu berarti kau sedang mencari buku itu?]
[Iya. Sebenarnya, kenalan orang tua teman-teman kakak perempuan manajer-sama anak perempuan itu dengan rekan bisnis bos dari menantu presiden dari toko tempatku bekerja dan kantor teman guru teman perempuan pacar teman kakak perempuan kakak laki-laki teman perempuan pacar teman saudara perempuan pacarku wakil manajer serta teman seorang junior yang baru saja bergabung dengan toko baru-baru ini memberi tahu manajer toko wanita tentang rumor tersebut. Manajer toko wanita menjadi tertarik sehingga dia menulis catatan pelanggan dan memintaku melakukannya.]

 

[TL: banyak amat bacotnya anjir  -_-, dasarnya mah bilang “Aku pernah mendengarnya dari seorang kenalan seorang kenalan”.]

 

[…..permisi?]
[“Aku sadar bahwa itu adalah buku terlarang dan aku sedang mencari di bawah instruksi manajer-sama toko, wanita yang serakah.” Atau sesuatu seperti itu]
[…… .kau seharusnya mengatakannya dari awal]
[Maaf. Ini kebiasaanku untuk mengatur informasi dengan rapi dan benar.]

 

Ada banyak bagian yang benar-benar ingin aku bantah.
Ada apa dengan manajer-sama perempuan itu-? Dan juga, mengapa Kau terlihat agak bahagia meski harus mencari sesuatu seperti itu?
Tetapi, itu hanya akan menjadi lebih rumit sehingga aku tetap diam tentang hal itu.
Terlebih lagi, ketika dia menyebutkan bagian terlarang, kacamatanya dipenuhi cahaya.
Itu mengalir ke arah yang buruk.
Namun, haruskah aku mengatakan bahwa intuisiku benar?
Orang ini sama buruknya dengan Floyd.

 

[… .Kami ~ ell, aku mengerti kalau kau mencari buku mantra itu, tapi kenapa kau menghentikan kami?]
[Yaah. Sebenarnya …… aku tersesat.]
[…..Ha?]

 

[Aku tersesat. Menurut rumor, sepertinya ada tempat tinggal orang bijak di hutan ini, tapi aku menjadi bingung begitu aku memasuki hutan. Seolah-olah indra pengarahanku menjadi kacau.]
[Apa kau yakin akan hal itu?]
[Aku berharap tidak. Lagi pula, aku juga seorang petualang peringkat-B.]

 

Siros-san memiliki senyum bermasalah di wajahnya.
Aku cukup terkejut dengan pangkat petualang yang tinggi tetapi aku lebih khawatir tentang dia yang tersesat.
Dia tersesat di hutan ini?
Di pihak kami, kami mengalami kemajuan secara normal dan aku tidak merasa kehilangan arah.
…… apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Aku meletakkan jariku di daguku untuk memikirkan ini, tetapi jawabannya muncul cukup cepat.
[Maukah kau mendengarkanku sebentar? Bukankah “Hutan Keraguan”  di sekitar sini?] (Salona)

Salona mendekatiku, dan berkata begitu.

[Hutan keraguan?] (Wazu)
[Ya. Itu adalah topik hangat di antara para elf. Dikatakan bahwa ada hutan yang dilindungi oleh penghalang yang membingungkan siapa saja yang melewatinya. Mungkin, hutan itu ada di sekitar sini. Dia sepertinya tersesat karena itu, kurasa?] (Salona)
[Tapi, bagaimana itu tidak memengaruhi kita?] (Wazu)
[Itu … yah, kurasa status kita terlalu tinggi jadi tidak memengaruhi kita ….] (Salona)

 

Ah, aku mengerti sekarang.
Floyd adalah Dewa Penciptaan, sementara aku juga semacam Dewa. Aku kira itu sebabnya penghalang tidak memengaruhi kita?
Itu menjadi meyakinkanku.
Jika itu masalahnya, Siros-san tidak akan tersesat lagi selama dia bepergian bersama kami, dan kami masih dapat melanjutkan tujuan kami seperti biasa….
Jika aku hanya mengatakan [Baiklah, selamat tinggal] maka, Siros-san akan terus tersesat di sini …. akan meninggalkan perasaan yang buruk.
Selain itu, Kagane mengawasiku seolah mengharapkan aku melakukan sesuatu, aku sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk melakukannya tetapi, Yah, kurasa tidak ada yang salah dengan membimbingnya keluar dari sini.

 

[Siros-san] (Wazu)
[Ya ?] (Siros)
[Karena grup kami dapat melintasi hutan secara normal, apakah Kau ingin bepergian bersama kami jika kau tidak keberatan?]
Siros-san tersenyum senang atas tawaranku.

 

[Apakah akan baik-baik saja? Sejak aku tersesat di sini, kau benar-benar menyelamatkan u, Kau tahu? Apakah aku mengganggu?] (Siros)
[Tidak apa-apa. Kita juga perlu bertemu seseorang di sini. Tidak ada masalah jika itu hanya membimbingmu melewati hutan …….. Selain itu, aku memiliki seseorang dalam kelompokku yang juga tertarik pada buku itu jadi jika tidak apa-apa, kami juga ingin membaca sedikit isi buku itu dengan imbalan kami membimbingmu melewati hutan.]

 

Ketika aku melihat kembali ke Kagane, dia berulang kali mengangguk dengan senyum di wajahnya.
Tampaknya itu membuatnya senang.
Aku kira itu juga tugasku sebagai saudara dan suami Kagane, untuk menolong  dan menyenangkannya.
Istriku yang lain juga mengangguk setuju.
Melihat mereka seperti ini, aku hanya bisa tersenyum.
Floyd? Tidak perlu mengkonfirmasi ke orangnya.
Karena apa pun yang aku suka, dia akan mengatakan kalau dia juga menyukainya.

 

[Karena sudah disudah dibantu, aku akan membalas budi . Terima kasih banyak.]
Setelah menerima ucapan terima kasih dari Siros-san, kami ditunjukkan peta hutan dengan lingkaran yang seharusnya ada di sekitar sini dan dengan itu, kami melanjutkan ke tujuan kami.

 

tags: baca novel Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia, web novel Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia, light novel Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia, novel Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia, baca Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia , Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia manga, Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia online, Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia bab, Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia chapter, Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia high quality, Sono Mono Nochi ni Chapter Extra 1 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content

7
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
5 Komentar Chapter
2 Balasan Chapter
2 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
6 Comment authors
ZorD Knightユリコザキ[Aloner]BBQtyoRikky Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
atma
Guest
atma

Huftt…. cerita utama dah selesai terima kasih buat TLor dan admin

Rikky
Guest
Rikky

Trima kasih untuk team lfnovels dan TL
Karna udh terjemakan sampe akhir
Semangat buat TL yg lainnya

tyo
Guest
tyo

udah selesai kah atau msih ada lanjutan nya?

BBQ
Guest

Masih ada yang extra, btw ada yang tau link novel ini ngak? Yang versi light novel? Katanya ceritanya agak beda

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Semangat min lanjutkan kerja kerasnya & sehat selalu 🙏😁

ユリコザキ[Aloner]
Guest

Di tunggu Extra ch.2~ch.4 nya min 😆

ZorD Knight
Guest
ZorD Knight

Ah Perasaan apa ini antara sedih sama bahagia bercampur