Tensei shitara slime datta ken Chapter 232- Penjarahan Labirin- Bagian 7 Bahasa Indonesia

Dibaca 530 orang
Font Size :
Table of Content

Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 218 Bahasa Indonesia

Penerjemah: Leon Blood Winter
Penyunting : Kurokami
Korektor      : –


Chapter 232- Penjarahan Labirin- Bagian 7

Dino dan Zegion. Kedua orang itu bekerja sama melawan “Berserk evil dragon” Zero dan memukul mundur serangannya.

 

Tujuan mereka adalah keluar dari labirin, dengan kata lain untuk melarikan diri dari tubuh Zero.

 

“Ya ampun, ini berlangsung selamanya ……”

 

Dino mengomel sambil memusnahkan klon Zero yang menyerang dengan Deep Bullet

 

Zero tampaknya mampu membuat klonnya tanpa henti dengan kekuatan yang diperolehnya saat ia menyatu sepenuhnya dengan labirin yang terisolasi.

 

Karena masing-masing klon memiliki kekuatan yang sama dengan Zero sebelum dia berevolusi, dan mereka dapat beregenerasi berkali-kali.

 

 

Bahkan jika klon itu terbunuh, itu tidak berarti karena mayat mereka bisa hidup kembali.

 

Setelah semua, karena tubuh utama Zero adalah labirin itu sendiri, dia bisa menyerap semua energi yang digunakan di dalam labirin.

 

“Teknik tipe emisi apa pun tidak ada artinya. kau harusnya tahu bahwa tindakan seperti itu lebih menguntungkan musuh”

 

Zegion memperingatkan Dino saat dia mencincang klon Zero dengan sayapnya yang bersinar.

 

Zegion menghancurkan musuhnya dengan kemampuan barunya [Crumbling Wings, Kuzuha] dengan menggetarkan sayapnya. Dengan menghasilkan gelombang frekuensi tinggi directional yang memotong segala sesuatu yang bersentuhan dengan mereka.

 

Selain itu, dengan menggabungkannya dengan kekuatan sihir Zegion, mungkin untuk mengubah sifatnya tergantung pada gelombang musuh.

 

Selain All Heaven Sight, Zegion telah memperoleh sarana untuk menyerang ke segala arah, bisa dikatakan bahwa titik buta-nya telah menghilang.

 

Bahkan dengan semua itu, Zegion tidak pernah menggunakan kemampuan tipe emisi apa pun sejak ia bekerja sama dengan Dino.

 

Dia menangani musuh yang masuk dengan pukulan langsung dan tebasan sayapnya.

 

Alasannya adalah kekuatan labirin tersebut.

 

Zegion akrab dengan sifatnya karena dia adalah penjaga terkuatnya.

 

Energi Dino sangat besar, total energinya melampaui Zegion.

 

Namun, itu tidak berarti itu tidak akan habis.

 

Itu bukan masalah bagi Dino untuk menembakan puluhan ribu peluru magic, tetapi itu akan menjadi cerita yang berbeda karena semua energi diserap oleh musuh.

 

“Serius? Lalu, apakah itu berarti Zero menerapkan kekuatan labirin Ramiris pada dirinya sendiri?”

 

Zegion menjawab pertanyaan Dino dengan mengangguk diam-diam.

 

Melihat Zegion, Dino langsung tertekan.

 

Klon zero bisa beregenerasi sampai energi labirin habis. Kemampuan klon itu sama jika Multiple Existence digunakan.

 

Semua klon Zero sedang bergerak di bawah akal yang sama.

 

Satu-satunya keberuntungan bagi mereka adalah semua klon itu tidak bisa menggunakan teknik karena ego Zero telah runtuh.

 

Namun, “True Dragon” masih merupakan kelas naga sejati.

 

jika hanya energinya, itu adalah hal yang menakutkan karena dapat dirasakan saat dia dengan mudah dapat melampaui energi Dino.

 

“Hei, Ramiris! Apakah labirin itu memiliki kelemahan? Mereka terus hidup kembali tidak peduli berapa kali kita membunuh mereka, kau tahu !?”

 

“Jangan bodoh! Labirinku tidak memiliki kelemahan!

Di dalam infinity floor, komunikasi ke luar disegel. Hal seperti melarikan diri itu tidak mungkin!”

 

“Idiot! Jangan malah sombong!! Lalu, bagaimana kau bisa berkomunikasi dengan kami sekarang?”

 

“Ahh, itu karena??”

 

Menurut penjelasan Ramiris, bagian dalam Zero “Berserk Evil Dragon”, labirin itu sendiri, adalah ruang yang benar-benar terisolasi.

 

Ini menjadi ruang bagian di mana komunikasi tidak mungkin, apakah itu dengan ?Telepati? atau ?Pemikiran Transmisi?.

 

Namun, dengan mengikuti instruksi Rimuru saat dia memprediksi masalah ini, penanggulangannya dengan sempurna dapat ditangani.

 

Kali ini, dapat dimungkinkan untuk berkomunikasi melalui Zegion.

 

Bertukar informasi menjadi mungkin melalui

[soul coridor] antara Zegion dan Rimuru.

 

Jadi, koneksi dari “Koridor Jiwa” ini menjadi kunci untuk melarikan diri dari tubuh “Berserk Evil Dragon” Zero.

 

“Dengan kata lain, kita tidak bergerak tanpa tujuan kan ……”

 

Dino merasa lega mendengar penjelasan Ramiris karena dia lelah terus berjalan melewati lorong-lorong yang tak berujung tanpa tanda-tanda adanya jalan keluar.

 

Pedang Dino memotong klon Zero yang mendekat dan tentakel yang tumbuh dari tanah dan dinding.

 

Pedang kembarnya, Pedang Suci dan Pedang Iblis, bersinar dan dibalut dengan aura putih dan hitam masing-masing.

 

Untuk menekan pelepasan energi, Dino mengubah gaya bertarungnya untuk melapisi pedangnya dengan fighting spirit.

 

Dino tampaknya menangani musuh dengan mudah, tapi itu karena skill pedangnya sangat bagus.

 

Meskipun Zero kehilangan egonya, tidak ada keraguan bahwa Zero berbahaya karena dia menyerang keluar dari instingnya.

 

Karena Dino luar biasa kuat, seolah dia melewati dataran yang tidak berpenghuni, musuh-musuh tidak bisa mendekati Dino.

 

Tidak perlu mengatakan tentang rekannya, Zegion.

 

Dino dan Zegion berjalan berdampingan dan memgalahkan segala rintangan.

 

Pico berjalan di tengah sambil membawa Gaia, Garasha bertanggung jawab untuk waspada dan melindungi bagian belakang mereka.

 

Menghemat energi mereka sebanyak mungkin dan berurusan dengan semuanya hanya dengan pedang jauh lebih sulit daripada yang mereka pikirkan.

 

Itu tidak berarti mereka lelah secara fisik, tetapi itu lebih merupakan kelelahan mental.

 

Meskipun Dino berpikir bahwa akan lebih baik untuk tetap berada di satu tempat yang mudah untuk bertahan tanpa bergerak, karena itu tidak berguna bahkan jika mereka berhsil mengalahkan musuh ……

 

Menurut Ramiris, tindakan seperti itu tidak sia-sia, tetapi akan lebih baik bagi mereka pergi ke sisi dinding luar terdekat.

 

Pertama, itu bukan ide yang baik untuk tinggal di satu tempat karena mereka berada di dalam tempat bermain musuh di mana area itu sendiri dapat diatur ulang secara bebas oleh musuh.

 

“Nah, itulah alasannya, jadi bisakah kalian pergi ke titik yang ditentukan?”

 

“Oke. Jadi, apa yang kita lakukan ketika kita sampai di sana?”

 

“Biarkan saja. Gunakan serangan terkuat mu, dan lari melalui dinding dengan kekuatan penuh!”

 

“…… kita bisa melakukan itu?”

 

“Apakah kau bisa atau tidak, tidak masalah, lakukan saja. Selain itu, tidak ada cara lain untuk melarikan diri, ya kan?”

 

“Ah, oke”

 

Dino menilai bahwa tidak ada gunanya bertanya lebih jauh.

 

Karena Ramiris mengatakan tidak ada cara lain, dia menduga dia tidak punya pilihan lain selain melakukannya.

 

Apa yang tersisa adalah apakah itu berhasil atau tidak.

 

Karena itu serangan terkuat mereka, mereka mungkin tidak perlu mempertimbangkan pemakaian energi.

 

Karena tidak perlu khawatir pemakaiannya selama mereka berhasil melewati dinding.

 

Sekarang, tentang seberapa banyak kekuatan yang dibutuhkan untuk itu.

 

Dino merenungkan tentang kemampuannya.

 

Pertama-tama adalah Skill ultimate Slothful Lord Belphegor, yang dia dapatkan tanpa seizinnya meskipun dia tidak punya niat untuk mendapatkannya.

 

Itu adalah Skill khusus dalam serangan mental.

 

Dengan memasukkan Obstruksi Persepsi dari Skill Ultimate Slothful Lord Belphegor, Dino memperkuat great sword yang tidak biasa dia gunakan menjadi pedang fantastik yang dapat dia ubah dengan bebas.

 

kecocokkannya dengan pedang ganda Dino saat ini tidak perlu disebutkan.

 

Namun, efeknya lemah terhadap seseorang dalam keadaan mengamuk seperti Zero. Sangat disayangkan bahwa Slothful Lord Belphegor tidak berguna.

 

Dia juga berpikir untuk melepaskan kekuatan penuh kemampuannya, tetapi jika itu gagal dia tidak akan memiliki kesempatan lain. Dino menganggap akan lebih baik untuk menyimpannya sebagai kartu trufnya.

 

Lalu apa yang harus dia lakukan?

 

(Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menggunakannya ……)

 

Dino menghela nafas saat dia menyerah dan memutuskan untuk menggunakan pilihan terakhirnya yang ingin dia sembunyikan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Di dalam ruang kontrol, Ramiris dan yang lainnya juga sangat sibuk berurusan dengan situasi.

 

Karena tidak jelas apakah Dino menganggap Velda sebagai musuh atau bukan, mereka mempersiapkan penanggulanganya untuk kedua situasi tersebut.

 

Jika Dino bekerja sama dengan Zero dan membiarkan dirinya dimakan, mereka telah merencanakan untuk melepaskan bagian yang terisolasi ke dalam Infinite Corridor.

 

Tapi, jika Dino menjadi sekutu, mereka harus membantunya melarikan diri dari dalam Zero dengan selamat.

 

Jika hanya Zegion, rencananya adalah secara paksa melakukan transfer ruang berdasarkan informasi lokasinya melalui “Soul Corridor” dan melarikan diri.

 

Dengan menggunakan serangan terkuat untuk melubangi dinding untuk sementara, ada kemungkinan untuk pindah ke luar melalui celah itu.

 

Namun, untuk melarikan diri bersama dengan kelompok Dino, mereka harus membuat lubang besar di dinding.

 

Untuk mentransfer dalam keadaan tidak stabil itu berbahaya.

 

Akan baik-baik saja jika itu hanya Dino, tetapi karena Pico dan Garasha lebih lemah jika dibandingkan dengan Zegion dan Dino, itu meragukan apakah mereka akan mampu bertahan ditransfer melalui subruang di luar labirin.

 

Oleh karena itu, perlu persiapan untuk berada dalam situasi yang sempurna.

 

Selain itu, ada masalah lain.

 

Zero telah berevolusi menjadi “True Dragon”.

 

Meskipun Rimuru telah memberitahu mereka tentang kemungkinan itu, karena kata-kata Rimuru samar-samar seperti “Hmm, itu akan baik-baik saja, mungkin”, Mereka pikir itu bukan masalah penting.

 

Dalam situasi yang tidak mungkin bahwa situasi seperti itu menjadi kenyataan, mereka harus segera menghubungi dia.

 

Jadi, sementara Ramiris menjadi navigasi Zegion dan lainya, Benimaru menghubungi Rimuru.

 

Jadi, operator di dalam ruang kontrol menyelesaikan pekerjaan mereka mengikuti manual yang disediakan sebelumnya.

 

“Kufufufufu. Tidak bisa dipercaya, untuk seorang “True Dragon” benar-benar lahir!

Seperti yang diharapkan dari Rimuru-sama, sepertinya dia telah memprediksi segalanya.”

(tl note:tiba-tiba aja muncul mamang diablo :v)

 

Tawa bersemangat bergema di dalam ruang kontrol.

 

Itu berasal dari Diablo.

 

Rimuru telah memerintahkannya untuk pergi ke ruang kontrol.

 

Diablo menginstruksikan para operator, yang panik untuk berdiri, untuk melanjutkan pekerjaan mereka dengan tangannya.

 

Untuk para operator demon, Diablo terlihat menakutkan seperti biasanya.

 

“Oh, Diablo. Kamu cepat sekali.”

 

“Tentu saja. Tidak akan ada masalah mengabaikan Zero, jika evolusinya berakhir setelah dia menyatu dengan labirin ……

Namun, karena dia telah menjadi “True Dragon” baru, kita tidak bisa meninggalkannya sendirian”

 

“Itu sudah pasti., aku telah mendengar tentang kemungkinan itu, namun aku masih terkejut… ..

Seperti yang diharapkan dari Rimuru-sama, dia telah meramalkan hal-hal sejauh ini.”

 

“Apa yang kamu katakan. Itu tidak perlu dikatakan.

Terlepas dari itu, Benimaru-dono, sepertinya dirimu  masih belum cukup pulih.

Biarkan aku memberi mu beberapa energi ku”

 

“Oh, itu akan sangat membantu. aku pikir bahwa tingkat pemulihan ku saat ini tidak cukup jika aku ingin menghancurkan itu .”

 

Jumlah energi Benimaru telah pulih kurang dari setengah.

 

Karena itu, Diablo mengalihkan energinya ke dia.

 

Itu adalah metode yang tidak mungkin untuk semua orang, tapi itu mungkin bagi Diablo yang bisa memanipulasi energy Nihility Collapse. yang sama seperti rimuru

 

Sambil menonton mereka berdua, Ramiris berkata,

 

“Satu-satunya anggota di sini yang bisa bergerak di ruang itu adalah Diablo, Zegion, dan Benimaru.

Benimaru, kamu bisa menggunakan space-time control dengan benar kan? ”

 

“Tentu saja, Ramiris-sama. Meskipun saya baru saja menguasainya. ”

 

“Baiklah kalau begitu! Dengan ini, semua kartu telah siap, ku kira?

Kita mungkin perlu memanggil Master atau Rimuru jika Dino tidak bergabung dengan pihak kita.”

 

“Veldora-sama mungkin sibuk sekarang. Dia mungkin tidak bisa meluangkan waktunya untuk itu. ”

 

“Saya paham~. Baiklah, aku harus membuat kalian bekerja keras.

Akan buruk jika kita tidak membuat Dino sadar!”

 

“Kufufufufufu. Ini persis seperti yang direncanakan

Rimuru-sama, percayalah bahwa Dino-sama akan bergabung dengan pihak kita.”

 

“Seperti yang diharapkan dari Rimuru. Yah, aku juga percaya bahwa Dino akan berubah pikiran!”

 

Bahkan ketika Ramiris dengan gembira berbicara dengan Diablo, semua orang bekerja tanpa henti.

 

Maka, persiapan akhirnya selesai.

 

“Nah, apakah kalian sudah siap? Baiklah, biarkan rencana terakhir dimulai ~ !!”

 

Bersamaan dengan komando Ramiris, rencana terakhir mulai bergerak.

(tl note:ikuzooooooo!!!!!)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Dino dan rekan mencapai titik yang ditunjuk oleh Ramiris.

 

Semua yang tersisa bagi mereka adalah bertindak bersama sesuai sinyal.

 

Ramiris mulai menjelaskan kepada Dino dan rekannya.

 

“Baik? Pertama, kalian harus melarikan diri dari sana.

aku ingin kalian menembus dinding menggunakan kekuatan tingkat menengah.

Kemudian, dua orang di sana dan Gaia akan melompat keluar dengan Zegion dan Dino yang melindungi mereka.

Setelah itu, kalian harus kembali setelah menghancurkan naga jahat itu! ”

 

Dino menatap bingung.

 

Dia tidak bisa mengerti isi kata-kata yang dikatakan Ramiris.

 

” menengah” Dino tidak mengerti maknanya.

 

” Menghancurkan Naga Jahat yang keji itu” Dia tidak tahu bagaimana caranya.

 

“Hei. HEI HEI HEI HEY! MOHON TUNGGU!

(tl note:ini bukan capslock jebol, dia emang lagi ngegas sekarang :V)

Apa yang kamu katakan? kau menghitung aku sebagai anggota untuk mengalahkan naga jahat, iya kan ! ”

 

Dia ingin bertanya tentang serangan kelas menengah, tapi penaklukan naga jahat adalah masalah yang lebih besar dari itu.

 

Dino keberatan dengan panik, dia tidak ingin dijadikan sebagai anggota tanpa persetujuannya.

 

Namun, hal seperti itu tidak akan berhasil pada Ramiris.

 

“Hei kau. kau bisa bersujud di hadapanku untuk mendapatkan maaf dariku, bukan? Jika kamu tidak mendapatkan poin bagus di sini, aku ingin tahu apa yang akan terjadi …… kau tidak akan bisa membayangkannya, kan? ”

 

Dino tidak punya pilihan lain kecuali tunduk pada ancaman Ramiris.

 

Selain menjadi lawan dengan fisik dia tidak bisa menang dalam pertengkaran sejak masa lalu, Dino berada di titik lemah saat ini.

 

Dino dengan susah payah menguatkan dirinya.

 

“Oke. Lalu, apa yang kamu maksud dengan serangan kelas menengah?”

 

“kau bahkan tidak mengerti tentang itu? Ini artinya menggunakan kekuatanmu untuk membuat lubang di dinding tetapi tidak menggunakan semua kekuatanmu!”

 

“Tunggu! bagaimana aku bisa mengerti penjelasan yang tidak jelas seperti itu …… Selain itu, kamu mengatakan untuk menyerang dengan kekuatan penuh sebelumnya!”

 

“Aaah, ya ampun! Kau sangat berisik tentang hal-hal sepele seperti itu ……

Jangan pedulikan detail kecil, buat lubang di dinding dan kabur.

Setelah kau melarikan diri, simpan sebagian dari kekuatan mu untuk serangan terkuat darimu untuk menghancurkan naga jahat itu!”

 

Dino sedang diributkan oleh Ramiris secara sepihak.

 

Singkatnya, dia bisa mengerti bahwa apa yang dia coba katakan adalah menghacurkan dinding sambil menyimpan kekuatan yang cukup untuk menyerang naga jahat.

 

(Ya ampun, dia benar-benar tidak bertanggung jawab. tapi aku tidak bisa mengatakan ini.)

 

Tampaknya dua orang yang berperilaku sama bisa saling bergaul dengan sangat baik satu sama lain.

 

“Baiklah, ayo cepat lari!”

 

Dino dengan santai mengambil sikap.

 

Dia tidak lagi berpikir pelit dengan menggunakan kemampuannya.

 

Sekarang, yang perlu dia lakukan adalah mencocokkan waktunya dengan Zegion ke Pico dan Garasha, dan menghancurkan dinding.

 

“Bagus, lindungi mereka dengan penghalangmu dengan benar, oke?

Jika tidak, mereka akan ditelan oleh subruang dan tertiup pergi ke tempat yang kita tidak tahu di mana!”

 

Dino mengangguk ke peringatan Ramiris.

 

Selain Zegion yang terhubung melalui “Soul Corridor”, Dino dan rekannya yang tidak memiliki ikatan kuat, tidak memiliki pijakan di dalam subruang

 

Namun, Dino bisa mengatasinya entah bagaimana, tetapi dia memperkirakan Pico dan Garasha akan disapu dengan mudah oleh subruang.

 

Jika mereka tertelan oleh fase fluktuasi di dalam subruang, mustahil memprediksi jenis dimensi dan ruang yang berbeda yang akan mereka hancurkan.

 

Karena itu adalah ruang yang berbeda di mana aliran waktu bisa terdistorsi, akan sia-sia untuk kembali ke tempat yang sama setelah kau hanyut.

 

Bahkan untuk Pico dan Garasha yang merupakan kelas awakaned demon lord, akan sulit bagi mereka untuk mempertahankan eksistensi mereka di dalam subruang.

 

Persyaratan minimum untuk itu adalah memiliki skill space-time control.

 

Itu adalah skill ultimate yang tidak dimiliki oleh orang lain selain Diablo, Zegion dan Benimaru, yang akhirnya bisa menggunakannya.

 

“Dengar, kalian berdua tidak akan bisa bergerak di dalam subruang.

Karena itu, pegang aku dengan erat, oke? aku pikir kalian tidak akan bisa kembali setelah dirimu hanyut”

 

“Dipahami. aku mungkin tidak akan mati, tapi aku tidak tahu kemana aku akan dibawa pergi”

 

“Dino, bisakah aku mempercayaimu?”

 

“Serahkan padaku. Sekarang kita sudah sampai sejauh ini, kita hanya harus melakukannya.”

 

Mereka bertiga sedang melakukan percakapan seperti itu.

 

Pada saat itu, Zegion mengeluarkan sesuatu dari “Space Warehouse” -nya dan memberikannya kepada Dino.

 

“Ambil.”

 

Dino mengambilnya karena ia dipaksa oleh sikap Zegion yang tidak akan membiarkan dia mengatakan ya atau tidak.

 

Itu bola bulat kecil.

 

“Huh, benda ini adalah inti pseudo yang digunakan Rimuru untuk bermain, bukan?”

 

Pertanyaan Dino disambut dengan diam.

 

Sepertinya Zegion tidak punya niat untuk menjawabnya.

 

Sementara Dino mengomel pelan “Oke, terserahlah ……” dengan mata sedih, dia memasukkan bola itu ke sakunya.

 

Persiapan sudah selesai.

 

Hal-hal tidak akan berakhir hanya dengan melarikan diri, akan ada pekerjaan yang harus dilakukan sesudahnya.

 

Dino memahami ini dengan baik dan memperhatikan dengan seksama sehingga pengaliran kekuatannya tidak akan salah.

 

Lalu–

 

Pada saat yang sama dengan sinyal Ramiris, empat orang di dalam Zero(Labirin) melepaskan kekuatan mereka.

tags: baca novel Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia, web novel Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia, light novel Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia, novel Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia, baca Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232, Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232 manga, Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232 online, Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232 bab, Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232 chapter, Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232 high quality, Tensei Shitara Slime Datta Ken Bahasa Indonesia 232 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of