Uchi no Musume no Tame naraba Volume 7 Sekuel 1 Part 1 Bahasa Indonesia

Dibaca 273 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai Volume 7 Bahasa Indonesia

Penerjemah: Yuusha
Penyunting: Yuusha
Korektor: –


Sekuel 1, Part 1 – Gadis Berambut Platinum dan Sarapan Lezat

Setelah banyak hal yang terjadi (nanti para sejarawan akan menghela nafas jika mereka mendengar peristiwa yang disimpulkan dengan cara seperti itu), Dale dan Latina kembali ke kehidupan sehari-hari mereka di Kreuz.

 

Pada saat mereka kembali, pasangan ini makan malam lebih awal sebelum bar memasuki periode penjualan utama di malam hari. Karena Latina menjabat sebagai “pelayan yang menggemaskan” dari Dancing Ocelot, dan Dale sering tidak kembali sampai malam hari karena pekerjaannya, mereka sering makan malam ketika jam istirahat ketika ada jeda dalam pekerjaannya. Namun, pasti akan ada banyak pelanggan yang masuk ke bar pada malam hari. Bahkan mungkin tidak ada waktu luang untuk beristirahat. Ini seperti yang dibayangkan.

 

Bahkan jika owner mengatakan “jangan datang,” pernyataan yang tidak boleh diucapkan oleh orang-orang dalam bidang bisnis jasa, itu pasti tidak ada berpengaruhnya. Faktanya, bahkan sekarang sebagian pelanggan tidak mau beranjak dari tempat duduk pelanggan dan menunggu sesuatu, meskipun tidak ada event yang terjadi saat itu.

 

Di dalam benaknya Kenneth berpikir bahwa  persiapan perlu dilakukan secara bertahap dan perencanaan yang sesuai, meskipun salah satunya membuatnya melakukan hal ini  setelah dia kembali, dia harus memberikan segalanya ke Latina untuk membantunya. Tetapi untuk melakukannya, dia harus menyediakan bahan bakar untuknya terlebih dahulu. Untuk “bahan bakar” itu, Kenneth menyiapkan makan malam secepat biasanya, lalu meletakkannya di atas meja di sudut dapur.

 

“Woooooow!” Suara yang dikeluarkan Latina pada saat itu lebih keras  karena luapan kegembiraan  dari rasa kekagumannya. Setelah memeriksa isi piring, dia bergegas mengambil roti. Dia meletakkan sepotong roti bulat agak besar di atas talenan, dan kemudian memotong tengahnya dengan pisaunya dengan ekspresi yang terlihat sedikit serius di wajahnya.

 

Kenneth menstock beberapa jenis roti dari toko roti yang dikenalnya di dapur, agar sesuai dengan hidangan yang berbeda. Melihat apa yang akan disajikan, Latina memilih roti putih polos untuk dipasangkan dengannya.

 

Latina meletakkan keranjang dengan tumpukan roti di atasnya di atas meja dan mengambil tempat duduknya, tampaknya ia tidak mampu menahan kegembiraannya. Dia bahkan menyayikankan senandungnya yang biasa ia nanyikan.

 

“Ini tidak terlalu istimewa …” kata Kenneth, Latina tampak sedikit bingung oleh ucapan Kenneth.  Latina yang sangat gembira yang saat itu sedang menyiapkan makanan yang dia buat. Latina menatap Kenneth dengan tatapan yang mengatakan bahwa dia jelas tidak bereaksi berlebihan sama sekali.

 

“Ini pertama kalinya aku membuat masakanmu setelah sekian lama!” (Latina)

 

“Yah, kurasa itu benar, tapi tetap saja …” (Kenneth)

 

“Mengapa kau tidak bisa mengerti betapa menakjubkannya ini …?” Tanya Latina, matanya sedikit berlinang.

 

Merasa bingung oleh respons Latina yang berlebihan, Kenneth memandang Dale yang duduk di sampingnya, tetapi sepertinya dia tidak menganggapnya aneh sama sekali, dan sebaliknya hanya memberikan senyuman garing.

 

“Itu … agak sedikit kasar …” (Dale)

 

“Aku merasa sedih untuk Chrysos, tapi aku benar-benar tidak ingin tinggal di Vassilios …” (Latina)

 

Latina biasanya memiliki perilaku yang fantastis, tetapi sekarang dia secara tidak seperti biasanya mengambil sepotong roti dan menggigitnya. Dia kemudian mengunyahnya sambil emosi.

 

“Dale, ini sangat lezat …!”  (Latina)

 

“Aku senang mendengarnya.” (Dale)

 

Dale kembali ke dirinya yang idiot, sambil mengelus kepala gadis itu, seperti yang biasa dia lakukan, yang telah sedikit pulih dari keadaan buruk yang dia alami di Vassilios. Meski begitu, suasana disekitar Latina sekarang menarik perhatian siapa pun, kecuali orang idiot seperti Dale, yang selalu melakukan hal yang sama.

 

“…Apa yang terjadi?” (Kenneth)

 

Kenneth mulai berpikir sesuatu yang serius telah terjadi tanpa dia ketahui, hanya Dale melihat kearahnya dengan senyuman yang dibuat-buat.

 

“Bagaimana aku mengatakannya …? Makanan di Vassilios sangat buruk. ” (Dale)

 

” … hah? ” (Kenneth)

 

“Itu sangat tidak enak sehingga mengejutkanku.” (Dale)

 

“… Begitu ya.”

 

Jelas bukan masalah serius. Namun, yang paling pasti menjadi masalah bagi mereka yang menghadapinya.

 

“Makanannya … enak … enak sekali …” (Latina)

 

Air mata kebahagiaan Latina mengalir ketika dia mulai makan dan menceritakan sebagian dari petualangannya.

 

Dia telah berhasil menyelesaikan misinya mengolesi selai yang telah disiapkan Kenneth dengan hati-hati di atas roti, seolah berusaha mengolesi sampai batas pinggiran permukaannya. Kemudian, dia memasukkannya ke dalam mulutnya, dan air matanya benar-benar mulai mengalir.

 

Ketika dia menggigit ayam panggang yang telah direndam dengan bumbu dan rempah-rempah, Kemudia dia meminum jus dan dia gemetar karena senang.

 

Latina selalu menikmati mencoba hal-hal baru, seperti merenungkan bagaimana itu menyatukan citara rasa antara makanan manis dan asin. Dia juga suka memberi waktu masing-masing makanan, untuk mencicipi rasa secara menyeluruh. Sangat jarang melihatnya menyantap makanan kedalam mulutnya tanpa berhenti seperti yang sedang dilakukannya.

“Ada apa dengan istana Vassilios?” (Kenneth)

 

“Makanan ini sangat lezat …” (Latina)

 

“Kurasa itu seperti kastil kerajaan, dan kami diperlakukan dengan sangat baik.” (Dale)

 

Tempat mereka tinggal adalah kuil Banafsaj, tetapi pada saat yang sama itu juga merupakan “istana” penguasa negara, Raja Iblis Pertama. Itu sangat berbeda dalam gaya dari orang-orang Laband, tetapi tidak ada masalah menganggapnya sebagai “kastil.”

 

Dan Dale merasa bahwa karena Chrysos menyayangi adiknya, Latina. mereka diperlakukan seolah-olah mereka bangsawan ketika mereka ada di sana.

 

“Itulah sebabnya rasa yang sangat buruk itu begitu mengejutkanku.” (Dale)

 

“Jika kau tidak bersedia mengatakan semuanys, maka kau benar-benar membuatku bingung …” (Kenneth)

 

Melihat Kenneth berpikir dengan ekspresi serius di wajahnya, Latina menelan yang ada di mulutnya dan kemudian dengan datar menjawab, “Makan makanan dari Vassilios membuat kau benar-benar menghargai perasaan bahagia karena makan makanan enak yang kau berikan.”

 

“Itu benar-benar pernyataan yang bagus …” (Kenneth)

 

“Chrysos bekerja sangat keras, jadi kupikir harus ada pertukaran budaya dengan Laband. Terutama budaya makanan … tolong … biarkan budaya makanan mereka meningkat … ” (Latina)

 

Latina menumpuk selai di atas roti selanjutnya . “Makanan ini … sangat lezat …”

 

“Kamu terus mengatakan itu …” (Kenneth)

 

“Ketikaku masih kecil, itu adalah hal yang normal … Tapi ketikaku datang ke Kreuz, saya menjadi mengerti bahwa tempat tinggalku tidak cukup normal, dan saya pikir itu mungkin berlaku juga untuk makanannya” Latina mengucapnya dengan tatapan merenung, dengan semacam pencerahan pada dirinya.

 

“Aku mengerti itu…” (Kenneth)

 

Latina tidak mempertanyakan tempat di mana ia dilahirkan dan dibesarkan ketika ia masih muda. Dia menghabiskan setiap hari menjalani kehidupan yang tenang dengan orang tua dan saudara kembarnya yang baik hati, serta orang dewasa yang sedikit formal.

Dia masih muda dan itu adalah satu-satunya hal “normal” yang dia tahu, jadi dia tidak mempertanyakannya.

 

Ketika dia datang ke Kreuz, di mana setiap hari begitu hidup dan sibuk, dia juga melihat kehidupan teman-temannya dan menyadari bahwa tempatnya saat dia lahir dan dibesarkan sedikit unik. Dia juga benar-benar menyadari bahwa keadaan itu berbeda dari para putri dari dalam buku bergambar, karena ibunya adalah seorang pendeta tingkat tinggi dan telah tinggal di kuil Banafsaj.

 

Sebagai seorang lelaki yang tegas dan adil, almarhum ayahnya, Smaragdi, dengan tegas mengajar anak-anak perempuannya bahwa wewenang yang dipegang ibu oleh mereka, yang bertugas sebagai pendeta agung, dan mereka adalah orang-orang yang memisahkan dirinya meskipun memiliki keluarga. Salah satu hal yang sangat dibenci oleh Smaragdi adalah orang-orang yang mengabaikan wewenang orang lain dan bertindak dengan arogan.

 

Ketika ditentukan melalui ramalan bahwa salah satu putrinya akan menjadi pemimpin negara, itu berarti pada saat yang sama gadis yang lain tidak akan dipilih. Cara orang tua mereka membesarkan anak-anak perempuan mereka dengan ketat, sehingga mereka dapat menempuh jalan mereka sendiri yang berbeda, itu adalah ungkapan cinta mereka yang mendalam.

 

Dan karena Latina tumbuh dengan memiliki pemikiran yang benar-benar fleksibel, setelah mengambil nilai-nilai yang berbeda dari setiap negara asing di setiap perjalannya, dia dapat membandingkan keadaan saat ini dengan ketika dia masih muda. Dan ancaman dari Demon Lord Kedua yang disampaikan oleh orang tuanya dan fakta bahwa Demon Lord  Pertama sebelumnya telah terbunuh, dia bisa menebak bahwa mereka telah dibesarkan di dalam kuil karena dia maupun saudara kembarnya Chrysos akan menjadi Demon Lord berikutnya.

 

Budaya makanan di Laband dan tanah airnya mungkin sangat berbeda, tetapi ada kemungkinan bahwa makanan yang dia rasakan ketika dibesarkan secara rahasia di kedalaman kuil memiliki keunikan tersendiri. Cepat atau lambat, itulah yang akan dipikirkan Latina.

 

Tetapi pada saat-saat terakhir tinggal di sana, Latina menjadi sangat sadar bahwa bukan itu masalahnya, dan bahwa kualitas budaya makanan di tanah kelahirannya benar-benar mengecewakan.

 

“Posisiku di Vassilios rumit, jadi saya takut terlibat dalam politik … dan saya bahkan lebih takut bahwa Chrysos akan dipengaruhi oleh kata-kataku.”

 

Ketakutan itu menjadi alasan utama mengapa Latina bersikeras untuk kembali ke Kreuz. Chrysos mungkin akan menolaknya, dan Latina tidak berpikir serius tentang masalah ini, tidak seperti sebelumnya, tetapi masa lalunya sebagai “kriminal” yang diasingkan tidak dapat dihapuskan. Pasti ada banyak orang di negaranya yang tidak memperhatikan fakta itu dengan seksama.

 

Sama seperti beberapa manusia yang memiliki kepercayaan yang mendalam pada ras lain, itu tidak mudah untuk menyingkirkan ketidaksukaan mereka pada tanduknya, simbol yang dihormati oleh ras demon, telah terhina. Di negara itu, orang yang terkena hukuman mudah terlihat karena salah satu tanduknya yang sangat penting patah.

 

Sebagai seseorang yang keberadaannya sangat rumit, tidak memungkinkan untuk menyangkal bahwa jika dia tetap terlalu dekat dengan Chrysos, sang ratu, maka hal itu dapat menyebabkan saudara perempuannya menghadapi lebih banyak ketidakpercayaan daripada biasanya. Sebagai seorang gadis yang cerdas dan baik hati, fakta itu bukanlah sesuatu yang bisa ditutup-tutupi oleh Latina.

 

“Bukannya seolah-olah kita tidak akan pernah bisa bertemu … dan situasinya pasti akan berubah begitu aturan Chrysos stabil, tapi … untuk saat ini, Kreuz masih satu-satunya tempat bagiku untuk mengatakan” Aku pulang. ”

 

Latina tersenyum, lalu makan sesendok sup yang diisi banyak sayuran yang merupakan makanan pokok Ocelot. Tentu saja, Kenneth bukan ibunya, tetapi bagi Latina, rasa ini mirip dengan “masakan ibu rumahan .”

 

“Dan … itu benar-benar buruk, karena makanan di Vassilios sangat buruk.” (Latina)

 

“Jadi kau kembali karena hal itu.” (Kenneth)

 

“Tentu saja, aku tidak pernah bisa memberi tahu Chrysos … bahwa aku tidak bisa tinggal di Vassilios karena makanannya terasa begitu mengerikan …” (Latina)

 

Latina tumbuh di Dancing Ocelot, yang masakannya membanggakan bahkan di antara restoran-restoran di Kreuz, jadi kualitas makanan sangat penting baginya. Sejak kenikmatan gigitan pertama dari masakan Kenneth, daripada menikmati makanan tanpa tujuan, dia akan terus berusaha untuk belajar memasak sendiri, dengan tekun mengabdikan dirinya untuk tugas itu.

 

Itu semua demi kelezatan.

“Itu akan lebih baik jika mereka membiarkanku menangani banyak hal, tapi itu tidak mungkin …” (Latina)

 

“Ya, aku tidak bisa membayangkan jika mereka membiarkanmu.” (Kenneth)

 

Semua orang yang berhubungan dengan Ocelot sudah mengetahui fakta bahwa saudara perempuan Latina adalah Raja Emas, Pemimpin Vassilios. Bekerja di dapur umumnya dianggap sebagai pekerjaan yang diperuntukkan bagi bawahan. Kenneth bangga dengan pekerjaannya, tetapi cara berpikirnya terkadang tidak sesuai dengan prinsip pada umumnya.

 

“Tetap saja, Latina, kamu selalu pergi ke dapur dari waktu ke waktu, kan?” Sela Dale. Latina mengalihkan pandangannya, sepertinya merasa malu.

 

 

 

tags: baca novel Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia, web novel Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia, light novel Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia, novel Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia, baca Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1, Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1 manga, Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1 online, Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1 bab, Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1 chapter, Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1 high quality, Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai (LN) Bahasa Indonesia Sekuel 1 Part 1 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!