If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord Chapter 5 Bahasa Indonesia

Dibaca 544 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Pemuda, berpikir pada senyuman gadis kecil itu.



Pupil abu-abu Latina seperti lingkaran ketika susu panas dan risotto keju ditaruh di depannya. Di sebelahnya, ditempatkan sup yang dimasak dengan daging asap dan sayuran kecil.

Di samping makanan yang diatur dengan sangat rapi itu, ada porsi Dale yang porsinya dua kali lipatnya. Selain itu, di piring Dale di tempatkan sosis besar juga.


“Bagian Latina, bukannya itu terlalu sedikit?”


“Kamu bodoh. Anak kecil seperti ini, tidak mungkin Dia bisa makan dengan jumlah yang sama sesukamu, bodoh.”


Rita yang menunggu mereka, berkata dengan kaget.


“Dan Juga kalau kamu membuatnya makan terlalu banyak, dia akan sakit tahu.”


Rita tersenyum lebar saat dia memberikan sendok ke Latina. Perbedaan perlakuan untuk Dale dan tamu lainnya seperti langin dan bumi.


「Dale? ” *********? ” 」

 
“Ya, makanlah.”
 
Dale juga sedikit menyadarinya, bagaimana anak kecil ini meminta ijinnya untuk setiap hal kecil.
Dia tidak mengerti dari kata-katanya, tapi hanya dengan melihat wajahnya dia mengerti.
 
Latina memasukkan sendok ke risotto, mengambil satu sendok dan membawanya ke mulutnya- dan terkejut.
Jika kamu melihat dia membuka mulutnya terengah-engah seperti itu dengan cara panik, kamu akan berpikir kalau makanan itu lebih panas daripada kelihatannya.
 
“Rita, sedikit air.”
 
“Ara, apa itu terlalu panas?”
 
Dia meniup sendok kedua yg penuh sup panas itu dengan “fuu fuu” sekuat tenaga. Sambil menertawakan yang dilakukan Latina.
Dale mengeluarkan suaranya, dan mengerutkan dahinya ke Rita.
 
Ekpresi Latina lega saat dia mulai menelan risotto.
Itu mudah dimengerti.
“Aku mengerti, enak ya? Itu hebat.”
 
Dale juga, ekspresinya memerah saat dia makan makanannya. Itu aneh karena mempunyai ekspresi yang menyenangkan di sampingnya, membuat makanan biasa terasa lebih lezat.
Dalam kata-kata Dale, nada lembut mungkin bisa didengar.
 
Latina, tersenyum manis.
Itu adalah senyuman pertama kali yang dia tunjukkan.
 
“Un, makan lebih banyak, Latina. Mau beberapa sosis juga?”
 
“Hei, Aku baru saja memberitahumu kalau membuatnya makan terlalu banyak itu buruk baginya!”
 
Setelah memindahkan sejumlah besar makanan dari piringnya sendiri ke piring Latina, Kepada Dale dipukul ‘Pakon’ dengan nampan oleh Rita, yang kembali dengan membawa air.
Latina membuat wajah terkejut.
 
“Tapi… kalau dia tidak mempunyai nutrisi yang cukup, itu tidak baik, kan…”
 
“Aku berbicara tentang membuatnya makan semua itu dalam satu kali duduk! Aku sudah menyiapkan cemilan untuk anak ini! Kenneth! yang tadi tidak cukup, tambah jumlahnya!” 
 
Dari kejauhan,
 
“Aku yang membuatnya-… yah, itu bukan masalah kok…”
 
Suara seperti itu bisa didengar tapi mereka berdua bahkan tidak berhenti pura-pura peduli.
 
Karena Latina yang memakan perlahan-lahan seperti biasanya, terlepas dari kenyataan kalau ada perbedaan, Dale masih menghabiskan makanannya lebih dulu.
Agar dia bisa melihat kapan Latina berhasil menyelesaikan makanannya, Rita membawakan hidangan tambahan.
Kalau kamu melihat ke dalam, akan ada sejumlah irisan buah yang tertutupi di sirupnya.
Di toko ini yang biasanya tidak mempunyai menu manisan, ini adalah pertama kalinya makanan penutup apapun terlihat.
 
“Kenneth manis ke anak-anak… kamu tidak bisa mengandalkan pada penampilan…”
 
Kalau kamu melihat sedikit kehangatan, maka mungkin ada sesuatu yang diimprovisasi. Sesuatu yang dibuat hanya untuk dimakan Latina.
Menempatkannya di depan Latina, dia sekali lagi memandangnya untuk meminta izin. Melihat Dale mengangguh, dia memasukkan buah ke mulutnya.
 

Paaaaaaa,

ekspresi ceria, membuat ekspresi paling bahagia yang dia punyai sampai sekarang.
Matanya berkilauan.
 
“Itu bagus”

Latina yang sedang makan seperti sedang kesurupan, sepertinya sangat menikmati kolak itu. Di hutan itu, mungkin dia menghabiskan waktu hanya untuk menemukan sesuatu untuk dimakan. Disana seharusnya tidak ada yang manis juga.
 
“Gimana? Enak?”
 
Rita yang sedang lewat, membawa makanan ke pelanggan lain mengintip ke Latina, Latina berbalik ke arah Rita dan memberikan senyuman yang bahkan lebih baik dari sebelumnya. Senyuman yang sangat lebar, seperti bunga-bunga bermekaran di belakangnya.
Bahkan kalau dia tidak bisa berkomunikasi dengan mereka, itu sudah lebih dari jawaban yang memuaskan.
 
(Aku perlu segera mengajarkan kata-katanya… agar dia tidak akan terpancing oleh makanan dan pergi mengikuti orang aneh.)
Menghadap senyuman Latina, Dale yang menggengam tinjunya dengan erat di bawah meja, tersadar kalau dia bisa menyuap Latina.
 
Bahkan ketika semuanya sudah dimakan, Latina terus melihat piring kolaknya.
Dale dengan lembut menepuk kepalanya. Bisa jadi karena kejutan karena ditepuk tiba-tiba, tapi tubuhnya terguncang karena karena terkejut.
Tapi, dia lega setelah melihat ekspresi Dale.
 
“Apa aku mengejutkanmu, maaf. Hari ini hari yang berat, kan? Banyak hal yang sudah terjadi.”
 
Mendengarkan Dale berbicara, Latina memiringkan kepalanya.
Selama waktu ini juga, dia tidak mengalihkan pandangannya seolah-olah dia sedang mencari niat Dale yang sebenarnya. Berbicara tentang anak ini, kelihatannya cukup terampil. Keterampilan observarsinya mungkin cukup bagus.
Tapi itu sangat berbeda dari kewaspadaannya yang tampaknya cukup rendah.
 
Latina menggeliat di sektar leher dan tangan Dale sangat dia mengangkatnya sekali lagi.
Meskipun agak canggung, cara dia menempatkan kekuatannya ke Dale seolah-olah dia bergantung padanya.
Berkat Latina yang melekat padanya seperti itu, Dia baik dan stabil. Dale mendukungnya menggunakan salah satu tangannya dan sekali lagi bergerak menuju konter.
“Rita, Latina harus segera beristirahat, kami akan pergi ke kamar kami.”
 
“Baik. Istirahatlah dengan baik, Latina-chan.”
 
Dengan suara Rita, Latina sekali lagi tersenyum manis. Entah bagaimana kelihatannya selama periode waktu yang singkat ini, dia mengenali Dale dan Rita sebagai orang yang baik.
Dibandingkan ketika mereka baru saja bertemu, ekspresinya sudah melunak.
Itu adalah perasan yang sangat bahagia dan memalukan.
Tak lama setelah pertemuan, bahkan Dale juga sama seperti itu.
Memikirkan bagaimana dia sekarang ditemani oleh anak yang sekecil ini, itu benar-benar tak terbayangkan untuknya kemarin.
 
Memasuki sekali lagi dari sisi konter, keluar dari dapur.
Menuju belakangnya yang penuh keramaian,
 
“Kenneth. Latina mengatakan buahnya lezat.”
 
Terdengar sebuah suara.
 
“ou.”
 
Melewati di belakang Kenneth yang memberi balasan tanpa membalikkan punggunggnya, Dale menaiki tangga, di dalam tempat dimana semua jenis bahan makanan ditumpuk.
Tanpa berhenti di lantai dua, dia terus menaiki tangga.
Apa yang dia capai adalah loteng.
Berbagai jenis bagasi dilemparkan sekitar berantakan- Kebanyakan dari mereka adalah barang inventaris petualang yang akan dijual kepada petualang di lantai pertama. -Dan lebih jauh di dalam ada satu ruangan yang terasa seperti ruang hidup.
Itu adalah ruangan sewaan Dale.
 
Mempunyai tempat ini juga merupakan salah satu alasan kenapa Dale memutuskan untuk mengurus Latina.
Tidak seperti Dale adalah salah satu penduduk kota, tapi dia menyewa tempat ini dalam hal ini dia harus tinggal di markas untuk waktu yang lama, dan itu gandakan sebagai ruang tamu. Penginapan yang hanya mempunyai satu kamar mempunyai ketidaknyamanan di sana-sini, itu adalah kisah tentang bagaimana dia bergantung pada teman lamanya, Kenneth.


Sebelum Rita menikah, ruangan itu digunakan sebagai loteng kosong pribadi, dan memutuskan bahwa ruang itu akan disewakan. Jika kamu mengabaikan kenyataan bahwa langit-langitnya agak rendah, itu sudah cukup untuk ditinggali.
Dale baik-baik saja dengan sewaannya, barang-barangnya dan lemari tidak bau, dan tidak tua juga. Bagi pasangan pemilik tanah yang memahami gaya hidup dan kepribadian dasarnya, dia sama sekali tidak menjadi calon yang buruk.


Dale menurunkan Latina ke ‘ruangan’nya.
Di ruangan besar itu, karpet asing ditata dengan kursi dan rak yang berada di dekat jendela. Dibelakangnya ada tempat tidur dan sebuah wadah dengan tutup besar. Sebagai penduduk, dia tidak mempunyai banyak barang tapi sebagai seorang pengembara, itu mungkin cukup untuk dibawa-bawa.


[“Pendek, Tunggu, Tempat ini”]

Setelah Latina mengangguk kepalanya untuk mematuhinya, Dale turun sekali lagi untuk membawa mantel dan kopernya.


Ketika Dale kembali, Latina berjalan sekeliling di dalam ‘kamar’. Seperti yang diduga rasa ingin tahu anak ini cukup besar. Meski begitu untuk bisa tidak mencoba dan menyentuh segalanya, pengendalian dirinya mungkin juga kuat.
Sulit mengingat apa yang dia lakukan di usianya, tapi dia pikir dia bisa diandalkan, bahkan dengan anak-anak berlarian  di sekitar kota yang melayang di kepalanya.


Dale melepaskan sepatu,
memasuki wilayahnya.
Kampung halamannya adalah tempat dimana kursi tidak ada, dan mempunyai budaya duduk langsung di lantai, sehingga kamarnya adalah tempat yang penuh suka cita untuknya. Alasan lain untuk itu adalah karpet yang mempunyai gaya kampung halamannya. Dia bahkan tidak akan berpikir untuk mengotori karpet itu dengan tanah.
Dia menggantung mantelnya di sebelah kotak dengan barang-barangnya. Rak dekat tempat tidur juga merupakan rumah untuk senjatanya.


Setelah membuka jendela membiarkan udara segar masuk, dia melepaskan jubahnya yang terbuat dari bahan pemblok pisau dan celana tebal.


“Latina, kemarilah.”


Latina yang mengerti dia melalui gerakannya, mendekatinya dengan patuh.
Dale mengangkat gadis itu, dan pergi ke tempat tidur.
Dibandingkan dengan irama kehidupan normalnya, ini cukup awal, tapi bisa beristirahat ketika saatnya untuk beristirahat adalah keterampilan yang sangat diperlukan untuk petualang.
Tidur seperti ini tidak ada masalah sama sekali.
Dia khawatir jika Latina akan ribut di tempat tidur seperti dia tidak akan menyukainya, tapi sebaliknya dia berbaring dengan tenang, datar di samping Dale.


Latina seperti anak kucing, melilitkan tubuhnya, menunggunya sampai dia mulai membuat nafas tidur seharusnya terlalu lama.
(Sama seperti yang kupikirkan, dia lelah ya. Dia tidak mengerti kata-kata atau situasinya dan bahkan mengarah ke tempat di mana dia dikelilingi oleh orang yang tidak dikenal.)
Dale bahkan mengejutkan dirinya sendiri saat dia mengelus rambut Latina dengan lembut.
Dia baru saja memutuskan untuk menjadi orang tuanya, jadi memikirkan hal-hal ini juga sedikit aneh. Tapi hidup dengan orang lain seperti ini mungkin tidak terlalu buruk.


Sambil memikirkan hal-hal itu, Dale tertidur merasakan kehangatan seseorang yang lebih hangat darinya.


Tidak lama setelah itum dia dibangunkan oleh Latina yang pucat, ‘pechi pechi’.


Hal pertama yang bisa diingat Latina adalah permintaan untuk “Toilet”.
Berbicara tentang, harga dirinya yang dilindungi.
tags: baca novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, web novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, light novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, baca Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5 manga, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5 online, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5 bab, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5 chapter, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5 high quality, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 5 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of