If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord Bab 3

Dibaca 475 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

Pemuda, Kembali Dengan Seorang Gadis Kecil

 
Pakaian seperti kain dan sepatu yang rusak sebagian. Itu dan gelang perak– yang sepertinya lebih pas untuk orang dewasa, Sepertinya terlalu besar untuknya– tampaknya itu satu-satunya hal yang Dia kenakan. 
Ini adalah pencapaian besar jika Dia benar-benar berhasil bertahan dalam kondisi. Mungkin itu adalah berkah karena musim yang tentang. Ketika Dale menguburkan Ayah Latina, Dia mencari mayat itu dengan mengharapkan semacam identifikasi. Dia berharap setidaknya Anak itu bisa berpegang pada hanya kenang-kenangan dari orang tua yang sebenarnya, tapi tidak ada yang bisa ditemukan.
 
“Hmm… Jika Aku membiarkan Latina berjalan… Hari akan segera berakhir.”
 
Dale berbicara pada dirinya sendiri, menatap Anak yang langkahnya bahkan tidak dari setengah darinya. Selain kami dalam situasi ini. Kelihatannya juga tidak ada kekuatan yang lebih besar.
 
“Tidak ada pilihan…”
 
Latika membuat wajah terkejut saat Aku mengulurkan lenganku dan menggendongnya. Anak ini biasanya memiliki mata besar tapi ketika Dia membuat ekspresi itu menjadi lebih besar dan semakin lebih besar.
Latina tidak bertindak kasar dan tetap berada di pelukan Dale.
 
“Sangat ringan!”
 
Latina sangat ringan sehingga Aku tidak sengaja membiarkan suara keluar.
 
“Serius… Benarkah Dia baik baik saja, bocah ini…”
 
Ketika Mereka pertama kali bertemu Dia berpikiran yang berbahaya, tapi tidak ada alasan untuk mengungkapkannya.
Pertama Dale bukan orang jahat. Selain memutuskan untuk terlibat, hati nuraninya sedang bekerja, mengkhawatirkan Anak itu sampai sejauh itu.
 
“Tidak ada apa-apa padanya… Kurasa kita harus cepat kembali.”
 
Setelah Dale dengan cepat mengeluarkan sihir tanah untuk mengkonfirmasi arah, Mereka dengan cepat berjalan menuju distrik.
 
Distrik yang Dale saat ini tinggali sebagai markas disebut “Kreuz”. Seperti namanya, Itu sedikit bengkok, distrik ini yang bertentuk salib, adalah posisi penting untuk lalu lintas dari pelabuhan ke Kota Kekaisaran. Serta itu menjadi dekat zona habitat untuk Magical Beast, dan juga merupakan zona pertemuan untuk penjahat yang bertahan hidup dengan hanya keterampilan Mereka menyebut diri Mereka Petualang.
Kota dimana barang-barang dan orang-orang berkumpul, Kota kedua negara Rabando. Itu adalah distrik yang dikenal sebagai Kreuz.
 
Sebidang properti tanah itu serta toleransi Mereka bagi para pengembara adalah spesialisasi Kreuz.
Karena perlakuan yang menguntungkan bahwa Mereka menyebut dirinya Pedagang mendapatkan hal-hal asing, perkembangan Kreuz telah tercapai. Dana tersebut membentuk awal dari uang kompensasi, untuk melindungi distrik dari ancaman yang dikenal sebagai Magical Beast dan potensi bahaya lainnya.
Jadi Kreuz dikenal karena terdiri dari sebagian besar pengembara.
 
Distrik Kreuz dikelilingi oleh dinding tebal. Ada gerbang di masing-masing arah kompas, dengan penjaga ditempatkan di masing-masing gerbang tersebut. Setiap orang membayar tol di sana sehingga mereka bisa masuk ke dalam.
Dale melewati gerbang selatan yang selalu Dia gunakan.
setelah melihat Dale, penjaga yang merupakan kenalan, membuat wajah seperti “astaga”.
 
“Tol untuk Dua”
 
“Ahh… Apa itu? apa yang salah dengan Anak itu? …Ras Iblis.”
Penjaga setengah baya yang bertanya memperhatikan Latina yang digendong oleh Dale, mengatakan pada saat memeriksa koin yang diserahkan kepadanya.
 
“Aku merawatnya di hutan. Sepertinya Dia dipisahkan dari Orang Tuanya karena kematian. …Aku akan mmenjadi walinya, Jadi tidak ada masalah, kan?”
 
“Yah, tidakkah itu baik-baik saja? Karena Kamu akan bertanggung jawab sekarang. Untuk jaga-jaga, Kamu sudah mengonfirmasinya dengan “Dancing Ocelot” kan?”


“Uh huh(Ya)”


“Yah, mungkin baik-baik saja kalau begitu”


Penjaga membiarkan Dale masuk sesudahnya, dan fokus pada kelompok berikutnya.
Reaksi penjaga sama seperti yang diduga Dale. Dia tahu bahwa reputasi yang Dia bangun memiliki tingkat kekuasaan.


Meninggalkan gerbang selatan, yang mana orang-orang biasa berada dan toko-toko yang ditargetkan pada pengembara yang berdekatan satu sama lain.
Pertama-tama Kita tidak bisa menggunakan distrik bangsawan yang terletak di daerah-daerah tinggi di utara, atau kawasan perumahan berkelas tinggi di barat. Paling bisa Kita mungkin pergi ke timur di mana pasar, toko dan kelas pekerja berkumpul.


Negara Rabando, telah menetapkan bahwa Afumaru menjadi Dewa Mereka, itulah kenapa Mereka menghargai warna merah.
Kamu bisa melihatnya dengan melihat pemandangan kota Kreuz.
Misalnya dinding bangunan berdiri berdampingan, berbagai warna yang dilukis dengan plester dan cat yang mengelupas, menampakkan dinding batu abu-abu, tapi hampir semua atapnya berwarna merah.
Ada yang mengatakan bahwa ini adalah doa Shinto untuk bangunan itu sendiri yang menerima perlindungan dewa serta permohonan kepada Dewa yang ada di surga diatas bahwa hamba mereka yang rendah hati ada di sini.


Jika Kamu berbicara tentang ujung bawah dari kota, jalan-jalan dengan energi penuh.
Waktu ketika matahari mulai turun, sekitar waktu sekarang, ada banyak orang yang datang dan pergi seperti orang-orang yang bergegas pulang, Mereka yang mencari tempat tinggal malam ini, Mereka yang menghabiskan penghasilan harian Mereka dengan camiral dan bir, Mereka yang menargetkan pengembara untuk menjual pangan kepada Mereka dan lain lain.

Di tangan Dale adalah Latina yang benar-benar tidak bisa tenang, mengalihkan tatapannya ke sana-sini.
Ekspresi itu, bukanlah ketakutan dan kejutan. Tampaknya itu adalah keingintahuan sejati.
Dengan wajah sedikit pusing, matanya terkadang menjadi lingkaran sempurna. Sepertinya Dia terpersona oleh jumlah orang, penampilan mereka dan jalanan.


“Kita akan pergi melihat jalanan di waktu berikutnya, ok…?”


Dia mungkin tidak akan mengerti, pikir Dale sambil mengatakan itu pada Latina.


「 ” ***? Dale ” 」
“Ahh… Seperti yang aku pikirkan, tidak bisa berkomunikasi pasti merepotkan…”


Diantara Ras Manusia, bahasa yang paling banyak diucapkan adalah bahasa yang berasal dari Benua Barat sehingga itu adalah suatu kebutuhan, pikir Dale sambil melanjutkan langkahnya.
Dia berjalan dengan mulus dengan langkahnya sendiri.


Akhirnya kaki Dale berhenti, di depan toko satu lantai.
Pintu masuk memiliki tanda besi dengan desain misterius dalam bentuk ocelot, dan deretan bendera dengan lambang pegasus tersulam di bagian hijau dibawah.
Itu adalah toko yang berfungsi sebagai bar dan penginapan yang dikenal sebagai [Dancing Ocelot Pavilion]


Ketika Dale berbalik dan menuju ke belakang, Dia mengintip ke toko dari pintu belakang.
“Kenneth, apa kau di sini?”
“Ohh. Dale, Kau kembali… tunggu, apa itu?”

Ini adalah Dapur. Pria yang dikenal sebagai Kenneth itu adalah Pria besar dengan janggut berantakan di awal hidupnya, memutar kepalanya sambil membalikkan wajan, mengerutkan alisnya.



“Yah… Aku lebih detailnya nanti tapi… Aku mengambilnya.”
“Oi, jangan mengatakannya seperti Kamu mengambil anjing atau kucing.”



Kenneth yang meletakkan piring yang sudah jadi dengan baik di atas piring, membuat wajah yang lebih terganggu dengan respon Dale.
Pria kekar ini adalah orang yang pada dasarnya berhati lembut, tapi sampai saat ini Dia adalah Seorang Petualang yang mampu mengayunkan Kapak perang raksasa. Itu adalah kebenaran yang diketahui umum oleh orang-orang yang menggunakan toko.


“Aku ada masalah, Bisakah Aku menggunakan kamar mandi?”
“Ahh, tidak masalah tapi…”


Setelah menerima persetujuan Kenneth, Dale membuka pintu di rumah kecil yang disediakan disebelah pintu belakang.


Di sana, ubin batu tersebar disekitar bak mandi dipasang.
Meskipun sederhana, tapi sudah diatur agar terlihat seperti area pemandian.
Dale menuangkan kekuatan sihirnya ke dalam panas dan air “Alat Sihir” di samping bak mandi. Saat mengkonfirmasi suhu, DIa mengisi bak mandi dengan air panas.
Karena alat sihir, persediaan air itu hal konyol, membuat air panas juga tidak terlalu sulit.
Meskipun Aku mengatakan itu, banyak Rumah umumnya tidak memiliki area semua orang biasanya pergi ke rumah pemandian yang beroperasi di sana-sini sebagai norma.

Area pemandian “The Dancing Ocelots”, adalah tempat bagi para petualan di mana, terlepas dari kapan mereka kembali dari permintaan Mereka, bisa menggunakan air panas. Serupa dengan Dale dari beberapa hari yang lalu, jumlah kembalinya petualah dalam kondisi krisis tidaklah rendah.
Latina menatap lurus ke arahnya. Dia mungkin berpikir bahwa alat-alat sihir sangat tidak biasa.
Dale melepas mantelnya, dan menempatkan pedangnya, sarung tangan, dan barang-barang lainnya ke samping, memanggil Latina.



“Latina, [Kemari]”


Setelah memberi suatu isyarat, Latina berdiri di samping Dale. Dia menolak pada awalnya.
Ketika Dale berusaha membantu melepaskan pakaian Latina.


“Ah… Dia seorang gadis, seperti yang kupikirkan”

Dale bergumam sambil menurunkan Latina, yang telah dikupas telanjang dengan ekspresi enggan, ke dalam bak mandi.

Dia pikir itu adalah sesuatu seperti itu dari suara dan pakaian, tapi tidak bisa menyimpulkan sampai Dia mempunyai kepercayaan diri. Dia mencuci rambutnya dan tubuhnya yang menyedihkan, berbadan kurus dengan air panas. Air di bak mandi dengan cepat menjadi hitam sepenuhnya.
Membuang air sekali, dan membuatnya lagi.
Bak mandi menggelembung setelah sabun dimasukan ke bak mandi. Dan bersama dengan kotoran dan keringat Latina, Dia mencuci rambutnya yang menjadi seperti tali.
Dia mencuci tubuhnya juga. Dan menggantikan air kotor lagi.
Mandi lagi, saat Dale mencuci rambut Latina, tiba-tiba Dia menyadari.


(Huh? Anak ini, ehh… Bukankah Dia mempunyai kualitas kecantikan?)


Rambut Latina, yang ditonton berkali-kali, menemukan kembali cahaya perak.
Tanduk satu sisi, juga mengkilap.
Tulang rusuknya mencuat, Dia kehilangan berat badan yang menyedihkan, tapi kemungkinan besar akan pulih disini. Ras Iblis, awalnya adalah Ras yang gigih.

Karena wajahnya tampak lelah juga, hanya matanya yang menonjol saat ini, tapi ciri wajah latina yang kotorannya dibersihkan cukup teratur. Pipinya mempunyai jejak kebulatan, setelah kulitnya lebih baik Dia mungkin akan menjadi Gadis kecil yang menawan.


(Ahh… ini, akan buruk untuk sadar, sekarang menjadi lebih sulit untuk menemukan lasan untuk mengusirnya.)
Jika Aku melepaskan tangan ini, maka Aku belum tahu apa Dia mungkin akan diperhatikan oleh beberapa orang cabul yang tidak baik. Iblis yang kehilangan satu tanduk, ‘ditinggalkan oleh rasnya sendiri, tanpa dukungan apapun’, sesuatu seperti itu mungkin akan tersebar di sekitar.
Bagi mereka yang berpikir tentang Anak-anak dengan cara yang salah, Dia akan menjadi mangsa yang cukup besar.


(Aku memutuskan untuk terlibat tapi… Apa aku siap untuk itu…?)
Dale menggumamkan hal itu dalam hatinya.
tags: baca novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, web novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, light novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, novel Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia, baca Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3 manga, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3 online, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3 bab, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3 chapter, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3 high quality, Uchi no Musume no Tame naraba (If It’s For My Daughter, I’d Even Defeat A Demon Lord) Bahasa Indonesia 3 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of